Obat Herbal Anti kanker Curzerif

Situs ini sangat membantu penambahan ilmu pengetahuan Anda, silakan dibaca:

http://www.curzerif.com/fatmawatiherman

Ambil ilmunya, tarapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang sudah menderita penyakit kanker atau tumor ini…..jangan pernah menyerah, pasti ada obat untuk setia penyakit. Teruslah optimis teman. Mungkin bisa mencoba obat herbal yang ada disitus ini. Usaha apapun demi kesehatan ^_^

Jadi Terkenang 8 Tahun Lalu!

Sobat, pada saat naik kereta tadi pagi, pas mau berangkat ke kantor, saya melihat tiga mahasiswa dengan perlengkapannya yang aneh-aneh. Ada tas yang terbuat dari karung beras dan diberi warna warni. ada topi yang terbuat dari setengah bola, dan ada beberapa perlengkapan lainnya.

Mereka kelihatan konyol dan lucu dengan perlengkapan itu. saya tersenyum-senyum sendiri melihatnya. Dari penampilannya saya bisa menebak kalau mereka adalah mahasiswa-mahasiswa baru yang sedang melakukan masa orientasi.

Melihat mereka saya jadi terkenang 8 tahun yang lalu. Saya juga dibuat berpenampilan konyol dan lucu oleh mahasiswa-mahasiswa senior. Para junior dwajibkan untuk mengikuti masa orientasi itu.

Masa orientasi merupakan masa yang menyenangkan menurut saya, walaupun kita sering dikerjai. Apapun yang kita lakukan selalu salah walaupun itu sudah benar dan sudah mengikuti aturan yang diberikan.

Sobat, sungguh nikmat bisa memiliki kenangan yang indah dan menyenangkan. Banyak orang yang tidak punya kenangan diantaranya karena mereka yang sibuk selalu dengan pekerjaannya dikarenakan tuntutan hidup sehingga waktu hanya untuk bekerja bekerja dan bekerja. Bukan karena mereka workholic, tapi karena ekonomi yang sulit sehingga menuntut mereka untuk bekerja keras hanya demi sesuap nasi.

Sobat, sungguh bersyukur kita atas kelapangan dan kenikmatan yang selalu dilimpahkan Allah swt selama ini. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagikah yang kamu dustakan!

Sederhana Itu Sangat Indah !!

Assalamu’alaikum.

Ehmmm….udah lama juga tak menorehkan tulisan di laman ini. Jadi rindu. Alhamdulillah baru saja selesai merayakan lebaran di kampung halaman. Sangat indah dan menyenangkan. Sekarang karena sudah berkeluarga, maka lebaran ini untuk pertama kalinya mendatangi keluarga besar suami. Asik, pada ngumpul semua,,,,,jadinya lebaran semakin terasa. Alhamdulillah lebaran kemarin bisa pulang kampung. Ga tau deh lebaran besok. wallahua’lam. Bagaimana denganmu sobat?

Sobat, terasa benar perbedaan lebaran setelah memiliki dua keluarga besar, dibandingkan dulu. Kalau dulu, saat masih sendiri, lebaran ya….hanya di rumah keluarga besar kita aja. Tapi sekarang, karena sudah berkeluarga, ya….mesti mengunjungi keluarga besar suami juga tentunya.

Satu hal yang saya pelajari pada lebaran kemarin, yaitu menerima semuanya dengan lepang dada. Kalau istilah jawanya NRIMO. Saya dan suami berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. alhamdulillah cukup. Tidak lebih dan tidak kurang.

Saat bermain ke rumah keluarga besar suami, saya senang akan kesederhanaan yang ada. Karena kami berada di daerah perkampungan, jadi suasana perkampungannya sangat kental dan mengasikkan. Pada waktu kumpul bareng-bareng terasa lengkap keluarga ini walaupun dalam kesederhanaan yang melekat. Masak pakai tungku, pergi ke rumah tetngga yang jaraknya tidak berdekatan dengan berjalan kaki, mengambil air bersih di bawah perbukitan….sungguh terasa indah semuanya.

Keramahtamahan masyarakat pedesaan dan kemurahan senyum, sapa dan santun yang sangat menyejukkan jiwa. Walaupun hanya dua hari di sana…sungguh saya sangat menikmatinya.

Sobat, saya ingin bahasa masalah SEDERHANA kali ini. Sederhana bukan berarti gambaran kemiskinan, tapi sederhana sebenarnya adalah sebuah kekayaan. Saat ini banyak orang yang tidak ingin terlihat sederhana. Mereka berusaha untuk menutupi kesederhanaan itu dengan memperlhatkan sesuatu yang wah dari dalamnya. Sebenarnya untuk apa itu semua? show up kah? agar apa?….apakah agar lebih dikagumi, atau agar lebih terlihat bergengsi? hmmmmm…….rasanya itu semua sangat tidak berguna.

Kenapa saya bilang seperti itu? dari orang-orang terdekat dan teman-teman, saya bertanya pada mereka “mana yang kalian sukai? orang yang terlihat sederhana atau orang yang menutupi kesederhanyaannya?”
Maka dari pertanyaan itu kebanyakan saya mendapatkan jawaban bahwa SEDERHANA ITU INDAH. Saya tersenyum mendengar setiap jawaban teman-teman saya.

Ada teman yang bilang, “kalau gue paling suka orang yang kaya tapi sederhana. Dan paling sebel banget sama orang yang ga punya apa-apa tapi menutupinya dengan memperlihatkan tampilan yang wah”…..ckckckckck ada-ada saja.

Saya setuju dengan pernyataan teman saya. Bahwa orang kaya yang sederhana itulah yang hebat. Oke! Di sini saya tidak berbicara harta. Saya tertarik pada kesederhanaan yang ditampilkan seorang pribadi karena ketinggian ilmu dan kepahamannya. Kalau kita belajar di sekolah dulu ada ungkapan untuk ini…..yaitu…..Contohlah Ilmu Padi. Makin berisi makin merunduk.

Sobat semua sering mendengar itu kan? Yup…..benar sekali, ilmu padi itu sangat pas dan tepat. Seseorang yang berilmu akan sangat disegani bukan karena pandainya saja dalam menyampaikan teori ini dan itu, tapi dia juga bisa membentuk pribadinya menjadi seseorang yang berkahlak mulia dikarenakan ilmunya. Bukankah derajat orang yang seperti ini sangat tinggi di sisi Allah swt.

Oke sobat, itu saja pembicaraan saya saat ini tentang kekaguman saya akan kesederhanaan yang saya temui di kampung halaman. Ini memberikan pelajaran bagi diri saya sendiri bahwa jadilah pribadi yang sederhana dan indah 😀

Mapan maka bahagia. Benarkah?

Langkah kehidupan yang baru dimulai. ternyata memang sangat indah berkeluarga itu, Menenangkan jiwa dan pikiran. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar.

Puji syukur selalu terucap untukMu ya Rabb.
Di subuh Mu yang indah ini ya Rabb, aku mulai berjalan untuk menuju RahmatMu. Hari yang indah dalam kehidupan yang baru. Ya, kehidupan yang lebih baik. InsyaAllah. Mencari rahmat Allah swt bersama suami.

Teman, benar sekali yang dibilang Rasulullah, bahwa menikah itu akan menenangkan hati dan jiwa, serta pikiran. Alhamdulillah aku merasakannya. kehidupan menjadi lebih baik, tujuan menjadi lebih jelas, dan perjalanan menjadi lebih indah. Seseorang itu sekarang telah hadir dalam kehidupan saya. Sekarang diri ini tidak lagi melakukan sendiri semaunya. Ada teman yang mengingatkan, memberi masukan, dan memimpin. Ya….seseorang telah menjadi imamku sekarang, yaitu yang bernama suami.

Suami…….hm…..alangkah indahnya kata itu.
Sungguh sangat sayang, orang yang terlalu memilih-milih soal pasangan dengan patokan idealisme yang terlalu berlebihan.

Saya punya seorang teman, yang belum menikah. Kala di tanya Apa calon suami yang dia inginkan. Maka jawabannya adalah….Seseorang yang imannya bagus, mapan, cakep, penuh kasih sayang dan bertanggung jawab. Mendengar jawabannya, saya hanya bisa diam saja. Dalam benak saya berpikir….”Kenapa MAPAN menjadi suatu patokan utama?”

Awalnya saya juga berprinsip seperti itu. Tapi alhamdulillah saya diingatkan dan selalu diingatkan, sehingga pandangan itu mulai berubah dan Alhamdulillah Allah swt memberikan saya seorang suami yang menjadi imam saya saat ini.

Kita kembali kepada kata MAPAN. Kebanyakan perempuan mematok kata MAPAN. Padahal tidak semua orang mempunyai itu. jika memang MAPAN adalah suatu syarat yang mutlak…..hm….bisa-bisa….ga kawin-kawin deh……hehehehe……maksudnya menikah.

Dalam islam kita di ajarkan untuk memilih seseorang itu berdasarkan kriteria yang telah diberikan pilihan oleh islam, yaitu, harta/kedudukan, kecantikan, dan agamanya. Memang sih…..ga salah kalau mematokkan MAPAN, karena di dalam hadits kata harta juga terasuk ke dalam. Tapi apakah itu menjamin untuk sebuah kebahagiaan? hm…….rasanya ga deh 🙂

Nah berikutnya dalam hadit di atas, pilihan kedua, yaitu kecantikan. Pertanyaannya masih sama. Apakah kecantikan juga membawa kebahagiaan?…..jawabannya juga saya rasa sama, yaitu……tentu saja tidak.

Nah pilihan ketiga dalam Agama. Dengan pertanyaan yang sama, maka saya akan langsung menjawab…..tentu saja agama akan menjamin kebahagiaan. bukankah lanjutan dari hadits di atas adalah……jika kamu memilih yang ketiga (agama), maka kamu akan bahagia selamanya.

Nah….masalahnya sekarang adalah….banyak orang yang mematok ketiga-tiganya. Dia mau seseorang yang kaya alias MAPAN ekonominya, seorang yang rupawan, dan Agamanya hebat. Tentu tidak semua orang mempunyai ketiga hal ini secara bersamaan.

Ada yang MAPAN dan rupawan, tapi tidak punya kebaikan dalam agamanya.

Ada yang Mapan, tidak begitu rupawan, tapi agamanya baik.

Ada juga yang tidak mapan dalam harta, paham akan agamanya, sehingga dia tau tanggung jawabnya dalam memberikan nafkah harta dan tanggung jawabnya dalam agama, walaupun dalam rupa biasa-biasa saja.

Dari sekian banyak pilihan, maka saya pribadi akan memilih yang terakhir ini. Walalupun dia tidak mapan dalam harta, namun dia sangat paham akan agamanya, sehingga dia tahu tanggung jawabnya terhadap keluarga secara lahir dan batin, serta tanggung jawabnya di dunia dan akhirat.

Pilihan yang terakhir inilah yang akan membahagiakan kita sobat. Jadi…..ubahlah patokan MAPAN itu dalam kriteria pilihanmu, karena bukan kemapanan yang akan membahagiakan kita. Mapan akan datang dengan sendirinya, jika Agama sudah menjadi hidup dan aturan utama dalam kehidupan kita. Orang yang tau agama, terjamin kebahagiaannya di dunia dan akhirat, dan Allah swt akan mencukupinya dengan rejekiNya yang maha luas.

Marilah teman, segeralah menikah. Jika seseorang yang agamanya baik bahkan sangat baik, datang pada Anda dengan tujuan mulia dan sangat baik pula, kenapa harus ditolak dan ditunda, hanya karena dia tidak punya kemapanan harta. Bukankah janji Allah itu pasti. Dia menjanjikan pada setiap hambaNya yang menikah, bahwa Dia akan mengayakan hamba-hambanya yang menikah. Saya yakin dan pasti akan itu semua. Janji Allah swt itu pasti, tidak akan pernah dusta sobat.

So…..lets move to be better guys 🙂

Lucky you…..lucky me…

Siang itu setelah lunch time, aku pergi ke lantai bawah untuk memotocopy beberapa lembar kegiatan siswa, yang akan menjadi bahan latihan di kelas nanti. Saat sedang asik memotocopy, datang seorang guru expactriat yang baru mengajar di sekolah ini. Disela-sela fotocopy itu kami bercakap-cakap tentang beberapa hal. Aku tanya tentang kesan dia pertama kali di sini, dan dia menjawabnya sangat senang, karena negara ini orangnya ramah-ramah kendala dia hanya satu, karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia, maka terasa komunikasi yang tersendat dengan orang disekitar lingkungannya.

Banyak hal yang kami bicarakan. aku lebih banyak bertanya. Kadang-kadang dia menanyakan beberapa kata yang dia tidak mengerti. dia menanyakan bahasa indonesia dari kata-kata yang dia ingin tahu artinya.

Cukup seru dan panjang pembicaraan kami. dari pembicaraan itu dia bertanya tentang beberapa hal.
“Miss, you using viel…..why u can work?” tanyanya.
Mendengar pertanyaan tersebut aku cukup heran dan terkaget. maka aku balik bertanya untuk mengetahui sejauh mana dia mengetahui tentang muslim.

“Why you asking like that?” tanyaku sambil tersenyum.

“As long as i knew, moslem woman not alowed working outside” jawabnya.

Aku tersenyum dan menjelaskan beberapa hal padanya, bahwa muslimah juga boleh bekerja. Di Indonesia siapa pun boleh bekerja. tidak ada batasan hanya laki-laki saja.

Dia masih penasaran, dan terus bertanya, “but miss, you use viel (dibaca:jilbab)”

Aku kembali terangkan, bahwa berjilbab bukanlah halangan untuk itu. pekerjaan di Indonesia bukan hanya untuk orang-orang yang tidak berjilbab saja. pekerjaan adalah buat orang yang memiliki kompetensi dan keahlian dibidangnya. Disini tidak memandang agama dan penampilan. Baik dia berjilbab atau tidak berjilbab yang paling penting adalah kemampuan dan keahlian dibidangnya. Setelah panjang lebar aku jelaskan dia terlihat paham dan mengangguk-angguk. “So, in this country, moslem woman can working outside!!?” ujarnya untuk menegaskan. Aku jawab dengan anggukan mantap.

“owh…..i see…i see…in my mind, moslem woman can not go outside, and just stay at home. so different with Indonesia ya!!!!” ujarnya sambil tersenyum.

Dia melanjutkan fotocopiannya yang masih beberpa lembar lagi. “Lucky you miss. and lucky me can came here and know so many things”

aku hanya tersenyum dan merapikan lembaran yang telah selesai aku fotocopy. karena sudah selesai, aku segera pamit menuju kelas, karena aku ada kelas. “bye sir, im go first”

“Its okay miss. thank ya, i got new thing”

“ur welcome sir” ujarku dan aku segera berlalu meninggalkannya.

Join Chrismat party?…..hmm im sorry ya Sir…i can not

Hari ini ada acara party di sekolah. Nama acaranya Crismast party. sebelum libur semua guru dan staff ditempatku bekerja mengadakan acara ini.

Sebenarnya aku diajak untuk join acara ini. Saat duduk-duduk di meja kerjaku, seorang guru datang dan bertanya “Mis, woud u like to join with the party?”
Tentu saja aku sangat tidak bisa untuk ikut bergabung di dalamnya. Kalau masalah akidah aku menolaknya. Langsung saja aku jawab “Im sorry miss, i can not join.” Untunglah guru yang satu ini orangnya sangat asik sehingga dia tidak banyak tanya.

Kami ada 4 orang staff yang muslim disini, sehingga untu setiap acara dan kegiatan yang menyangkut akidah, kami tentu saja tidak akan join, dan akan menjelaskan alasannya sesederhana mungkin dan bisa diterima, dan tentunya aturan agamalah yang kami jelaskan.

Untuk memperjelaskan alasan sebenarnya, aku dan temanku yang muslim satunya lagi, datangi HOD MYP (Head of Division MYP), aku jelaskan alasannya kenapa tidak bisa join. HOD ini orangnya juga asik dan fair. Dia sangat toleransi dengan semua agaman.

Saat datang keruangannya kami jelaskan semuanya, secara singkat saja tapi padat. “Sir, im sorry, we can not join to the chrismast party because in islam, moslem not alowed to join with other religion. we have rule about it. we really sorry ya sir.”

Pas menjelaskan seperti itu, langsung saja si HOD jawab dengan ramahnya, “Its ok miss, i understand it. we toleran about all religion.” pas mendengar jawaban itu, aku merasa sangat lega sekali. Syukur alhamdulillah.

Ya Allah swt, jagalah kami selalu dalam keimanan atas Engkau. Amin ya Rabb…!!

Siapa tahu?

“Siapa tahu?” hm…..kira-kira apa ya…hehehe….baiklah. Langsung saja. Tak akan mengerti apa yang dimaksud karena konteknya belum jelas. baiklah saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri. Siapa tahu akan masa depannya. siapa yang tahu akan dirinya beberapa detik, jam, hari, minggu, atau bulan lagi? tak ada yang tahu kan?

Banyak hal yang sebenarnya kita lupakan tentang diri sendiri. kita terlalu lama larut dan lena akan apa yang kita hadapi sekarang. Kalaupun memikirkan tentang masa depan, maka yang sering kita pikirkan adalah target-target pencapaian untuk kesuksesan diri dalam hal-hal dnia dan rencana-rencana kehidupan yang terkait dengan dunia. kita alpa, kita lupa, bahwa kita tidak hidup untuk selamanya. Kita lupa mempersiapkan bekal untuk sejatinya hidup yang ada nanti setelah kehidupan.

Kita punya planing untuk mencapai keberhasilan bisnis. kita punya target untuk pencapaian suatu rencana yang kita ingatkan….tapi sayang….kebanyakan dari kita lupa untuk mempersiapkan diri untuk target ke kehidupan sejati dan hal-hal apa saja yang sudah dipersiapkan.

Baiklah apakah yang akan kita lakukan untuk planing kehidupan sesungguhnya? masri kita mulai dari sekarang untuk persiapan itu. Mari bersiap untuk semua hal yang tak terduga. tak ada yang tahu sampai kapan hidup kan? tak ada yang tahu sampai kapan kaki akan menapak di dunia ini kan? Nah….kalau begitu mari kita persiapkan diri untuk semua itu 🙂

Semangat dan teruslah maju untuk kehidupan abadi kelak…..tentunya menuju perbaikan yang indah 🙂

Rindu Pulang

Tentu semua orang yang merantau akan sangat rindu untuk pulang ke kampung halamannya. Termasuk saya sendiri…heheheh. Bagaimana tidak rindu? setelah sekian lama ditinggal. tempat yang begitu penuh dengan kenangan dan hal-hal yang sangat tidak bisa dilupakan. tempat kita lahir dan dibesarkan. Tentu itu semua akan mengundang rasa rindu itu muncul dan berusaha mencari waktu untuk bisa mengobati rasa rindu tersebut. Terutama jika hal-hal besar seperti lebaran atau acara lainnya yang sangat penting, akan mengundang diri ini untuk segera pulang menengok tanah kelahiran dan tempat asal.

Begitu besarnya kerinduan itu sehingga dengan cara apapun akan dilakukan untuk memenuhi rasa rindu ini. Tapi adakah kita berpikir pada kampung halaman sebenarnya? Termasuk saya sendiri, kadang kita semua lupa akan kampung halaman kita yang sebenarnya. dan kita juga tidak menyiapkan diri ini dengan baik untuk pulang ke kampung itu. Tahukah teman….kampung halaman kita sebenarnya?

AKHIRAT…..yah….itulah kampung halaman kita sebenarnya. adakah rasa rindu kita begitu mendalam untuk pulang ke kampung halaman akhirat? jika dijawab jujur……saya rasa kerinduan kita saat ini masih saja pada sifat keduniaan. Bahkan terkadang atau jarang sekali kita merindukan kampung asal sebenarnya, dibandingkan rindu kita pada tanah kelahiran, tempat kita dibesarkan dan hal-hal keduniaan lainnya. Bahkan kita sendiri tidak ingat sebenarnya dimana kampung halaman kita !!!!

Bisakah kerinduan kita akan kampung halaman akhirat itu sebesar rindu kita pada kampung halaman kelahiran?

Terkadang, saat kita akan pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang-orang yang begitu kita sayangi dan cintai, kita mempersiapkan segalanya dengan perfek dan sempurna tanpa cela. Dan terkadang kita ingin terlihat wah dan hebat. Tapi…..tidak begitu untuk kampung akhirat, kampung kita yang sebenarnya. Entah persiapan apa yang kita punya untuk kampung akhirat kita. punya bekal pun tidak seberapa….entah bekal atau tidak pun kita juga tidak tau.

Tidah sulit untuk menyiapkan bekal yang akan kita bawa menuju kampung akhirat, tapi tidak susah juga diri ini akan masuk ke gerbang yang penuh dengan ketergelinciran-ketergelinciran yang melenakan kita pada gerbang maksiat……baik itu besar maupun kecil. Bahasa simpelnya, mudah berbuat kebaikan juga sama mudahnya dengan tergelincir pada keburukan. So….teman……mari kita tergelincir ke arah kebaikan.

Kita ini merantau hanya untuk sementara di bumi ini. kelak kita akan balik lagi ke tempat asal sebenarnya….jadi…..ayo siap-siap untuk pulang ke kampung halaman kita 🙂

Kalian Sungguh Cantik

Kemarin…pas acara graduation di sekolah, semua orang tampil beda dari biasanya. Cantik-cantik, ganteng-ganteng dan lebih rapi dari biasanya. Ada yang biasanya tidak dandan, maka berdandan pas acara ini. Ada yang biasanya nyantai dan cuek penampilannya, pas hari itu tampil sangat berbeda untuk memperlihatkan kecantikan dan kegantengan mereka masing-masing, dan juga memperlihatkan keseksiannya masing-masing, dengan memperlihatkan lekukan tubuh yang aduhai dan keseksian yang mereka punya. Ada yang pakai Blazer, ada yang pakai jas serta lengkap dengan dasinya.

Sedangkan yang muslimah juga berusaha terlihat lebih indah dipandang mata dengan pakaian takwanya yang tertutup rapi namun tetap modis. Pas acara graduation selesai……kami berbincang-bincang dan makan-makan di tempat yang telah disediakan. Kami bercakap mengenai apa saja, karena liburan menjelang beberapa hari lagi cukup panjang…..sebulan bo’….heheheheh

Di dalam percakapan dan senda gurau itu ada pelajaran yang saya ambil. Sekolah kami adalah sekolah yang multy-religi. Mayoritas di dalamnya adalah agama kristiani dan budha. Saat bersenda gurau itu temanku yang beragama budha memperhatikan kami yang muslimah, dan dia berceletuk…entah sadar atau tidak, “Gua mau dandan seperti kalian, terihat cantik……cantik banget. Gua suka ngeliat cewek berjibab seperti ini, apalagi mereka pakai rok yang sangat serasi…..hmmmm……cantik deh. Coba dandanin gue kayak gini dong. Lo bawa ya jilbab ekstra besok buat gue, trus coba dandanin gue kayak gini. Hmmmm…..seperti apa cantiknya gue didandanin kayak kalian” itulah ungkapnya dengan jujur.

Dari ungkapan dia tersebut aku sungguh sangat terkesima. Ungkapan yang sangat jujur dari temanku yang non-muslim. Memang sungguh indah muslimah, dipandangan mata non muslim pun penampilan muslimah sangat indah. aku tau, kalau celetukan dari temanku itu spontanitas. Kami hanya bertiga muslimah dikantor ini. Dan kami berusaha dengan baik untuk mencoba mencitrakan diri muslimah yang baik, semampu yang kami bisa. Ungkapan dari temanku itu semakin membuatku bersyukur atas rahmat Allah swt, yang menjaga wanita muslimah dengan pakaian takwanya dan membuat mereka indah dengan pakaian takwa tersebut.

Jadi guys, berbanggalah jadi muslimah….tentunya muslimah yang baik ya…..yang menjaga perilakunya. Ternyata kita itu indah dimata mereka. Sadar atau tidak. Jangan jadi muslimah yang buruk. Maksud buruk disini adalah….berpakaian takwa tapi beperilaku seperti yang lain.

Yang paling membuat saya gerah adalah, perempuan yang berjilbab tetapi perilaku tidak berjilbab, tangannya suka bermain-main dengan teman jalannya (apakah itu cowoknya tau tidak, pacarnya tau tidak), saling peluk atau belai di depan umum. Muslimah sejati adalah muslimah yang benar-benar meng-cover perilakunya selain meng-cover tubuhnya. So….let us be the truly muslimah 🙂

Rejeki

Rejeki…..hmmmm kata ini sering sekali kita mendengarnya. Bahkan kita juga sering menyebutnya. Tapi apa sebenarnya definisi rejeki yang ada dalam kapala kita? Kalau dulu saya sendiri berpikiran bahwa rejeki itu adalah uang dan beberapa kekayaan berupa harta yang kita punya dan kita dapatkan dengan hasil kerja keras sendiri. Bagaimana dengan teman-teman, apakah kalian juga berpendapat seperti itu? Hmmmm…..mungkin kebanyakan memang begitulah persepsi rejeki yang tertanam dalam kebanyakan pikiran orang.

Tapi itu nggak salah kok. Itu termasuk ke dalam salah satu definisi dari rejeki itu. Namun masih banyaaaaaak sekali sebenarnya, dan masih luaaaaaas banget. Hanya kita karena terpaku pada jumlah nominal yang konkret saja sehingga hanya itulah yang tertanam dalam benak.

Setiap yang bernyawa sudah dijamin Allah swt rejekinya, bahkan binatang melata dan semut sekalipun sudah terjamin. Jaminan ini tertulis dalam Alqur’an. AKan tetapi, banyak dari kita yang sangat takut dan cemas, bahkan kita lebih sering merasa bahwa jumlah nominal yang kita dapatkan itu masih sangat kurang sehingga butuh lebih lagi….lagi….dan lagi.

Tahukan teman, ternyata rejeki kita itu sangat melimpah lo……bahkan sampai jumlah yang tak terbatas, yang kita sendiri tidak bisa menghitungnya….mungkin kalau mengajak beberapa teman sekalipun untuk menghitung rejeki yang kita dapatkan, mereka juga tidak bakalan bisa membantu kita menghitung rejeki kita. Mungkin secara nominal yang konkrit jumlahnya memang segitu, tetapi sebenarnya melimpah yang sudah diberikan pada kita. Baiklah….begini, misalkan kita mempunyai salari tiga juta sebulan…..dan kita berpikir hanya tiga juta itulah rejeki kita yang diberikan Allah. Benar bukan? Hmmm…….sebenarnya salah. Bukan tiga juta itu rejeki kita. Bahkan lebih dari itu. Bisa saja 10 juta, 20 juta atau lebih dalam sebulan itu. Pasti anda akan bertanya-tanya….”bagaimana bisa? yang saya terima hanya tiga juta kok, mana mungkin saya dapat 20 juta atau lebih” saya rasa seperti itulah kira-kira tanggapan orang kebanyakan.

Teman, sungguh….sebenarnya rejeki kita itu tidak terbatas lo……!!! Memang benar jumlah nominal yang kita terima hanya 3 juta rupiah sebulan. Tapi jumlah yang tidak berupa nominal bisa mencapai puluhan juta. Kita diberikan kesehatan itu adalah rejeki……kenapa? Karena kalau kita sakit dan sakitnya cukup parah, maka kita harus mengeluarkan biaya untuk mengobati sakit itu sekian juta. Benarkan? Jika kita sehat-sehat saja dalam waktu satu bulan ini, berarti kita tidak perlu mengeluarkan uang sekian juta, dan itu berarti kita sudah menghemat sekian juta tersebut.

Berikutnya. Kita punya motor dan ke kantor dengan mengendarainya . Kita tidak menabrak orang dalam bulan ini, sehingga kita tidak perlu menanggung biaya pengobatan orang……Nah…itu termasuk rejeki juga bukan. Masih banyak lagi hal-hal yang diluar pemikiran kita sebenarnya. Jadi teman-temanku, sadarilah…..jangan menghitung rejeki itu dari jumlah nominal yang kita terima, tapi hitung jugalah dari hal yang tidak berbentuk nominal. Niscaya kita tidak akan bisa menghitungnya. Jadi fabiayyiaala irabbikumaa tukazzibaan (nikmat tuhanmu yang manalagikah yang kamu dustakan). Mari teman-teman, kita sama-sama introspeksi dan memperbaiki diri menjadi lebih baik 🙂

Sebenarnya hanya satu kekayaan yang sangat berharga dalam hidup kita ini, dan tidak terhitung nilainya…….yaitu adalah….IMAN. Semoga kita hidup dengan limpahan keimanan, dan dimatikan Allah swt juga dalam keimanan. Amin ya Robbal’alamin.

Previous Older Entries

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai