Dunia Baru bernama Branding

Entah kenapa berapa banyak pun baca buku branding dan marketing, urusan branding ini di otak gue kaya jalan ditempat dan ribet banget mengurainya, tapi itu berakhir 3 hari yang lalu.. Yes, sepecah itu. Gue berkesempatan belajar metodologi yang pas, praktis dan strategis untuk bisa memahami Brand dan Branding.

Sekitar bulan Januari lalu, seliwatan liat workshop ini di IG dari posting teman. Nama workshopnya Creating Brand Blueprint, gaweannya Mas Dodi Zulkifli dengan Neyma. Setelah pelajari silabusnya cukup yakin ini sesuai sama kebutuhan, daftar dan gak sabar menanti jadwal workshop tiba.

Gue coba atur waktu sehingga bisa siap nampung pelajarannya dengan baik, agenda dibuat kosong sehingga gue punya waktu untuk bener bener mengurai benang kusut dikepala minim gangguan.

Modul ratusan halaman dengan puluhan worksheet ini berharga banget, yakin kerja kerasnya luar biasa mas Dodi untuk bikin audiens memahami aspek fundamental bernama fantastic positioning dan market category. Hal hal yang nampak sebagai teori semata pada awalnya ternyata sangat penting dan mulai melunturkan kabut kebingungan. Voila!

Hari pertama… Dibuka dengan membuka wawasan soal Kurva belajar mas Dodi memastikan Kita paham dan siap untuk berada pada Zona belajar dan mengikat ilmu dengan tulisan (makanya worksheet nya seabrek abrek). Yang Paling keren dari Hari pertama bagaimana Kita bisa paham integrasi bisnis & brand beserta materi turunannya.

Hari kedua… Bahas banyak banget quick wins utk metode branding. Bagaimana kesatuan yg penting sebuah positioning terbentuk. Dan di Hari kedua gue mencoba 20+ kali the 5 why’s untuk metode merumuskan suatu konteks, lelahnya parah tapi seru. Hari ini segera buat resume PR PR yang menanti untuk bisa segera gendam syariah.

@wawan_saktiawan

Thank you so much Neyma & Mas Dodi. Jazakallahu khairan katsira.

Kesalahan Pebisnis Pemula v Smart Business Map

Kemaren, tanggal 4-5 January 2020 memulai dekade baru dengan ikut workshop Smart Business Map dengan Pak Budi Isman. Rasanya ini salah 1 workshop terbaik yang pernah saya ikutin (walaupun terjadi di akhir pekan).

Secara teknis, Pak Budi memang juaranya membesarkan brand sekelas Coca Cola dan SGM di lapangan. Energinya yang luar biasa. Seharian ini berusaha mengurai kembali bahasan bahasan 2 Hari lalu.

Business Map dibagi menjadi 3 kelompok;

1. Playing Field.

2. Market Lanscape.

3. Operational Profitability.

Bisa dicek untuk penjelasan teknisnya di budiisman.com yang mau Saya ulas disini adalah kesalahan saya sebagai pengusaha pemula selama 1 tahun kebelakang sebelum memahami Smart Business Map. Saya coba rinci ya, semoga menjadi pelajaran baru;

1. Buat Brand hanya musingin nama yang catchy tanpa memahami secara optimal; solution offering & USP intinya. Artinya belum optimal USP nya dah pusing mikirin gimmick.

2. Gak memahami the bigger picture dari apa yang kita kerjakan & bagaimana banyak sekali hal lain mempengaruhinya. Jadi walk as we go. Alhamdulillah ya selamet membukukan nett profit lumayan, bayangkan donk kalo dah optimal diawal.

3. Gak punya visi yang terukur dan tally dengan roadmapnya. Tepatnya ga punya roadmap komplit. Terus terang target Saya cuman bisa untung walau dikit & mempelajari industri nya termasuk komitmen izin usaha yang melekat pada profile bisnis yang sedang dijalankan.

4. Perbaikan atau improvement dilakukan loncat loncat. Jelas wajar kalo belum optimal efisiensi & efektivitasnya.

5. Komunikasi ke market yang (lagi lagi) gak terstruktur dan efektif. Akibatnya persepsi market terhadap brand gak cepat terbentuk ( wong yang punya brand aja keder) dan incremental sales revenue gak eksponensial walaupun jelas bertumbuh & profitable.

6. Bingung soal which to invest first, maklum bootstrap alias modal dengkul dan volume nya masi UKM jadi tentunya perputaran uang terbatas. SBM bikin Kita jadi paham aspek aspek fundamental yang harus dirapikan dengan seksama dan dalam tempo sesingkat singkatnya.

Kiranya demikian intisari dari mencatat kesalahan2 yang antri untuk dibenahi segera.

Let’s learn, relearn and unlearn. Always.

Kaleidescope 1 Tahun (berusaha) jadi Entrepreneur

2019, tahun yang sangat seru. Tahun paling menarik & membuat gue semakin mengenal diri sendiri.Mau jajal ingatan untuk mengenang tahun ini dari sudut pandang (berusaha) jadi entrepreneur.Januari.Well, Januari kayanya bagian paaaaling berat, karena bingung mulai darimana dan mengerjakan banyak banget hal fundamental dari urus perijinan yang menguras energi dan kantong sampe memulai branding dengan logo & daftar HAKI, dan yang terwakwaaaawww adalah set up aplikasi ERP mini. Ini kayanya salah satu bulan terberat di 2019.Sudah lama, tidak merasakan lelah seperti lelahnya bulan Januari, meleleh banget kalo diingat, padahal kantor ke rumah cuman 7 menit jalan kaki.Beruntung di Januari akhir ada event Pesta Wirausaha Nasional dari TDA, lumayan banget buka wawasan baru & thimik thimik mulai buka network baru sesama pemilik usaha.Februari.Legal mulai menemukan titik cerah, beberapa perizinan sudah selesai diurus. Ritme kerja mulai membaik. Ada kesempatan untuk showcase di BCA Expo ini menolong cash flow sekali. Mulai berusaha bangun team sales untuk kembangan distribusi dan beresin banyak sekali SOP di operasional.Menjajal nyali dengan daftar kurasi event international pertama dengan MIHAS di Kuala Lumpur.SOP mulai dibuat dan terus disempurnakan.Maret.Pertama Kali ikut Showcase Internasional, MIHAS di Kuala Lumpur, untuk jajal dan mendapatkan pengalaman. Alhamdulillah berjalan baik. Bersamaan, dibulan ini Kita mulai mendapatkan tambahan amunisi team baru untuk urusin Chanel Distribusi.Thing gets better in March.April.Bulan ini pertama kali Kita buat 12 weeks plan meeting dengan fokus target; menambah Chanel Distribusi & merapikan data warehouse & beberapa penyesuaian di aplikasi.Mei.Mulai deg degan, karena artinya ini adalah bulan pertama bayar THR disaat income masih lucu lucu, tapi di bulan ini moment of truth gue terhadap konsep rejeki dan bagaimana menyikapi kegelisahan dalam ketidakpastian berusaha.Di bulan ini kami dapat kepercayaan dari Kuntoaji Management untuk menjadi bagian dari Rehat campaign album baru Kunto Aji yang bertajuk Mantra Mantra, Kolaborasi ini hasilnya mengejutkan. Dan masih berdampak positif bahkan setelah Kuntoaji Management tidak melanjutkan kerjasamanya dengan kita.Juni.Hari kerja cuman 1/2, tapi menggaji harus full. 😆 Mekanisme Tuhan menyiapkan rencana bagi yang bersungguh sungguh. Tidak terlalu banyak catatan berarti dibulan Juni selain kami menambah personnel untuk pekerjaan administrasi.Juli.Suatu pagi, langganan sayur datang kerumah apakah boleh anaknya bekerja di studio kami. Gak pakai pikir panjang kita temui anaknya Pak Kumis, yang rupanya memiliki background edukasi Kimia Analis. Sungguh pertolongan Allah nyata, bisa bisanya semua kandidat disiapkan disaat Kita bahkan gak terfikir untuk Cari yang spesifik kaya gini.Alhasil, pekerjaan warehouse meningkat efektivitasnya drastis. Dan kami pun sudah siap untuk menerjang tantangan baru berupa mendaftarkan produk kami ke BPOM.Ini fase terlelah kedua di tahun 2019. Sungguh, ini adalah bagian dimana seluruh hasil penjualan di semester 1, 2019 dipertaruhkan. Karena batch produksi BPOM itu besarnya 10x lipat dari batch produksi kami biasanya. Sehingga ga cuman aspek biaya, waktu untuk R&D, pengadaan dan urus dokumentasi hampir membuat kepala mau pecah. Dengan keyakinan bahwa kesempatan hanya datang kepada yang siap membuat kami bertahan untuk tabah melalui proses ini.Agustus.Kita coba evaluasi 24 week meeting. Dengan agenda baru menyelesaikan BPOM Dan menambah jalur Distribusi (lagi) karena Kita perlu titik titik penjualan, disaat produksi dengan BPOM sudah selesai. Bayangkan kemana Kita distribusikan produk sebanyak itu kalo titik penjualan tidak memadai.September.Sibuknya bulan September ini untuk mempersiapkan kehebohan event dibulan Oktober. Ada 4 event besar di Oktober.Kami lakukan persiapan stock product & mekanisme event supaya pas lagi sibuk sibuknya gak ada ganjalan operasional.Oktober.Gokil ini bulan Oktober, kami gak ada libur di Oktober, semua gassss pol. No weekends. All out. Dan Kita mencapai 73% dari target Kita. Bulan Oktober yang Kita canangkan 300% dari sales regular bulanan.Sedih? Sedikit. Tapi gak usah lama lama. Toh usaha Kita dibulan Oktober membawa Kita ke Kolaborasi baru.November.Kolaborasi baru, kesempatan baru. Alhamdulillah Kolaborasi baru dengan beberapa brand di bulan November sungguh mengasyikkan. Semakin kita meyakini untuk all out dulu kasih value added ke counterpart Kita semakin kita menjadi valuable. Menarik Kan? Always give first. Tanpa diduga bulan November Kita mencetak 400% dari target sales Reguler. Disini kami jadi semakin tajam berhitung soal kesiapan kapasitas kami untuk perkembangan kedepannya.Desember.Bulan beres beres. Karena kerusuhan sepanjang tahun ini perlu dilihat kembali. Titik titik yang penting untuk diteliti kembali. Upaya upaya untuk mempersiapkan organisasi mini ini menerjang tantangan yang akan datang yang pastinya semakin kompleks. Oiya, di bulan Desember ini kami coba bereskan aspek yang penting dan sangat tidak kami kuasai; bayar pajak!Sengaja, kami Rehat disaat mulai hadir kepenatan dan adanya kesempatan (waktu dan uang).Team ini harus dibangun “otot otot” nya untuk bergerak terus kreativitas & kemampuannya berinovasi. Karena tanpa ketahanan seperti itu Kita akan terjebak dalam kubangan ketidakberdayaan bernama; jualan SALE alias diskon-diskon alias gak becus berdagang & membangun branding.2019, akan usai dalam hitungan jam.Let’s celebrate little wins and larger lessons, together.

Life always in need a new you

Lately gue mikir keras untuk menemukan pola utk role gue yg baru sebagai the one at the sail, I’m the master of my sea-alias bikin usaha sendiri.

Berikut ini buah pikir yang mungkin perlu direnungkan oleh temen temen semua karena gue pun mikirnya lama dan belum tentu kebenarannya, dan sedang terus diuji.

Sering kita lupa bahwa untuk setiap role yang baru itu kita butuh skillset dan mindset yang baru. Misal anak SMA yang rutinnya jelas dibanding anak kuliah yang jadwal kuliahnya random aja dah diperlukan utk menjadi kita yang baru.

Dari nganggur ke kerja jg begitu, setiap hal baru membutuhkan kita yang baru.

Tahapan skillset yang berhasil gue rumuskan dalam menghasilkan uang adalah sebagai berikut:

Pertama lu jadi pegawai. People tell you what to do, and get the money out of it. Simple.

Kedua lu jadi self employed. Artinya kerjaan lu yg kelola, udah punya inisiatif utk membangun ritme sendiri dan mencapai lebih dari yg disuruh.

Ketiga Itu manager, apapun yang gak harus ngerjain sendiri to get things done ini masuk manager. Mau level supervisor, director, GM you name it. Di tahapan ini lu dibayar untuk memastikan kinerja orang lain. Esensinya adalah seperti itu. Jadi kalo ada managers yang sukanya kerjain sendiri itu namanya dia mental jongos. LOL

Keempat itu, business owner ditahapan ini duit dah pada datang dengan mekanisme dan asset yang lu punya. Lu kaga kerja pun duit masuk. Di tahapan ini mulai bisa menggunakan leverage untuk meningkatkan hasil yang lu perlukan.

Kelima itu investor, tahapan ini duit masuk tanpa lu harus buat mekanisme dan memiliki keseluruhan asset pun dah dapat duit.

Nah setiap tahapan diatas itu skillset harus terus dikembangkan dan menuntut lu yang baru dalam setiap tahapannya.

According to my current stage; it’s still a big help to build things with my prior life as jongos, dan ngejongosin. 😂😂

Karena gue bisa membedakan mana yang harus dikerjakan sendiri dan harus didelegasikan tanpa kehilangan esensinya yaitu membangun asset dan sebisa mungkin menciptakan leverage baru.

Sila direnungkan ya! Apakah teman teman memiliki kegelisahan yang sama? Sedikit tambahan, yang baru disadari dengan teramat mendalam itu adalah: Role gue saat ini sebagai business owner, gue harus secepat mungkin menjadi pribadi yang tekun dan disiplin. More than when I’m at another stage on my prior life.

Lain waktu ku bahas jg skillset dan mindset yang harus terus terbarukan.

Happy working day!

9 Apps for the Busy Bee – Mom

Untuk teman teman yang menjalani profesi berkarya, dari home maker sampe professional worker. Beberapa apps ini berguna banget untuk mempermudah hidup seru kita.

1. Whatsapp

Needless to say, kayanya untuk apps yang satu ini gak ada yang gak setuju ya. Gak bisa deh hidup tanpa Whatsapp. Dari bahas kerjaan, komunikasi harian sampai ke gossip paling maksimal via WA.

Alter: Line dan Telegram.

2. Gojek

Gojek sih juara untuk alat bantu dari pesan antar makanan, courier paket dagangan sama perjalanan rute pendek sungguhlah terbantu banget sama Gojek ini. All in dengan Go Pay bikin kemudahan yang gak kira kira.

Alter: Grab.

3. Traveloka

Karena hari gini mobilitas dah pasti tinggi dan liburan jadi kebutuhan sekunder mepet ke premier, maka wajib punya aplikasi traveloka ini. Jadi kalo tiba tiba harus berangkat ke rute jarak jauh bisa segera cek harga tiket, hotel, kereta sampe shuttle loh.

Beneran juara deh.

Misal kita meeting di lokasi A kita bisa cari shuttle bis terdekat via traveloka dan booking dengan pilihan pool yang banyak pilihan dan booking bis jadi jauh lebih mudah.

Alter: tiket.com, booking.com, agoda.

4. Wunderlist

Sehari itu task list ibu ibu rempong bisa 6-10 macem, termasuk kerjaan yang gak bisa dan yang bisa didelegasikan.

Yang keren dan paling saya suka dari wunderlist itu kita bisa grouping orang orang tergantung kelompok kerjanya, bisa chat pada aktifitas project tertentu dan bisa upload file. Voila! Manage kerjaan jauh lebih mudah dengan ini.

Alter: Evernote.

5. Instagram

Kalo buat saya kegunaan instagram selain sebagai showcase adalah sebagai tempat cari inspirasi, ide dan sekarang banyak banget key opinion leaders sharing konten keren lewat Instagram. Karena compact dan banyak gambar jadi relative gak membosankan.

Alter: kayanya gak ada ya.

6. Spotify

Makin kesini makin jarang dengar radio karena sudah tidak rutin berjam jam ada di mobil perjalanan ke kantor. Maka spotify ini sih pilihan jitu, bisa dengerin musik, podcast dan lagu lagu terkini.

Ngomong ngomong soal podcast saya suka banget denger podcast dibanding nonton ILC. LOL karena idenya bisa ditangkap tanpa distorsi gambar.

Alter: banyak sekali.

7. Pinterest

Berguna banget untuk yang suka cari cari ide atau sekedar day dreaming, liatin rumah rumah super keren. Pinterest juga banyak banget ide masakan yang bervariasi.

8. Jurnal

Namanya aja jurnal ya tentunya ini alat yang mengagumkan untuk pencatatan keluar masuk uang. Totally a mandatory apps untuk rumah tangga, small business atau medium run.

Alter: banyak banget, tapi saya paling suka jurnal, krn native currency nya IDR dan flow process juga sederhana dan bisa di scale up dengan mudah.

9. Tokopedia

Kadang ada aja yang lupa dibeli, dengan adanya tokopedia membantu banget urusan beli beli ini. Waktu survey jadi lebih singkat, gak keluar ongkos dan bisa bandingkan harga dengan mudah. Selain itu saya sukanya pake tokopedia karena bersih gak kebanyakan pop up dan warnanya gak bikin pusing. Walaupun agak gimana gitu pas tau tokopedia pake Ovo Payment. Dibahas dilain kesempatan soal Lippo products ya. Tahan.

Saya memang tidak suka memakai alternatif apps contoh: hanya install gojek dan tidak grab. Hanya install Whatsapp dan tidak Line. Cuma pake tokopedia, tidak buka lapak, shopee dll.

Karena simplicity is necessity. Dan milih itu yang serius kalo sudah memilih, tinggal istiqomahnya. #apaseh

Semoga bermanfaat ya gengs!

Mama, Aku Malu..

Anakku Magenta, usia kala itu 7.5 tahun dan sedang berulang tahun ke-8 hari ini saya menulis catatan ini, pertama kalinya dicabut gigi kala itu karena sebelum tanggal gigi susunya ditempat yang sama sudah tumbuh gigi permanen sehingga posisi gigi permanen tidak rata seperti gigi susu awalnya.

Karena rasa aneh baal dari pain killer saya coba membuat dia nyaman dengan memberikan es krim kesukaannya.

Malamnya setelah sikat gigi menjelang tidur, Magi bilang kalo dia merasa jelek karena luka menganga bekas cabutan gigi masih merah dia lihat di kaca. Kita kasih pengertian bahwa luka seperti itu akan cepaaat sekali hilang dan tidak akan meninggalkan bekas. Setelah minta dipeluk, Magi pun tertidur.

Selang beberapa waktu, sedang bermain, papanya ada hobby baru mendokumentasikan foto anak anak supaya feeds IG nya bagus, dan tentunya banyak kenangan masa kecil yang ingin kita kenang kemudian hari- Magi saat difoto gak mau senyum, dek senyum donk. Tetap membungkam.

Setelah kejadian itu, saya bilang ke Magi, adek kenapa kok gak mau senyum?

Mama, aku maluu… Gigi aku jelek.

Gak jelek kok, cuman gak rapi aja. Justru senyum supaya tetap terlihat cantik, adek.

Oh gitu Ma?

Iya kan kalo kamu tersenyum itu gak apa keliatan gigi yg gak rapi tapi mukanya maniss sekali loh. Dibandingkan gak mau senyum.

Maka kemudian dia tersenyum lebar lagi.

Very happy birthday my Love. Semoga semakin besar, sehat dan bahagia.

Happy Birthday, Me.

Cold luxurious breakfast. Nothing compares to the warmth of loving hugs at home. #homesick indeed. – at Tokyo International Forum (東京国際フォーラム)

View on Path

Reading Gorazde (nueva edición) by Joe Sacco

Buku yg sungguh ngeri. Merubah pandangan saya 180 derajat tentang perbedaan, kebencian dan keyakinan.

Kaga selaw banget deh bacanya, banyakin minum air putih di bab tengah ke belakang.

Indonesia, dengan pluralisme nya bisa banget dihantam masalah yg sama dengan Bosnia dan Serbia.

Ngeri, unbearably.

Dekap anak anak kita, karena mereka tidak perlu berguling kiloan meter utk menghindar sasaran tembak dan tidak perlu kawatir ditembak tetangga saat main di luar rumah.

Sungguh sajian wawasan dunia ini bukan semata liburan seru ke Eropa, ada sisi lain yg demikian memilukan.

Reading Gorazde (nueva edición) by Joe Sacco with Helman

View on Path

So happy with this big batch lotion for a special customer. Sadis belinya literan. Kita perangkat masih segituan juga wkkwkwk – at Emerald Townhouse

View on Path

Aksara World

Some kids with autism has a severe problem with focusing on things. Some others are too focused on specific things they barely understand about changes.

Aksara was categorized as the one who lack of focus.
Pretty surprised on how he developed into what he is today, this connecting dots lesson was challenging back then.

The teacher told me Aks have problem with perfection, he refuses to continue if he drew out of the line. He aimes for perfect lines end to end.

Autistic kid will never be easy to handle, mostly because we simply don’t see the light in the dark tunnel. But they give you all the abundance feeling a parent can ever have. They are just too wonderful, words would fail to describe.

I’m so keenly agreed on phrase that autism is treatable. Never ever give up on hope. – with Helman

View on Path

Design a site like this with WordPress.com
Get started