Pada tanggal 1-3 Februari 2013 lalu, Alumni TOKI kembali berkumpul dalam TOKI Camp 3.0 ! Sesuai namanya, ini adalah penyelenggaraan ketiga kalinya. Informasi lebih lengkap mengenai TOKI Camp disajikan pada laman wiki ini.
Pada TOKI Camp 3.0 ini, ada dua kali sesi talk show: sesi Pak On Lee (CTO GDP Venture) dan sesi tiga-akademisi (UI, IPB, ITB). Sesi Pak On Lee membahas kilas balik kerja sama TOKI-GDP selama setahun belakangan. Sesi tiga-akademisi membahas pengalaman para pembicara yang mengambil jalan hidup sebagai seorang akademisi. Saya akan membagikan hal-hal bagus yang saya dapatkan di kedua sesi tersebut dalam bentuk poin-poin singkat.
Sesi Pak On Lee (GDP Venture):
- Hasil magang para Alumni TOKI di GDP sangat memuaskan. Pak On Lee sebagai CTO telah memberitakan hal ini kepada CEO GDP dan mereka memutuskan untuk membentuk GDP Labs.
- Para alumni TOKI belajar banyak hal selama di GDP.
- Continuous Integration using Jenkins.
- Software Testing using Selenium.
- Cloud computing (Amazon Web Service and Windows Azure) training in Singapore.
- Pak On Lee menerapkan US Culture di GDP Labs.
- Every employee gets their own laptop.
- They have dual monitor. It greatly increases productivity. One screen showing IDE, another screen to view documentation: no need to flip back and forth.
- “In computer science, excelling in only one particular area is not enough, have a depth on one aspect and then: branch out“. – On Lee
- “If you do not branch out, eventually you will know almost nothing.” Perumpamaan: seorang atasan, yang tidak tahu apa-apa mengenai Hadoop, meminta bawahannya untuk meriset mengenai teknologi tersebut (bawahannya juga tidak tahu apa-apa). It is like blind people leading blind people. Ketika bawahan tersebut gagal meriset mengenai Hadoop (as expected), sang atasan akan menyalahkan bawahan sepenuhnya.
- Mengenai karyawan yang memiliki karakteristik kutu-loncat, Pak On Lee menceritakan, ada company yang meminta karyawannya menandatangani kontrak setiap kali dikirim ke suatu pelatihan. Kontrak ini mengharuskan karyawan untuk membayar sejumlah uang (pengganti cost pelatihan yang dikeluarkan company) ketika karyawan tersebut memutuskan resign. (FYI, Pak On Lee tidak menerapkan hal seperti itu di GDP)
- “Make your employee happy. Don’t let them resign just because they are not happy with their work environment.“
- Work with intelligent people.
- GDP Labs was established after GDP collaborated with TOKI Alumni and ITB laboratory assistant due to their excellence. With GDP Labs, GDP plans to go beyond what others are making.
- Startup dilemma: hire expert people OR fresh-graduate ? If you have the money: hire expert people.
- Startups tend to compete with time, if they do not release their product quickly, competitors can overtake them.
- It’s better to have A-class team and B-class idea rather than A-class idea but with B-class team.
- Over the time, IT companies (the good ones) will make its technical interview become harder and harder. So it is better to apply earlier rather than to delay it just because you are not confident enough (or for another silly reasons).
Sesi tiga-akademisi menghadirkan Bapak Yugo Kartono Isal (Universitas Indonesia), Bapak Musthofa (Institut Pertanian Bogor), dan Bapak Yudistira Dwi Wardhana Asnar (Institut Teknologi Bandung). Secara umum, pada sesi ini beliau-beliau bercerita mengenai pengalamannya menempuh pendidikan mulai dari S-1, (S-2), hingga akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang S-3. Bagaimana suka duka-nya, apa motivasinya, serta apa tips dan trik-nya.
Untuk sesi tiga-akademisi ini, saya tidak sempat mencatat, jadi saya tidak bisa cerita banyak. Saya akan coba kontak peserta TOKI Camp 3.0 lainnya mengenai hal ini dan saya tambahkan di sini.