Saat ini, kemana pun anda pergi, pasti anda temukan berbagai macam bentuk dan warna bendera partai-partai yang akan bertanding dalam PEMILU 2009 nanti. Seperti di bundaran, di tengah badan jalan, di depan gapura kompleks perumahan, bahkan sampai pelosok desa.
Fenomena demikian sudah menjadi kebiasaan di negeri ini. Ketika musim Pemilu tiba, sosialisasi yang dilakukan oleh kader partai gencar dilakukan. Sah-sah saja karena suara masyarakat yang mendukung mereka, menjadi standar kemenangan, sehingga segala cara akan dilakukan untuk mendapat simpati dan dukungan masyarakat luas.
Namun, apakah masyarakat cukup diberikan info lambang, slogan, dan visi misi partai saja ? namun mereka tidak diberikan alasan kuat serta langkah yang jelas dari partai dalam merubah nasib mereka kedepan !
Masyarakat yang kritis secara intelektual sekaligus kritis secara ekonomi (terjepit himpitan ekonomi saat ini) pastinya akan berpikir ulang serta tidak asal pilih dalam menentukan partai mana yang akan mereka dukung sekaligus bisa mengakomodir aspirasi mereka.
Terlebih bagi umat Islam yang mayoritas di Indonesia. Mereka harus berpikir keras, partai politik mana yang akan mereka pilih, ditengah banyaknya partai-partai yang katanya berbasis Islam.
Fakta menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara partai politik berbasis Islam dengan partai-partai lainnya. Kenapa ? karena politisi yang aktif di partai tersebut dalam sistem saat ini ikut juga terjerat skandal korupsi, perempuan, dan pertikaian di dalam tubuhnya sendiri.
Sehingga wajar akhirnya dalam banyak pilkada yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, angka golput selalu tinggi. Bahkan lewat media televisi (TV One, 24 Juli 2008) dalam PILKADA Jawa Timur, ketika ditanya kepada masyarakat yang golput, alasan mereka golput? Jawabannya singkat ” mendingan cari nafkah untuk anak istri, ketimbang memilih orang yang tidak jelas bisa mensejahterakan mereka”.
Tulisan ini tidak mengajak untuk golput, namun ada dua hal yang diharapkan dari tulisan ini. Pertama, diharakan bisa menjadi perenungan bagi kita yang akan memilih, bahwa kita harus punya standar yang jelas dalam memilih partai, terutama ketika kita sebagai seorang muslim yang taat kepada Allah SWT. Standar yang penting adalah kita hanya memilih partai yang trackrecordnya baik, misalnya dengan kriteria kinerjanya baik di parlemen, mampu memberikan solusi yang benar dalam setiap permasalahan umat dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariah Islam. Dan yang terpenting harus kita pegang, segala sesuatu yang bertentangan dengan syariah Islam adalah kemungkaran dan itu harus dihilangkan. Nah partai yang berani untuk memberantas kemungkaran tersebutlah yang layak dipilih.
Kedua, Mudah-mudahan lewat tulisan ini, juga menjadi pemacu bagi semua partai yang bertanding untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, tidak hanya janji-janji sebelum PEMILU saja, namun janji tersebut dengan sekuat tenaga akan dilaksanakan. Yang terpenting, partai benar-benar akan melaksanakan ketaatan tertingginya, tidak hanya kepada negara, namun kepada yang menciptakan segalanya yaitu ALLAh SWT.
Tidak ada maksud untuk memberi dukungan kepada partai manapun, karena semuanya menjadi hak kita masing-masing untuk menentukan pilihan. Semuanya terpulang kepada kita, dan yakinlah semua yang kita pilih akan kita pertanggung jawabkan kehadirat Allah SWT.




