dengan segala hormat, blog ini tidak akan diupdate lagi. terima kasih untuk semua yang pernah mampir, menyesal rasanya bila semua yang saya pernah tulis disini malah membuat orang lain tersakiti.. maaf.. saya pindah ‘rumah’. have a nice day !!

I hope you find whatever you’ve been lookin’ for.
Just remember where you’re from and who you are,
‘Cause there’s a thousand lights that’ll make you feel brand new,
But if you ever lose your way, I’ll leave one on for you.

Dulu aku memanggilnya segalanya. Sekarang dia hanya bernama teman [iya,hanya teman! Tidak lebih, dan memang tidak boleh lebih]. Kami tidak banyak berbeda, hal itu juga yang mungkin dulu membuatku dan dia betah untuk bercerita sampai jam 2 dini hari dirumahnya, bercerita panjang lebar disepanjang petualangan mendaki Burangrang, ataupun dalam kisah yang direkayasa sepanjang Bandung-Pangandaran. Kita dibesarkan dalam banyak hal yang sama, sempat menjadi bagian penting dari dakwah kampus ini [alah..]. dan ternyata memang tidak ada yang serba pasti dalam hidup. Saat dulu kita larut bercerita, dan saat itu dengan segera menjadi masa lalu yang tampak tidak ada pengaruhnya lagi hari ini. Aku berubah. Begitupun denganmu, temanku. Ah, kadang-kadang ingin sekali aku mengajakmu tertawa keras sambil berteriak ditempat dimana berteriak lantang tidak dilarang, dan kemudian menatap tajam langit, seraya berbisik ‘apa yang Pasti selain Kamu?’. Iya, kami juga tahu kok kalau jawabnya tidak ada.

Aku yakin kita berdua sekarang diikat oleh ketakutan akan setiap kesalahan. Aku ingin memberitahumu, bahwa aku juga tidak lebih mulia darimu. Kita sama-sama salah, kita sama-sama sesat, kita sama-sama sepakat bahwa kita punya otoritas tentang jalan hidup kita! Aku yakin keadaan kau dan aku sekarang tak jauh berbeda, kita tengah dihukum oleh sesuatu, oleh ketakutan kita sendiri. Ah, aku tidak lagi melihatmu menikmati hujan sore hari yang sekarang lebih sering turun karena memang musimnya, ataupun tentang perasaan bersalah akibat beberapa sahabat yang terpaksa kau tinggal pergi [iya, aku juga begitu]. Aku bahkan lupa kapan terakhir kalinya aku bisa mengajakmu bebas menikmati hari dan malam yang kadang-kadang cuma kita yang mengerti artinya. Apakah kau masih mengingat saat dimana aku tertawa lepas saat kau bersembunyi dibelakangku hanya karena ada kupu-kupu kecil yang bertengger diatas rumput di Leuwi Panjang?

Ah, aku sedikit menyesali ketidaksabaranku.

Tapi, ya sudahlah. Kau sudah memilih dan aku juga. Kita saling menyapa saja dari jauh. Siapa tahu jalan hidup masih ada perpotongannya. Dan percaya saja, disana aku akan meyakinkanmu tentang segalanya. Yang bukan hari ini kita percayai!

*postingan aslinya berjudul ‘Cilaki 31’

tolong kau yakinkan aku sekali lagi bahwa 1 + 1 = 2

please…

Iya, kemudian aku ikut mengutukmu untuk semua jawaban yang juga tidak kunjung aku temui -entahlah, mungkin juga kau adalah salah satu didalamnya. Aku tidak tahu pasti juga tentang hal itu-. Dan malam ini kembali purnama, sebuah ritual alam yang selalu membuatku rindu pada apapun. Pada baumu, pada sentuhanmu, atau pada bau udara pagi yang basah dan lembab dilaut dan kaki gunung itu [aku masih terus berharap bahwa kau akan bersamaku. Aku tahu itu tak mungkin dan itu cuma masa lalu, sekarang kau sudah memilih. Ah sudahlah, tidak juga ada gunanya memaki masa lalu beserta Pangandaran mu itu].

Kau tahu apa yang aku lakukan seharian ini?

Aku hanya terus mencoba mengalihkan perhatianku darimu -atau apapun yang berbau tentangmu- lewat beberapa sahabat yang secara tidak sengaja mampir dan kemudian berbagi cerita. Sejak selepas zuhur obrolan itu mengalir dan baru terselesaikan setelah magrib [itupun diberhentikan karena perut sudah mulai keroncongan minta diisi lagi]. Aku semakin mengenal banyak hal. Dan lagi-lagi aku semakin mempercayai cinta sejati. Aku masih terus merindui aku yang penuh dengan semua keluguan saat benar-benar gemetar di Cengkareng dan sepanjang perjalanan Primajasa itu. Kau jangan tertawa kal ! karena aku tahu kau juga begitu.. hahaha.. kau juga nid!

Aku semakin meyakini ‘teori absurb’ ku tentang chemistry yang kemudian disederhanakan Aming menjadi istilah ‘klik’ (kau benar ming, tidak ada istilah yang lebih sederhana dibanding itu.. beberapa sahabat susah menangkap maksud kata ‘chemistri’ ku itu..), aku juga kemudian mempercayai bahwa laki-laki tidak bisa belajar mencintai, tidak seperti halnya wanita. Dan kau kemudian akan menemukan alasan betapa aku sangat mementingkan ‘klik’ diatas. Ketika kau memutuskan untuk menikah, itu adalah pilihan yang mungkin bisa berumur puluhan tahun sampai kau mati. Dan tidak ada pilihan mundur -idealnya. Maka berhati-hatilah kalian wahai laki-laki.. kalau masih ragu, percaya saja bahwa ‘klik’ itu ada.. dan saat bertemu, percayalah.. she is the one !!!

Iya, sekarang aku baru mengerti dan menyadari akan maksudmu, aku tidak akan menolak setiap kali kau katakan bahwa pemikiranku sama gelapnya dengan kulitku. Tidak masalah selama kau dan aku masih mempercayai relativitas itu. Mungkin memang begitulah sekarang, saat dimana lagi-lagi aku benturkan pemikiran-pemikiran tentang semuanya dengan harapan akan lahir sebuah iman yang kuat dalam terpaan apapun. Sekali lagi aku katakan bahwa aku bukan seorang AGNOSTIK, setelah sahabat itu membawa namaku kedalam pengklaiman kelompok itu. Entah dengan warna apa aku bawa hidupku sekarang, aku yakin pasti akan tetap berujung padaNya [apakah kau masih bertanya apakah aku percaya Tuhan atau tidak?]. Entah itu dalam bentuk kehidupan setelah mati, atau dalam bentuk permainan surga neraka [yang sampai saat sekarang juga belum aku pahami pasti]. Entahlah..

Ah, aku masih saja menangis setiap kali ibu bertanya apakah sudah sholat atau belum. Aku masih saja bingung memaknai partai baru dengan nama ulama itu? Aku juga masih bingung dengan pertengkaran dua jemaat gereja di Bandung tentang tempat ibadat mereka. Aku juga masih bingung dengan banyaknya musadeq baru.. ah sudahlah.

Design a site like this with WordPress.com
Get started