
Aku hanya ingin kembali berceloteh. Tentang apa saja disini. Sendiri atau denganmu. Darimana asalmu aku tak terlalu peduli sekarang. Mungkin kita terlahir bersama. Yang kutahu, dalam kondisi apapun..kau selalu ada.. untuk tempatku bertanya. Saat melihat sisi kesederhanaanmu lamat-lamat aku seperti sedang berada di depan kaca. Memandangi wajahku sendiri. Lanjut Baca »
Awalnya aku belum tahu darimana aku akan mulai mengenalmu. Ada ruang-ruang tertutup dimana banyak dari bahasamu yang tak mudah ku mengerti. Akhirnya kucoba semua pintu untuk menemukan duniamu. Beberapa pintu berderit dan mungkin sedikit memekakan telingaku. Tapi entahlah. Sedikit demi sedikit aku bisa menengok bagaimana kau habiskan hari, siapa saja teman-temanmu dan prinsip apa saja yang kau pegang. Tapi itu masih sangat sedikit. Ya sangat sedikit. Belum bisa menggambarkan kau yang seutuhnya.
Aku terkadang mencuri-curi untuk melihat apa yang ada di dalam setiap bola mata sesosok makhluk bernama wanita. Menemukan warna yang ada di dalam dirinya. Dan aku selalu bertanya dalam duniaku, apakah warnaku sesuai dengannya. Jikapun berbeda apakah bisa nantinya menjadi kombinasi yang unik layaknya pelangi? Anehnya takdir selalu memutus semuanya ketika jawabannya hampir ku temukan. Membuatku harus menunduk sebentar, untuk memungut dan kembali menyatukan kepingan hati. 
