Jumpa lagi, sobat pembaca yang budiman.
Rasanya lucu, aneh dan malu, saat saya kembali login ke blog ini, yang dulu sangat sering saya update dengan berbagai info soal kamera, komputer ataupun teknologi lainnya, yang sudah mendapat statistik kunjungan lumayan tinggi, namun sejak posting terakhir di tahun 2018 hingga kini di 2024 (6 tahun lamanya) tidak pernah saya update lagi.
Apa yang terjadi sebenarnya? Tidak ada sesuatu hal yang gimana-gimana juga kok. Saat 2018 saya memang mulai punya kepadatan jadwal sebagai dosen sampai hari ini, plus saat itu kami (saya dan Enche Tjin) makin serius menggarap Youtube Infofotografi, dan juga kalau sobat ingat, sejak 2018 itu animo orang terhadap fotografi mulai agak meredup karena dunia masuk fase gegap gempitanya bikin video untuk content creator atau Youtuber, atau minimal jadi vlogger (dan tiba-tiba nge-blog jadi sesuatu yang terasa ketinggalan jaman).
Sejujurnya menulis masih jadi sesuatu yang menyenangkan buat saya. Hanya saja sejak buku Kamus Fotografi terbit di 2014, saya belum sempat bikin buku lagi (padahal keinginan bikin buku masih terus ada). Lalu kalau sifatnya artikel pendek, memang sudah bukan lagi diposting di blog, melainkan saya post dalam bentuk jurnal ilmiah (ya begitulah nasib dosen yang dikejar kewajiban publikasi). Btw, kalau mau tahu dimana saya mengajar, jawabannya adalah di sebuah institut yang berada dibawah naungan yayasan Indosiar, bernama Institut Media Digital Emtek (IMDE), yang dulunya kampus ini bernama Akademi Televisi Indonesia (ATVI).

Ya itulah sedikit update dari saya dan semoga kita semua senantiasa sehat dan tetap aktif mengikuti perkembangan teknologi. Salam..




Sejak era video digital HD menjadi populer, antarmuka kabel yang biasa dipakai juga mengalami beberapa penyesuaian. Paling populer kita kenal kabel HDMI, kemudian ada DVI, lalu juga DisplayPort dan terakhir USB tipe C. Kita kupas masing-masing yuk..


