Zona 1 di areal revegetasi Pomalaa Project ditambang pada tahun 2006 dan setelah itu proses rehabilitasi mulai dilakukan dengan beberapa fase hingga saat ini. Tentunya bukan pekerjaan yang mudah, tetapi dengan kerja keras dan perencanaan yang baik dari seluruh tim, lahan yang sudah ditambang ini dapat kembali hijau.

Beragam jenis tumbuhan ditanam di areal ini mulai dari Sengon (Enterolobium macrocarpum), Johar (Cassia siamea), Bitti (Vitex SP), Kuku (Phericopsis moniana), Tirotasi (Melaleuca caju puti), Jati (Taectona grandis), Balik Angin (Trema SP) dan Uru (Elmerillia SP).

Selain itu disebar juga LCC (Legume Cover Crop) atau tanaman penutup seperti Bermuda (Cynodon dactilon), WF millet (Panicum miliaceum), Burgundy (Macroptilium bracteatum), Wynn cassia (Chamaecrista rotundifolia), Centrosema (Centrosema SP), Orok-Orok (Clotalaria SP).
Gambar di atas memperlihatkan fase-fase perubahan setelah ditambang kemudian mulai dihijaukan dengan proses reshaping, selanjutnya penanaman pohon pioneer dan cover crop kemudian penanaman pohon primer dan tahapan yang tidak kalah pentingnya dan masih berlanjut sampai sekarang adalah fase pemeliharaan.
DAM Emea di areal revegetasi pasca tambang Pomalaa Project merupakan danau buatan yang digunakan untuk menampung material-material sedimen yang terbawa oleh air sungai. Tujuannya untuk memfilter agar material-material terlarut dalam air dapat mengendap di sediment pond sehingga air yang mengalir ke sungai tetap jernih dan bersih.

Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan pepohonan dalam area revegetasi adalah pemilihan tanaman penutup (coper crop) yang sesuai dengan kondisi lahan yang ada. Tanaman penutup tanah biasanya adalah jenis kacangkacangan antara lain 
Orok-orok atau dengan nama latinnya
Pengembangan orok-orok ini cukup sukses dengan dihasilkannya biji orok-orok dari hasil produksi benih yang disebar sebelumnya sehingga dapat terus dikembangkan secara continue dan tidak perlu lagi mendatangkan benih orok-orok dari luar.
Comments