CONTOH SOAL ISOMORFISMA

CONTOH SOAL

1.      Ruang vektor  fungsi dari θ adalah isomorfik ke ruang vektor . dalam peta ini.

Kami akan memeriksa ini dengan melalui kondisi di definisi.

Kami akan memverifikasi terlebih dahulu kondisi 1, bahwa peta adalah sebuah korespondensi antara set mendasari spasi.

Untuk menetapkan bahwa f adalah satu-ke-satu, kita harus membuktikan bahwa  hanya bila . Jika

f ( a 1 cosθ + a 2 sinθ) = f ( b 1 cosθ + b 2 sinθ) f (a 1 + a 2 cosθ sinθ) = f (b 1 + b 2 cosθ sinθ)

kemudian, dengan definisi dari f,

dari mana kita dapat menyimpulkan bahwa 1 = b 1 dan 2 = b 2 karena vektor kolom adalah sama hanya ketika mereka memiliki komponen yang sama. Kami telah membuktikan bahwa  menyiratkan bahwa , Yang menunjukkan bahwa f adalah satu-ke-satu.

Untuk memeriksa apakah f adalah ke kita harus memeriksa bahwa setiap anggota yang adalah gambar dari beberapa anggota dari domain G. Tapi itu jelas-apapun

adalah gambar di bawah f . .

Selanjutnya kita akan memeriksa kondisi (2), bahwa f mempertahankan struktur.

perhitungan ini menunjukkan bahwa menjaga f tambahan.

Sebuah perhitungan yang serupa menunjukkan bahwa f melindungi perkalian skalar.

Dengan itu, kondisi (1) dan (2) diverifikasi, jadi kita tahu bahwa f adalah isomorfisma dan kita dapat mengatakan bahwa ruang isomorfik .

2.      Biarkan V menjadi ruang  kombinasi linear dari tiga variabel x, y, dan z, di bawah Selain alami dan operasi perkalian skalar. Kemudian V isomorfis untuk , Ruang polinomial kuadratik.

Untuk acara ini kita akan menghasilkan sebuah peta isomorfisma. Ada lebih dari satu kemungkinan, misalnya, di sini adalah empat.

Peta pertama adalah korespondensi lebih alami dalam hal itu hanya membawa koefisien atas. Namun, di bawah ini kami akan memverifikasi bahwa kedua adalah isomorfisma, untuk menggarisbawahi bahwa ada isomorphisms lain selain hanya satu yang jelas (yang menunjukkan bahwa f 1 adalah isomorfisma adalah Soal 3 ).

Untuk menunjukkan bahwa f 2 adalah satu-ke-satu, kita akan membuktikan bahwa jika f 2 (c 1 x + c 2 y + c 3 z) = f 2 (d 1 x + d 2 y + d 3 z) maka c 1 x + c 2 y + c 3 z = d 1 x + d 2 y + 3 d z. Asumsi bahwa f 2 (c 1 x + c 2 y + c 3 z) = f 2 (d 1 x + d 2 y + d 3 z) memberikan, dengan definisi f 2, bahwa c 2 + c 3 x + c 1 x 2 = d 2 + d 3 x + d 1 x 2. polinomial sama memiliki koefisien sama, jadi c 2 = d 2, c 3 = d 3, dan c 1 = d 1. Jadi f 2 (c 1 x + c 2 y + c 3 z) = f 2 (d 1 x + d 2 y + 3 z d) menunjukkan bahwa c 1 x + c 2 y + c 3 z = d 1 x + d 2 y + d 3 z dan karena itu f 2 adalah satu-ke-satu.

Peta f 2 adalah ke karena setiap anggota a, b + x + c x 2 dari codomain adalah gambar dari beberapa anggota domain, yaitu itu adalah gambar c x + y a + b z. Misalnya, 2 + 3 x – 4 x 2 adalah f 2 (- 4 x + 2 y + 3 z).

Perhitungan untuk pengawetan struktur adalah seperti orang dalam contoh sebelumnya. Peta ini selain mempertahankan

dan perkalian skalar.

Jadi f 2 adalah sebuah isomorfisma dan kita menulis . .

Aproksimasi dan kuadrat terkecil

بسم الله الر حمن الرحيم

APROKSIMASI TERBAIK DAN KUADRAT TERKECIL

 

  1. APROKSIMASI TERBAIK

     

    istilah aproksimasi sering kita dengar pada mata kuliah yang mengandung konsep ketakberhingaan. Misalnya dalam perhitungan luas suatu daerah yang dibatasi oleh sebuh kurva dan sumbu X, hanya dengan mempartisi daerah tersebut kemudian luas partisi tersebut kita lakukan aproksimasi(pendekatan) dengan luas suatu segi panjang, lalu dengan mengintegrasikan hasil aproksimasi tersebut sesuai dengan batas atas dan batas bawahnya kita sudah menemukan luas dari daerah tersebut. Jadi dapat kita artikan bahwa aproksimasi merupakan suatu proses pendekatan atau hampiran pada suatu objek tertentu untuk mengurangi suatu kesalahan.

     Proyeksi Ortogonal Dipandang sebagai Aproksimasi


    Pandang u sebagai sebuah vektor tetap yang hendak kita aproksimasikan dengan menggunakan sebuah vektor pada W. Setiap aproksimasi w semacam ini akan menghasilkan sebuah “vektor kesalahan ” (“error vector”) yang bisa kita tulis

    u – w

    u – w tidak dapat dijadikan sama dengan 0, terkecuali jika u terletak pada W. Akan tetapi, dengan memilih

    w = projw u

    kita dapat menjadikan panjang vektor kesalahan

    ||u – w|| = ||u – projw u|| (lihat gambar diatas)

    sekecil mungkin. Sehingga, kita dapat mendeskripsikan projwu sebagai
    “aproksimasi terbaik bagi u relatif terhadap vektor-vektor pada W.

     
     

    Teorema Aproksimasi Terbaik

    Jika W adalah sebuah subruang berdimensi terhingga dari suatu ruang hasil kali dalam V, dan jika u adalah sebuah vektor pada V, maka projw u adalah aproksimasi terbaik (best approximation) bagi u pada W, dalam pengertian bahwa

    ||u – projw u|| < ||u – w||

    untuk setiap vektor w pada W yang bukan projw u.

 Bukti:

Untuk setiap vektor w pada W, kita dapat menuliskan

u – w = (u – projw u)+( projw u – w) (1)

Namun projw u – w, karena merupakan selisih dari dua buah vektor pada W, terletak pada W; dan u – projw u ortogonal terhadap W, sehingga kedua suku pada sisi kanan (1) saling ortogonal. Dengan demikian, melalui Teorema pythagoras (liat dibuku Howard Anton 6.2.4),

||u – w||2 = ||u – projw u||2 + ||projw u – w||2

Jika w ≠ projw u, maka suku kedua dari penjumlahan di atas akan bernilai positif, sehingga

||u – w||2 > ||u – projw u||2

atau secara ekuivalen,


||u – w|| > ||u – projw u||

  1. KUADRAT TERKECIL

    Metode Kuadrat terkecil, yang lebih dikenal dengan nama Least-Squares Method, adalah slah satu metode ‘pendekatan atau aproksimasi’ yang paling penting dalam dunia keteknikan untuk: (a). regresi ataupun pembentukan persamaan dari titik data diskritnya (dalam pemodelan), dan (b). analisis sesatan pengukuran (dalam validasi model).

    Metode kuadrat terkecil termasuk dalam keluarga metode-metode pendekatan kesalahan terdistribusi (“distributed error” approximation methods), berdsarkan karakteristik kerjanya yang melakukan pengurangan kesalahan menyeluruh (global error) yang terukur berdasarkan interval pendekatan keseluruhan (whole approximation interval) sesuai dengan order pendekatan yang mengikat. Metode ini berbeda dengan metode-metode asimptotis khususnya yang dikembangan melalui pendekatan deret ‘Taylor’, karena metode asimptotis memiliki karakteristik kerja yang memperkecil sesatan pada beberapa titik tertentu, sesuai dengan order pendekatan yang mengikat.

    Pengertian Solusi Kuadrat Terkecil dari Sistem Linear

    Solusi kuadrat terkecil (least square solution) merupakan suatu vector x pada suatu sistem linear Ax = b yang terdiri dari m persamaan dengan n faktor yang tidak diketahui, sedemikian hingga vector tersebut dapat meminimalkan nilai||Ax – b|| merujuk pada hasil kali dalam Euclidean pada Rm.

    Penyelesaian masalah solusi kuadrat terkercil dari sistem linear


  • Secara geometric, menyelesaikan persoalan kuadrat terkecil berarti menentukan sebuah vector x pada Rn, sedemikian rupa sehingga Ax merupakan vector terdekat ke b didalam W.
  • Berdasarkan teorema aproksimasi terbaik bahwa vector terdekat dari b didalam W adalah proyeksi orthogonal b pada W. sehingga, agar sebuah vector x dapat menjadi solusi kuadrat terkecil dari Ax = b, vector ini harus memenuhi

     

    Ax = proyw b (gmbr. a)

     

  • Dari teorema proyeksi kita dapat mengetahui bahwa vektor

     

        B Ax = b – proyw
    b (gmbr.b)

orthogonal terhadap W, karena W merupakan ruang kolom dari A, sehingga berdasarkan teorema 6.2.6, vector bAx terletak pada ruang null dari AT. akibatnya, b-Ax orthogonal ruang kolom dari A

( b – Ax ).A = 0

AT( b – Ax ) = 0

AT b – ATAx = 0

ATb = ATAx

Sistem persamaan terakhir inilah yang disebut sebagai sistem normal yang diasosiakan dengan Ax = b, tiap-tiap persamaan didalam sistem normal disebut persamaan normal yang diasosiakan dengan Ax = b, dan semua solusi dari sistem normal merupakan solusi kuadrat terkecil dari Ax = b

Solusi kuadrat terkecil juga akan di jelaskan oleh teorema berikut ini.


Keunikan Solusi Kuadrat Terkecil

Syarat-syarat yang menjamin suatu sistem linear memiliki sebuah solusi kuadrat terkecil yang unik (melalui pemahan teorema-teorema berikut).



 

 

Solusi kuadrat terkecil dari Ax = b paling baik dihitung dengan menggunakan eliminasi Gauss atau eliminasi Gauss-Jordan untuk menyelesaikan persamaan-persamaan normalnya, dan proyeksi ortogonal b pada ruang kolom dari A paling baik didapatkan dengan cara menghitung Ax, di mana x adalah solusi kuadrat terkecil dari Ax= b.

Contoh mencari solusi kuadrat terkecil

Tentukan solusi kuadrat terkecil dari sistem linear Ax = b yang diberikan oleh

x1x2 = 4

3x1 + 2x2 = 1

-2x1 + 4x2 = 3

dan tentukan proyeksi ortogonal b pada ruang kolom dari A.

Penyelesaian.

Disini


Perhatikan bahwa A memiliki vektor-vektor kolom yang bebas linear, sehingga kita dapat mengetahui sejak awal bahwa terdapat sebuah solusi kuadrat terkecil yang unik bagi sistem ini. Kita memperoleh



Sehingga sistem normal ATAx = ATb dalam kasus ini adalah


Dengan menyelesaikan sistem ini kita akan memperoleh solusi kuadrat terkecil



Dari (5), proyeksi ortogonal b pada ruang kolom dari A adalah


 


Definisi diatas menjelaskan bahwa proyeksi orthogonal Rm pada W adalah transformasi yang di definisikan oleh

P(x) = proywRm = proywx

Sehingga, Dari teorema sebelumnya (rumus 3) kita dapat memperoleh matriks standar untuk proyeksi ortogonal Rm pada W adalah

Proywx = P(x) = A(AT A)-1 AT
x

[P]= A(AT A)-1 AT (4)

Dimana A di bentuk dengan menggunakan basis sebarang untuk W sebagai vektor-vektor kolomnya.

Contoh: membuktikan rumus 4

Kita tahu bahwa matriks standar untuk proyeksi orthogonal R3 pada bidang XY adalah

Untuk mengetahui bahwa matriks ini konsisten dengan rumus 4, ambillah vector-vektor satuan di sepanjang sumbu X dan sumbu Y positif sebagai sebuah basis untk bidang xy, sehingga

Yang konsisten dengan (5)


 

 

الحمد لله ربالعا لمين

Cara Mencari Solusi Persamaan Linear Dengan Elimanasi Gauss Jordan

Baca lebih lanjut

Air Terjun Darah Muncul Di Antarika

Air Terjun Darah Muncul di Antartika

Terungkap, Kaki Firaun Panjang Sebelah

Terungkap, Kaki Firaun Panjang Sebelah

Raja Tutankhamun diperkirakan mengenakan semacam sepatu ortopedik spesial yang didesain untuk mengatasi kondisi kaki pincangnya, sebuah investigasi terhadap alat penutup kaki Firaun mengungkapkan hal itu.

Dipublikasikan dalam buku, ‘Tutankhamun Footwear : Studies of Ancient Egyptian Footwear’ riset tersebut merupakan yang pertama menganalisis secara detil tentang penutup kaki berusia 3300 tahun sejak mumi dan makam beserta harta karun Raja Tutankhamun ditemukan oleh Howard Carter pada tahun 1922.
Meskipun mumi tersebut telah disinar-X beberapa kali, namun baru kali ini selama proses investigasi besar terhadap keluarga Raja Tutankhamun peneliti menemukan sebuah bentuk yang tidak sempurna dari kaki Firaun tersebut.
Secara terpisah, ada sebuah kelainan tulang kaki yang dikenal sebagai penyakit Kohler II, Raja Tutankhamun kemungkinan mengalami bentuk kaki yang tidak sesuai yang menyebabkan dirinya timpang ketika berjalan sehingga harus menggunakan sebuah tongkat.
Termasuk, jari kaki kedua Raja Tutankhamun sebelah kanan kekurangan tulang sisi tengah, membuatnya lebih pendek sementara kaki kirinya pincang, secara internal berputar di pergelangannya.
Oleh karena kondisi kakinya Tutankhamun memerlukan sepatu yang cocok dan khusus dengan tali mengikat ketat dalam rangka menghindari kakinya terseret di lantai.
Dari tiga pasang sepatu yang ditemukan di makam Raja Tutankhamun memiliki ikatan horizontal di bawah jari-jari kakinya. Satu pasang juga dilengkapi panel di sisi sepatu.
“Fitur semacam itu tidak dikenal di alas kaki, sandal atau sepatu yang ada,” ujar penulis buku Andre Veldmeijer, seorang arkeolog Belanda yang ahli barang kulit, alas kaki dan tali temali Mesir kuno.
Lebih dari 80 potong alas kaki berbeda ukuran telah terkubur bersama dengan raja bocah tersebut. Beberapa diantaranya membusuk dengan hanya fragmen atau tali yang tersisa. Meskipun lainnya masih selamat dengan kondisi yang baik.
Veldmeijer mempelajari 81 spesimen termasuk sandal jahit sederhana sama halnya dengan yang terdekorasi dengan rumit, berornamen emas dan sepatu terbuka berwarna cerah.
“Itu sepatu yang berwarna, mengkilat. Beberapa sangat unik dengan bentuk kombinasi dengan bahan spesial dan teknik pembuatan terbaru,” ujar Veldmeijer.
Veldmeijer percaya bahwa sepatu yang paling terelaborasi sekalipun, lengkap dengan pelengkap bertahtakan emas dan batu pernah digunakan.

Tips Trik Tersembunyi Cara Rahasia Mengirim Sms Geartis melalui FS/Friendster

Tips Trik Tersembunyi Cara Rahasia Mengirim SMS Secara Gratis Melalui FS/Friendster Baca lebih lanjut

Teh, Penjaga Daya ingat

10 Sikap Wanita Yang Disukai Oleh Peria

10 Sikap Wanita Yang Disukai Oleh Pria Baca lebih lanjut

Kisah Gadi Situbondo, Hobi Makan Dagingnya Sendiri

Kisah Gadis SItubondo, Hobi Makan Dagingnya Sendiri

Tahukah Anda, Kenapa Tubuh Lionel MessiPendek?? Ini penyebabnya…

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai