John Pierce, Tokoh Di Balik Kehebohan Dunia Elektronika Saat Ini


Kita semua pasti setuju kalau perangkat elektronik saat ini semakin compact bahkan terintegrasi dengan berbagai fitur/fungsi dalam satu perangkat. Contoh yang sangat dekat dengan kita adalah smartphone yang kita miliki saat ini. Dalam satu perangkat smartphone yang kita genggam saat ini, setidaknya ada 10 fitur dasar yang dimiliki, yaitu telepon (untuk layanan suara), pager (untuk layanan text), modem (untuk layanan data), jam, radio, kalkulator, kamera, GPS, walkman/tape dan komputer. Bahkan untuk smartphone dengan merek tertentu, sudah dilengkapi pula dengan fitur-fitur terkait kesehatan tubuh. Seorang teman dekat saya berseloroh, “kalau ada mesin waktu dan smartphone ini dikirim kembali ke tahun 70an, pasti orang-orang pada zaman itu anggap smartphone seperti kantong doraemon yang segala ada dalam satu kantong.” Teman saya ini juga mengulang perkataan orang lain “lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan smartphone” karena banyaknya fitur yang ada dalam satu unit perangkat smartphone kita. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Scientist, Teknologi | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Petualangan Eropa – Hidayah Tak Mengenal Tempat


Januari 2016 adalah kali pertama saya melakukan perjalanan ke luar negara tempat saya studi saat ini. Bukan karena masih jetlag dan sebagainya, tapi lebih karena hak keimigrasian saya yang belum penuh. Karena sebenarnya seminggu sejak kedatangan saya di Austria ini, saya sempat diundang untuk menghadiri sebuah seminar di Berlin, Jerman. Tapi berhubungan visa yang saya peroleh hanya memberikan hak Single Entry dan kartu Resident Permit belum keluar dapat, akhirnya ya ditunda dulu traveling.
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hikmah | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

Tiba di Negeri Austria – Persiapan Undangan Keluarga


Sebagian besar dari kita tentu akan merasa berat jika harus meninggalkan keluarga dalam waktu yang relatif sangat lama, apalagi dipisahkan oleh jarak yang memiliki perbedaan waktu 6 jam. Pilihan untuk tetap dapat tinggal bersama keluarga di perantauan tentu akan diupayakan sekuat tenaga dengan segala konsekuensi yang akan dihadapi.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Austria | Tag , , , , , , , | 3 Komentar

Tiba di Negeri Austria – Proses Administrasi Lanjutan


Herzlich Willkommen in Graz…!!!
Selamat Datang di Graz…!!!

Akhirnya, sampai juga di kota Graz, The City of Design (Pengharagaan dari UNESCO terhadap kota Graz pada tahun 2011). Perjalanan panjang proses administrasi di Indonesia yang cukup melelahkan akhirnya membuahkan hasil. Selamat menikmati keindahan kota Graz. Tapi jangan terlena, masih ada beberapa proses administrasi lanjutan yang perlu diurus setibanya kita di Austria. Tapi tidak perlu khawatir, asalkan semua persyaratan lengkap, insyaAllah proses tersebut tidak memerlukan waktu yang sangat lama. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Austria | Tag , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tiba di Negeri Austria – Graz “The City of Design”


5 Oktober. Sebuah tanggal bersejarah di Indonesia yang menandakan berdirinya cikal-bakal Tentara Nasional Indonesia, yaitu berubahnya Badan Keamanan Rakyat (BKR) menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Tapi bagi saya di tahun 2015, tanggal tersebut merupakan sebuah tonggak bersejarah dimulainya perjuangan baru di seberang samudera sana untuk meningkatkan kapasitas diri. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Austria | Tag , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Berangkat ke Negeri Austria – Berburu Spesimen Tanda Tangan


Dalam tulisan saya sebelumnya tentang proses legalisasi dokumen, ketika kita melakukan legalisasi dokumen di Kementerian Hukum dan HAM (Kumham), maka petugas di loket legalisasi pertama-tama akan melakukan pengecekan apakah mereka memiliki specimen tanda tangan dari pejabat yang menandatangani dokumen kita tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Austria, Studi | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Berangkat ke Negeri Austria – Legalisasi Dokumen


Dalam tulisan saya sebelumnya mengenai Persyaratan Resident Permit untuk studi di Austria, disebutkan kalau semua dokumen persyaratan tersebut harus diterjemahkan dan dilegalisasi oleh pihak terkait. Legalisasi ini diperlukan sebagai usaha dari pihak otoritas Austria untuk menjadi bahwa dokumen yang diajukan kepada mereka ada asli. Nah, di postingan kali ini, saya akan coba sedikit berbagi pengalaman mengenai proses penerjemahan dan legalisasi dokumen tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Austria, Studi | Tag , , , , , , | 14 Komentar

Berangkat ke Negeri Austria – Persyaratan Resident Permit


Tulisan ini sebenarnya akan menjadi salah satu sequel dari cerita saya mengenai lika-liku perjalanan menuju studi doktoral (S3) di Austria. Berhubung banyak teman dari Indonesia yang bertanya mengenai proses pengajuan resident permit dan visa ke Austria untuk keperluan studi, maka tulisan ini saya coba dahulukan untuk bisa di-post di blog ini supaya bisa menjadi referensi atau gambaran mengenai proses pengajuan resident permit atau visa tersebut. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Jejak Austria, Studi | Tag , , , , , , | 5 Komentar

Rudolf Kompfner “Ilmuwan Gelombang Mikro berlatar belakang arsitektur”


Dalam perjalanan kuliah “The ICE age” yang saya ikuti selama semester ini, sampailah pada tugas presentasi mengenai tokoh-tokoh yang ada di balik Bell Laboratory. Dan saya mendapat kocokan untuk mempresentasikan seorang tokoh yang bernama Rudolf Kompfner.

Bagi para penggiat Rekayasa Gelombang Mikro atau bahasa kerennya biasa disebut dengan RF/Microwave Engineering tentu tidak asing lagi dengan berbagai jenis tabung gelombang mikro (Microwave Tube), seperti Klystron, Magnetron, ataupun Traveling-Wave Tube dengan berbagai aplikasinya seperti pembangkit gelombang mikro maupun amplifier.  Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Scientist | Tinggalkan komentar

Berbagi Tiket Tram


Ada pemandangan unik yang saya temukan setelah beberapa bulan berada di salah satu kota pelajar di negeri Franz Joseph ini. Pemandangan yang lumrah terjadi di atas tram sebagai moda transportasi publik yang biasa saya gunakan untuk bepergian baik ke kampus, alun-alun kota, maupun pusat belanja (hehehe…). Pemandangan tersebut adalah ada kebiasaan para pengguna tran untuk berbagi tiket. Kok bisa… ? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Celotehan, Jejak Austria, Travelling | Tinggalkan komentar