Selepas salat Ashar di kampungku, aku pergi mengunjungi sekolah lamaku. Tak lengkap rasanya, bila pulang kampung tak mengunjungi tempat yang penuh kenangan ini.
Aku terpana, banyak yang berubah dari kelasku. Musibah Banjir kemarin telah membuatnya berbeda. Tamannya tak lagi ditumbuhi bunga-bunga. Hanya tinggal pot-pot batu berwarna pucat, pot itu dulunya kami angkut dari rumah Bu Neliyus, karena selama dua minggu berturut-turut tak kunjung dapat juara kelas bersih.
Lalu aku dekati kelasku, jantungku berdebar. Perlahan-perlahan tanganku meraba jendela kacanya, Kasat. Aku ingat kaca ini, dulu bila ada gotong-royong kami membersihkannya dengan kertas koran yang dibasahi. Sambil membersihkannya kami membicarakan hal-hal yang tak penting.







![IMG_20151216_224738_HHT[1]](https://ibnuflp.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/img_20151216_224738_hht1.jpg?w=736&h=414)



Komentar Terbaru