h1

ELIT, alias Ekonomi suLIT

July 21, 2008

Gw lahir dari keluarga ELIT alias Ekonomi suLIT. Hidup berkecukupan. Iya, cukup sengsara. Bwt makan aza sulit setengah mati mencari kesana kemari, apalagi bwt kebutuhan yang lainnya. Setiap kali makan, tempe tahu selalu menemani. Malah klo lagi apes cukup makan nasi campur garam ato terasi. Untungya ibuku cuma punya dua anak, bayangin aza klo punya sepuluh, pasti repot tuh. Dan barang-barang yg biasa kupakai (baju, celana, sepatu dll.) kebanyakan lungsuran dari kakak. Gw terpaut tiga taun dari kakak, dan seharusnya Senin depan ia genap berusia 22 taun. Ia meninggal tujuh bulan yang lalu. Sebenarnya kami sudah membawanya ke Rumah Sakit, tapi pihak RS menolak karena kami tak berduit dan malah menyuruh untuk membuat surat keterangan miskin dulu, baru diajukan lagi untuk mendapatkan pelayanan. Hhmm… lucu, kakakku yg sedang butuh pengobatan, malah dibiarkan begitu saja dengan alasan ini itu, yg sebenernya sih karena kami nggak berduit. Hingga akhirnya kakak menghembuskan nafas terakhir.

Inilah sekelumit kehidupan gw di Indonesia, negeri yg teramat indah hingga tak semua orang mampu menggapai keindahannya, negeri yg kaya raya hingga seorang miskin hanya tau kabarnya saja. Ya, inilah Indonesiaku.

h1

Gw setuju BBM naek —(06-05-08)

July 21, 2008

Topik apa coba yg sering dibicarain akhir2 ini? Mulai dari ibu2, bapak2, nenek2, ade2, kakak2, para pembokat, para security, paranormal, de-el-el, pasti ngomongin ini. Bukan tentang artis yg sok kecakepan itu, ato tentang sistem pendidikan indonesia yg nggak tau mau kemana, bukan juga tentang kasus korupsi para pejabat yg nggak ada habisnya. Tau nggak? Yg sering gaul sih so pasti udah tau.Yupz.., tentang naeknya BBM.

“Hidup udah susah, malah ditambah susah.” Gitu kata mereka. Harga2 udah meroket, apalagi nanti klo BBM udah naek, mungkin jadi melangit. Nggak bakal bisa kejangkau lagi. “ya.., pemerintah tuh mikir dulu toh, jangan seenak jidat! Mau makan apa kami ini?” itulah curhatan mereka yg teraniaya karena harga BBM naek.

“Gimana ya? Mau gimana lagi, ini cara yg paling mungkin untuk menutupi kekurangan APBN kita. Sekarang kan harga minyak dunia udah mencapai 120 dolar per barrel, jadi klo terus disubsidi APBN kita bisa dobol donk! Percayalah, ini adalah langkah terakhir kami. Lagian, yg memakai BBM kan kebanyakan orang kaya. Liat aza yg punya mobil kan orang kaya, mana ada orang miskin yg punya mobil. Jadi, subsidi yg asalnya bwt BBM dialihkan bwt rakyat miskin, biar tepat sasaran.” nah ini kata pihak pemerintahnya.

Kira2 klo kayak gitu setuju nggak sih lu klo BBM naek? Klo gw sih asik2 aza en setuju2 aza klo BBM naek. Yg penting segala sesuatunya gratis, mulai dari pendidikan gratis, kesehatan gratis, sarana angkutan gratis, pokoke semua sarana kehidupannya jadi gratis. Jd, qta cuma tinggal bayar bwt BBM doank. Hehe.. Setuju nggak Pak?

“Dasar ngayal lu!!” Pasti itu yg lu mo ungkapin bwt gw. Ato mungkin “cakep bgt sih!!” or “wow keren!!” en kata2 sejenis laennya. Itulah yg gw harepin, ada respon. Gapapa negatif juga, syukur2 sih positif. Ya udah, sekarang gw nggak ngayal lagi, sorry yg tadi masih kejauhan. Emang sih otak lu pada terbatas, jd gitu deh..

Sejujurnya dari palung hati yg teramat dalam gw mo nyurahin unek2 gw. Nih liat aza…

Sebenernya yg goblok tuh gw ato pemerintah sih? Kok bisa2nya pas rakyat lagi menderita karena himpitan beban ekonomi, pemerintah malah naekin BBM. Edan nggak? Bukannya yg namanya pemerintah itu bertugas melayani rakyat alias menyejahterakan rakyat, truz apakah dengan naeknya BBM rakyat bisa sejahtera? Justru itu akan semakin menyengsarakan rakyat. Apa mereka (pemerintah) nggak tau klo BBM naek, maka barang sehari2 akan naek juga, karena ongkos produksi+distribusinya akan semakin tinggi, sehingga akan banyak rakyat yg semakin menderita. Yg udah miskin tambah miskin, yg hampir miskin jadi miskin, en yg pasti sebagian besar rakyat ini akan menderita dengan naeknya BBM, walo pemerintah mo ngasih BLT bwt rakyat miskin, itu juga bwt beberapa bulan doang. Itu sih cuma tipu daya pemerintah aza.

Katanya, naekin BBM ini merupakan langkah terakhir yg dilakuin pemerintah. Bulshit! Itu lagu lama man.., dengan ngomong kayak gitu pemerintah berupaya ngeyakinin masyarakat, klo pemerintah tuh udah sungguh2 menempuh cara2 laen hingga akhirnya milih cara terekhir ini, yaitu menaikkan harga BBM. Itu pembodohan gede2an. Nyatanya masih ada cara laen yg bisa ditempuh bwt ngatasin masalah krisis ini. Klo emang bwt ngehemat APBN sih dihemat aza tuh belanja rutin pemerintah. Buatlah seminimal mungkin pengeluarannya, jangan sampe besar pasak daripada tiang, tul nggak?! Truz, klo emang mau duit kenapa nggak diusut aza tuh kasus BLBI yg ngerugiin negara sampe 225 triliun rupiah itu. Kan lumayan tuh duit bisa dipake bwt nombokin subsidi, malah lebih dari cukup. Itu juga klo pemerintah mau en pengen ngebela rakyat. Dan anehnya pemerintah malah lebih milih nyembelih rakyatnya yg kurus nggak keurus daripada nyembelih para koruptor yg udah semakin gemuk itu. Goblok nggak tuh?!

Kebijakan menaikkan harga BBM ini merupakan kebijakan penuh pertanyaan. Salah satunya yaitu mengenai besarnya subsidi untuk BBM yg katanya lebih dari 200 triliun dan akan menjadi lebih dari 300 triliun rupiah jika BBM nggak segera dinaekin. Subsidi sebesar itu benar adanya klo seluruh minyak mentah diimpor dari luar negeri. Faktanya, Indonesia menghasilkan sekitar 910 ribu barel minyak mentah tiap harinya. Emang sih produksi sebanyak itu nggak bisa nutupin kebutuhan dalam negeri, sehingga kudu ngimpor. Nah, mestinya, subsidi itu dihitung dari jumlah minyak mentah yg diimpor (ini baru bener). Malah, kata Mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie menyebutkan, sebenernya pemerintah untung sebesar 35 triliun rupiah dari selisih harga jual BBM di dalam negeri dengan besarnya subsidi dari minyak mentah impor. Kemana ya uang sebesar itu?

Pernyataan selanjutnya, katanya dengan menaikkan harga BBM kemudian menggantikannya dengan BLT jumlah rakyat miskin bisa menurun. Percaya nggak? Klo yg ini sih gw percaya. Gw yakin banget klo harga BBM naek, maka rakyat miskin bakal menurun, eit! bukan menurun jumlahnya lho.., tapi menurun dari orang tua ke anak2nya, truz sampe ke cucu2nya. KACOW!!

Klo qta cermati, kebijakan menaikkan harga BBM ini sebenernya terkait dengan rencana lama Pemerintah untuk mengurangi secara bertahap, bahkan menghapus, subsidi di bidang energi. Dengan kata lain kenaikan harga BBM di dunia Internasional hanyalah kebetulan saja, yg kemudian dijadikan momentum tepat oleh pemerintah. Nggak usah heran man.., penghapusan subsidi adalah suatu keharusan dalam Sistem Kapitalisme. Negara nggak berkewajiban untuk menjamin kebutuhan publik seperti BBM, air, listrik, pendidikan, atau kesehatan masyarakat. Seluruhnya diserahkan pada mekanisme hukum pasar.

Jadi, nunggu apalagi? Ayo qta ganti sitemnya, sebelum rakyat semakin melarat terkena jerat Kapitalisme! Segera sadarkan orang2 terdekat mengenai kebobrokan ini! Dan mudah2an pemerintah memunyai keberanian untuk keluar dari Sistem Kapitalsme sialan ini, truz segera memberlakukan sistem yg baik, yg bersumber dari Sang Maha Pencipta. Amin…

Janji Allah SWT pasti akan datang. Tanpa ato dengan perjuangan qta, Islam pasti akan tegak. Sekarang, qta tinggal memilih: memperjuangkannya ato menunggu aza kayak orang dungu, mau jadi pejuang ato pecundang, mau mati luar biasa ato biasa2 aza!

JANGAN JADI PECUNDANG!!!!!

h1

Democrazy (bag.2)

July 21, 2008

Sejak gw ingusan sampe sekarang tuh pelajaran yg berbau kewarganegaraan masih kudu dipelajari. Dari dulu materinya ga jauh beda, yg itu2 terus. Bosen… Ngebahas hak&kewajiban warga negara, ngebahas keunggulan Pancasila (Tp kelemahannya nggak dibahas lho.., kenapa y?), ngebahas demokrasi(ini yg paling gw suka, dulu) de-el-el. Sadar nggak sadar gw dari kecil udah kena doktrin menyesatkan (Sialan!). Jadi wajar aza klo dulu (sebelum gw tobat) gw nganggep klo demokrasi tuh sistem yg bisa ngebawa rakyat ke jalan kebahagiaan (gila bgt ya gw dulu?!), coz gw ngerasa demokrasi tuh bisa ngerefleksiin aspirasi&maunya rakyat sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai. Nggak taunya nol besar. Mau tau kenapa? Yuk….

Jadi begini man.., ternyata eh ternyata, selidik punya selidik, sadar ato nggak sadar, yg menjadi inti dari demokrasi itu adalah kedaulatan rakyat en rakyat sebagai sumber kekuasaan. So, klo jika andaikata bilamana berpegang daripada itu(jelimet ya?! he..), bisa dikatakan rakyat adalah sumber kekuasaan. Penguasa sekedar mendapat mandat dari rakyat. Rakyatlah–melalui pata wakilnya di parlemen– yg berwenang mengganti hukum en mengangkat penguasa. Rakyat juga yg berkuasa menentukan sistem pemerintahan, mau kerajaan ato republik; mau republik parlementer ato presidensil, pokoke terserah rakyat. Rakyat juga yg menentukan apakah negara menganut sistem ekonomi kapitalis ato sosialis; yg membolehkan seseorang berpindah agama, berzina, ato melakukan homoseksual. Teorinya sih semuanya diserahin ke rakyat sampe segala tetek bengeknya, nggak tau prakteknya gimana. Tapi, klo yg gw liat sih sekarang kedaulatan cuma ada di tangan para kapitalis. Liat aza peraturan yg dikeluarin pemerintah, banyak memihak rakyat ato para kapitalis? Biaya pendidikan mahal, kesehatan apalagi, harga BBM juga semakin melambung. Klo ada aturan yg dirasa kurang sreg sama mereka, langsung aza sogok sana sogok sini biar bisa sesuai sama kehendak mereka. So, milik siapakah kedaulatan? ….$#%^&&* Lho, kok jd agak melebar ya?, balik lagi ke demokrasi. Yuk…

Tau nggak sih lu..?! Klo yg menjadi dasar munculnya demokasi adalah sekularisme,, yaitu pemisahan agama dari urusan kehidupan dan negara. Pada dasarnya sih yg namanya sekularisme itu nggak menafikan keberadaan agama, tapi mengesampingkan fungsinya dalam mengatur kehidupan en negara, artinya manusialah yg berhak membuat aturan bagi dirinya sendiri, tanpa campur tangan agama(sombong bgt ya?!). Sebaliknya, Islam dibangun di atas akidah Islam, yg mengharuskan seluruh aspek kehidupan manusia en negara diatur oleh Allah SWT, tanpa kompromi man… Disini manusia cuma berkewajiban untuk menjalankan aturan2-Nya dalam seluruh aspek kehidupan. Kedaulatan cuma ada di tangan Allah SWT., ato syariat-Nya. Hanya Allah-lah yg berdaulat, yg berhak membuat hukum bagi manusia. Manusia nggak punya kewenangan untuk membuat satu pun hukum. Coba bayangin, seandainya manusia seluruhnya sepakat membolehkan perzinaan, aborsi, ato menghalalkan riba dengan mempertimbangkan kemashlahatan ekonomi, maka laknat Allah-lah yg akan diperoleh. Sebab, setiap manusia wajib terikat dengan hukum2 Allah, dan nggak boleh membuat aturan sendiri.

Mungkin setelah ngebaca tulisan acak adut di atas, timbul beberapa pertanyaan: 1.Siapa sih yg nulis? Kayaknya ganteng bgt(he..), ato sok tau bgt sih nih org, jd pengen nonjok(mudah2an nggak ada deh..); 2.Klo kondisinya kayak gini gimana? Bukannya qta udah hidup di negara yg berdemokrasi pancasila dgn sistem pemerintahan campur aduk yg megesampingkan keberadaan agama dalam kehidupan en negara? Truz, bukannya Allah udah memerintahkan umat untuk taat kepada-Nya, kepada Rosul-Nya, dan ulil-amri?; de-es-te.

Untuk pertanyaan yg kesatu sih ga usah dijawab, ga penting. Jawab donk! Harus ya? Iya, cepetan! Ya udah klo maksa. Panggil aza gw Budaklinglung. Org yg sok tau, pemalu, en suka tahu dari kota tahu(tambahan: kata org2 sih gw agak miring, nggak tau jalannya yg miring, ato topinya yg miring, ato… au ah gelap. pikir aza sendiri).

Yg kedua mesti kudu dijawab nih. Apa ya? Ada yg tau?! Hmmm…(berpikir dulu)

2 jam kemudian.

Yupz, jd begini man.., bagaimanapun, dimanapun dan kapanpun yg namanya hukum Allah itu tetep berlaku, mau di Arab kek, di Indonesia, di kutub ataupun di bulan sekalipun, pokoke berlaku di seluruh bagian alam semesta(klo yg nggak mau ngikutin Hukum Allah silahkan pergi aza ke alam laen! Nggak bisa kan? Makanya manut). Nggak ada dispensasi, konpensasi, en kompromisasi(hehe, maksa..). Nah, klo kayak gini kondisinya qta selaku umat muslim harus, kudu en mesti ngebuang jauh2 tuh sistem kufur plus ngawur(maksudnya sistem non-Islam: sistem kapitalis, sosialis, pluralisme, demokrasi dkk.), truz ikut aktif memperjuangkan tegaknya syariat islam kembali di bumi ini. Nggak ada alasan apapun en nggak pake TAPI: tapi kan gw sibuk kuliah, mana ada waktu bwt itu…; tapi kan gw nggak punya apa2, bwt hidup juga susah, gmn ngurus yg laen?; tapi kan gw masih bolong2 sholatnya, gimana mau memperjuangkan itu…; tapi kan gw ganteng en imut..(!!??); tapi kan.. tapi kan.. tapi kan.. tapi kan.. en sejuta tapi lainnya.

Bwt yg ngerasa sibuk dgn masalah yg bertumpuk2, maka rasakanlah..!(hehe..,) Salah siapa nggak bisa ngemanfaatin waktu yg udah dikasih. Bukannya tiap orang dikasih jatah waktu yg sama? Klo udah terlanjur, maka ubah tuh prilaku sekalian truz berkoar tentang kebenaran Islam, istilah kerennya sih dakwah gitu… Truz bwt yg sholatnya masih bolong2, satu kata aza: TOBAT..!! untung bgt belum mati, masih dikasih kesempatan. Manfaatin sisa waktu ini man.., bisa jadi besok qta dijemput sama Izroil, siapa tau. Isi dgn hal2 yg baik, selain dgn ngejalanin kewajiban sehari2 tentunya plus dgn menyebarkan ide2 Islam en menyadarkan manusia di sekitar akan keburukan sistem yg mengatur qta en mereka yg penuh dgn kepalsuan, yg ironisnya kebanyakan dari mereka nggak ngerasa lg dikibulin(kacau!!).

Gimana, udah tergerak atau masih tak cukup yakin untuk bergerak? Semuanya tergantung pada pemahaman qta. Apabila qta udah memahami siapa qta–bahwa qta berasal dari Allah SWT, bahwa qta hidup di sini untuk beribadah kepada-Nya, bahwa setelah kehidupan ini akan ada kehidupan yg abadi, yg merupakan pertanggungjawaban atas segala prilaku qta di dunia–, maka Insya Allah takkan butuh waktu yg banyak untuk merubah perilaku salah ke prilaku sholeh, hanya butuh satu detik untuk mengubah itu semua. Mari berubah!! Mari berangus demokrasi dkk.!! Mari hancurkan semua sistem kufur!! Mari tegakkan Islam!!!

h1

Doktrin Edan+Menyesatkan Orang CRAZY punya ===> Democrazy

April 21, 2008

Sejak gw ingusan sampe sekarang tuh pelajaran yg berbau kewarganegaraan masih kudu dipelajari. Dari dulu materinya ga jauh beda, yg itu2 terus. Bosen… Ngebahas hak&kewajiban warga negara, ngebahas keunggulan Pancasila (Tp kelemahannya nggak dibahas lho.., kenapa y?), ngebahas demokrasi(ini yg paling gw suka, dulu) de-el-el. Sadar nggak sadar gw dari kecil udah kena doktrin menyesatkan (Sialan!). Jadi wajar aza klo dulu (sebelum gw tobat) gw nganggep klo demokrasi tuh sistem yg bisa ngebawa rakyat ke jalan kebahagiaan (gila bgt ya gw dulu?!), coz gw ngerasa demokrasi tuh bisa ngerefleksiin aspirasi&maunya rakyat sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai. Nggak taunya nol besar. Mau tau kenapa? Yuk….

Jadi begini man.., ternyata eh ternyata, selidik punya selidik, sadar ato nggak sadar, yg menjadi inti dari demokrasi itu adalah kedaulatan rakyat en rakyat sebagai sumber kekuasaan. So, klo jika andaikata bilamana berpegang daripada itu(jelimet ya?! he..), bisa dikatakan rakyat adalah sumber kekuasaan. Penguasa sekedar mendapat mandat dari rakyat. Rakyatlah–melalui pata wakilnya di parlemen– yg berwenang mengganti hukum en mengangkat penguasa. Rakyat juga yg berkuasa menentukan sistem pemerintahan, mau kerajaan ato republik; mau republik parlementer ato presidensil, pokoke terserah rakyat. Rakyat juga yg menentukan apakah negara menganut sistem ekonomi kapitalis ato sosialis; yg membolehkan seseorang berpindah agama, berzina, ato melakukan homoseksual. Teorinya sih semuanya diserahin ke rakyat sampe segala tetek bengeknya, nggak tau prakteknya gimana. Tapi, klo yg gw liat sih sekarang kedaulatan cuma ada di tangan para kapitalis. Liat aza peraturan yg dikeluarin pemerintah, banyak memihak rakyat ato para kapitalis? Biaya pendidikan mahal, kesehatan apalagi, harga BBM juga semakin melambung. Klo ada aturan yg dirasa kurang sreg sama mereka, langsung aza sogok sana sogok sini biar bisa sesuai sama kehendak mereka. So, milik siapakah kedaulatan? ….$#%^&&* Lho, kok jd agak melebar ya?, balik lagi ke demokrasi. Yuk…

Tau nggak sih lu..?! Klo yg menjadi dasar munculnya demokasi adalah sekularisme,, yaitu pemisahan agama dari urusan kehidupan dan negara. Pada dasarnya sih yg namanya sekularisme itu nggak menafikan keberadaan agama, tapi mengesampingkan fungsinya dalam mengatur kehidupan en negara, artinya manusialah yg berhak membuat aturan bagi dirinya sendiri, tanpa campur tangan agama(sombong bgt ya?!). Sebaliknya, Islam dibangun di atas akidah Islam, yg mengharuskan seluruh aspek kehidupan manusia en negara diatur oleh Allah SWT, tanpa kompromi man… Disini manusia cuma berkewajiban untuk menjalankan aturan2-Nya dalam seluruh aspek kehidupan. Kedaulatan cuma ada di tangan Allah SWT., ato syariat-Nya. Hanya Allah-lah yg berdaulat, yg berhak membuat hukum bagi manusia. Manusia nggak punya kewenangan untuk membuat satu pun hukum. Coba bayangin, seandainya manusia seluruhnya sepakat membolehkan perzinaan, aborsi, ato menghalalkan riba dengan mempertimbangkan kemashlahatan ekonomi, maka laknat Allah-lah yg akan diperoleh. Sebab, setiap manusia wajib terikat dengan hukum2 Allah, dan tidak boleh membuat aturan sendiri.

Mungkin setelah ngebaca tulisan acak adut di atas, timbul beberapa pertanyaan: 1.Siapa sih yg nulis? Kayaknya ganteng bgt(he..), ato sok tau bgt sih nih org, jd pengen nonjok(mudah2an nggak ada deh..); 2.Klo kondisinya kayak gini gimana? Bukannya qta udah hidup di negara yg berdemokrasi pancasila dgn sistem pemerintahan campur aduk yg megesampingkan keberadaan agama dalam kehidupan en negara? Truz, bukannya Allah udah memerintahkan umat untuk taat kepada-Nya, kepada Rosul-Nya, dan ulil-amri?; de-es-te.

Untuk pertanyaan yg kesatu sih ga usah dijawab, ga penting. Jawab donk! Harus ya? Iya, cepetan! Ya udah klo maksa. Panggil aza gw BudakLinglung. Org yg sok tau, pemalu, en suka tahu dari kota tahu. Jelaz… he….

Yg kedua mesti kudu dijawab nih. Apa ya? Ada yg tau?! Hmmm…(berpikir dulu)

2 jam kemudian.

Yupz, jd begini man.., intinya gini: …..

Bersambung….

h1

bisa nggak pemilu m’bawa perubahan?!

April 21, 2008

Lu masih percaya&yakin nggak sama anggapan klo pemilu itu bisa membawa perubahan yg signifikan bwt bangsa ini? Gw yakin lu pasti bakal ngejawab nggak. Iya kan? Iya donk… Bener kan? Bener donk.. Jgn heran kayak gitu man.., walo gw bukan peramal, gw ini pinter ngira2 tau! Emang wajar sih, klo jawaban yg keluar dr hati nurani lu yg paling dalem bilang kayak gitu. Yg namanya manusia normal tuh ga mau dikecewain (ga tau klo yg abnormal gmn?!). Klo udh dikewain, apalagi sampe berkali-kali, pasti bakal gak respect lg tuh ato langsung aza ditinggalin lalu berlabuh di lain hati. Kayaknya rasa kecewa itu juga yg hinggap di dada qta, selaku rakyat yg ngerasa dikecewain ama pemimpin negeri ini. Yupz, udah berkali-kali qta dikhianatin kayak gini, sakit tau! Lebih sakit drpd dicubit gorilla. Qta yg ngarep usai pemilu keadaan bakal berubah kudu kecewa berat. Beribu janji muluk yg diomongin semasa kampanye, ternyata tinggallah janji (Dasar pembual! Ngemeng doang!). Truz, abiz pemilu partai cenderung ninggalin konstituennya ‘n nyibukkin diri ama kepentingan partai ketimbang kepentingan masyarakat. Qta –rakyat– pun semakin kurus tak terurus.

Ternyata kondisi tsb diperkuat hasil survei Indo Barometer yg dilakukan pd 26 Nov ‘07. Jgn kaget man.., klo hasil survei yg dihasilkan dr 1200 responden di 33 propinsi, dgn metode penarikan sampel multistage random sampling dan margin of error 3% pd tingkat kepercayaan 95% ini didapat hasil yg nggak mencengangkan, yaitu publik pd umumnya merasa nggak puas dgn kinerja parpol(54,6%). Publik justru nganggep peran parpol yg paling menonjol adlh memperjuangkan kepentingan partai en pengurus2nya(24,2%); disusul, memperebutkan kekuasaan di pemerintahan(18,3%). Yaah.., spt itulah realitanya. Qta yg udah ngerasain sakitnya dikhianatin mau gimana neh..?! Mau nyoba milih lagi partai yg lainnya, nyoba iseng2 berhadiah gitu… Truz yg pastinya kecewa pula yg qta dapet. Sama aza. Klo gw sih udah muak. Emohhh deh! Yg jelas gw udah nggak berharap lg pd sistem yg ada. Klo berpegang pada sistem ini terus, kapan bisa berubahnya? Kapan umat ini bisa terlindungi?

Bersambung…

h1

Saat ajal menjelang

April 21, 2008

disaat ajal kan datang menjelang

malaikat izroil mainkan peran

nyawa tercabut tubuh pun meregang

Allahuakbar janjimu tlah datang

lidah pun kelu bibir membisu

seluruh tubuh kaku dan membeku

kenikmatan dunia pun berlalu

mohon ampunan sudah tak berlaku

tiada lagi tempat pertolongan

kecuali amal dan perbuatan

semasa hidup membentang zaman

ridlo Illahi yang didambakan

sebesar zarah pun diperhitungkan

kebaikan yang tlah kita lakukan

sebesar zarah pun diperhitungkan

kejahatan yang tlah kita lakukan

h1

Sejuta arif

April 21, 2008

kata-katamu tak sempat lamakan lampu merah

cepat kau menepi menghitung kepingan rupiah

arif tak peduli walau panas hujan menerpa

untuk sebuah kehidupan

anak kecil berlarian di belantara kota

bernyanyi dengan alat musik sangat sederhana

arif tak peduli masa kecilnya tlah terampas

bahkan cita-citamu hampa

sepuluh, seratus, bahkan seribu,

seratus ribu bahkan sejuta arif menunggumu,

uluran tanganmu

demi generasi jauh disana

pernahkah kau pikir andai kau arif sebenarnya

berjuang menepis keangkuhan manusia kota

arif tak peduli hatinya terbentur prahara

bahkan cita-citamu hampa

==edcoustic==

h1

Menjadi diriku

April 21, 2008

Tak seperti bintang di langit

Tak seperti indah pelangi

Karena diriku bukanlah mereka, ku apa adanya

Wajahku kan memang begini

Sikapku jelas tak sempurna

Menjadi diriku dengan segala kekurangan

Menjadi diriku atas kelebihanku

Terimalah aku seperti apa adanya

Aku hanya insan biasa, tak untuk sempurna

Tetap ku bangga atas apa yang kupunya

Setiap waktu kunikmati

Anugerah hidup yang kumiliki

==edcoustic==

h1

Nantikanku di batas waktu

April 21, 2008

di kedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci

tak perlu engkau menyangsikan

lewat keshalihanmu yang terukir menghiasi dirimu

tak perlu dengan kata-kata

sungguh walau ku kelu tuk mengungkapkan perasaanku

namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

kalau memang kau pilihkan aku

tunggu sampai aku datang

nanti kau kubawa pergi ke surga abadi

kini belumlah saatnya aku membalas cintamu

nantikan ku di batas waktu

==edcoustic==

h1

ungkapan cinta

April 9, 2008

Jika bintang tak lagi berpendar, tentu sudah lama cinta tak bercahaya. Jika bumi sudah berhenti berotasi, kan kubawa kemana cinta ini. Ah, mengapa harus kubela cinta? Tak ada yang tahu selain egoku, kadang logika tak lagi jadi ukuran. Hati yang bermain disini. Walau keyakinan ini begitu memberatkan, aku senang bisa sejauh ini membela Cintaku. Apalagi jika kelak aku mati ketika memperjuangkan-Mu, Duhai Cintaku, Sang Maha Pemberi Cinta. Tentunya aku akan bangga dan bahagia, karena mendapat akhir termulia para pecinta sejati. Ya Allah…, Duhai Cintaku, jangan biarkan hati ini berpaling dari-Mu walau sedetik, tetapkanlah aku untuk selalu berada di jalan-Mu dan kembalikanlah kemuliaan Umat Islam agar kembali menjadi Umat Terbaik di bumi fana ini. Aku percaya janji-Mu akan terwujud. Maka, perkenankanlah diri ini agar bisa merasakan kemenangan dengan tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyah.

Design a site like this with WordPress.com
Get started