tentang cinta

.

bukan untukku cinta yang tak mengenal kendali, seperti arak berbuih  yang segera musnah setelah tumpah dari pocinya,

kirimkan padaku cinta yang sejuk dan murni, laksana hujan-Mu yang menganugrahi tanah haus dan mengisi kendi-kendi di rumah itu,

berikan padaku cinta yang akan meresap hingga ke pusat jiwaku, dan dari sana akan menyebar laksana getah gaib melalui pohon kehidupan yang beranting; yang akan melahirkan bunga-bunga dan buah-buahan,

limpahkan padaku cinta yang akan membuat hatiku menjadi tentram dan penuh akan kedamaian, dan kasih sayang.

.

:)

-dims-

aku mendambakanmu…

.

seperti malam yang tetap tersembunyi dalam permohonannya akan terang cahaya, demikian jualah di kedalaman ketaksadaranku bergema tangisan,

aku mendambakanmu,

hanya engkau,

seperti badai masih mencari jalannya dalam ketentraman menyerang cintamu dan tangisnya masih,

aku mendambakanmu,

hanya engkau,

engkaulah yang kudambakan, hanya engkau, biarlah hatiku mengulangnya tanpa henti,

hingga entah…

.

:)

-dims-

sajak satu langit

.

di atas langit, pada gelap dan terang angkasa, bertebaran ribuan rindu dari para kekasih,

serupa yang pernah kulihat dalam cakrawala matamu, saat sebidang hati di kedalamannya melukiskan segenggam senja,

lalu jari jemariku kerap menuliskannya melalui selarik sajak satu langit,

sesekali, berziarahlah menuju dasar debaranmu, dan dengarkan jeda di antaranya,

— akan kautemukan diriku di sana, yang masih, dan belum selesai mencintaimu.

.

:)

-dims-

[about] LOVE

“better to have love and lost, rather than not to having it at all, and wishing you a thousand years to share it, with you, and only you, my love.”

bunda

.

akan kurajut kalung mutiara untuk lehernya dengan air mata kesedihanku,

bintang-bintang telah menempa gelang yang berkilauan untuk menghiasi kakimu,

kekayaan dan kemasyuran berasal darimu dan hakmu-lah untuk memberi dan menahannya,

namun kesedihan ini sepenuhnya milikku,

dan kala aku membawanya kepadamu sebagai persembahan,

engkau membalasnya dengan rahmatmu, bunda.

.

:’)

-dims-

anak kecilku

.

bicaralah sesuka hatimu tentang dia,

— tetapi aku pun tak tahu semua kesalahan anakku,

aku bukan mencintainya karena ia baik,

— tetapi karena ia adalah anak kecilku,

bagaimana engkau tahu betapa berharganya ia,

— ketika engkau membandingkan semua kebaikan dengan kesalahannya?

ketika aku harus menghukumnya,

— ia makin menjadi bagian dari wujudku,

ketika aku menyebabkan ia menitikkan air mata,

— hatiku menangis bersamanya,

hanya aku sendiri yang punya hak menyalahkan dan menghukumnya,

— karena ia hanya boleh dihukum oleh orang yang mencintainya …

.

:’)

-dims-

badai hati

.

langit tersaput mendung dan hujan turun tiada henti,

tak tahu aku apa yang sedang menggejolak di hatiku,

tak tahu aku makna di kedalamannya, 

kelebat cahaya kilat menyeret pandanganku masuk ke kegelapan makin dalam, 

dan hatiku mencari-cari jejak kemana musik malam memanggilku …

.

:)

-dims-

berguru kepada alam [2]

.

Kesetiaan, serupa tumpukan daun kering ditanggalkan dari reranting, mengikuti ajakan angin untuk melanglang,

Keikhlasan, serupa bentangan reranting sebuah pohon kering, merelakan helai demi helai tanggal dari batang,

Yang membuatnya hidup, ada di sekelilingmu, pada sekujurmu, menghidupi segala makhluk,

Ialah cinta pada semesta musim, tak terasa pun teraba, tapi dapat kaurasakan berdetak dalam hati,

Serupa milikku, padamu.

.

22 oktober 2002 – kampus fisip, ui depok

*dari bukudaun, oleh kekasih terhebat 

:)

-dims-

tentang malam [2]

.

malam, ialah diperuntukkan bagi yang berani untuk berkata rindu kepada punggung yang melambai di kejauhan — tanpa air mata…

malam, adalah sebuah kasih tak terkatakan, dalam suatu kisah yang berdebar di kedalaman khayalan — dengan selengkung senyuman dalam setiap tulisan…

malam, ialah sebuah kerlip bintang di langit terjauh pada sebuah cakrawala — dalam pejam mata yang kelam …

malam, adalah kamu — yang slalu saja memenuhi angkasa raya …

— milikku, tentu saja.

.

:)

-dims-

[another] Gibran

.

aku telah mengecup dunia ini dengan mata dan anggota tubuhku,

aku telah membungkusnya dalam hatiku berlapis-lapis tak terhitung,

aku telah memenuhi seluruh hari dengan pemikiran-pemikiran hingga dunia dan kehidupanku tumbuh,

dan aku mencintai kehidupanku karena aku mencintai terang langit yang begitu ramah kepadaku,

jika meninggalkan dunia ini sama nyatanya dengan mencintainya,

pastilah ada sebuah makna dalam pertemuan dan perpisahan kehidupan,

jika cinta itu dibohongi dalam kematian maka akibatnya akan mengenai segala benda dan bintang-bintangpun akan meredup dan menjadi hitam

.

#Gibran

.

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabung dengan 3 pelanggan lain
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai