Foto-foto ini adalah foto yang Funny Signal kumpulkan selama libur lebaran. Sok mangga dinikmati..^^ And komen yah 😀

Mempelai pria di foto ini menggunakan pakaian adat Sumatera Selatan yang dominan dengan warna merah dan emas. Pernikahan ini berlangsung di samping rumah panggung yang merupakan ciri khas rumah di Sumatera.
Salah satu pemandangan favorit di kampong halaman Tanjung Agung, Lahat Sumatera Selatan. Berjalan di pematang sawah menuju saung kecil tersebut juga merupakan pengalaman yang sangat menarik.
Tentu menyeramkan melihat taring tajam kera di Gua Kreo, Semarang ini. Tapi sebenarnya yang kera ini lakukan adalah menguap di pagi hari. Jadi jangan takut.. dan main2 ya nemuin mereka di plus jangan lupa bawa kacang kalau berkunjung. ^^
Sedikit cerita di hari-hari libur lebaran, ketika beberapa pria berusaha membuat mobil yang sudah tua ini bisa berjalan kembali dan bisa digunakan untuk mengunjungi kebun kopi. Jeep ini sudah tua umurnya, dan harus pakai trik khusuk buat nyalainnya :<
Dan akhirnya, jeep ini bisa digunakan kembali. Jeep ini menuju bukit kebun kopi dengan sebelas (!) penumpang. Serta sedikit aktivitas berbahaya dari dua sepupu yang ‘bertengger’ di kap dan bemper.
Police line, menandakan batas yang yang tidak boleh dilewati oleh masyarakat selain yang berwajib. Police line ini mengelilingi lokasi tewasnya teroris nomer wahid negeri ini yaitu Nurdin M.Top beserta kawanannya.
Tulisan yang menandakan wc berada diatas gambar sapi yang sedang santai. Foto ini diambil di tengah hutan yang sepi sehingga merupakan pemandangan yang unik.
Tulisan tentang lokasi tewasnya Noerdin M. Top sang teroris yang sudah lama menjadi buronan polisi di negeri Indonesia. Tulisan ini berada di tengah jalan raya yang sangat menarik perhatian masyarakat yang sedang lewat.
Bangunan Fenomenal di Semarang yang terkenal dengan megah dan horornya yaitu “Lawang Sewu”. Bangunan ini sekarang menjadi salah satu tempat wisata masyarakat yang datang ke Semarang karena keunikannya dan artistik Belanda yang masih kental.
Foto unik seseorang yang sebelah mukanya gelap dan sebelahnya terang. Foto ini diambil secara tidak sengaja dan tanpa mengalami proses pengeditan sebelumnya.
Pemandangan sore hari di sungai brantas. Jalan yang berkelok-kelok, gambar diambil dari sudut kanan, sehingga tampak jalan-jalan yang terjal khas jalan menuju sungai. Gambar ini diambil ketika cuaca cerah sehingga jalan terlihat bagus. Padahal ketika musim penghujan jalan ini sangat licin dan berbahaya untuk dilewati.
Dari jauh terlihat gambar perahu. Perahu ini merupakan alat transportasi satu-satunya yang digunakan untuk menyebrang dari satu kampung ke kampung lainnya. Perahu ini terbuat dari kayu sedangkan atapnya terbuat dari seng. Untuk menarik perahu ini digunakan tali besar yang ditarik oleh dua orang.
Jumlah penumpang yang diangkut mencapai lima belas orang dengan mengangkut sekitar sepuluh kendaran beroda dua. Harga tiket yang harus dibayar oleh masing-masing penumpang untuk sekali berangkat adalah Rp.1500,00.
Gambar ini menunjukan jembatan yang harus di tempuh oleh penumpang perahu sebelum mencapai ke perahunya. Jembatan ini kira-kira panjangnya 100m. Jembatan ini terbuat dari bambu yang dianyam. Meskipun terlihat rapuh, jembatan ini telah digunakan lebih dari sepuluh tahun.
Gambar ini menunjukan penempatan gelas yang tidak semestinya. Gelas ditaruh di atas piring. Hal ini sangat unik, karena biasanya gelas ditaruh di atas nampan bukan piring. Objek ini menggambarkan seolah-olah terdapat dua sendok dalam satu gelas. Padahal yang benar sendok yang satu terdapat digelas berbeda.
What the dunk adalah salah satu seri sepatu yang dikeluarkan oleh nike. Sepatu ini sengaja di desain berbeda corak pada satu pasangnya. Banyak pendapat yang mengatakan corak pada sepatu ini merupakan kumpulan corak yang ada pada seri sepatu nike lainnya.
Nike SB vs Supra, keduanya merupakan seri sepatu yang paling banyak diincar oleh kolektor sepatu, khususnya pecinta sepatu sporty. Untuk mendapatkan jenis sepatu ini harus rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit, tetapi dijamin semua mata memandang pada sepatu Anda!
Untuk para kolektor sepatu, tidak sedikit yang juga mengoleksi sepatu untuk anak-anak. Selain bentuknya yang memang lucu dan imut, sepatu ini juga tersedia terbatas. Dan biasanya para kolektor menyimpannya untuk anak mereka nantinya, dan tidak sedikit juga yang menjadikannya hiasan.
Patung- patung ini ditampilkan dengan nuansa Islami, dikarenakan suasana lebaran yang masih semarak di liburan kali ini. Hal yang lainnya, patung tersebut mewakili sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan kedua orang anak yang merepresentasikan Keluarga Bahagia (KB).
Istana anak-anak yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan salah satu tempat hiburan menarik, khususnya bagi anak-anak Indonesia. Selain dapat bermain, anak-anak juga dapat pengetahuan tentang budaya Indonesia. Hal penting lainnya, rekreasi dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau.
Kalau dilihat sekilas mungkin pajangan ini terlihat mistis dan mengerikan. Tapi ternyata pajangan ini hanya sebuah botol yang diisi dengan cabai merah besar, buncis, dan sereh yang disusun sedemikian rupa dan diberi air pengawet agar tetap terlihat segar.
Silahkan diperhatikan. Pajangan ini tampak terlihat seperti koteka, pakaian khas dari papua. Tetapi dengan uniknya, si pembuat koteka ini mengukirkaligrafi-kaligrafi arab pada dinding kotekanya, sehingga koteka ini bisa berfungsi juga sebagai pajangan cantik dengan nilai seni yang tinggi.
Bingung kenapa foto ktp ini dinilai sebagai sesuatu yang unik? Sebetulnya yang unik bukanlah ktpnya, atau pemilik ktpnya, atau tempat tinggal pemilik ktp.Yang unik adalah nik atau nomor induk ktp-nya. Nik setiap ktp pasti unik dan tidak mungkin sama.
Kira-kira foto yang berseni ini diambil dengan menggunakan kamera apa?Kamera film biasa? Kamera digital? DSLR? Atau lomo?Ternyata perkiraan tersebut salah semua, ini bukanlah sebuah foto yang diambil dengan suatu kamera tertentu, ini adalah sebuah lukisan. Percaya atau tidak.
Lukisan cantik ini menggambarkan 3 orang penari bali yang sedang memamerkan kemampuan menari mereka. Mereka tampak menari dengan latar perumahan bali. Tapi apabila dilihat dari sisi lain, lukisan ini tampak seperti lukisan 3 ekor sapi dengan tanduk yang panjang.