Topik apa coba yg sering dibicarain akhir2 ini? Mulai dari ibu2, bapak2, nenek2, ade2, kakak2, para pembokat, para security, paranormal, de-el-el, pasti ngomongin ini. Bukan tentang artis yg sok kecakepan itu, ato tentang sistem pendidikan indonesia yg nggak tau mau kemana, bukan juga tentang kasus korupsi para pejabat yg nggak ada habisnya. Tau nggak? Yg sering gaul sih so pasti udah tau.Yupz.., tentang naeknya BBM.
“Hidup udah susah, malah ditambah susah.” Gitu kata mereka. Harga2 udah meroket, apalagi nanti klo BBM udah naek, mungkin jadi melangit. Nggak bakal bisa kejangkau lagi. “ya.., pemerintah tuh mikir dulu toh, jangan seenak jidat! Mau makan apa kami ini?” itulah curhatan mereka yg teraniaya karena harga BBM naek.
“Gimana ya? Mau gimana lagi, ini cara yg paling mungkin untuk menutupi kekurangan APBN kita. Sekarang kan harga minyak dunia udah mencapai 120 dolar per barrel, jadi klo terus disubsidi APBN kita bisa dobol donk! Percayalah, ini adalah langkah terakhir kami. Lagian, yg memakai BBM kan kebanyakan orang kaya. Liat aza yg punya mobil kan orang kaya, mana ada orang miskin yg punya mobil. Jadi, subsidi yg asalnya bwt BBM dialihkan bwt rakyat miskin, biar tepat sasaran.” nah ini kata pihak pemerintahnya.
Kira2 klo kayak gitu setuju nggak sih lu klo BBM naek? Klo gw sih asik2 aza en setuju2 aza klo BBM naek. Yg penting segala sesuatunya gratis, mulai dari pendidikan gratis, kesehatan gratis, sarana angkutan gratis, pokoke semua sarana kehidupannya jadi gratis. Jd, qta cuma tinggal bayar bwt BBM doank. Hehe.. Setuju nggak Pak?
“Dasar ngayal lu!!” Pasti itu yg lu mo ungkapin bwt gw. Ato mungkin “cakep bgt sih!!” or “wow keren!!” en kata2 sejenis laennya. Itulah yg gw harepin, ada respon. Gapapa negatif juga, syukur2 sih positif. Ya udah, sekarang gw nggak ngayal lagi, sorry yg tadi masih kejauhan. Emang sih otak lu pada terbatas, jd gitu deh..
Sejujurnya dari palung hati yg teramat dalam gw mo nyurahin unek2 gw. Nih liat aza…
Sebenernya yg goblok tuh gw ato pemerintah sih? Kok bisa2nya pas rakyat lagi menderita karena himpitan beban ekonomi, pemerintah malah naekin BBM. Edan nggak? Bukannya yg namanya pemerintah itu bertugas melayani rakyat alias menyejahterakan rakyat, truz apakah dengan naeknya BBM rakyat bisa sejahtera? Justru itu akan semakin menyengsarakan rakyat. Apa mereka (pemerintah) nggak tau klo BBM naek, maka barang sehari2 akan naek juga, karena ongkos produksi+distribusinya akan semakin tinggi, sehingga akan banyak rakyat yg semakin menderita. Yg udah miskin tambah miskin, yg hampir miskin jadi miskin, en yg pasti sebagian besar rakyat ini akan menderita dengan naeknya BBM, walo pemerintah mo ngasih BLT bwt rakyat miskin, itu juga bwt beberapa bulan doang. Itu sih cuma tipu daya pemerintah aza.
Katanya, naekin BBM ini merupakan langkah terakhir yg dilakuin pemerintah. Bulshit! Itu lagu lama man.., dengan ngomong kayak gitu pemerintah berupaya ngeyakinin masyarakat, klo pemerintah tuh udah sungguh2 menempuh cara2 laen hingga akhirnya milih cara terekhir ini, yaitu menaikkan harga BBM. Itu pembodohan gede2an. Nyatanya masih ada cara laen yg bisa ditempuh bwt ngatasin masalah krisis ini. Klo emang bwt ngehemat APBN sih dihemat aza tuh belanja rutin pemerintah. Buatlah seminimal mungkin pengeluarannya, jangan sampe besar pasak daripada tiang, tul nggak?! Truz, klo emang mau duit kenapa nggak diusut aza tuh kasus BLBI yg ngerugiin negara sampe 225 triliun rupiah itu. Kan lumayan tuh duit bisa dipake bwt nombokin subsidi, malah lebih dari cukup. Itu juga klo pemerintah mau en pengen ngebela rakyat. Dan anehnya pemerintah malah lebih milih nyembelih rakyatnya yg kurus nggak keurus daripada nyembelih para koruptor yg udah semakin gemuk itu. Goblok nggak tuh?!
Kebijakan menaikkan harga BBM ini merupakan kebijakan penuh pertanyaan. Salah satunya yaitu mengenai besarnya subsidi untuk BBM yg katanya lebih dari 200 triliun dan akan menjadi lebih dari 300 triliun rupiah jika BBM nggak segera dinaekin. Subsidi sebesar itu benar adanya klo seluruh minyak mentah diimpor dari luar negeri. Faktanya, Indonesia menghasilkan sekitar 910 ribu barel minyak mentah tiap harinya. Emang sih produksi sebanyak itu nggak bisa nutupin kebutuhan dalam negeri, sehingga kudu ngimpor. Nah, mestinya, subsidi itu dihitung dari jumlah minyak mentah yg diimpor (ini baru bener). Malah, kata Mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie menyebutkan, sebenernya pemerintah untung sebesar 35 triliun rupiah dari selisih harga jual BBM di dalam negeri dengan besarnya subsidi dari minyak mentah impor. Kemana ya uang sebesar itu?
Pernyataan selanjutnya, katanya dengan menaikkan harga BBM kemudian menggantikannya dengan BLT jumlah rakyat miskin bisa menurun. Percaya nggak? Klo yg ini sih gw percaya. Gw yakin banget klo harga BBM naek, maka rakyat miskin bakal menurun, eit! bukan menurun jumlahnya lho.., tapi menurun dari orang tua ke anak2nya, truz sampe ke cucu2nya. KACOW!!
Klo qta cermati, kebijakan menaikkan harga BBM ini sebenernya terkait dengan rencana lama Pemerintah untuk mengurangi secara bertahap, bahkan menghapus, subsidi di bidang energi. Dengan kata lain kenaikan harga BBM di dunia Internasional hanyalah kebetulan saja, yg kemudian dijadikan momentum tepat oleh pemerintah. Nggak usah heran man.., penghapusan subsidi adalah suatu keharusan dalam Sistem Kapitalisme. Negara nggak berkewajiban untuk menjamin kebutuhan publik seperti BBM, air, listrik, pendidikan, atau kesehatan masyarakat. Seluruhnya diserahkan pada mekanisme hukum pasar.
Jadi, nunggu apalagi? Ayo qta ganti sitemnya, sebelum rakyat semakin melarat terkena jerat Kapitalisme! Segera sadarkan orang2 terdekat mengenai kebobrokan ini! Dan mudah2an pemerintah memunyai keberanian untuk keluar dari Sistem Kapitalsme sialan ini, truz segera memberlakukan sistem yg baik, yg bersumber dari Sang Maha Pencipta. Amin…
Janji Allah SWT pasti akan datang. Tanpa ato dengan perjuangan qta, Islam pasti akan tegak. Sekarang, qta tinggal memilih: memperjuangkannya ato menunggu aza kayak orang dungu, mau jadi pejuang ato pecundang, mau mati luar biasa ato biasa2 aza!
JANGAN JADI PECUNDANG!!!!!