SAFE adalah acara on air interaktif tentang seksualitas yang saya asuh di radio BaliFM, tiap Jumat Malam 22.00-24.00. Awalnya bersama saudara Valent, sekarang dengan saudari Tari. berikut akan saya munculkan di blog ini materi-materi yang telah disampaikan.
Answer:
Membicarakan tentang seks? Ini bukan sesuatu yang baru. Tetapi sumber informasi seks yang benar memang masih belum banyak diketahui, terutama oleh remaja. Dan ternyata banyak sekali mitos yang masih dipercaya.
MITOS adalah suatu ungkapan yang belum tentu benar, tetapi sudah dianggap atau diyakini benar oleh masyarakat.
Berikut ini ada sebagian mitos seks yang banyak beredar, dan yang tentunya semua ini adalah keliru.
1. Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina.
2. Loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan.
3. Keperawanan dapat ditebak dari cara berjalan dan bentuk pinggul
4. Perempuan yang berdada besar dorongan seksualnya besar.
5. Masturbasi bisa menyebabkan lutut kopong
6. Sering masturbasi bisa membuat mandul
7. IMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin.
Disfungsi Seksual sering terjadi pada usia muda. Disfungsi Seksual yang paling sering terjadi yaitu Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini. Jika selama ini banyak yang beranggapan Disfungsi Ereksi hanya dialami laki-laki usia lanjut, ada baiknya mulai menghilangkan anggapan tersebut. Pasalnya, banyaknya pasien laki-laki usia muda dengan Disfungsi Ereksi membuktikan bahwa dewasa ini banyak laki-laki usia muda bermasalah dengan kesehatan seksualnya. Beberapa kasus menarik yang pernah terdokumentasi misalnya adalah kasus berikut ini. Nadia (bukan nama sebenarnya), 24 tahun, sering berkeluh kesah kepada Asri (bukan nama sebenarnya), sahabat dekatnya, bahwa ia tidak sempat mengalami orgasme ketika berhubungan dengan Indra (bukan nama sebenarnya), 26 tahun, suaminya. Nadia akhirnya datang untuk mengkonsultasikan permasalahannya. “Bagaimana mau orgasme, lha baru sebentar saja suami saya sudah keluar duluan!” ujar Nadia. Nadia dan suaminya sudah menikah selama 2 tahun.
Ternyata memang banyak permasalahan Disfungsi Seksual terjadi pada usia muda. Penyebab banyaknya kelompok usia muda terserang Disfungsi Seksual, misalnya Disfungsi Ereksi seringkali adalah pengaruh gaya hidup yang cenderung mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi, manis, beralkohol dan rokok. Dari faktor pekerjaan bisa ditebak juga mereka sebagian besar adalah karyawan penting atau pengambil keputusan di tempat kerjanya, sehingga sering tidak bisa mengelola stres dan sering lelah. Dan sering kali juga diperparah dengan konflik rumahtangga yang cenderung membuat komunikasi seksual tidak berjalan lancar.
Disfungsi Seksual pada usia muda lebih sering disebabkan karena faktor psikis dibandingkan faktor fisik. Beberapa penyebab psikis Disfungsi Seksual yang sering dialami oleh usia muda, yang sempat terinventarisasi masuk ke konseling lembaga konsultasi anak muda KISARA PKBI Bali di Bali tercatat antara lain:
1. Stres.
Ketidakmampuan mengelola stress dengan baik mengakibatkan hal yang menjadi serius. Penyebab stres mungkin karena pekerjaan, kemacetan lalu lintas atau problem lain. Bila pasangan juga ikut menambah ketegangan akan memperburuk komunikasi seksual. Stres juga berkontribusi kepada pengeluaran hormon kortisol yang memang dikenal dengan julukan sebagai pembunuh gairah seksual.
2. Kecemasan.
Sebagai contoh bisa terjadi pada pasangan yang telah menikah dan ingin segera memiliki keturunan tetapi tidak berhasil. Kecemasan dan ketakutan akan dilabeli sebagai mandul membuat pikiran terganggu dan muncul penurunan dorongan seksual.
3. Tidak Percaya Diri.
Misalnya pasangan lebih kaya, berpenghasilan lebih besar, atau selalu memandang rendah si laki-laki. Atau justru karena pernyataan-pernyataan yang merendahkan seperti mempermasalahkan ukuran penis yang kecil dan sebagainya.
4. Perselingkuhan.
Kejadian perselingkuhan yang mungkin terjadi atau sekedar perkiraan saja akan mempengaruhi komunikasi dan hubungan seksual di anatara kedua pasangan.
Sedangkan beberapa penyebab fisik yang dapat mengakibatkan Disfungsi Seksual pada usia muda antara lain :
1. Kelelahan.
Hal ini bisa menyebabkan aliran darah terganggu akibatnya dorongan seksual tidak optimal dan ereksi penis pada laki-laki tidak maksimal.
2. Penyakit.
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan Disfungsi Seksual yang sudah bisa terjadi pada usia muda antara lain : diabetes melitus (kencing manis), kolesterol tinggi, dan beberapa jenis kelainan dan pasca operasi pada kelamin, misalnya kelainan Peyronie disease (penis terlihat bengkok ekstrem).
3. Merokok.
Nikotin yang terserap oleh darah akan dapat menyebabkan gangguan pembuluh darah, penyumbatan pembuluh darah, termasuk penyumbatan pembuluh darah dalam penis.
4. Obatan-obatan.
Pemakaian obat-obatan tertentu dengan tidak terkontrol bisa menyebabkan Disfungsi Seksual. Antara lain : obat anti hipertensi, anti depresi, barbiturat, hormon estrogen, mariyuana, narkotik, dan obat penenang.
5. Minuman dan makanan.
Kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol dan makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat menyumbat pembuluh darah.
Apa Yang Bisa Dilakukan Bila Muncul Disfungsi Seksual
Pada pasangan usia muda yang sudah terlanjur mengalami gangguan, prinsip utamanya sebenarnya adalah semakin awal didiskusikan dan dicari penyebabnya maka akan menjadi semakin lebih cepat sembuh. Penanganan Disfungsi Seksual lebih tepat bila disesuaikan dengan penyebabnya dengan penanganan terpadu. Penanganan yang bisa didapatkan pada laki-laki muda:
1. Konseling seks dan terapi seks.
Konseling seks lewat psikoterapi dapat dilakukan bersamaan dengan terapi seks. Yang dapat digolongkan dalam terapi seks adalah hipnosis, senam seks, specific sexual desensitization, sexual stimulation therapy, juga masturbation therapy.
2. Terapi medis
Prinsip terapi medis sebenarnya bisa dilakukan lewat tahapan pertama pemberian oral (diminum), kedua lewat injeksi atau suntikan dan terakhir lewat operasi. Obat-obatan yang diberikan dapat berupa substitusi, supresi, stimulasi, dan vasodilator. Terapi substitusi contohnya adalah dengan memberikan androgen pada penderita defisiensi androgen. Terapi supresi dengan memberikan obat untuk menekan penyebab disfungsi seksual, misalnya Bromocriptine untuk Hyperprolactinemia. Terapi stimulasi adalah untuk menstimulasi respons seksual. Obat yang dipakai bisa berupa hormon, aphrodisiaka, dan stimulan saraf pusat. Vasodilator dan smooth muscle relaxant adalah obat yang paling banyak dikembangkan saat ini yang dapat dipakai secara topikal (olesan), oral, intraurethral dan intracavernosal. Ada beberapa obat yang dapat dicobakan dapat diberikan seperti Sildenafil, L-Arganine, Prostaglandin E1, Phentolamine dan Apomorphine. Sedangkan cara operasi dilakukan dengan memasang suatu alat prosthesis di dalam penis agar penis bisa ereksi. Ada dua macam alat, yaitu yang semirigid dan ada yang dapat dikembangkempiskan.
Apa Yang Bisa Dilakukan Sebelum Mendapatkan Pengobatan?
1) Foreplay bisa membantu
Foreplay atau permainan pendahuluan atau pemanasan sering kali diabaikan. Padahal foreplay dapat memaksimalkan rangsangan pada kedua pasangan. Cobalah melakukan foreplay sekitar 10-15 menit. Atau bisa juga lebih. Jika dilakukan lebih dari 15 menit bukan berarti mengulur waktu, tapi memberikan kesempatan agar seluruh area peka rangsangan (zona erogen) mendapat rangsangan yang semakin optimal. Foreplay bagi perempuan sangat penting untuk merangsang lubrikasi vagina sehingga membantu mengurangi sakit saat berhubungan seksual. Pada laki-laki juga bisa membantu meningkatkan dorongan seksual sehingga ereksi bisa lebih maksimal.
2) Maksimalkan dengan variasi seksual
Prinsip variasi seksual adalah untuk mencegah kebosanan saat berhubungan seksual dengan cara biasa atau konservatif. Asalkan pilihan variasi seksual ini disepakati bersama dan tidak dipaksakan. Jadi malah bisa memunculkan komunikasi seksual jadi lebih sering, artinya kalau sebelumnya jarang membicarakan hubungan seksualnya, sekarang menjadi ada komunikasi bersama. Salah satu contoh variasi seksual yang bisa dilakukan pasangan usia muda misalnya adalah oral seks. Variasi seks wajar dilakukan agar tidak jenuh serta meningkatkan sensasi saat hubungan seksual. Dengan menempatkan oral seks di tengah-tengah kegiatan seksual, bukan tidak mungkin akan banyak membantu permasalahan yang muncul dengan memaksimalkan munculnya dorongan seksual. Banyak titik sensitif manusia baik laki-laki maupun perempuan yang dapat ditundukkan dengan permainan lidah. Variasi seksual juga bisa dilakukan dengan memvariasikan suasana. Maksimalkanlah hubungan seksual dengan bantuan musik yang romantis, pencahayaan lampu remag-remanag, juga variasi tempat hubungan seksual, yang biasanya di ranjang, sekarang bisa dicobakan di sofa kamar tamu, kamar mandi bahkan dapur sekalipun selama tempatnya bersih dan disepakati bersama.
3) Komunikasi seksual ditingkatkan
Dalam berhubungan seksual, tidak hanya melibatkan kondisi fisik, juga psikis. Hubungan seks yang sehat harusnya dapat memunculkan perasaan nyaman di kedua belah pihak. Ingat, seks adalah indikator dari kesehatan dan sumber kesehatan pada usia tua nanti. Jika orang melakukan seks yang teratur dan menikmati seks dan gembira seluruh badan menjadi segar dan terasa lebih muda. Hubungan seksual memerlukan seni, agar kedua pasangan tak merasa bosan. Ini bisa tercapai dengan komunikasi seksual yang baik sehingga gangguan seksual yang muncul saat ini pun bisa dieliminasi lewat komunikasi seksual saja. Karena penyebab terbanyak adalah stres, maka dalam penanganan Disfungsi Seksual di awalnya adalah dengan mengelola stress dengan baik dan ini bisa diupayakan lewat komunikasi seksual bersama pasangan. Tidak ada salahnya juga selalu memuji pasangan untuk meningkatkan komunikasi seksual.
4) Satu lagi: Jangan Mencoba Praktek-Praktek Seksual Yang Tidak Benar
Jangan pernah berusaha untuk mencoba praktek-praktek seksualyang tidak masuk akal hanya untuk upaya semu meningkatkan potensi seksual, seperti: obat kuat, jamu, asesoris, dan praktek-praktek vagina. Dan ingat ada resikonya dari tindakan secara instan dan tidak alami seperti ini. Misalnya penyuntikan silicon untuk memperbesar penis atau memaksimalkan ereksi. Cara ini justru mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan yang lebih serius seperti prostatitis atau malah penis menjadi rusak. Beberapa asesoris boleh digunakan selama hanya untuk variasi seksual asal tidak berisiko dan disetujui bersama. Ada baiknya dikonsultasikan dulu pada yang paham atau berkompeten (dokter). Beberapa aktivitas seksual dapat dipilih sebagai alternatif saat pasangan tugas keluar kota, atau sedang tidak ingin berhubungan seksual, misalnya: masturbasi, berfantasi atau telpon seks dengan pasangan sendiri. Tentu jangan coba-coba berselingkuh atau mencari pekerja seks karena tentunya infeksi menular seksual akan mengintip anda.