Arsenal, hampir semua penggila sepak bola tahu mengenai klub dari London Utara ini. Arsenal terkenal sebagai tim besar, sering juara liga Inggris, selalu masuk 4 besar dan langgaan Liga Champions. Arsenal mempunyai pelatih (sekaligus manager) hebat, Arsene Wenger, seorang arsitek sepak bola dari Perancis yang bergelar “The Professor”. Wenger mempunyai prinsip kuat dalam membangun tim sepak bola, semangat dan kebersamaan menjadi kata kunci. Karena itu ia lebih suka membangun tim dengan mengumpulkan para pemain muda dan hanya memasukkan 2 atau 3 pemain sedikit lebih tua tetapi tetap berusia di bawah 30 tahun.

Mengapa pemain muda? saya sendiri adalah salah seorang “fans” Arsenal, bukan karena nama besarnya. Saya kagum dengan sosok Wenger, prinsip kepemimpinannya dan cara-cara yang ditempuh untuk membuat maju suatu organisasi. Pemain muda yang dia kumpulkan, sebagian besar usianya di bawah 20 tahun, diharapkan akan menjadi pemain top saat berumur di atas 22 tahun. Merekrut pemain muda yang belum mencatat rekor
internasional juga mengurangi pengeluaran pembelian pemain, hebat, hemat. Lihatlah Theo Walcott, Cesc Fabregas, Niclaus Bertner, mereka sangat muda. Ada pemaian berumur seperti William Gallas dan Andrei Arshavin sebagai pelengkap agar yang muda selalu dapat belajar dari yang lebih senior. Suatu proses menuju kemajuan akan terjadi di sana.

