Mungkin ini yang dinamakan sebuah perubahan, kadang sebuah perubahan diawali dari kesepakatan, perubahan diawali dari niat, perubahan dimulai dengan stagnasi. Ya itulah mungkin yang saya bisa simpulkan dari kondisi perekonomian perbankan dunia. Entah saya tidak memahami definisi dari emiten, faktor2 yang membuat harga saham mengalami fluktuasi, dan kehidupan dunia ekonomi yang “maya”. Dan perbankan termasuk dalam ranah yang “maya” tersebut.
Dengan jatuhnya bursa saham Amerika yang mungkin salah satunya disebabkan oleh kredit perumahan Amerika yang mengalami kemacetan. Ya lantas mengapa praktisi perbankan kita begitu panic. Padalah hanya 20 persen dari sektor perbankan yang memiliki kontribusi dalam perekonomian bangsa ini. Saya mengambil kacamata dari perkiraan dampak ekonomi riil Indonesia yang “belum” terkena dampaknya. Mengapa saya mengabil kata “belum”? karena pagi ini harga dollar Amerika terhadap rupiah, 1 dollar untuk 10.350 rupiah, dari angka itu saja kita dapat memprediksi gonjang ganjing seperti apa yang akan berpengaruh pada kondisi perekonomian riil Indonesia. Ya saya berkaca pada kejadian-kejadian yang hampir sama dengan yang lalu.
Lantas mengapa pemerintah Amerika tidak menaikkan harga minyak dengan melakukan intervensi pada perusahaan minyak dunia yang hampir semuanya dimilikinya? Atau menarik semua saham Amerika di Indonesia? Dan lebih berkonsetrasi terhadap pemulihan kondisi perbankan domestiknya? Hal ini disebabkan Amerika sedang carut marut terhadap kondisi perekonomiannya, dan saat ini pula pemilihan presiden sedang berlangsung. Wajar saja setelah 25 tahun Amerika membuat sebuah sistem perekonomian dengan perkembangan sektor perbankan mencapai 80 persen dibandingan sektor riil yang hanya 20 persen. Ketika system perbankan amerika tidak berjalan mulus, mesin perekonomian amerika pun lantas mogok. Kemudian sekarang Amerika sedang membutuhkan kestabilan ekonominya segera, oleh karena itu tidak tertutup kemungkinan Amerika tidak akan menarik semua sahamnya di negera-negara lain termasuk Indonesia, karena Indonesia salah satu negara yang dapat memutar aliran uangnya dengan cepat, hal ini justru yang seharusnya membuat Indonesia sebisanya dapat bertahan dalam badai resesi ekonomi amerika. Oleh karena itu beberapa bank dalam dalam negeri mulai memberlakukan jaminan akan investasi dari pihak asing agar lebih memantapkan investasi dalam perdagangan Indonesia.
Lantas ini adalah awal sebuah perubahan kepada kehidupan ekonomi dunia yang baru?
Namun perubahan menuju manakah? apakah yang berada dibelakang agenda badai ekonomi ini?
Saya masih yakin ada tangan-tangan yang tidak terlihat muncul dipermukaan namun dampaknya masih terasa sampai ke permukaan.
(Saya minta kritik, masukan yang signifikan atas tulisan ini….terimakasih…)