Ini tentang berusaha berprasangka baik pada Allah. Pada takdir yang telah ditetapkannya bagi kami. Berprasangka baik terhadap wajah-wajah teduh yang mewarnai perjalanan hidup kami. Mungkin ini juga termasuk ikhtiar permohonan ampun atas angkuh dan tingginya hati saat dulu pernah merasa lebih baik dari wajah-wajah teduh ini. Ini tentang merajut benang-benang ukhuwah diantara kami dan kalian.
—
Akhir-akhir ini saya menyaksikan drama-drama tentang keteguhan, pengorbanan, dan keikhlasan yang diputar berulang-ulang tiada henti setiap hari di pelupuk mata saya. Ruh-ruh yang dulunya hanya saya resapi dari mengkaji buku-buku perjuangan yang menjelaskan poin-poin risalah ta’lim. Tadhiyah, Tajarrud, Tsabbat, dan Ikhlas. Kini ruh-ruh itu menjelma menjadi sosok-sosok yang melihat mereka membuat gemuruh di dada saya. Selain karena ini tahun perjuangan kata banyak orang, tetap saja saya mempertanyakan, bagaimana bisa hal ini terjadi?
Saya kembali teringat masa-masa dulu saya mengenal dakwah ini. Paling mula yang saya ingat saya sudah menyanyi-nyanyikan lagu-lagu Izzatul Islam dan Shoutul…
View original post 1,800 more words
