Langkah kehidupan yang baru dimulai. ternyata memang sangat indah berkeluarga itu, Menenangkan jiwa dan pikiran. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.
Puji syukur selalu terucap untukMu ya Rabb.
Di subuh Mu yang indah ini ya Rabb, aku mulai berjalan untuk menuju RahmatMu. Hari yang indah dalam kehidupan yang baru. Ya, kehidupan yang lebih baik. InsyaAllah. Mencari rahmat Allah swt bersama suami.
Teman, benar sekali yang dibilang Rasulullah, bahwa menikah itu akan menenangkan hati dan jiwa, serta pikiran. Alhamdulillah aku merasakannya. kehidupan menjadi lebih baik, tujuan menjadi lebih jelas, dan perjalanan menjadi lebih indah. Seseorang itu sekarang telah hadir dalam kehidupan saya. Sekarang diri ini tidak lagi melakukan sendiri semaunya. Ada teman yang mengingatkan, memberi masukan, dan memimpin. Ya….seseorang telah menjadi imamku sekarang, yaitu yang bernama suami.
Suami…….hm…..alangkah indahnya kata itu.
Sungguh sangat sayang, orang yang terlalu memilih-milih soal pasangan dengan patokan idealisme yang terlalu berlebihan.
Saya punya seorang teman, yang belum menikah. Kala di tanya Apa calon suami yang dia inginkan. Maka jawabannya adalah….Seseorang yang imannya bagus, mapan, cakep, penuh kasih sayang dan bertanggung jawab. Mendengar jawabannya, saya hanya bisa diam saja. Dalam benak saya berpikir….”Kenapa MAPAN menjadi suatu patokan utama?”
Awalnya saya juga berprinsip seperti itu. Tapi alhamdulillah saya diingatkan dan selalu diingatkan, sehingga pandangan itu mulai berubah dan Alhamdulillah Allah swt memberikan saya seorang suami yang menjadi imam saya saat ini.
Kita kembali kepada kata MAPAN. Kebanyakan perempuan mematok kata MAPAN. Padahal tidak semua orang mempunyai itu. jika memang MAPAN adalah suatu syarat yang mutlak…..hm….bisa-bisa….ga kawin-kawin deh……hehehehe……maksudnya menikah.
Dalam islam kita di ajarkan untuk memilih seseorang itu berdasarkan kriteria yang telah diberikan pilihan oleh islam, yaitu, harta/kedudukan, kecantikan, dan agamanya. Memang sih…..ga salah kalau mematokkan MAPAN, karena di dalam hadits kata harta juga terasuk ke dalam. Tapi apakah itu menjamin untuk sebuah kebahagiaan? hm…….rasanya ga deh 🙂
Nah berikutnya dalam hadit di atas, pilihan kedua, yaitu kecantikan. Pertanyaannya masih sama. Apakah kecantikan juga membawa kebahagiaan?…..jawabannya juga saya rasa sama, yaitu……tentu saja tidak.
Nah pilihan ketiga dalam Agama. Dengan pertanyaan yang sama, maka saya akan langsung menjawab…..tentu saja agama akan menjamin kebahagiaan. bukankah lanjutan dari hadits di atas adalah……jika kamu memilih yang ketiga (agama), maka kamu akan bahagia selamanya.
Nah….masalahnya sekarang adalah….banyak orang yang mematok ketiga-tiganya. Dia mau seseorang yang kaya alias MAPAN ekonominya, seorang yang rupawan, dan Agamanya hebat. Tentu tidak semua orang mempunyai ketiga hal ini secara bersamaan.
Ada yang MAPAN dan rupawan, tapi tidak punya kebaikan dalam agamanya.
Ada yang Mapan, tidak begitu rupawan, tapi agamanya baik.
Ada juga yang tidak mapan dalam harta, paham akan agamanya, sehingga dia tau tanggung jawabnya dalam memberikan nafkah harta dan tanggung jawabnya dalam agama, walaupun dalam rupa biasa-biasa saja.
Dari sekian banyak pilihan, maka saya pribadi akan memilih yang terakhir ini. Walalupun dia tidak mapan dalam harta, namun dia sangat paham akan agamanya, sehingga dia tahu tanggung jawabnya terhadap keluarga secara lahir dan batin, serta tanggung jawabnya di dunia dan akhirat.
Pilihan yang terakhir inilah yang akan membahagiakan kita sobat. Jadi…..ubahlah patokan MAPAN itu dalam kriteria pilihanmu, karena bukan kemapanan yang akan membahagiakan kita. Mapan akan datang dengan sendirinya, jika Agama sudah menjadi hidup dan aturan utama dalam kehidupan kita. Orang yang tau agama, terjamin kebahagiaannya di dunia dan akhirat, dan Allah swt akan mencukupinya dengan rejekiNya yang maha luas.
Marilah teman, segeralah menikah. Jika seseorang yang agamanya baik bahkan sangat baik, datang pada Anda dengan tujuan mulia dan sangat baik pula, kenapa harus ditolak dan ditunda, hanya karena dia tidak punya kemapanan harta. Bukankah janji Allah itu pasti. Dia menjanjikan pada setiap hambaNya yang menikah, bahwa Dia akan mengayakan hamba-hambanya yang menikah. Saya yakin dan pasti akan itu semua. Janji Allah swt itu pasti, tidak akan pernah dusta sobat.
So…..lets move to be better guys 🙂
-6.123712
106.876841