Hujan mengguyur sebuah kota kecil. Hening. Syahdu. Di pertengahan bulan Mei, langit bisa saja tak secerah pagi atau siangnya. Tak secerah juga hati perempuan yang berbaring telungkup di atas sajadahnya. Hatinya melangkah pergi, memutar semua kenangan yang mampu diingatnya sampai saat ini.
Ibu. Ah…wanita terkasih itu masih saja bekerja keras. Ia masih memasakkan semua jenis menu favorit keluarga di sela – sela kesibukannya yang luar biasa. Ibu yang pintar, cantik, sabar. Setiap rupiah yang akan dihasilkannya nanti akan ia berikan untuknya.
” Kamu tuh kalo ujian pasti makannya ga bener. ”
” Ini uang honor ngawas ujian. Nih. Kemaren katanya liat sepatu bagus… Jangan bilang ayah ya! Hihi… ”
” Ayah kamu tuh kalo pergi keluar pasti ga bilang – bilang. Mana lagi ujan gede. Tadi si Ayah keluar bawa payung ga sih, de? ”
Ayah.
Aku ingin ibuku bahagia. Bagaimana pun caranya. Jangan kau buat beliau menangis lagi.
” Kamarku pengen dicat ulang. Pink norak ya, Yah? ”
” TV-nya gantian dong. Ada film bagus loh Yah. James Bond. Kan seru tuh… ”
” Aku boleh ikut taun baruan ama temen – temen kan? Ngga di luar kota kok… Ya Yah? Boleh kan? ”
Adik.
” Heii…. sekolah yang serius! Jangan sibuk sama anak laki – laki terus. Sekolah favorit ga akan nunggu kamu tau?! ”
” Coba ya itu…temboknya jangan dicoret – coret! Kan kamu punya buku gambar? Aduh…ibu bisa marah nanti… ”
” Kalo ga jadi milih-pinjem baju, lemarinya jangan diberantakin. ”
” Tidurnya di kamar aku aja, lampu kamar kamu kan udah mulai redup. Masa mau belajar dengan penerangan kayak gitu? ”
” Tau ngga Kak, co yang ketemu di tempat les itu kan aku kerjain. Hahahah… BIar tau rasa! Ngomong- ngomong, aku pinjem Converse ama cardigan Kakak ya, besok mau foto. ”
Sahabat – sahabat.
” Tas punya lo masih di kamar gue loh… ”
” Bo, ntar abis ujian kita jadi borong baju kan?? ”
” Eh, co itu kan masih ngarep ama lo, Neng! ”
” Ponakan gue apa kabarnya? Baju yang gue kasih itu kegedean ya? Buat ntar aja. Heheheh… ”
” Shout out friendster lo kok gitu sih? Tu orang mesti dikasih pelajaran. ”
” Gue punya pacar. Lo ngerti kan posisi gue? Tapi ga usah sungkan kalo butuh bantuan. Jangan ragu. Kita masih temenan.”
” Sibuk ga? Temenin ke Gramed yu? Udah lama ga beli komik… ”
Dan untuk dia. Krisnaku. Krisna yang penuh pengertian. Krisna yang tidak rewel dengan kemanjaanku. Krisna yang setia dengan segala kecemburuanku. Krisna dan semua waktunya untukku.
“ Ujian ya? Aku bisa bantu apa? ”
” Malem ini kita makan dimana? Uangku ga banyak. Di tempat biasa aja mau? ”
” Yang, udah makan kan? Kuliahku ampe sore loh. Jangan telat ya makannya. ”
” Aku lagi bete. Pengen ketemu… Kamu dimana? ”
” Nonton film romantis sekali – sekali gapapa ya? Lagi kepengen banget nonton yang ini… ”
” Ya ampunn… Dia cuma temen. Ga lebih. Lagian kan aku sayangnya sama kamu… ”
” Ih jorok banget. Dilap kek! Haduhh… Dasar cowo. ”
” Dingin? Aku peluk mau? Heheheh… ”
Terima kasih untuk semua orang yang ada dalam hidupku. Turut menggores tinta di setiap lembar ceritaku. Mengisi setiap detiknya dengan tawa dan air mata. Melapangkan rasa. Menghapus gelisah. Menjawab setiap tanda tanya. Menegur egoku.
Dalam setiap shalatku… Kudoakan semua yang terbaik untuk kalian semua, kesehatan dan kebahagiaan, dalam lindungan-Nya, dengan ridha-Nya.
