RAMADHAN DATANG  SETELAH   SYA’BAN DAN RAJAB PERGI

BULAN SYA’BAN, PEMBUKAAN BULAN RAMADHAN
Al-Imâm Ibn Rajab Al-Hanbalîy Rahimahullâh berkata,
لما كان شعبانُ كالمقدمة لرمضان، شُرعَ فيه ما يُشرَعُ في رمضان، من الصيامِ وقراءةِ القرآن؛ ليحصُل التأهُبُ لتلقي رمضان، وترتاضَ النفوسُ بذلك على طَاعةِ الرحمنِ
“Karena Bulan Sya’ban itu seakan seperti pembukaan Bulan Ramadhan, maka pada bulan tersebut disyariatkan amalan-amalan yang disyariatkan pada Bulan Ramadhan, seperti PUASA dan MEMBACA AL-QUR’AN. Hal ini agar siap menyambut Ramadhan dan jiwa menjadi terlatih dalam ketaatan kepada Ar-Rahmân.”
(Lathâifu Al-Ma’ârif, 1/258)

DO’A AWAL BULAN HIJRIYAH
اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيطَانِ، وَرِضوَانٍ مِنَ الرَّحمَنِ
“Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam, juga lindungilah kami dari gangguan syetan, dan agar kami mendapat Ridha Ar-Rahman.”
(HR. Al-Baghâwî, Mu’jam Ash-Shahâbah, sanadnya shahîh. Al-Imâm Ibnu Hajar “Shahîh” Al-Ishâbah, 6:407-408).
Syaikh Muhammad Shâlih Al-Munajjid, “Doa ini ada riwayatnya.
Seorang muslim sangat bagus sekali mengamalkan do’a ini ketika masuk awal bulan, terlihat hilal.” (Fatâwâ Al-Islâm Suâl wa Jawâb, no. 322345)

MENGAPA DINAMAKAN BULAN SYA’BAN ?
Ibnu Hajar Al-‘Asqalânî berkata,
وَسُمِّيَi شَعْبَانُ لِتَشَعُّبِهِمْ فِيْ طَلَبِ الْمِيَاهِ أَوْ فِيْ الْغَارَاتِ بَعْدَ أَنْ يَخْرُجَ شَهْرُ رَجَبِ الْحَرَامِ وَهَذَا أَوْلَى مِنَ الَّذِيْ قَبْلَهُ وَقِيْلَ فِيْهِ غُيْرُ ذلِكَ.
“Dinamakan Sya’ban karena mereka Orang Arab berpencar-pencar mencari air atau di dalam gua-gua setelah bulan Rajab Al-Haram. Sebab penamaan ini lebih baik dari yang disebutkan sebelumnya. Dan disebutkan sebab lainnya dari yang telah disebutkan.”
(Fathul-Bârîy, Bab Shaumi Sya’bân, IV/213).

BULAN SYA’BAN, AMALAN DINAIKKAN KEPADA ALLAH
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.”
(HR. An-Nasâ’i, no. 2357. Syaikh Al-Albânîy mengatakan hadîts ini hasan).

PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN,

RASULULLAH MEMPERBANYAK PUASA DI BULAN SYA’BAN
Aisyah Radhiyallâhu ‘anhâ berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ . فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
“Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasûlullâh Shallallàhu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat Beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di Bulan Sya’ban.”
(HR. Al-Bukhârîy, no. 1969 dan Muslim, no. 1156).

NABI SHALLALLÂHU ‘ALAIHI WA SALLAM BIASA BERPUASA PADA BULAN SYA’BAN SELURUHNYA
‘Aisyah Radhiyallâhu ‘anhâ mengatakan,
لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Nabi Shallallàhu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi Shallallàhu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.”
(HR. Al-Bukhârîy no. 1970 dan Muslim no. 1156)

Semoga bulan ini membawa berkah dan keberkahan bagi  semua. Amin!

Subhanallah
Walhamdulillah, Walaa ilaaha illa Allah
Allahu-Akbar
Laa haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim.

Semoga disekeliling kita dipenuhi berzikir kepada Allah SWT
  آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
  • Subhanallah (Maha Suci Allah)
  • Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
  • La ilaha illallah (Tidak ada Tuhan selain Allah)
  • Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
  • La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim (Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan izin Allah)

Semoga zikir ini membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam hati kita. Amin!

Mari kita ucapkan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa kita masih diberi umur masuki tahun 2026′.
Hari hari ini adalah kepunyaan Allah,
maka jauhilah perbuatan maksiat.
Dia menerima Islam karena hatinya tergetar selalu mendengarkan suara adzan di Masjid Purus ditepi laut
dan menengok
umat Islam
shalat dengan thaat
walaupun sekitarnya banyak juga
anak muda
yang mulai mengabaikan
suara adzan 👉

Demikian lah pengakuannya ketika meminta untuk disyahadatkan Masyaallah
Amatlah mudah bagi Allah untuk memberi kan hidayah kepada siapa saja, tidak perlu pilih bangsa dan adat nya, bila Allah telah berikan hidayahNya pastilah diterimanya Islam menjadi agamanya

Demikian lah pengakuannya ketika meminta untuk disyahadatkan Masyaallah
APA DAN BAGAIMANA DAKWAH ITU 👉
Dengan halus, santun dan cerdasnya
Buya Hamka
menasehati kita semua
tentang Dakwah
  • Dakwah itu membina, bukan menghina
  • Dakwah itu mendidik, bukan ‘membidik’
  • Dakwah itu mengobati, bukan melukai
  • Dakwah itu mengukuhkan, bukan meruntuhkan
  • Dakwah itu saling menguatkan, bukan saling melemahkan
  • Dakwah itu mengajak, bukan mengejek
  • Dakwah itu menyejukkan, bukan memojokkan
  • Dakwah itu mengajar, bukan menghajar
  • Dakwah itu saling belajar, bukan saling bertengkar
  • Dakwah itu menasehati, bukan mencaci maki
  • Dakwah itu merangkul, bukan memukul
  • Dakwah itu ngajak bersabar, bukan ngajak mencakar
  • Dakwah itu argumentative, bukan provokatif
  • Dakwah itu bergerak cepat, bukan sibuk berdebat
  • Dakwah itu realistis, bukan fantastis
  • Dakwah itu mencerdaskan, bukan membodohkan
  • Dakwah itu menawarkan solusi, bukan mengumbar janji
  • Dakwah itu berlomba dalam kebaikan, bukan berlomba saling menjatuhkan
  • Dakwah itu menghadapi masyarakat, bukan membelakangi masyarakat
  • Dakwah itu memperbarui masyarakat berkemajuan, bukan membuat masyarakat baru yang mengabaikan kemajemukan
  • Dakwah itu mengatasi keadaan, bukan meratapi kenyataan
  • Dakwah itu pandai memikat, bukan mahir mengumpat
  • Dakwah itu menebar kebaikan, bukan mengorek kesalahan
  • Dakwah itu menutup aib dan memperbaikinya, bukan mencari2 aib dan menyebarkannya
  • Dakwah itu menghargai perbedaan, bukan memonopoli pemikiran tanpa perasaan
  • Dakwah itu mendukung semua program kebaikan, bukan memunculkan keraguan yang mengabaikan perbaikan
  • Dakwah itu memberi senyum manis, bukan menjatuhkan vonis
  • Dakwah itu berletih-letih menanggung problema umat, bukan hanya buat meletihkan umat
  • Dakwah itu menyatukan kekuatan, bukan memecah belah barisan
  • Dakwah itu kompak dalam perbedaan, bukan ribut mengklaim kebenaran
  • Dakwah itu siap menghadapi musuh, bukan selalu mencari musuh
  • Dakwah itu mencari teman, bukan mencari lawan
  • Dakwah itu melawan kesesatan, bukan mengotak atik kebenaran
  • Dakwah itu asyik dalam kebersamaan, bukan bangga dengan kesendirian
  • Dakwah itu menampung semua lapisan, bukan memecah belah persatuan
  • Dakwah itu kita mengatakan: “aku cinta kamu”, bukan “aku benci kamu
  • Dakwah itu kita mengatakan: “Mari bersama kami”, bukan “Kamu harus ikut kami”
  • Dakwah itu “Beaya Sendiri”,  bukan “Dibeayai/Disponsori
  • Dakwah itu “Habis berapa ?”, bukan “Dapat berapa ?”
  • Dakwah itu “Memanggil/   Mendatangi, bukan “Dipanggil/Panggilan”
  • Dakwah itu “Saling Islah”, bukan “Saling Salah”
  • Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja, BUKAN HANYA DI PENGAJIAN
  • Dakwah itu dengan “Cara Nabi”, BUKAN DENGAN “CARA SENDIRI”
  • Maka, “HIDUPKAN DAKWAH, BANGUN NEGERI.”
Sebuah Catatan khusus :
Mampu menahan marah atau dengan mengendalikan emosi negatif agar tidak meluap, dengan cara  seperti menarik napas dalam-dalam, 
berhitung apa yang akan dilakukan
untung ruginya,
mengubah posisi
dari duduk ke berdiri,
dan berwuduk, 
membaca ta’awudz (A’udzu billah),
dan diam.

Secara spiritual dapat juga dengan berpuasa atau memperbanyak zikir, karena marah berasal dari setan dan air dapat memadamkan api amarah.

Menahan amarah karena Allah sangat dianjurkan dalam Islam dan memberikan keutamaan besar, meskipun juga penting untuk mengelolanya agar tidak berdampak buruk pada kesehatan mental dengan cara yang sehat, bukan dipendam tanpa ekspresi sama sekali. 

< Ubah Posisi: Dari berdiri ke duduk, lalu ke berbaring jika masih marah.

< Ambil Wuduk: Air dapat memadamkan api amarah.

< Membaca Ta’awudz: “A’udzu billahi minasy syaithanir rajim” (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan).

< Diam dan Berpikir: Diam adalah sunah Nabi, beri waktu untuk berpikir jernih.

< Napas Dalam & Berhitung: Tarik napas panjang, hembuskan perlahan, sambil berhitung sampai 10.

< Berpuasa: Salah satu cara mengendalikan amarah.

< Berzikir & Syahadat: Memperbanyak zikir dan mengucapkan syahadat.

< Bacalah surah Kahfi, surah Yasin dan lainnya. Mari kita hidupkan malam malam ini dengan iktikaf di Masjid terdekat. Setelah tengah malam kita laksanakan Shalat Tahajjud.

< Perbanyaklah Taubat, berdoa dan berzikir, karena belum tentu umur kita entah sampai esok hari, Hanya Allah saja yang Maha Tahu. Semoga bermanfaat.

Bulan mempersiapkan diri untuk Ramadhan. Bulan pengampunan dosa.
Bulan meningkatkan ibadah dan zikir
Zikir sangat penting untuk mengingat kebesaran Allah SWT

WASSALAAM
Buya MAbidin Jabbar Masoed Abidin Jabbar
Buya Masoed Abidin
Buya Hma Majo Kayo
Categories: ABS-SBK, Amar Makruf Nahi Munkar, Buya Masoed Abidin, dakwah ilaa Allah, Education, Masjid Raya Al Munawwarah Siteba, Pendidikan, Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir, Surau, Tauhid, Ulama Zuama Minangkabau, Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , , | Leave a comment

BENCANA SELALU TIBA  CARILAH TEMAN SEJATI

MUSIBAH SILIH BERGANTI
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ
Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.

INGATLAH SELALU … bahwa ALLAHUSH – SHAMAD … Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala urusan …
MAKA GANTUNGKANLAH SEMUA YANG KITA MAU DAN INGINKAN HANYA KEPADA ALLAH SAHAJA … caranya adalah IKUTI MAUNYA ALLAH MAKA ALLAH MEMUDAHKAN MENDAPATKAN APA YANG KITA MAU …
In-syaa-Allaah Barakah. …

SAUDARA SEJATI.
Syaikh Al-Allaamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata,
“SEJATINYA SAUDARAMU adalah ORANG YANG MENASIHATI MU, MENGINGAT KAN KAMU (untuk taat) dan MEMPERINGAT KAN KAMU (dari kesalahan), dan bukanlah merupakan saudaramu orang yg membiarkanmu lalai, berpaling dan berbasa basi kepadamu…
Akan tetapi saudaramu yg  sesungguhnya adalah
ORANG YANG MENASIHATI MU,
MEMBERI KAN ARAHAN2 KEBAIKAN KEPADAMU, MENGINGATKAN MU,  MENGAJAK MU KEPADA JALAN ALLAH,
MENJELASKAN KEPADAMU JALAN KESELAMATAN SEHINGGA ENGKAU MENEMPUHNYA,
dan MEMBERIKAN PERINGATAN KEPADAMU DARI JALAN KEBINASAAN,
SERTA MENJELAS KAN AKIBAT BURUK DARINYA HINGGA ENGKAU MENJAUHI-NYA.”
(Majmu’ Fatawa wa Maqalaat Mutanawwi’ah: 14/12).

Doa untuk  Negeri  yang sedang mendapat serangan bertubi-tubi.
يا الله يا قوي يا متين نسألك أن تحفظنا و علمائنا العاملين الذين استقاموا في إحقاق الحق و إبطال الباطل. اللهم ارعهم بعين رعايتك و احفظهم بحفظك  و احمهم بحمايتك من مكر الماكرين و حسد الحاسدين و ظلم الظالمين و لا توكلهم  إلى أنفسهم طرفة عين و سلمهم من شر الأمراء و السلاطين الجائرين المتكالبين على الدنيا الذين لا يخافونك و لا يخضعون لشريعتك يا رب العالمين

اللهم بمنك و فضلك ول علينا خيارنا من يرحمنا و يخاف منك و لا تول علينا  بذنوبنا شرارنا من لا يرحمنا و لا يخاف منك

يا قوي يا متين ثبت أقدام علمائنا فإن وعدك حق و قد قلت في كتابك ” إن تنصروا الله ينصركم و يثبت أقدامكم ” انصرهم من أعدائك  و ثبت أقدامهم  و افتح لهم فتحا مبينا يا رب العالمين

  اللهم أدخل الرعب في قلوب أعدائهم  و شتت شملهم و فرق جمعهم و قلل عدهم و مزق قوتهم  و دمرهم تدميرا  يا قهار يا جبار  يا قوي يا متين.

اللهم ارزقنا  حبك  حب من يحبك و حب العلماء الدالين عليك و الداعين إليك و ارزقنا طاعتهم و الثبات في الدفاع عنهم و السير على دربهم يا أرحم الراحمين و  يا ذا القوة المتين.
Ya Allah yang Maha Kuat dan Perkasa, Kami Memohon kepadaMu agar Kau jaga kami serta para Ulama Amilin yang istiqomah menyuarakan yang HAQ itu Haq dan yang Bathil itu Bathil.
Jagalah mereka, lindungi mereka dari tipu muslihat, rasa dengki dan sikap semena-mena dari kaum Dzhαlimin.  Jangan sekali-kali Kau tinggalkan ulama kami meski hanya sekedip Mata ya Allah.
Ya Rαbbana, Selamatkan mereka dari kejahatan penguasa  Dzhαlim, penguasa yang selalu haus dengan dunia, yang tidak memiliki rasa takut kepadaMu dan tidak mau tunduk kepada syariatMu ya Rαbbal Alamiiin.
Ya Allah, dengan rahmat dan anugrahMu angkatlah pemimpin yang baik untuk kami, pemimpin yang sayang kepada kami dan  tunduk serta takut kepadaMu. Dan jangan karena dosa kami yang begitu banyak Kau angkat untuk kami pemimpin yang jahat, tidak mengasihi kami serta tidak takut dan tunduk kepadaMu ya Allah.
Wahai yang Maha Kuat dan Maha Perkasa, Mantapkan langkah para Ulama kami, Kami yakin sepenuhnya bahwa janjiMu PASTI benar, dan kau telah berjanji dalam kitab-Mu.
“Jika Kalian membela Allah, Maka Allah akan membela kalian dan memantapkan langkah-langkah kalian.”
Ya Rαbbi, ku Mohon pertolonganMu untuk para Ulama atas musuh-musuh mereka, Mantapkan langkah mereka, anugrahkan kemenangan yang besar untuk Ulama dan Muslimin ya Rαbbal  Alamiin.
Ya Allah, Tanamkan rasa takut di hati-hati musuh-musuhMu, Pecah belah persatuannya, cabik-cabik kekuatannya,  sedikitkan jumlahnya dan hancurkan mereka ya Qαhhhar ya Jabbar ya Qαwiyyu ya  Matiin.
Ya Allah, Tanamkan dalam hati kami rasa cinta yang mendalam kepadaMu, kepada para kekasihMu dan kepada para Ulama yang mengajak kami kepadaMu serta menunjukkan kami jalan menuju Ridhα Mu.
Ya Allah, Anugrahkan kami ketaatan kepada para Ulama pewaris NabiMu, juga ketangguhan untuk senantiasa membela mereka serta Konsisten berjalan dibarisan mereka. Ya Arhamarrahimin, wa ya Dzal Quwwatil Matiin.
Aamiin YRA..

WA billahi at-taufiq wa al-hidayah
Wassalaam
Buya Hma Majo Kayo Buya MAbidin Jabbar Buya Masoed Abidin

Categories: Amar Makruf Nahi Munkar, Buku Buya, Buya Masoed Abidin, dakwah ilaa Allah, Energi, Komentar Buya, Masyarakat Adat, Pendidikan, Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir, Sehat, Siruu fil ardhi, Surau, Tauhid, Uncategorized | Leave a comment

BENCANA BANJIR LONGSOR SUMATERA

https://amanmakmur.com/2025/12/09/ada-negara-luar-yang-bantu-bencana-buya-hma-semestinya-kita-berterima-kasih-bukan-menutup-pintu/

Categories: Uncategorized | Leave a comment

MERAIH AMPUNAN AL – GHAFUR YANG MULIA.

Di antara nama Allah Azza wa Jalla adalah al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), dan di antara sifat-sifat-Nya adalah maghfirah (memberi ampunan).
Sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa.

KEUTAMAAN ILMU AGAMA.
Muadz bin Jabal radhiyallahu’anhu pernah berkata,

“Pelajarilah ilmu agama! Sesungguhnya mempelajarinya adalah termasuk bagian dari rasa takut kepada Allah, menuntutnya adalah termasuk bagian dari ibadah, mengingatnya adalah termasuk bagian dari bertasbih, dan mencarinya adalah termasukbagian dari jihad.”

“Mengajarkannya kepada yang belum mengetahuinya adalah shadaqah, Mempergunakannya bagi yang memilikinya adalah pendekatan diri kepada Allah.”
(Untaian Hikmah Pelembut Jiwa, Syaikh Shalih Ahmad Asy Syami Hal 148).

Hidayah yang telah tertanam di dalam hati melahirkan dhawq yakni rasa kesadaran ruhani yang  tumbuh  sempurna dan hatinya menjadi ingat akan garis-garis yang telah ditetapkan oleh Allah. Seseorang hamba akan menjadi fana’ dalam wujud Allah.  

Jiwa yang merasakan fana’ dalam rahasia wujud Allah, pasti akan berhati-hati selalu di dalam bertindak dan berbuat apa saja.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللََّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ.
Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka.”
(HR. Muslim, no. 2749).

DOSA TELAH DITAKDIRKAN ADA PADA MANUSIA DAN PASTI AKAN TERJADI.  Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.

Dosa-dosa banyak diampuni di bulan Ramadhan, karena bulan itu merupakan bulan rahmat, bulan ampunan, dan bulan pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan.
Bulan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga. Allah Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ.
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas”.
(QS.az-Zumar/39:10).

PUASA ADALAH PERISAI DAN PENGHALANG DARI DOSA DAN KEMAKSIATAN SERTA PELINDUNG DIRI DARI AZAB NERAKA.  Dalam hadits shahîh dijelaskan:
الصَّحَابَةُ : أَمَّنْتَ يَا رَسُوْلَ اللَّه قَالَ : جَاءَنِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ :بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْلَهُ قُلْتُ : آمِيْن فَلَمَّا رَقَيْتُ الشَّانِيَةُ قَالَ بُعْدًا لِمَنْ ذُكِرتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ قُلْتُ : آمِِيْن فَلَمَّا رَقَيْتُ الشَّالِشَةَ قَالَ بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ قُلْتُ آمِيْن
Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdo’a.
Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”.
Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata ;
“Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”.
Maka aku menjawab: “Amîn”.
Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata:
“Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”.
Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata :
Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkan nya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”.
Seorang Muslim yang berusaha mendapatkan ampunan dosa, akan berbahagia dengan adanya amalan-amalan shalih agar Allah Azza wa Jalla menghapuskan dosa dan perbuatan jeleknya, karena kebaikan bisa menghapus kejelekan.

SEBAB-SEBAB AMPUNAN YANG DISYARIATKAN DI ANTARANYA:

1. TAUHID.
Inilah sebab teragung. Siapa yang tidak bertauhid, maka kehilangan ampunan dan siapa yang memilikinya maka telah memiliki sebab ampunan yang paling agung. Allah Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya“.
(an-Nisâ‘/4:48).
Siapa saja yang membawa dosa sepenuh bumi bersama tauhid, maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan ampunan sepenuh bumi kepadanya.
Namun, hal ini berhubungan erat dengan kehendak Allah Azza wa Jalla. Apabila Dia berkehendak, akan mengampuni. Dan bisa saja, Dia Azza wa Jalla berkehendak untuk menyiksanya.
Siapa yang merealisasikan kalimatut tauhîd di hatinya, maka kalimatut tauhîd tersebut akan mengusir kecintaan dan pengagungan kepada selain Allah Azza wa Jalla dari hatinya.
Ketika itulah dosa dan kesalahan dihapus secara keseluruhan, walaupun sebanyak buih di lautan.
‘Abdullâh bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menyendiri kan seorang dari umatku (untuk dihadapkan) di depan semua makhluk pada hari Kiamat. Lalu Allah menghamparkan sembilan puluh sembilan lembaran (catatan amal) miliknya. Setiap lembaran seperti sejauh mata memandang.”
Kemudian Allah berfirman:
“Apakah kamu mengingkarinya? Apakah malaikat pencatat amalan menzhalimimu”.
Maka ia pun menjawab: “Tidak wahai Rabbku”.
Lalu Allah berfirman lagi:
“Apakah kamu memiliki udzur?”
Ia menjawab: “Tidak ada wahai Rabb”.
Lalu Allah berfirman:
“(Yang benar) ada, sesungguhnya kamu memiliki kebaikan di sisi Kami, tidak ada kezhaliman atasmu pada hari ini”.
Lalu dikeluarkan satu kartu berisi syahadatain.
Kemudian Allah berfirman:
“Masukanlah dalam timbangan!”
Ia pun berkata:
“Wahai Rabbku apa gunanya kartu ini dibandingkan lembaran-lembaran itu?”
Maka Allah berfirman:
“Sungguh kamu tidak akan dizhalimi”.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Selanjutnya lembaran-lembaran tersebut diletakkan dalam satu anak timbangan dan kartu tersebut di anak timbangan yang lain. Ternyata lembaran- lembaran terangkat tinggi dan kartu tersebut lebih berat. Maka tidak ada satu pun yang lebih berat dari nama Allah”.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Qudsi menyatakan:
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًاَلأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.
Allah berfirman: Wahai anak keturunan Adam, seandainya kamu membawa dosa sepenuh bumi kemudian kamu menjumpai-Ku dalam keadaan tidak mempersekutu kan sesuatu dengan-Ku (tidak berbuat syirik) tentu saja Aku akan membawakan untukmu sepenuh bumi ampunan“.
(HR Muslim).
Ini adalah keutamaan dan kemurahan dari Allah Azza wa Jalla dengan pengampunan seluruh dosa yang ada pada lembaran-lembaran tersebut dengan kalimat tauhid.
Kalimat tauhid adalah kalimat ikhlas yang menyelamatkan pemiliknya dari adzab.
Allah Azza wa Jalla menganugerahinya surga dan menghapus dosa-dosa yang seandainya memenuhi bumi; namun hamba tersebut telah mewujudkan tauhid, maka Allah Azza wa Jalla menggantikan nya dengan ampunan.

BERSEDEKAH.
Bersedekah termasuk salah satu qurbah (ibadah yang mendekatkan diri) yang agung di hadapan Allah Azza wa Jalla . Dengannya, seorang hamba memperoleh kebaikan, sesuai dengan firman Allah Azza wa Jalla :
تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ.
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan. sesungguhnya Allah mengetahuinya.
(Ali Imrân/3:92).

Dalam hadits Mu’âdz, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَبِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّهٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِىءُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ.
Maukah aku tunjuk kan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai. Bersedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Dan shalat seseorang di kegelapan malam”.
(at-Tirmidzi no: 2541).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang sangat dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau berjumpa dengan malaikat Jibril.
Saat itu beliau lebih berbaik hati daripada angin yang bertiup sepoi-sepoi.

Di antara bentuk sedekah terbaik adalah memberi makan orang yang puasa (ifthârus shâim).
Disebutkan dalam hadits:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِشْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّا ئِمِ شَيْئًا
Barang siapa memberi buka puasa bagi orang yang puasa maka ia memperoleh pahala sepertinya, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.”
(HR. at-Tirmidzi dan dishahîhkan oleh al-Albâni).

Pahala orang yang bersedekah dilipatgandakan sampai tujuh ratus lipat dan kelipatan yang lebih banyak lagi.
Di bulan Ramadhan, penggandaan pahala itu semakin besar.

Di antara pemandangan yang sangat menarik, antusiasme orang di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dan masjid-masjid lainnya untuk memberi buka puasa bagi kaum Muslimin di bulan Ramadhan.

2. DO’A DENGAN PENGHARAPAN.
Allah Azza wa Jalla memerintahkan berdoa dan berjanji akan mengabulkan nya. Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ.
Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenan kan bagimu”.
(QS.Ghâfir/40:60).
Doa adalah ibadah.
Doa akan dikabulkan apabila memenuhi kesempurnaan syarat dan bersih dari penghalang- penghalang.
Kadangkala, pengabulan itu tertunda, karena sebagian syarat tidak terpenuhi atau adanya sebagian penghalangnya.
Di antara syarat dan adab terkabulnya doa adalah kekhusyukan hati, mengharapkan ijâbah dari Allah Azza wa Jalla, sungguh-sungguh dalam meminta, tidak menyatakan insya Allah (Ya Allah Azza wa Jalla, kabulkanlah permintaanku bila Engkau menghendaki nya), tidak tergesa-gesa mengharap pengabulan, memilih waktu-waktu dan keadaan yang mulia, mengulangulang doa tiga kali dan memulainya dengan pujian kepada Allah Azza wa Jalla dan shalawat, berusaha memilih makanan dan minuman yang halal dan lain-lain.
Di antara permohonan terpenting yang dipanjatkan seorang hamba kepada Rabbnya yaitu permohonan agar dosa-dosanya diampuni atau pengaruh dari pengampunan dosa seperti diselamat kan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Kepada seseorang yang berujar: “Saya tidak mengetahui do’amu dengan perlahan yang juga dilakukan Mu’âdz”.
حَوْلَهَا نُدَنْدِنُ
Permohonan kami di seputar itu
Maksudnya doa kami itu berkisar pada permohonan agar dimasukkan surga dan diselamat kan dari neraka.
Abu Muslim al-Khaulâni mengatakan: “Tidaklah datang kesempatan berdoa kepadaku, kecuali saya jadikan doa itu permohonan agar dilindungi dari api neraka.”

3. ISTIGHFÂR (MEMOHON AMPUNAN).
Permohonan ampun ini merupakan pelindung dari adzab, penjaga dari setan, penghalang dari dari kegelisahan, kefakiran dan penderitaan, pengaman dari masa paceklik dan dosa; meskipun dosa-dosa seseorang telah menggunung sampai menyentuh langit.
Dalam hadits Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman :
يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَادَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ فِيْكَ وَلاَأُبَالِىْ يَاابْنَ آدَمَ لَؤْ بَلَغَتْ ذُنُوْ بُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِيْ يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أََتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا َلأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.
Wahai bani Adam, sesungguhnya selama engkau masih berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu semua dosa yang ada padamu dan Aku tidak akan peduli; Wahai bani Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuni mu dan Aku tidak peduli; Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan seukuran bumi kemudian engkau datang menjumpai-Ku dalam keadaan tidak berbuat syirik atau menyekutukan Ku dengan apapun juga, maka sungguh Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan seukuran bumi juga”.
(HR. at-Tirmidzi).
Membaca istighfâr adalah penutup terbaik bagi berbagai amalan, umur, serta penutup majelis.

4. BERPUASA DI SIANG HARI DAN SHALAT MALAM KARENA IMAN, MENGHARAPKAN BALASAN PAHALA DARI ALLAH AZZA WA JALLA, IKHLAS SERTA DALAM RANGKA TAAT KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA.
Dia berpuasa bukan dengan niat mengikuti orang banyak, juga tidak untuk mendapatkan sanjungan orang, tidak untuk melestarikan adat atau supaya sehat; juga tidak berniat pamer serta tidak untuk mensukses kan urusan duniawi.
Dia juga tidak berniat untuk mendoakan keburukan yang tidak pantas buat seorang Muslim.
Dia melaksanakan ibadah puasa terdorong oleh niat beriman kepada Allah Azza wa Jalla, merealisasikan ketaatan kepada-Nya dan mengharapkan pahala dari Allah Azza wa Jalla.
Dalam sebuah hadits dinyatakan :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.
(al-Bukhâri dan Muslim).
Alangkah luar biasanya seorang yang melaksanakan ibadah puasa lalu keluar dari ibadah nya dalam keadaan sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibundanya, yaitu tidak menanggung dosa dan berhati suci.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ عَلَيْكُمْ وَسَنَنْتُ لَكُم قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.
Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyunnah kan bagi kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan shalat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosa dosanya sebagai mana saat dia dilahirkan oleh ibundanya“.
Dengan melaksana kan semua ini berarti seorang Muslim telah menjaga waktu siangnya dengan puasa, memelihara waktu malamnya dengan shalat tarawih serta berusaha mendapat kan ridha Allah Azza wa Jalla

5. MELAKSANAKAN SHALAT MALAM PADA LAILATUL QADAR KARENA IMAN DAN INGIN MENDAPATKAN PAHALA.
Lailatul Qadar adalah suatu malam yang Allah Azza wa Jalla muliakan, melebihi semua malam lainnya, suatu malam saat Allah menurunkan kitab-Nya.
Allah Azza wa Jalla berfirman :
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur‘ân) pada malam kemuliaan“.
(al-Qadr/97:1).
Allah Azza wa Jalla menjadikan Lailatul Qadar ini lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam ini para malaikat turun dan menjadi kannya malam keselamatan dari segala keburukan dan dosa.
Allah Azza wa Jalla mengkhususkan satu surat dalam al-Qur’ân yang membicarakan tentang malam ini. Orang yang terhalang dari berbagai kebaikan pada malam ini berarti dia terhalang dari semua kebaikan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencari Lailatul Qadar ini pada seluruh hari pada bulan Ramadhan, karena beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah beri’tikaf pada sepuluh hari pertama bulan Ramadhan, kemudian sepuluh hari kedua dan sepuluh hari terakhir.
Orang yang ingin mendapatkan keberuntungan, maka dia akan antusias untuk melaksanakan shalat malam pada malam yang lebih baik dari delapan puluh tiga tahun dan empat bulan.
Dalam hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ.
Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat“.
Untuk mendapatkan ampunan di malam itu, tidak disyarat kan untuk menyaksi kannya secara langsung. Namun syaratnya adalah orang melakukan qiyamul lail sebagaimana tertuang dalam hadits tersebut.

6. MELAKUKAN UMRAH.
Ibadah umrah termasuk faktor yang menggugurkan dosa-dosa. Rasulullah bersabda:
الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ.
Ibadah umrah ke ibadah umrah (berikutnya) adalah penggugur dosa antara keduanya. Dan pahala haji mabrur tiada lain adalah surga”.
(al-Bukhâri no: 1650).
Umrah di bulan Ramadhan pahala nya lebih besar daripada di bulan bulan lainnya.
Dari Ibnu Abbâs Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehabis pulang dari haji Wada’ berkata kepada seorang wanita dari Anshar bernama Ummu Sinân : “Apa yang menghalangimu untuk berhaji (denganku).” Ia menjawab: “Abu Fulan (suaminya) memiliki dua onta. Salah satu dipakainya untuk berhaji dan yang lain untuk mengairi persawahan.”
Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya:
فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمََضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِيْ.
Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan dapat mengganti haji bersamaku.” (HR Bukhâri no 1863; Muslim no 3028).
Betapa besar keberuntungan orang yang umrah di bulan Ramadhan. Ia bagaikan berhaji bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , seperti orang yang menyertai beliau dalam ihram, sai dan thawaf dan seluruh manasik haji beliau.

KUMPULKAN KAMI BERSAMA HAMBA HAMBA MU YANG ENGKAU SAYANGI YAA RABBANA.
Ya Allah sebagai mana Engkau kumpulkan kami di dunia ini dalam ketaatan padaMu. Kumpulkanlah pula kami kelak dalam surgaMu bersama para Nabi, Shiddiqin, syuhada dan orang-orang shaleh.
Amiin Yaa Mujib as-Sailiin …

7. MENYEMPURNA KAN PUASA SEBULAN PENUH.
Ada sekian banyak orang yang akan bebas dari api neraka di bulan Ramadhan, dan itu terjadi di setiap malam. Allah Azza wa Jalla menyempurnakan pahala orang-orang yang sabar tanpa perhitungan khusus. Ada Ulama yang mengatakan:
مَنْ صَامَ الشَّهْرَ وَاسْتَكْمَلَ اْلأَجْرَ وَأَدْرَكَ لَيْلَةَ الْقَدَرِ فَقَدْ فَازَ بِجَائِزَةِ الرَّبَّ.
Barang siapa berpuasa sebulan penuh dan meraih pahala sempurna, dan berjumpa dengan malam lailatul qadar, sungguh ia telah menggapai hadiah dari Allah“.

Semoga Allah Azza wa Jalla mengampuni dosa-dosa kita sekalian dan menutupi kekurangan- kekurangan kita dan memudahkan segala urusan kita.
Aamiin ya Rabbal Alamiin.

Wassalam BuyaHMA
Buya Masoed Abidin
Buya Masoed Abidin
Buya Hma Majo Kayo
Buya MAbidin Jabbar
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar

Categories: Amar Makruf Nahi Munkar, Buku Buya, Buya Masoed Abidin, dakwah ilaa Allah, Energi, Komentar, Komentar Buya, Pendidikan, Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir, Ramadhan, Sehat, Siruu fil ardhi, Surau, Tauhid, Tulisan Buya, Umroh, Uncategorized | Tags: , , , , , | Leave a comment

PELIHARA AMANAH

KALAU DIPERCAYAI MAKA AMANAH LAH !.
Firman Allah SWT :

فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ

Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklahia bertakwa kepada Allah Tuhannya.”

(QS. Al-Baqarah: 283).

Amanah adalah konsep yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk agama, etika, dan kemasyarakatan. Berikut beberapa makna dan implementasi amanah:

  • Dalam Agama: Amanah dalam konteks agama sering kali merujuk pada tanggung jawab untuk menjalankan perintah dan larangan Allah SWT. Ini mencakup kewajiban untuk beribadah, berlaku adil, dan menjaga hak-hak orang lain.
  • Dalam Etika dan Moral: Amanah juga berarti kepercayaan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain untuk dikelola atau dijaga dengan baik. Ini bisa berupa barang, informasi, atau tanggung jawab tertentu. Menjaga amanah berarti bertanggung jawab penuh atas apa yang dipercayakan kepada kita.
  • Dalam Kemasyarakatan: Dalam konteks sosial dan kemasyarakatan, amanah bisa berarti komitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan integritas dan profesionalisme. Ini mencakup berbagai bidang seperti pekerjaan, kepemimpinan, dan hubungan interpersonal.

Menjaga amanah bukan hanya tentang memenuhi kewajiban, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan kredibilitas.

Ketika seseorang menjalankan amanah dengan baik,
dan JUJUR,
mereka menunjukkan bahwa mereka bisa dipercaya dan diandalkan,
yang sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis dalam masyarakat.

1. ORANG JUJUR TEMAN TERBAIK.
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
Dan siapa saja yang mentaati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang Allah berikan kenikmatan kepada mereka dari kalangan nabi-nabi, para shiddiiqiin (orang-orang yang sangat jujur), orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih.
Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
(QS. An-Nisa’: 69).

2. Berikutnya firman Allah Subhanahu ….
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا.
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerima nya.” (QS. An-Nisa: 58).

Banyak manusia yang sibuk mencari dan meminta agar diberi amanah, jabatan, rezki dan tanggung jawab lainya, namun yang lebih banyak adalah yang melalaikan bahkan menyalah gunakan amanah yang diterimanya.

3. MAKA PELIHARA LAH AMANAH ITU DENGAN BAIK AGAR SELALU MENDAPAT KAN RAHMAT ALLAAH……!!!
Ingatlah apapun yang diamanahkan kepada kita akan dipertanggung jawabkan di akherat nanti …!!!

4. WALAUPUN ANDA TIDAK SENANG PADANYA, TAPI TETAP BERLAKU ADIL.
كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا
Hendaklah kamu
— menjadi orang-orang yang selalu menegak kan kebenaran karena Allah,
— menjadi saksi dengan adil.
— Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil.”
(QS. Al Ma’idah: 8).

5. SEMUA HARUS DIPERLAKUKAN ADIL
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi mu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
(QS. Al-Mumtahanah: 8).

PEKERJA TERBAIK YANG AMANAH

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

Sesungguhnya orang yang paling baik engkau ambil sebagai pekerja adalah orang yang kuat dan orang yang amanah, dapat dipercaya.”
(QS. Al-Qashash: 26).

6. ORANG ADIL AKAN MENDAPAT  MIMBAR DARI CAHAYA.
إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil di mata Allah berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya, berada di sebelah kanan Ar-Rahman Azza wa Jalla. Yaitu mereka yang berbuat adil ketika menetapkan putusan hukum, dan adil terhadap pengikut dan rakyatnya.”
(HR. Muslim no.3406).

7. LAKUKAN SURUHAN TINGGALKAN LARANGAN.
Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.
Apa saja yang aku larang, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi perintah nabi-nabi mereka.” (HR. Al Bukhari no.7288, Imam Muslim no.1337).

8. JALAN MENUJU KESUKSESAN ADALAH MENJAGA AMANAH.
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ
Dan sungguh beruntung orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.”
(QS. Al-Mu’minun: 8)

KEKUASAAN ITU ADALAH AMANAH.

وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْىٌ وَنَدَامَةٌ إِلاَّ مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا وَأَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ فِيهَا
Kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaantersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu.”
(HR. Muslim no. 1825).

9. HATI HATI AKAN DATANG BENCANA, KARENA  HILANG SIFAT AMANAH.
أَوَّلُ مَا تَفْقَدُوْنَ مِنْ دِيْنِكُمُ اْلأَمَانَةَ وَ أَخِرُهُ الصَّلاَةَ
Yang pertama hilang dari urusan agama kalian adalah AMANAH, dan yang terakhirnya adalah SHALAT.”
(Syeik Al-Albani, As-Silsilah Ash-Shahihah, 1739)

JANGAN KHIANATI YANG BERKHIANAT KEPADAMU.

أَذِّاْلأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
Tunaikanlah amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu,
dan janganlah kamu mengkhianati orang yang mengkhianatimu

(Abu Dawud, 3535 dan At-Tirmidzi, 1264).

ADAB KETIKA MEMAKAN MAKANAN.
Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَا عَابَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – طَعَامًا قَطُّ ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela suatu makanan sekali pun dan seandainya beliau menyukainya maka beliau memakannya dan bila tidak menyukainya beliau meninggalkannya (tidak memakannya).”
(HR. Bukhari no. 5409)

Dari hadits Abu Juhaifah, ia berkata bahwa :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

أَمَّا أَنَا فَلاَ آكُلُ مُتَّكِئًا
“Adapun saya tidak suka makan sambil bersandar.”   …. 

(HR. Tirmidzi no. 1830 dan Ibnu Hibban no. 5240. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.)

Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa bersandar di sini sifatnya umum, tidak dikhususkan bentuk bersandar dengan sifat tertentu.

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ وَسَطَ الطَّعَامِ فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ وَلاَ تَأْكُلُوا مِنْ وَسَطِهِ“

Barakah itu turun
di tengah-tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya dan jangan memulai dari tengahnya.” 

(HR. Tirmidzi no. 1805 dan Ibnu Hibban no. 5245. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Mudah2an kita selalu HIJRAH dari upaya syetan, yang tak henti henti nya ;

  • 1. membisikkan keraguan kepada manusia ketika melakukan kebaikan atau amal saleh ( waswasah ).
  • 2. membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan. Segala yang berbau maksiat biasanya terlihat indah ( tazyin ).
  • 3. memperdaya manusia dengan khayalan dan angan-angan ( tamanni )
  • 4. berusaha menanamkan permusuhan diantara manusia ( ‘adawah ).
  • 5. menakut-nakuti ( takhwif ).
  • 6. berusaha menghalang – halangi manusia menjalankan perintah Allah dengsn menggunakan berbagai hambatan, termasuk meninabobokkan sehingga lupa shalat tahajjud dan selalu telat shalat fardu ( saddun ).
  • 7. janji palsu ( wa’dun ).
  • 8. berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak ( kaidun ).
Wassalaam
Buya Masoed Abidin Za Jabbar  Buya MAbidin Jabbar
#HMAbidin
Buya Hma Majo Kayo  Masoed Abidin ZAbidin Jabbar
Masoed Abidin Buya MAbidin Jabbar
Categories: ABS-SBK, Adat Basandi Syarak, Amar Makruf Nahi Munkar, Buya Masoed Abidin, Dakwah Islam di Mentawai, Dakwah Komprehensif, Energi, Hijrah, Komentar Buya, Minangkabau, Nagari, Pendidikan, Pesan Rang Gaek, Strategi Pendidikan Madani, Surau, Tauhid, Tuanku Imam Bonjol, Ulama Zuama Minangkabau, Uncategorized | Tags: , , , | Leave a comment

JAGA HARKAT  MULIA PUNYA MARWAH DIRI

Peran dakwah Risalah diantaranya adalah membentuk tata-masyarakat yang universal bersatu punya prinsip persaudaraan, menjauhi perpecahan, menghindari hasut-fitnah, hidup bertoleransi dan saling menghargai, dengan menggerakkan upaya ta’awunitas atau gotongroyong.

Teliti lebih dahulu setiap berita yang diterima, agar tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum, akhirnya kamu menyesal atas perbuatanmu.

(Lihat diantaranya QS.49,al-Hujurat : 6-13.)

Dalam hidup ada bimbingan Rasulullah.SAW.

Jangan selalu mengikuti kehendak semata, nanti kamu benar-benar akan mendapat kesusahan.
  1. Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di hatimu.
  2. Menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan, karena keimanan itu. Merekalah orang yang mengikuti jalan lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah.
  3. Hendaklah mendamaikan antara yang berselisih !
  4. Bila melanggar perjanjian, agar yang melanggar dilawan sampai kembali pada perintah Allah.
  5. Jika telah kembali, damaikanlah dengan adil.
  6. Berlakulah adil. Allah mencintai orang yang adil.
  7. Orang beriman itu bersaudara.
  8. Perbaikilah hubungan antara saudaramu.
  9. Takutlah kepada Allah, supaya mendapat rahmat.
Jangan saling merendahkan (lelaki dan wanita).
Boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari yang menertawakan.

Akhlak karimah (mulia) mencakupi hubungan manusia dengan Khalik (hablum minallah), penataan sikap dan kepribadian manusia (ihsanisasi), dan pemeliharaan hubungan antar makhluk manusia maupun alam lingkungan (mu’amalah ma’an-naas).
  1. Jangan memanggil dengan gelaran ejekan.[1]
  2. Panggilan buruk adalah kufur sesudah beriman.[2]
  3. Tidak mau tobat, merekalah orang yang zalim.
  4. Jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan).
  5. Kebanyakan purba-sangka itu dosa.
  6. Janganlah mencari-cari keburukan orang.
  7. Janganlah menggunjingkan satu sama lain.
  8. Allah telah menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan (Adam dan Hawa), dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
  9. Orang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
  10. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Missi kerasulan Muhammad SAW memperbaiki tatanan laku perangai (moral) manusia, dengan mengedepankan akhlak mulia (al-Hadist).

Akhlak, menjadi jembatan yang menghampirkan makhluk dengan Khaliknya, dan menjadi parameter untuk menilai, sempurna atau tidak, ihsan seseorang.

Melaksanakan agama, artinya berakhlak sesuai dengan tuntunan agama Islam. Agama adalah sebuah identitas (ciri, shibgah).

Kebebasan manusia tanpa nilai agama (free of values), menjadikan manusia makhluk yang tidak bermakna manusia. Betapapun keperluan materi telah dapat dipenuhi, suasana hidup akan gersang manakala keperluan ruhanik (immaterial, spirituil) tidak diperhatikan.

Perikehidupan tanpa bimbingan agama, artinya sama dengan peri kehidupan tidak berperikemanusiaan. Nilai hidup manusia lebih ditentukan oleh moral (akhlak) yang dimilikinya.

Kelanjutan hidup manusia di permukaan bumi turun temurun, karena terjalinnya hubungan setara antara dua jenis manusia. Lelaki dan Perempuan.

Risalah dakwah Muhammad SAW adalah, peduli martabat perempuan. Sebelum datangnya Islam, terjadi pelecehan jender perempuan. Terbukti pada, setiap kelahiran anak perempuan, disambut kematian. Memiliki anak perempuan sama halnya dengan menyandang kehinaan tiada taranya. Lihatlah QS.16,an-Nahl :57-60. Ketika itu, terjadi pembedaan jender, etnis dan rasilalisme.

Zaman modern kini, masih terasa di belahan dunia (Israel-Palestina, Hitam-putih Amerika Serikat, Albanian-Serbian di Kosovo), pada ujungnya ethnic cleansing, satu virus jahiliyah.

Bentuk virus jahiliyah di zaman modern, adalah kebiasaan miras, judi, candu, Narkoba, kehidupan bebas (vrij-homgaang, samen-leven), dan sejenisnya. Untuk menghadapi virus ini, perlu scanning anti virus. Menurut saya, bila CPU generasi ini ingin bersih, hendaknya dipakai program paradigma tauhid, saleh ubudiyah, penerapan ajaran Islam dengan benar, kesalehan sosial dengan akhlak karimah (mulia).

Wahyu al-Quran yang dibawa Muhammad SAW, menempatkan perempuan pada posisi azwajan, mitra sejajar berperan menciptakan sakinah (kebahagiaan), mewujudkan rahmah yang tenteram, melalui mawaddah berupa kasih sayang.

“ dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
(QS.30, Ar Rum : 21).

Citra perempuan, diperankan sempurna oleh IBU (Ikutan Bagi Ummat), inti dalam keluarga (extended family).

Perempuan adalah “tiang negeri” (al Hadist).
Posisi ini adalah penghormatan mulia. “Sorga terletak di bawah telapak kaki ibu” (al Hadist).

ISTRI PENDEK MENAWAN HATI
Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah berkata,
وَمِمَّا يُسْتَحْسَنُ فِي الْمَرْأَةِ … قَصْرُ أَرْبَعَةٍ يَدُهَا وَرِجْلُهَا وَلِسَانُهَا وَعَيْنُهَا فَلَا تَبْذُلُ مَا فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَلَا تَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهَا وَلَا تَسْتَطِيْلُ بِلِسَانِهَا وَلَا تَطْمَعُ بِعَيْنِهَا
“Hal yang membuat istri itu menawan adalah “PENDEK” dalam empat hal: tangan, kaki, lidah dan mata.
🌹 TANGAN yang PENDEK sehingga tidak menghamburkan harta suami.
🌹 KAKI yang PENDEK, sehingga tidak keluar rumah kecuali ada keperluan.
🌹 LISAN yang PENDEK sehingga tidak suka mencela.
🌹 MATA yang PENDEK pandangannya, sehingga tidak mudah ingin beli ini dan itu.”
(Raudhatu Al-Muhibbîn, hal. 340-341)

Karena itu, wajib kaum perempuan menjaga marwah secara pasti. Disini rahasia besar dari aturan “aurat”, ujud ciri-ciri feminim.

Perempuan mempunyai “sifat feminim yang merupakan sumber kasih sayang, kelembutan, keindahan, dan sumber cahaya Ilahi, mempunyai potensi untuk menyerap dan mengubah kekuatan kasar menjadi sensitivitas, rasionalitas menjadi intuisi, dan dorongan seksualitas menjadi spiritualitas, sehingga memiliki daya tahan terhadap kesakitan, penderitaan dan kegagalan”.[3]

Bahkan, “hancurnya sebuah rumah tangga ideal akibat sikap istri terlalu maskulin”.[4]

Menggejalanya mode unisex, adalah limbah budaya western pasti berdampak kepada hilangnya citra kaum perempuan.

TIPE PEREMPUAN TIDAK BOLEH DITIRU

a) Kufur dan khianat kepada agama dan suaminya, contohnya isteri Nuh dan Luth, berakhir keneraka.

“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing),[5] Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”.
(QS.66,at Tahrim :10),

Nabi-nabi sekalipun, tidak dapat membela isteri-isterinya atas azab Allah, apabila mereka menentang agama Allah, dan mengingkari risalah Rasulullah.

b) Meninggalkan bengkalai sampai tua, ibarat di siang hari menenun, dan malam mengungkai kembali,

“ dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.[6]Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. dan Sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.”
(QS.16, an-Nahl :92).

ADA TIGA TIPE PEREMPUAN PERLU DICONTOH ;

  1. MENGHINDAR DARI KEZALIMAN DAN KEMUSYRIKAN, selalu mengharap rumah di sorga, seperti Asiyah interi Firaun itu.
    “ dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu[1488] dalam firdaus,[7]dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.”
  2. MENDIDIK GENERASI MEMEGANG TEGUH AMANAH, membela agama Allah, seperti isteri ‘Imran.

“ (ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.
“ Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”
(QS.3, Ali Imran : 35-36),

  1. SELALU MEMELIHARA FARAJ, MENJAGA DIRI DAN MARTABAT, seperti Maryam ;

“ dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, Maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan Dia adalah Termasuk orang-orang yang taat.”
(QS.66, at Tahrim : 12).

Rujukan dari akhlak adalah wahyu Allah. Tatanan adab pergaulan berakhlak adalah, selalu di ikat dengan hubungan kasih (mahabbah) dengan Khalik Maha Pencipta, yang disebut dengan ibadah.

Tuntunan akhlak dan ibadah tidak sebatas teori.
Tampak pada semua perilaku dalam tatanan kehidupan.

Para Nabi dan Rasul yang diutus kepada manusia bertugas memberikan tuntunan akhlak dalam semua perilaku kehidupan.

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.”
(QS.33, al Ahzab : 21).

Rasulullah SAW menyebutkan satu tugas risalahnya sebagai “Hanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (al Hadist).

Pentingnya akhlak di ungkap banyak penyair (ahli hikmah)
إِنَّمَا الأُمَمُ الأَخْلاَقُ مَا بَقِيَتْ، وَ انْهُمُوا ذَهَبَتْ أَخْلاَقُهُمْ ذَهَبُوا
Artinya, “tegak rumah karena sendi, sendi hancur rumah binasa. Tegaknya bangsa karena berbudi, budi hancur luluhlah bangsa”.

Akhlak atau Budi Pekerti, akan selalu hidup, walaupun pelakunya sudah tiada. “Utang ameh buliah dibaia, utang budi dibao mati”.

Dengan berakhlak kita menuju kepada taraf yang memungkinkan kita untuk melakukan selfless help, memberikan bantuan atau menanamkan ruhul infaq dari rezeki yang telah diberikan kepada kita tanpa mengharapkan balasan jasa.

” Padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha tinggi.” (Q.S. Al Lail, 19 – 20).

Itulah tujuan hidup berakhlak yang hendak kita capai. Begitu khittah yang hendak kita tempuh. Yang sesuai dan munasabah dengan fithrah kejadian manusia yang universil. Dalam rangka satu konsepsi tata cara hidup, sistem sosial dalam iklim adat basandi syarak , syarak basandi Kitabullah.
Menjaga akhlak generasi dalam rangka pembinan negara dan bangsa kita keseluruhannya.

Kekuatan moral yang kita miliki, ialah menanamkan dalam diri masing-masing, untuk membina umat dalam masyarakat di kota maupun nagari, yang telah kita ketahui kekuatannya dalam akhlak mulia. Tahu di ereng jo di gendeng, tahu dengan malu dan sopan.

Semoga salam dan salawat kita sampai kepada beliau, Allahumma shalli ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa alihii wa ash-habihii ajma’in.

Semoga bermanfaat. Salam hormat. Wassalam Buya Masoed Abidin Majo Kayo bin Zainal Abidin Faqih Qadhi Imam Moedo bin Abdul Kabar Inyiek Sinaro.

BERGULING-GULING DI SURGA
Rasûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ
“Sungguh aku benar-benar melihat seorang berguling-guling di surga (merasakan kenikmatannya) disebabkan sebuah pohon yang ia potong dari tengah jalan yang sebelumnya mengganggu manusia.”
(HR. Muslim No. 1914)

ZAMAN YANG HANYA MENGURUS PERUT
Ibnu ‘Abbâs Radhiyallàhu ‘anhumà berkata,
ليأتين على الناس زمان يكون همةأحدهم فيه بطنه، ودينه هواه ( الزهد لابن المبارك (٥٧٠ )
“Sungguh akan datang kepada manusia, sebuah zaman yang mana ambisi salah seorang dari mereka hanya urusan perutnya dan agamanya adalah hawa nafsunya.”
(Az-Zuhd Li Ibni Al-Mubârak, hal. 570)

Masyarakat Minangkabau dan Melayu dengan falsafah “adat basandi Syara’, dan Syara’ basandi kitabullah”, mengajarkan pepatah tentang akhlak ini, di antaranya ; 

“Nan kuriak kundi, nan sirah sago [8],
Nan baiak budi, nan indah baso”,
atau
“Bahaso manunjuakkan bangso”

Artinya,
bahasa menunjukkan bangsa. Baik buruk perangai (akhlak), menunjukkan tinggi rendahnya asal turunan bangsa itu.

Catatan kaki
[1]Meremehkan orang lain, sama halnya dengan mencela dirimu sendiri, karena sesama mukmin adalah ibarat batang tubuh yang satu.
[2]Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti memanggil orang mukmin dengan fasik, kafir dan sebagainya.
[3] Hani’ah, HISKI 1997.
[4] Armiyn Pane, Belenggu.
[5]Maksudnya: nabi-nabi Sekalipun tidak dapat membela isteri-isterinya atas azab Allah apabila mereka menentang agama.
[6]Kaum muslimin yang jumlahnya masih sedikit itu telah Mengadakan Perjanjian yang kuat dengan Nabi di waktu mereka melihat orang-orang Quraisy berjumlah banyak dan berpengalaman cukup, lalu timbullah keinginan mereka untuk membatalkan Perjanjian dengan Nabi Muhammad s.a.w. itu. Maka perbuatan yang demikian itu dilarang oleh Allah s.w.t.
[7]Sekalipun isteri seorang kafir, seperti Fir’un, bila ia menganut ajaran Allah, dan menghindari kezaliman, maka ia akan dimasukkan Allah ke dalam jannah.
[8] Kuriak=rintik-rintik kundi=biji saga. Arti peribahasa ini adalah “tiada yang lebih baik dari budi bahasa”, Anas Nafis, Peribahasa Minangkabau, Jakarta, Intermasa, 1996, kerjasama dengan YDIKM, hal.47.

Categories: ABS-SBK, Amar Makruf Nahi Munkar, Buku Buya, Buya Masoed Abidin, dakwah ilaa Allah, Dakwah Komprehensif, HAM, Komentar Buya, Maulid, Pendidikan, Perempuan, Pluralitas, Politics, Surau, Tauhid, Tulisan Buya, Uncategorized | Tags: , , , , , , | Leave a comment

JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI BAHAYA API NERAKA.

Firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.“.              (Q.S. A-Tahrim : 6)

PESAN MORAL

قال الغزالي :
فويلٌ للجاهل حيث لم يتعلم؛ مرة واحدة. وويلٌ للعالم حيث لم يعمل بما علم ألف مرة 

Imam al-Ghazali berkata:  
Celaka sekali orang bodoh (awam) saat dia tidak belajar.
Celaka seribu kali orang berilmu saat dia tidak mengamalkan ilmunya.”  
(Al-Ghazali, Bidayah al-Hidayah).

Karena itulah Tanggung jawab orang yang berilmu lebih berat dari orang awam.

Akankah kita dan keluarga termasuk yang akan menjadi penghuni neraka nantinya…???Jawabannya tentu tergantung kepada bagai mana kita menjaga diri dan keluarga kita dari bahaya api neraka itu di atas dunia ini…!!!

HORMATI YANG LEMAH

مهما كنت عظيماً وقوياً فقد يأتي يوم يساعدك فيه من كنت تظنه ضعيفاً

Sehebat apapun kebesaran dan kekuatanmu,
suatu saat akan datang kepadamu orang yang kamu anggap lemah untuk membantu dan menolongmu.
ALLAHUMMA WALLI ‘ALAIYNA KHIYARONA, WA LAA TUWALLI ‘ALAIYNA SYIRORONA

=

Wahai Allah (Yang Maha Kuasa) hadirkan untuk kami orang baik diantara kami, dan jangan Engkau hadirkan untuk memimpin kami orang jahat disekeliling kami.

Aamiin ya Rabbal Alamiin …

Buya Hma Majo Kayo Mas’oed Abidin Madjo Kayo bin Zainal Abidin Faqih Imam Moedo Qadhil Qudhak bin Abdul Jabbar Inyiek Sinaro.

Categories: ABS-SBK, Adat Basandi Syarak, Amar Makruf Nahi Munkar, Buku Buya, Buya Masoed Abidin, dakwah ilaa Allah, Dakwah Komprehensif, Komentar Buya, Maulid, Pendidikan, Siruu fil ardhi, Surau, Tauhid, Uncategorized | Tags: , , , , , , | Leave a comment

BENCANA  DIBALIK SIFAT HASAD (DENGKI)

1. MEMBENCI TAKDIR ALLAH.
Seorang yang hatinya diliputi hasad akan mudah tidak suka terhadap nikmat yang ditakdirkan Allah kepada orang lain.
2. MELAHAP KEBAIKAN.
Hasad akan melahab kebaikan sebagaimana api melahab kayu Bakar yang kering.
(HR. Abu Daud).
3. MENYENGSARA KAN HATI.
Setiap kali orang yang hasad menyaksikan tambahan nikmat yang didapat orang lain maka hatinya semakin sesak dan sengsara.
4. MENYERUPAI ORANG YAHUDI.
Sifat hasad adalah salah satu tabiat bawaan orang yahudi.
5. HASAD TIDAK AKAN MENGUBAH TAKDIR.
Seberapa pun besar kadar hasad seseorang, itu tidak akan menghilangkan nikmat yang telah Allah karuniakan.
6. MENAFIKAN KESEMPURNAAN IMAN.
Sifat hasad bertolak belakang dengan iman yang sempurna.
Salah seorang kalian tidak akan mencapai kesempurnaan iman hingga menginginkan untuk saudaranya kebaikan kebaikan yang diinginkan untuk diri sendiri.
(HR. Bukhari-Muslim)
7. MELALAIKAN DOA.
Hasad menyebabkan pemiliknya lupa berdoa untuk memohon karunia Allah atas dirinya akibat selalu memikirkan nikmat yang ada pada diri orang lain.
Ingat Firman Allah, (Qs.An-Nisaa 32).
8. MEREMEHKAN NIKMAT YANG ADA.
Sifat hasad menyebabkan pemiliknya menganggap remeh nikmat Allah  yang ada pada dirinya, dia selalu beranggapan bahwa dirinya tidak diberi nikmat.
9. MENYUBURKAN   AKHLAK TERCELA.
Hasad adalah akhlak tercela.
Orang yang hasad terhadap seseorang akan selalu sibuk untuk mengawasi nikmat yang Allah berikan kepada orang orang disekelilingnya.
10. KERUGIAN DI AKHIRAT.
Orang yang hatinya sudah dibutakan hasad umumnya akan menzhalimi orang yang dihasadi* nya ….
Jika sudah demikian, diakhirat orang yang menjadi korban kehasadannya punya hak untuk mengambil kebaikan orang yang hasad sebagai balasan atas kezhalimannya.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَـنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
“Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara- saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang- orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Hasyr: Ayat 10).
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat hasad dan menjadikan kita hamba-Nya yang pandai bersyukur.
Aamiin.
(Disarikan dari kitab Aktualisasi Akhlak Muslim.)

CARILAH ILMU, ALLAH AKAN MUDAHKAN JALAN UNTUK MENCARINYA.
عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِى الدَّرْدَاءِ فِى مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنِّى جِئْتُكَ مِنْ مَدِينَةِ الرَّسُولِ -صلى الله عليه وسلم- لِحَدِيثٍ بَلَغَنِى أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَا جِئْتُ لِحَاجَة …
قَالَ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ
« مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِى السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِى الأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِى جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ »
Dari Katsir bin Qois, ia berkata, aku pernah duduk bersama Abu Darda’ di Masjid Damasqus, lalu datang seorang pria yang lantas berkata,
“Wahai Abu Ad Darda’, aku sungguh mendatangi dari kota Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (Madinah Nabawiyah) karena ada suatu hadits yang telah sampai padaku di mana engkau yang meriwayatkannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku datang untuk maksud mendapatkan hadits tersebut.
Abu Darda’ lantas berkata, sesungguhnya aku pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda …,
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya di antara jalan menuju surga.
Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridha pada penuntut ilmu.
Sesungguhnya orang yang berilmu dimintai ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang berada dalam air.
Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti perbandingan bulan di malam badar dari bintang-bintang lainnya.
Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi.
Sesungguhnya Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham.
Barangsiapa yang mewariskan ilmu, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.”
(HR. Abu Daud no. 3641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

KEUTAMAAN SHADAQAH.
1. MEMADAMKAN KEMURKAAN ALLAH.
“Sesungguhnya shadaqah yang dikeluarkan secara rahasia dapat memadamkan kemurkaan Allah.”
(HR. Tabrani, dihasankan oleh al-bani).
2. MENGHAPUS DOSA.
“Shadaqah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.”
(HR. Ibnu Majah, dihasankan oleh al-Bani).
3. PELINDUNG DARI API NERAKA.
“Hindarilah api Neraka walau dengan (bershadakah) hanya separuh kurma.”
(HR. Bukhari-Muslim).
4. DINAUNGI SHADAQAH NYA PADA HARI KIAMAT.
“Setiap muslim barada dalam nauangan shadaqah nya hingga diputuskan perkara diantara manusia (pada hari Kiamat).” atau dia mengata kan:”hingga hukum diputuskan diantara umat manusia.”
(HR. Ahmad).
5. Mengobati Penyakit Jasmani.
“Obatilah orang- orang yang sakit diantara kalian dengan bershadaqah.”
(HR. Dihasankan oleh al-Bani).
6. Mengobati penyakit Hati.
“Jika kamu ingin kelembutkan hatimu, maka beri makan fakir miskin dan usaplah kepala (sayangilah) Anak yatim.”
(HR Ahmad)
7. Mendapat Keberkahan pada Harta.
“Shadaqah itu tidak akan mengurangi Harta.”
(HR. Muslim).
8. Harta yang di shadaqahkanlah yang akan tersisa
(HR. Tirmidzi).
9. Dipanggil dari salah satu pintu khusus disurga.
(HR. Bukhari-Muslim)
10. Membersih kan dan Mengikis Kotoran pada Harta karena perbuatan sia-sia, Sumpah, dusta dan kelalaian.
“Hai para pedagang, sesungguhnya perniagaan ini kerap kali di iringi perbuatan sia-sia dan sumpah. Maka bersihkanlah ia dengan shadaqah”.
(HR. Abu Daud)

PERMOHONAN KEPADA ALLAAH SUBHANAHU WA TA’ALA*
.*بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم* 
*اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.*
*ALLAHUMMA INNII AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN, WA RIZQAN THAYYIBAN, WA ‘AMALAN MUTAQABBALAN.*
*_Yaa Allah …_*
*_Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang halal, dan amal yang diterima._*
*_Yaa Allah …_*
_Kami bersyukur kepadaMu karena telah menjaga tidur kami dan membangunkan kami kembali di pagi ini._
*_Engkau telah ijinkan kami kembali memulai hari yang indah ini._*

*_Kami mohon saat ini untuk berbagi dengan orang-orang di sekeliling kami._*
*_Jadikanlah mereka nyaman berada didekat kami._*
*_Jadikanlah hari ini penuh keindahan, keindahan dengan rahmatMu yang berlimpah._*
*_Berikanlah hati kami kedamaian, ketenangan dan keiklasan._*
*_Berikanlah kami kejernihan pikiran sehingga dapat dengan bijak dan sabar menyikapi segala ujianMu._*
*_Yaa Rabbana …_*
*_Jadikanlah apa yang kami lakukan hari ini sebagai amalan untuk bekal kami menghadapMu kelak._*

*_Yaa Rabbana …_*
_Tegarkanlah hati dan badan ini untuk tetap berjalan dalam naungan CahayaMu._
*_Hilangkan kelelahan kejenuhan dalam diri kami sehingga kami bisa memberi yang terindah bagi keluarga, sahabat dan saudara kami semua._*
*_Yaa Allah …_*
_Berikanlah kasihMu, Rahmat Mu, PerlindunganMu, CahayaMu untuk saudara-saudara kami tersayang yang membaca untaian do’a ini._
_Berkahilah umurnya …_
_Berilah kesehatan padanya._
_Angkatlah penyakitnya._
_Murahkanlah rizqi padanya._
*ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة و قنا عذاب النار*
            *_”Selamat Beraktifitas”_*
*_Semoga apa yang kita kerjakan hari Ini mendapat Ridha dan Barakah dari Allah SWT._*
*آمين يَآرَبْ العالمين*

Semoga Bْermanfaat.
Wassalam BuyaHMA
Buya Hma Majo Kayo
Buya MAbidin Jabbar Masoed Abidin Za Jabbar 
Buya Masoed Abidin
Masoed Abidin Za Jabbar
Masoed Abidin Jabbar  Masoed Abidin ZAbidin Jabbar

Categories: ABS-SBK, Amar Makruf Nahi Munkar, Buya Masoed Abidin, Dakwah Islam di Mentawai, Dakwah Komprehensif, Education, Komentar Buya, Masyarakat Adat, Pendidikan, Pesan Pesan Dakwah Mohamad Natsir, Surau, Tauhid, Tulisan Buya, Uncategorized | Tags: , , , , | Leave a comment

HIJRAH HAPUS JAHILIYYAH

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman ;

وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Dan orang-orang yang berhaijrah karena Allah setelah mereka dianiaya. Pasti kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar kalau mereka mengetahui

(Q.S. An Nahl: 41)

Peringatan Tahun Hijriyyah selalu menyegarkan ingatan kita akan peristiwa Hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW beserta para sahabat beliau dari kota Makkah menuju Madinah. Sedemikian besar nilai yang terkandung di dalam peristiwa tersebut, sehingga Khalifah Umar bin Klathtbab r.a menjadikannya sebagai awal perhitungan tahun Islam. Menurut Prof. Dr. Nourouzaman Shiddiqi, MA dalam bukunya” Jeram-jeram Peradaban Muslim”, Tahun Hijriyyah ditetapkan oleh Umar bin Khaththab pada tahun ketujuh belas dihitung dari tahun terjadinya peristiwa Hijrah atau tahun kelima dari masa pemerintahannya (halaman 81).

Menurut Ibnu Qayyim al Jauziyyah, hijrah terdiri dan dua jenis besar.

  1. Pertama, hijrah fisik, berupa perpindahan fisik baik personal maupun massal dari satu daerah ke daerah lain.
  2. Kedua, hijrah hati nurani. Hijrah ini tidak sekedar memerlukan perpindahan fisik, melainkan lebih pada orientasi niat dan aktifitas hati. Berhijrah dalam bentuk kedua ini adalah berangkat dari sesuatu yang haram menuju yang halal. Meninggalkan sesuatu yang syubhat menuju yang haq. Mencampakkan sesuatu yang bersifat kemaksiatan dan kekufuran menuju rahmat dan ridha llahi. Menjauhi segala bentuk kedzoliman menuju kemaslahatan dan keadilan. Mencegah yang munkar, menganjurkan yang ma’ruf.
  3. Meninggalkan yang dilarang oleh Allah dan mengerjakan yang diperintahkan-Nya. Memusnahkan tradisi dan budaya Jahiliyyah menuju tradisi dan budaya Islamy. Sebagaimana keterangan sebuah Riwayat yang bersumber dan Sayyidah ‘Aisyah r.a yang menerangkan sebuah hadits Rasulullah SAW “bahwa sesudah penaklukkan Makkah tidak ada lagi hijrah, melainkan yang ada adalah Jihad dan niat” (H.R. Ahmad).

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan, bahwa yang kita perlukan dan harus kita lakukan adalah hijrah rohani dengan cara mengamalkan seluruh ajaran Islam yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW dengan benar dan utuh serta menyeluruh, tidak setengah hari. Berjuang fi Sabilillah dengan harta dan pikiran, berbuat ihsan (kebajikan), melaksanakan semua perintah Allah dalam bentuk ibadah dan amal sholeh serta menjauhi semua yang dilarang oleh Allah SWT. Terakhir adalah menyegerakan tobat dan ingat mati. Dan yang tak kalah pentingnya dan makna hijrah bagi kita Ummat Islam saat ini adalah bagaimana sikap kita dalam memusnahkan tradisi dan budaya jahiliyyah dan kemudian melestarikan tradisi dan budaya yang Islami yang penuh ridho Allah SWT. Situasi batin yang demikianlah yang dirasakan oleh kaum Muslimin ketika berada dalam naungan Negara Madinah yang sepenuhnya tunduk kepada ketentuan Islam yang rahmatan lil ‘alamin itu.

Ada beberapa karakteristik Jahiliyyah yang perlu kita ketahui. Diantaranya adalah:

  1. Pertama, pengkultusan individu. Allah SWT berfir-man: “Ingatlah hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) “kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (Q.S. Az-Zumar :3)
  2. Kedua, bertahan dengan tradisi nenek moyang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dalam hal ini Allah SWT memaparkan dalam firman-Nya: “Apabila dikatakan kepada mereka: “ Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul, “Mereka menjawab, “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya“. Dan apakah mereka akan tetap mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula,) mendapat petunjuk?“ (Q.S Al Maa-idah:104)
  3. Ketiga, perjudian dan minuman keras serta tradisi mabuk­-mabukkan. Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat maka berhentilah kamu (dar mengerjakan perbuatan itu).” (Q.S Al Maidah : 90-91)
  4. Keempat, perzinahan yang terlokalisir (Prostitusi) Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati Zina, Sesungguhnya Zina itu adalah suatu perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk” (Q.S Al-Isra’: 32)
  5. Kelima, tabarruj (khususnya bagi wanita. Suka ber-solek dan mempertontonkan keelokan tubuh dan kecantikannya kepada khalayak ramai). Allah SWT berfirman: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku (tabarruj) seperti orang jahiliyyah yang dahulu.“ (Q.S. Al Ahzab : 33)
  6. Keenam, menganggap riba sama dengan perdagangan yang sah. Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaithan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demiklan itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesung-guhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dan mengambil nba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni nereka, mreka kekal di dalamnya”. (Q.S Al-Baqarah: 275)
  7. Ketujuh, menganggap hukuman Allah tidak relevan dan menganggap enteng serta mempermainkannya. Allah SWT. Berfirman: “Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Q.S Al-Maidah: 50)

Sebagai penutup dari tulisan ini, marilah kita berdoa kehadirat Allah SWT semoga Allah selalu menjaga dan memelihara serta melindungi kemurnian aqidah yang telah kita miliki serta menyempurnakannya dengan rahmat serta hidayah-Nya yang pasti selalu kita idamkan. Dan hanya ridho-Nya lah yang kita harap.

Allahu A’lam bi as-Shawwab.

Wassalam

Buya H.Mas’oed Abidin

Categories: ABS-SBK, Adat Basandi Syarak, Buya Masoed Abidin, dakwah ilaa Allah, Hijrah, Komentar, Komentar Buya, Surau, Tauhid, Tulisan Buya | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

PERANGAI PENDOSA YANG SERING TERABAIKAN

DOSA DOSA YANG SERING DIANGGAP ENTENG DAN DIREMEHKAN OLEH KEBANYAKAN MANUSIA.
  1. Menyekutukan Allāh (syirik) : tumbal, sesajen
  2. Riya’ dalam ibadah
  3. Meminta sesuatu kepada dukun, roh, dewa, batu, atau pohon
  4. Duduk bersama kaum munafik atau fasik tanpa mengingkari mereka
  5. Bersumpah atas selain Allāh (Demi Dewa, Demi Bumi, Demi Nabi)
  6. Menganggap muslim sebagai kafir
  7. Shalat terburu-buru dan tidak dihayati
  8. Menganggap kafir sama sebagai muslim
  9. Main-main / banyak gerak dalam shalat
  10. Mendahului imam shalat dengan sengaja
  11. Ragu bahwa orang non-muslim, murtad, atau musyrik itu kufur
  12. Zina, pacaran
  13. Homo seksual (LGBT)
  14. Membenci atau mengolok ajaran, syariat, hukum dari Islam (Allāh dan Rasūl)
  15. Menolak melayani suami tanpa alasan syar’i
  16. Istri minta cerai tanpa alasan syar’i
  17. Menganggap bahwa Islam masih kurang / tidak bisa mengatur beberapa aspek kehidupan
  18. Menjima’ istri saat haid
  19. Menggauli istri pada duburnya
  20. Sihir (pelet, santet, gendam, tenaga dalam, ilmu kebal)
  21. Tidak adil pada istri
  22. Khalwat dengan perempuan bukan mahram
  23. Perempuan memakai parfum yang menggoda lelaki non mahram
  24. Perjalanan seorang perempuan tanpa mahram
  25. Memandang perempuan non mahram dengan sengaja (nafsu)
  26. Tidak cemburu ketika pasangan halal dekat kepada lawan jenis yang bukan mahram nya.
  27. Membantu orang non muslim (kufur/musyrik) untuk menindas, menyakiti, atau mengejek muslim
  28. Memalsukan nasab anak dan tidak mengakui status anak
  29. Riba
  30. Menutupi kecacatan barang dagangan
  31. Jual beli setelah adzan kedua Shalat Jum’at
  32. Undian  Judi
  33. Mencuri, membegal, atau merampok
  34. Korupsi
  35. Tidak mau mempelajari ushul Diin
  36. Menganggap ada yang boleh keluar atau tidak menaati satu ajaran dari Islam
  37. Merampas tanah
  38. Karyawan disuruh kerja keras, sedangkan gaji minim dan ditunda tunda
  39. Tidak adil pada anak
  40. Berhutang tanpa niat mau melunasinya
  41. Makan harta haram
  42. Minuman memabukkan / khomer
  43. Jadi saksi palsu
  44. Gosip
  45. Adu domba
  46. Melihat isi rumah orang lain tanpa ijin
  47. Berbisik dengan orang kedua tanpa menyertakan orang ketiga
  48. Perhiasan emas bagi laki-laki
  49. Mengenakan pakaian tak senonoh bagi perempuan
  50. Laki2 berpakaian perempuan, atau sebaliknya
  51. Duduk di atas kuburan, menginjaknya, atau buang hajat di atasnya
  52. Tidak membersihkan diri setelah buang air kecil
  53. Berbuat buruk pada tetangga
  54. Wasiat yang menimbulkan bahaya
  55. Main dadu, judi, tuak, mawar, narkoba
  56. Melaknat mukmin dan melaknat orang yang tak bersalah
  57. Menipu, Berbohong, Mencuri
  58. Memutuskan hubungan dengan seorang muslim lebih dari 3 hari tanpa sebab syar’i.
  59. Sumber :  (Muhammad Shalih Munajjid di dalam kitab Muharramaat Istahana bihan-Naas wa Al Manhiyyat Asy Syar’iyyah).
  60. Moga Bermanfaat untuk membina diri dalam mewujudkan niat kehidupan dengan bimbingan Syar’iy.
Allah SWT berfirman:

اَوَلَا يَعْلَمُوْنَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ

Dan tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yangmereka nyatakan?”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 77)

Wassalam BuyaHMA Buya Mas’oed Abidin Madjo Kayo bin Zainal Abidin Faqih Imam Moedo bin Abdul Jabbar Inyiek Sinaro

Categories: ABS-SBK, Amar Makruf Nahi Munkar, Buku Buya, Buya Masoed Abidin, Dakwah Komprehensif, Doa untuk Palestina, Education, Energi, Hijrah, Kekayaan alam, Komentar, Pendidikan, Pesan Rang Gaek, Siruu fil ardhi, Strategi Pendidikan Madani, Surau, Tauhid, Uncategorized | Tags: , , , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.

Design a site like this with WordPress.com
Get started