Pemprov Kalsel Komitmen Jaga Inflasi Daerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menjaga inflasi daerah agar tetap rendah dan stabil sesuai target nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (4/2) pagi.

Rakor yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian ini diikuti Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Sutikno mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, bersama pejabat terkait dari Kadin Kalsel, DTMPTSP Kalsel, Bulog, PURP Kalsel dan lainnya.

Dalam paparannya, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa angka inflasi tahunan (y-on-y) pada Januari 2025 mencapai 0,76%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, secara bulanan (m-to-m) dan tahunan berjalan (y-to-d), terjadi deflasi sebesar 0,76%.

Amalia menjelaskan bahwa deflasi Januari 2025 terutama disebabkan oleh kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan kontribusi deflasi sebesar 1,44%. Faktor utama yang menyebabkan deflasi pada kelompok ini adalah penurunan tarif listrik. Di sisi lain, inflasi tahunan terbesar disumbangkan oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,07%, yang didorong oleh kenaikan harga minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), dan cabai rawit.

“Terkait Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ke-5 Januari 2025, sebanyak 35 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara tiga provinsi lainnya mencatatkan penurunan. Komoditas yang paling berpengaruh terhadap IPH di sebagian besar provinsi adalah cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras,” ujarnya.

Menanggapi laporan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga, terutama menjelang bulan Ramadan.

Menegaskan komitmen Pemprov Kalsel, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kalsel, Sutikno, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau harga kebutuhan pokok melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kenaikan harga yang berdampak pada inflasi daerah.

Selain pembahasan terkait inflasi, dalam rakor ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan di Daerah. Kesepahaman ini melibatkan Menteri Dalam Negeri, Jaksa Agung, Kapolri, Ketua KPK, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan pengawasan terhadap perizinan di daerah.

H. Muhidin Apresiasi Komitmen Pemuda Kalsel Bersatu Membangun Banua

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menghadiri acara Pelantikan Pengurus Besar Pemuda Kalsel Bersatu dan 13 pengurus daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Sabtu (1/2) malam.

Acara ini menjadi momentum penting bagi organisasi kepemudaan di Kalimantan Selatan dalam memperkuat peran dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi atas semangat dan komitmen para pemuda yang tergabung dalam Pemuda Kalsel Bersatu. Gubernur menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun Kalimantan Selatan yang lebih maju dan sejahtera.

“Pemuda adalah agen perubahan yang memiliki peran besar dalam pembangunan. Saya berharap Pemuda Kalsel Bersatu dapat menjadi wadah yang solid untuk membangun sinergi dan menciptakan inovasi demi kemajuan daerah,” ujar Gubernur.

Sebagai gubernur terpilih, H. Muhidin juga berharap adanya masukan serta kritik dari masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk bersama-sama membangun Kalimantan Selatan sebagai gerbang logistik Ibu Kota Nusantara di masa depan.

Pada kesempatan tersebut, H. Muhidin juga berbagi kisah perjuangannya dari nol hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di Bumi Lambung Mangkurat.

“Kepada adik-adik penari tadi, jangan berkecil hati. Dulu saya juga seorang penari. Saya pernah tampil di depan bupati, dan itu suatu kebanggaan luar biasa. Saya lulusan guru olahraga, kemudian menjadi anggota dewan di Tapin, berkompetisi dalam Pilkada Wali Kota Banjarmasin, mengalami beberapa kali kegagalan dalam Pilkada, hingga akhirnya Alhamdulillah, saya satu-satunya kepala daerah yang bakal dilantik dua kali oleh Presiden sebagai Gubernur,” kenangnya.

Mantan Wali Kota Banjarmasin itu pun berpesan kepada para pemuda, khususnya mereka yang tergabung dalam Pemuda Kalsel Bersatu, agar jangan berkecil hati dan terus berjuang tanpa mengenal rasa lelah.

“Sebab, bila kita sudah berjuang, maka itu sangat mudah bagi Allah untuk memberikan segala yang kita impikan. Sekali lagi, saya ucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, penuh dedikasi dan tanggung jawab,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pemuda Kalsel Bersatu, H. Adrizal, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur atas dukungan dan kehadirannya dalam pelantikan tersebut.

“Mari kita satukan tekad, satukan semangat untuk mengambil bagian dalam perjuangan membangun Banua. Organisasi Pemuda Kalsel Bersatu adalah organisasi yang bergerak untuk mendukung program pemerintah. Peran pemuda sangatlah penting dalam membangun bangsa. Jika pemuda bersatu, maka mereka dapat menghimpun kekuatan luar biasa yang mampu mengubah dunia,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh anggota dan pengurus Pemuda Kalsel Bersatu agar senantiasa menunjukkan bahwa organisasi ini bukan sekadar organisasi yang bergantung pada proposal bantuan.

“Kita harus menjadi organisasi yang mandiri. Lupakan budaya itu, tunjukkan bahwa kita punya keterampilan dan kemampuan untuk berdikari,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Kalsel Bersatu, H. Madani Akbar, mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya dan seluruh pengurus baru.

“Kami merasa begitu bangga dapat membersamai Bapak Gubernur ke depan. Kami sadar, organisasi ini masih baru. Namun, insya Allah, saya yakin organisasi ini akan menjadi instrumen penting dalam mendukung program-program pemerintah di bawah kepemimpinan H. Muhidin dan Hasnuryadi Sulaiman,” ungkapnya.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Forkopimda Kalsel, Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Bupati dan Wakil Bupati terpilih Hulu Sungai Utara, Wakil Bupati terpilih Barito Kuala, dan sejumlah pejabat lainnya, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan lainnya. Acara berlangsung dengan diawali Penampilan dari Sanggar Laung Raga Banua dengan judul tari “Semarak lenggang Japin Melayu”.

Haji Muhidin diberi Pena Mas

Gubernur Kalsel H. Muhidin diusulkan dan bakal menerima anugerah Pena Mas dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2025 pada 9 Februari 2025 mendatang.

Kepastian penerimaan Angerah Pena Mas ini pun disampaikan langsung Ketua PWI Pusat Hendry CH Bangun pada audensi selepas peninjauan veneu HPN pada Sabtu (1/1/2025)

Audiensi ini berlangsung di ruang Rapat Gubernur, lantai 4, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru dan turut dihadiri Plh. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin dan sejumlah pimpinan SKPD Kalsel, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie dan pengurus PWI Kalsel.

Dalam audiensi tersebut, pembahasan difokuskan pada penghargaan Pena Emas yang akan diberikan kepada Gubernur Muhidin.

Penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya yang besar dalam memajukan dunia pers, khususnya dalam mendukung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kalsel.

“Anugerah Pena Emas ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa dalam mendukung kemajuan dunia pers dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat pers di Indonesia,” ungkap Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang selama ini aktif dalam menciptakan iklim pers yang sehat dan kondusif di Kalimantan Selatan, dinilai layak menerima penghargaan tersebut.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas dedikasi Gubernur H. Muhidin dalam mendukung perkembangan dunia pers di Kalsel,” tambah Hendry.

Terkait dengan proses pemberian anugerah, Hendry menjelaskan bahwa pada acara tersebut, Gubernur Muhidin akan berpidato di hadapan juri yang terdiri dari wartawan-wartawan senior.

“Gubernur dipersilakan untuk memberikan gagasan-gagasan serta pandangannya mengenai upaya memajukan dunia pers, baik di Kalimantan Selatan maupun di tingkat nasional,” ujar Hendry.

Pandangan-pandangan yang disampaikan oleh Gubernur Muhidin tersebut akan menjadi masukan penting bagi PWI dalam mengembangkan organisasi ini.

“Pandangan tersebut juga akan menjadi acuan bagi kami untuk terus memperkuat organisasi PWI sebagai organisasi nasional tertua yang memiliki lebih dari 30.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia,” tutup Hendry.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin selama ini dinilai aktif dalam menciptakan iklim pers yang sehat dan kondusif di Kalsel.

Keaktifannya dalam mendukung dunia pers di Kalsel membuatnya dinilai layak menerima penghargaan Anugerah Pena Emas.

“Alhamdulilah, saya merasa sangat terhormat dan bersyukur atas penghargaan ini. Pers merupakan pilar penting dalam pembangunan masyarakat, dan saya selalu berusaha untuk memberikan dukungan penuh kepada teman-teman wartawan di Kalsel,” ujar Gubernur Muhidin dengan tulus.

Menanggapi penganugerahan ini, H. Muhidin menegaskan, Anugerah ini bukan hanya untuk pribadi, tetapi juga untuk semua pihak yang telah bersama-sama mendukung pengembangan dunia pers di Kalsel.

“Saya percaya bahwa pers yang bebas dan profesional adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, saya akan terus mendukung upaya-upaya untuk menciptakan iklim pers yang sehat di daerah ini, agar pers dapat terus berkontribusi positif dalam pembangunan.”tuturnya.

Audiensi ditutup dengan penyerahan buku berjudul Bumi Lambung Mangkurat, dari PWI kepada Gubernur Kalsel.

Buku tersebut mengangkat potensi luar biasa Kalsel dan diharapkan dapat dibaca oleh masyarakat di seluruh Indonesia, terutama melalui para jurnalis yang hadir dalam acara HPN 2025.

Direncanakan, pada acara puncak tersebut, buku Bumi Lambung Mangkurat juga akan diserahkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto oleh Gubernur Kalsel.

Gubernur Kalsel, H.Muhidin kemudian menandatangani Surat Keputusan Panitia Daerah sebagai bagian dari persiapan acara HPN 2025.

H Muhidin Pastikan Kesiapan Kalsel Tuan Rumah Puncak Peringatan HPN 2025

Gubernur Kalsel, H. Muhidin bersama Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun didampingi Plh. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin serta sejumlah pimpinan SKPD Kalsel dan Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, melakukan Peninjauan Kesiapan Acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2025 di depan kantor Gubernur Kalsel pada Sabtu (1/2) pagi.

Dengan mengangkat tema besar HPN 2025 sengaja dirancang berkaitan langsung dengan program unggulan Presiden Prabowo, yakni “Pers Mengawal Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Bangsa”, dengan subtema khusus “Kalsel Pintu Gerbang Logistik Kalimantan”.

Rencananya, Hari Pers Nasional 2025 akan digelar selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Februari 2025. Acara ini akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti seminar nasional, Diskusi, bakti sosial, dan Summit Nasional Media Massa.

Kemudian, pada acara puncak HPN 2025 yaitu tanggal 9 Februari diprediksi akan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, para menteri, lembaga tinggi negara, serta jurnalis dari seluruh Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Kalsel, H. Muhidin menyampaikan keyakinannya bahwa lokasi yang luas ini akan mampu mengakomodasi seluruh rangkaian kegiatan HPN 2025 dengan baik.\

“Hari ini kami meninjau kesiapan HPN 2025. Lokasi yang cukup luas ini akan kami optimalkan agar acara berlangsung meriah dan sukses. Mudah-mudahan, ini menjadi acara terbesar yang pernah digelar,” ujar Muhidin dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, H. Muhidin menegaskan bahwa semua fasilitas pendukung, seperti panggung utama, area VVIP, serta aksesibilitas bagi para peserta, telah dipersiapkan secara optimal.

“Kami ingin acara ini tidak hanya merayakan peran penting pers dalam pembangunan bangsa, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Kalsel,” tambah H. Muhidin.

Sebagai bagian dari upaya meramaikan perayaan HPN 2025, Gubernur Kalsel, H. Muhidin mengajak masyarakat untuk turut serta hadir dan memeriahkan acara tersebut.

“Kami akan menyiapkan berbagai stan UMKM yang akan memeriahkan Hari Pers Nasional ini. Kami mengundang masyarakat untuk hadir dan ikut merayakan momen bersejarah ini bersama kami,” tutupnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun, mengungkapkan keyakinannya bahwa Kalimantan Selatan sangat pantas menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2025.

“Kalsel sangat pantas menjadi tuan rumah, apalagi Kalsel menjadi nomor satu dalam indeks survei kemerdekaan pers. Ini menunjukkan bahwa Kalsel memberikan iklim kehidupan pers yang sangat baik, bahkan terbaik di Indonesia,” ujar Hendry.

Hendry juga berharap agar momentum HPN 2025 ini dapat membawa dampak positif bagi perkembangan pers, khususnya di Kalsel.

“Kami berharap masyarakat, serta teman-teman pers, menjadikan momentum ini sebagai ajang untuk terus berkembang. Semoga wartawan dan media di sini dapat tumbuh lebih baik lagi,” tambahnya.

Sebagai bagian dari rangkaian acara puncak HPN 2025, PWI Pusat akan menganugerahkan Pena Emas kepada Gubernur Kalsel H. Muhidin. Anugerah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besar Gubernur Kalsel, H Muhidin terhadap masyarakat pers, khususnya PWI.

“Pena Emas akan dianugerahkan kepada Gubernur Kalsel karena beliau merupakan tokoh yang sangat berkontribusi dalam memajukan pers dan mendukung PWI di Kalimantan Selatan,” jelas Hendry.

Dengan dianugerahkan Pena Emas, Gubernur Kalsel H. Muhidin secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar PWI, sebagai bentuk penghargaan atas komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia pers di Indonesia.

Klub catur Langkah ghaib sarana cari pecatur handal

Sebuah klub catur yang ada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yaitu klub Langkah Ghaib, mungkin sebuah komunitas catur paling ramai saat ini, makanya klub ini dibesarkan terus sebagai sarana mencari pecatur yang handal.

“Kita ingin muncul lagi pecatur bergelar master nasional bahkan internasional, seperti Arovah Bachtiar, dan Ardiansyhah yang dulu pernah mengharumkan nama Kalsel,” kata ketua klub Langkah ghaib, Haji Amir di Banjarmasin,Sabtu.

Oleh karena itu melalui klub yang berlokasi di Bawah Jembatan Banua Anyar, Banjarmasin Utara ini, terus tiap minggu digelar pertandingan catur, yang kini menjadi magnet bagi pecatur yang ada di banua.

Dalam lomba yang difasilitasi oleh Percasi Kalsel tersebut, berlangsung tiap hari Minggu dan menyajikan aneka hadiah, dari barang elektronik, pakaian, dan hadiah uang.

Setiap lomba juga menggalang donator baik dari anggota klub sendiri serta donator dari luar, yang pasti tiap minggu bisa saja digelar lomba.

Dengan adanya kegiatan rutin tersebut maka berdatanganlah pecatur pecatur handal baik dari Tabalong, Batola, Kandangan, Tanah Laut, Banjarbaru, dan daerah lainnya. Bahkan ada yang datang dari Sangata Kutai Timur, Kaltim.

Dalam beberapa kali lomba atau pertandingan, muncul juara juara yang ternyata berlainan saja orangnya yang keluar sebagai juara, salah satu yang pernah juara adalah pecatur belia Muhammad Rifai yang masih berusia belasan tahun dari klub catur Banjarbaru.

Seorang pengurus Percasi Kalsel, Syarif mengaku gembira rutin digelar pertandingan, karena menurutnya akan mampu mengukur kemampuan setiap atlet, dan jika berpotensi maka akan terus dilakukan pembinaan, agar menjari pecatur handal Kalsel.

Klub Langkah Ghaib, muncul awalnya hanya klub kecil yang dibangun oleh Haji Amir, Haji Lutfi, Paman Anum, Akin, Nasir, Eman dan Jaman.

Setelah terus dipublikasikan melalui Medsos, maka keberadaan klub ini kian terkenal saja, dan memancing pecatur pecatur berbakat berdatangan, dan melakukan lahihan biasanya mulai pagi hari seharian bahkan hingga malam hari, bahkan ada yang menjelang tengah malam baru berakhir.

Fasilitas papan caturan yang disediakan hingga 70 papan makanya lokasi ini terus ramai dari mereka yang memaang pecatur hingga mereka yang sekedar menonton.Apalagi lokasi tersebut berada di Kawasan yang teduh dan banyak warung makan dan minum.

Haji Muhidin ingin mesjid Sabilal Muhtadin lebih indah dan nyaman

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melakukan peninjauan langsung sarana dan prasarana Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin pasa Selasa (28/01/2025).

Kedatangan H Muhidin didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Fatkhan, Plt. Kepala Dinas PUPR M. Yasin Toyyib dan Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual Biro Kesra Pemprov, Fahrurazi ini disambut Kepala Badan Pengelolaan Masjid Sabilal Muhtadin H. Muhammad Tambrin dan pengurus lainnya.

Pada kunjungan itu, Gubernur H. Muhidin menyatakan keinginan untuk menjadi masjid kebanggaan masyarakat Kalsel ini, nampak lebih indah dan nyaman saat masyarakat berada di kawasan tempat ibadah ini, bahkan seperti sedang rekreasi.

Area pertama yang ingin dibenahinya adalah pintu masuk bagian selatan, dengan menghilangkan atap kanopi, sehingga bisa terlihat jelas dari arah jalan.

Selanjutnya, H Muhidin ingin kawasan yang banyak terdapat pohon itu, ditata rapi dan halaman benar-benar bersih sehingga bisa dijadikan tempat santai, makan atau minum oleh masyarakat, selain untuk area shalat sewaktu-waktu jika diperlukan.

“Kita ingin membersihkan pohon-pohon di kawasan masjid, jamaah merasa nyaman berada di kawasan masjid sambut menikmati pemandangan bersama keluarga, seperti sedang rekreasi keluarga,” ujarnya.

Kemudian, Gubernur Kalsel ini menyebut letak toilet dan tempat wudhu supaya diatur lagi agar lebih bagus dan nyaman saat digunakan.

Selanjutnya yang tidak luput dari perhatiannya, keberadaan air mancur dan miniatur Ka’bah yang digunakan untuk latihan manasik haji. Dianggapnya kurang pas dan tidak diperhatikan saat tidak ada kegiatan manasik haji/umrah.

H Muhidin meminta tempat itu dipindah ke posisi yang memungkinkan jamaah dapat melihatnya ketiga shalat, sehingga seperti suasana menghadap ka’bah langsung.

Kawasan lain yang menjadi perhatian H. Muhidin adalah halaman masjid yang saat ini tidak tertata. Rumput tinggi tak terawat serta halaman akan dibenahi dengan baik. Sehingga jamaah menjadi nyaman saat beribadah di kawasan Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin.

Area lain yang dipantau adalah, keberadaan Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel yang dinilai kurang efektif. Akan lebih baik ujarnya, tempat itu dipakai untuk wudhu, wc, kamar mandi dan tempat sandal/sepatu yang terpisah antara wanita dan laki-laki.

Kantor Sekretariat MUI Kalsel dan BAZNAS diwacanakan dipindah ke lokasi yang lain yakni samping flyover atau eks Kantor Dinas Perhubungan Rakyat Provinsi Kalsel.

Bagian dalam masjid juga jadi perhatian Gubernur H Muhidin. Atap yang bocor pintanya, supaya diperbaiki secepatnya dan sarana rusak atau perlu perbaikan, segera dilakukan.

Tidak sebatas perbaikan sarana dan prasarana Masjid, H Muhidin juga menyoroti masalah kontribusi yang diterima dari pihak pengelola sekolah dan SPBU yang ada di kawasan itu.

Informasi diterima, ternyata pihak Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin hanya menerima sekitar 3 juta per bulan atau 36 juta dalam satu tahun ditambah Rp10 juta per tahun ke Pemerintah Provinsi Kalsel.

Jumlah ini menurut Gubernur H Muhidin sangat tidak sepadan dibanding aset dan nama yang dipakai “Sabilal Muhtadin”.

Begitu juga dengan kontribusi dari pengelola SPBU yakni sekitar 26 juta per bulan, akan dievakuasi lagi agar berimbang.

“Harusnya bisa miliaran yang didapat pengelola masjid, makanya koperasi harus ada. Kalau ini cuma 400 juta per tahun,” ujar H Muhidin lagi.

Dikatakan, keinginannya melakukan perombakan dan penataan kembali kawasan masjid dan segala fasilitas yang ada, sudah lama terpikirkan dan berjanji jika suatu saat terpilih sebagai gubernur, akan segera merealisasikan keinginan ini.

Selama peninjauan, H Muhidin sangat detil dalam memberikan arahan kepada Banlo dan pihak konsultan.

Haji Muhidin akan tata ulang rumah dinas

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin meninjau kediaman rumah dinas bersama jajaran Pimpinan SKPD Provinsi Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin pada Jum’at (31/1/2025) siang.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin mengecek setiap sudut rumah dinasnya, baik itu ruang tamu, kamar, dapur dan sekretariat PKK, hingga halaman belakang rumah dinas yang terdapat ada mushola berbentuk gazebo (Balai Rakyat).

Ditengah ruangan, Gubernur H. Muhidin pun menyampaikan keinginannya untuk memperindah ruangan dalam rumah dinasnya. Layaknya seperti mengubah warna dinding, memperbesar pintu masuk dan jendela agar cahaya masuk, hingga perbaikan lantai serta plafon yang harus diganti.

“Barang-barang dikeluarkan, biar luas. Nanti baru diisi apa saja yang perlu ditata kembali,” ucap H. Muhidin disela peninjauan.

Selanjutnya, H. Muhidin juga meninjau ruangan Sekretariat PKK direncanakan untuk diubah menjadi kamar mandi dan bangunan Balai Rakyat menjadi mushola yang minimalis.

Didampingi Plh. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin dan Plt. Kadis PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, serta jajaran lainnya. Selepas meninjau gedung acara, Gubernur Kalsel H. Muhidin menjelaskan bahwa ingin memperluas dan merombak sedikit ruangan di rumah dinasnya.

“Hari ini kita meninjau kembali mengenai rumah dinas Gubernur Kalimantan Selatan dengan Gedung Mahligai. Tadi kita lihat tempat tidur Gubernur yang lama itu akan rombak sebagian,” sampai Gubernur H. Muhidin seusai peninjauan.

Karena, H. Muhidin ingin memperluas ruangan tamunya serta kamar tidurnya hanya cukup 2 orang saja. Dan tempat ruang PKK di belakang sana, turut akan diperbaiki juga ke depan.

Kepada PUPR Kalsel, H. Muhidin berharap di tahun ini juga perampungan rumah dinas tersebut. Sehingga, sisa anggaran yang ada akan memperbaiki sisi ruangan dan tiap sudut rumah dinas gubernur tersebut.

“Harus dimantapkan di tahun ini. Karena masih ada dana sedikit kan, kalau tidak cukup nanti di anggaran perubahan,” tutupnya.

Gubernur pastikan korban banjir peroleh bantuan

Pastikan korban musibah banjir mendapatkan bantuan yang layak, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin serahkan bantuan kepada masyarakat terdampak Banjir di Desa Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru pada Selasa (28/1/2025).

Penyerahan bantuan ini pun dilakukan oleh Gubernur Kalsel melalui Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Syarifuddin langsung mendatangi warga yang rumahnya terendam.

Gubernur Kalsel melalui Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Syarifuddin mengatakan, kunjunganan ke Desa Pengayuan ini merupakan untuk bersilaturahmi sekaligus bentuk kepedulian Pemerintah Daerah kepada masyarakat yang terdampak banjir.

“Selain dari SKPD lingkup Pemprov Kalsel, bantuan juga berasal dari Kementerian RI, Bank Kalsel serta ada bantuan pribadi dari Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin,” ungkapnya.

Syarifudfin menerangkan, bantuan ini sebagian dari partisipasi SKPD lingkup Pemprov secara sukarela, tanpa ada batasan yang harus disediakan. Setiap Kartu Keluarga (KK) menerima bantuan dari dana APBD melalui Dinas Sosial Provinsi Kalsel berupa beras (5 Kg), mie instan (1 Dus), kopi (10 Sachet), teh (1 Kotak) dan gula (1 Kg). Sedangkan dari partisipasi SKPD adalah minyak goreng (1 Liter) dan air mineral (1 Dus).

Kemudian juga ada bantuan tambahan secara pribadi dari Gubernur Kalsel, H. Muhidin yaitu uang 100 ribu dan telur ayam 10 biji/KK untuk 5.000 KK.

Dilanjutkan lagi sumbangan dari Dinas Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan berupa makanan olahan ikan sebanyak 100 paket dan juga ikan segar sebanyak 50 Kg yang disediakan di posko dapur umum, dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berupa makanan untuk Balita dan Ibu hamil dan juga sabun cuci pakaian dan sabun cuci tangan, selain itu bantuan dari Kementerian Sosial mulai dari makanan siap saji 500 paket, selimut 150 lembar, serta bantuan uang tunai sebesar 100 ribu yang dibagikan untuk setiap kartu keluarga dari Bank Kalsel.

“Semua bantuan ini diberikan kepada masyarakat. Jangan lihat isinya, tapi bantuan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah Provinsi Kalsel. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat meringankan beban mereka,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Gustafa Yandi menambahkan ada 3 kecamatan yang terdampak banjir di Kota Banjarbaru dengan total warga kurang lebih 1.000 warga terdampak banjir.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru dan masyarakat yang terdampak, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Kalsel yang telah memberikan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam kondisi sulit ini,” ujar Yandi,

Yandi menambahkan, tentunya kami akan terus memperhatikan kesehatan masyarakat khususnya di pengungsian, yang mana banyak sekali Balita dan ibu hamil dan menyusui yang terdampak pada banjir kali ini.

“Untuk itu Pemerintah Kota Banjarbaru akan sangat konsen untuk memperhatikan kesehatan balita, karena kita tidak ingin balita terkena penyakit yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Adapun Erlinda, ibu hamil yang merupakan salah satu warga terdampak, mengungkapkan kegembiraannya dan rasa terimakasih karena bantuan ini menurutnya sangatlah diperlukan.

“Usia kehamilan saya sudah memasuki usia 7 bulan, rumah kami sudah hampir 2 minggu terendam banjir setinggi paha. Alhamdulillah saya sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, apalagi dengan adanya tenda pengungsian sementara yang dilengkapi dengan fasilitas kesehatan. Sehingga selain bisa mendapatkan tempat tinggal sementara, saya juga bisa memeriksakan kesehatan saya dan janin saya,” ungkapnya.

Haji Muhidin berikan bantuan korban banjir

Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Plh. Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin serta sejumlah pimpinan SKPD Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Banjar, memberikan sejumlah bantuan ke lokasi terdampak banjir di Desa Teluk Selong Hulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, pada senin (27/1) siang.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WITA dan disambut hangat oleh warga setempat. Dalam kesempatan itu, beliau juga menyempatkan diri untuk menyapa masyarakat yang terdampak banjir.

Dalam sambutannya, H. Muhidin menyampaikan bahwa meskipun bencana banjir tahun ini tidak separah banjir besar yang terjadi pada tahun 2021, namun Pemerintah Provinsi Kalsel tetap memberikan perhatian serius atas musibah ini.

H. Muhidin menegaskan, langkah penanganan dilakukan atas permintaan dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar, khususnya Bupati Banjar.

“Banjir ini tetap memerlukan perhatian kita semua. Pemerintah Provinsi Kalsel akan terus mendukung penanganan bencana ini sesuai kebutuhan dan koordinasi dengan pihak kabupaten,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. Muhidin, memastikan bantuan yang diberikan kepada 500 Kepala Keluarga terdampak banjir tepat sasaran.

H. Muhidin menjelaskan bahwa bantuan sembako yang diberikan terdiri dari beras 5 kg, mie instan 1 dus, kopi 10 sachet, teh 1 kantong, dan gula 1 kg. Selain itu, setiap kepala keluarga juga menerima tambahan berupa 10 butir telur dan uang tunai sebesar Rp100.000, yang disalurkan secara pribadi oleh Gubernur.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi sulit seperti sekarang,” ujar H. Muhidin saat menyerahkan bantuan.

Selain bantuan sembako, Dinas Sosial Provisi Kalsel juga memberikan tambahan bantuan berupa makanan bayi dan kebutuhan ibu hamil, sementara Dinas Kesehatan menyediakan perlengkapan sanitasi, seperti sabun, pasta gigi, dan sikat gigi, guna mendukung pemulihan masyarakat terdampak banjir.

Gubernur kalsel menjelaskan bahwa selain bantuan resmi dari pemerintah, banyak ASN yang turut berpartisipasi dalam memberikan sumbangan, yang menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

“Tidak hanya bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel, namun juga dukungan dari para ASN yang dengan sukarela menyumbangkan sebagian dari rezekinya. Ini menunjukkan betapa kuatnya komitmen kita semua untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar H. Muhidin.

Selain bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalsel, terdapat juga bantuan dari Kemensos RI berupa makanan cepat saji.

Pada kesempatan itu pula, H. Muhidin memberikan panduan pengolahan makanan cepat saji tersebut agar warga dapat memanfaatkannya secara optimal.

“Makanan cepat saji ini dirancang agar bisa disiapkan dengan cepat dan mudah. Saya memberikan panduan cara pengolahannya, sehingga masyarakat dapat segera menikmati dan memanfaatkan bantuan ini tanpa kesulitan,” ujar Muhidin.

Selain bantuan langsung, Pemerintah Provinsi Kalsel juga memberikan layanan kesehatan gratis di lokasi penyaluran bantuan. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan umum dan layanan psikologi untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir, baik secara fisik maupun psikologis.

Sementara itu, Bupati Banjar melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, HM Hilman, mengucapkan terimakasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Banjar dan masyarakat yang terdampak, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Kalsel yang telah memberikan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam kondisi sulit ini,” ujar Hilman.

Lebih lanjut, Hilman menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi selama tiga minggu terakhir mengakibatkan terjadinya banjir yang cukup parah di Kecamatan Martapura Barat.

“Banjir yang terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi dalam tiga minggu terakhir ini telah menyebabkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Sebanyak 13 desa di Kecamatan Martapura Barat terdampak, dengan sedikitnya 1.370 rumah terendam. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 cm,” jelas Hilman.

Sekda Banjar menambahkan bahwa selain masalah utama berupa kerusakan fisik pada rumah dan fasilitas umum, banjir ini juga menyebabkan banyak kesulitan bagi masyarakat, baik dari segi fisik maupun psikologis.

Banyak warga yang harus mengungsi karena rumah mereka terendam air, sementara sebagian lainnya harus menghadapi gangguan kesehatan akibat tercemarnya air banjir.

“Kondisi ini tentu saja memberikan tekanan yang cukup besar bagi warga. Mereka tidak hanya kehilangan tempat tinggal yang layak, tetapi juga harus menghadapi masalah kesehatan, terutama penyakit kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan air banjir yang tercemar,” imbuhnya.

Pada akhir acara tersebut, H. Muhidin menyerahkan bantuan secara simbolis kepada enam orang warga yang terdampak banjir di Kecamatan Martapura Barat.

Dari total penerima bantuan tersebut, dua di antaranya adalah ibu hamil dan satu ibu menyusui, yang menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan untuk memastikan kebutuhan mereka dapat terpenuhi di tengah kesulitan yang mereka hadapi.

Haji Muhidin ingatkan Pentingnya Penguatan Mitigasi Bencana

 Gubernur Kalimantan Selatan, H.Muhidin  mengingatkan instansi terkait penanggulangan bencana untuk meningkatkan upaya pengurangan risiko (mitigasi) ancaman  bencana hidrometerologi tetutama  banjir,  tanah longsor, dan angin kencang   

Hal itu disampaikan Gubernur Muhidin mengingat saat ini daerah yang ia pimpin telah masuk musim hujan.

“Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah di 13 Kabupaten dan Kota Kalimantan Selatan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi  bencana hidrometeorologi .” ingat Muhidin, Rabu.

Dikatakan Muhidin,  berdasarkan data yang dirilis BMKG Kalsel melalui Badan Penanggulangam Bencana Daerah (BPBD) Kalsel,  potensi musim hujan masih akan berlangsung hingga April 2025.

Untuk itu ia mengingatkan kepada BPBD , PUPR , Dinas Lingkungan Hidup dan instansi tetkait  Provinsi Kalsel dan Kabupaten Kota terus bekerja bersama meningkatkan mitigasi bencana bersama masuarakat.

“Terus lakukan peningkatan pembangunan infrastruktur mitigasi seperti memelihar irigasi, tabat dan normalisasi sungai. Saya memgingatkan semua instansi terkait harus hadir untuk membantu masyarakat sesuai peran dan fungsi dinas masing masing,” tekannya.

BPBD , Dinas LH dan Dinas Sosial serta yang lainnya perlu melakukan penajaman program program mitigasi bencana di daerah dan aktif membantu.masyarakat.

Memasuki musim hujan, menurut dia, saat ini yang perlu diwaspadai adalah banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan bencana.

“Kita harus tetap siaga karena bencana tidak menunggu kita siap tapi kita yang harus siap apabila terjadi bencana,” tegasnya. 

Gubernur Muhidin berpesan kepada jajarannya  dapat melayani masyarakat dengan sebaik mungkin. Bantuan harus diberikan sebaik mungkin segera salurkan  jika memang diperlukan. 

“Senua  harus selalu berkoordinasi dan bersinergi kepada semua pihak sehingga jika  terjadi bencana dapat diatasi bersama,” ucapnya.

Sementara itu Plt Kepala BPBD Provinsi Kalsel H Faried Fakhmansyah, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bambang Dedi Mulyadi mengatakan, pihaknya bersama stakeholder dan masyarakat terus berkolaborasi untuk memaksimalkan program program mitigasi dan penanganan bencana.

Beberapa langkah strategis sudah puhaknya lakukan antara lain upaya optimalisasi sosialisasi mitigasi,  pendampingan penanganan bencana,  juga  melakukan penguatan regulasi kebencanaan,  seperi tersedianya peta kerawanan bencana dan dokumen penting mitigasi dan penanggulangan bencana.

Bambang yang juga peraih Anugerah Terbaik ASN 2024, mengucapkan terima kasih atas perhatian Gubernur dan jajaran memberikan atensi luar biasa bagi optimalisasi penanggulangan bencana di daerah.

” Ini sangat selaras dengan visi dan misi beliau ( gubernur) yakni Kalsel BEKERJA ( Berkelanjutan, Berbudaya, Religi dan Sejahtera Menuju Gerbang Logistik Kaimantan). Di.mana salah satu misi beliau mencantumkan Penguatan Ketahanan Terhadap Perubahan Iklim, sebagai wujud komitmen di bidang mitigasi dan penanggulangan bencana,” terang Bambang.yang juga pernah beprofesi sebagai jurnalis.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai