Hari ini dan detik ini aku masih saja terpaku menghadapi kehidupan yang aku sendiri tidak ingin berada di dalamnya. Tapi siapa yang sanggup menolak takdir Yang Maha Kuasa. Setiap langkah, tawa, amarah dan bahagia terlewat begitu saja tanpa arti di hadapanku.
Aku ini apa…?
Aku ini siapa…?
Aku ini untuk apa…?
Aku ini untuk siapa…?
Pertanyaan – pertanyaan yang begitu kekanak-kanakan itu selalu saja muncul dibenakku. Jika memang aku tidak berguna, untuk apa aku ada, dan untuk apa aku disini…? Sampai kapan aku harus selalu terjebak dengan permainan hidup yang aku sendiri tidak mengikutinya. Aku tak tentu arah…
Apakah aku sedih…?
Apakah aku bahagia…?
Apakah aku marah…?
Jawabannya bukan Ya atau Tidak, tapi jawabannya adalah aku tak dapat merasakan semua perasaan itu lagi. Aku mati rasa. Aku tidak lebih dari seperti sebuah batu yang terus tenggelam ke dasar Samudera yang terdalam di dunia ini. Hilang dan tenggelam tanpa arti. Hanya menunggu sesuatu yang aku sendiri tidak tahu itu apa.
Setiap orang sibuk dengan semua tujuan hidupnya. Tapi aku….??? Aku hanya bisa terus melangkah tanpa tahu kemana akan ku arahkan hidupku ini. Melangkah dan melangkah ditemani oleh sinar yang semakin lama semakin redup. Melangkah diiringi dengan jeritan – jeritan hati yang tak kunjung usai.
Pelangi….??? Jangan tanyakan itu lagi. Pelangi itu sudah pergi dan tidak tahu apakah akan kembali.
Tapi aku tetaplah aku…Perempuan yang masih mencari sekeping cinta…Hanya Untuk Aku
