Einschulungstag atau yang lebih dikenal dengan hari pertama masuk sekolah di Jerman sangat unik. Sebutan untuk sekolah dasar di Jerman adalah Grundschule. Grund artinya dasar, Schule berarti sekolah. Kata Schule hampir mirip dengan bahasa Inggris School. Hari pertama masuk sekolah untuk anak kelas satu Grundschule jatuh pada hari Sabtu. Sedangkan anak kelas dua Grundschule dan seterusnya masuk sekolah pada hari Kamis. Sekolah tidak ingin membuat anak-anak kaget bila hari pertama masuk sekolah dijadikan hari Senin. Setelah libur panjang, tentunya anak-anak perlu penyesuaian untuk masuk sekolah sehari penuh. Oleh karena itu, hari Kamis dianggap hari yang tepat untuk memulai sekolah. Karena dua hari setelahnya adalah hari libur, Sabtu dan Minggu.
Mengapa Einschulungstag jatuh pada hari Sabtu? Hari tersebut adalah hari bersejarah bagi anak. Pada hari ini seorang anak akan memulai lembaran baru. Kesempatan ini tentunya tak ingin dilewatkan oleh para keluarga inti dan kerabat jauh. Tidak mengherankan di Jerman, jika pada hari itu, kakek, nenek, om, tante datang ikut memberi semangat ke anak yang baru pertama kali masuk sekolah. Bahkan, kerabat yang datang pada Einschulungstag lebih banyak dibandingkan dengan keluarga yang datang saat wisuda. Saya sendiri menyelesaikan kuliah master saya di Jerman. Wisuda di Jerman tidak seperti seperti wisuda di Indonesia dimana sanak keluarga datang menyaksikan wisuda dengan kebaya dan jas. Hari pertama masuk sekolah bagi saya jauh lebih ramai dan lebih mengharukan. Pakaian yang dikenakan sanak keluarga pun cukup resmi. Bahkan ada yang memakai jas dan gaun.
Satu lagi tradisi di hari pertama masuk sekolah ini adalah membawa Schultüte. Schultüte adalah bingkisan berbentuk kerucut yang dihias sedemikian rupa dan diisi dengan hadiah untuk anak yang baru masuk sekolah. Hiasan biasanya disesuaikan dengan tema kesukaan anak. Anak yang suka sepakbola, misalnya memiliki Schultüte dengan gambar bola, sepatu bola, hiasan gawang. Hadiah didalamnya biasanya berupa alat tulis, permen, coklat, mainan, dan benda atau makanan kesukaan anak.
Beberapa TK, yang dalam bahasa Jerman dikenal dengan Kindergarten, menawarkan kepada orangtua untuk membuat sendiri Schultüte untuk anak. Jadi Schultüte yang akan dibawa ke sekolah nanti unik karena merupakan hasil karya sendiri. Bagi yang tidak sempat membuat sendiri Schultüte, bisa membeli sendiri di toko-toko atau website online.
Disekolahnya nanti, anak-anak akan berfoto bersama dengan guru dan teman-teman barunya sambil membawa Schultüte dan tas ransel sekolah. Tas ransel sekolah di Jerman harganya cukup mahal, berkisar dari 75 € sampai 300 €, sekitar 1.125.000 rupiah hingga 4.500.000 rupiah. Busa di belakang punggung tas cukup tebal, sehingga anak nyaman walaupun membawa beban yang berat. Di tas ini, juga ada bahan yang memantulkan cahaya saat gelap, sehingga anak mudah terlihat saat gelap.
Di hari pertama masuk sekolah, sudah menanti aneka kue dan minuman yang disediakan khusus untuk keluarga yang mengantar. Aneka kue yang ada biasanya gratis, tergantung kebijakan sekolah masing-masing. Orangtua anak kelas dua Grundschule menyumbang kue-kuean tersebut dan juga bertugas melayani ramainya tamu-tamu yang berdatangan. Anak-anak yang lebih besar, yang duduk di kelas dua, tiga dan empat, sudah mempersiapkan pentas seni untuk ditampilkan menyambut anak-anak baru. Menyenangkan bukan suasana hari pertama masuk sekolah di Jerman. Diharapkan anak memiliki kesan yang baik terhadap sekolah di hari pertamanya karena disambut dengan baik.



Recent Comments