aloha!
too much posts in my draft page due to my lazyness to continue my writings these months.. i don’t know why but my mood always ruin everything.
First of all, I would like to say ” Minal Aidin wal Faizin. Mohon Maaf Lahir Batin” for all my friends and readers. Mohon maaf jika ada tulisan saya di blog ini yang kurang berkenan di hati teman-teman semua ๐ Semoga Idul Fitri tahun ini dapat menjadikan kita sebagai orang yang lebih baik lagi baik dalam perbuatan kepada sesama makhluk Allah maupun dalam ibadah kita kepada Allah swt.
Lebaran tahun ini adalah lebaran pertama yang gw dan keluarga gw lewati di rumah baru ๐ Alhamdulillahirabbal alamin ๐ bukan, bukan rumah yang pernah gw pernah ceritain disini, tapi sebuah rumah di kawasan Jatiwaringin yang menjadi rumah baru kami.

ini rumah barunyaaa ๐
*tampakdepan*
*mind the people in the picture :p*
Karena tidak sesuai dengan persyaratan bank calon pemberi KPR, calon rumah yang pernah diceritain disini ga jadi dibeli. Setelah pencarian berbulan-bulan, akhirnya bertemu dan rumah ini dan ternyata kami berjodoh! ๐ semoga rumah ini membawa berkah bagi kami sekeluarga dan semoga rejeki kami selalu lancar untuk bayar cicilannya :))
Libur lebaran yang lumayan panjang tahun ini setelah ditambah cuti selain diisi dengan silaturahmi dengan keluarga-keluarga juga diisi dengaaaaaaan… *drumroll*
NONTON PERAHU KERTAS!!
Yeaaay! film yang tadinya hanya berupa andai-andai ketika membaca bukunya tahun 2009, menebak-nebak siapa yang pantas memerankan Kugy dan Keenan jika difilmkan, akhirnya jadi film beneran juga! Kebayang dong ya seberapa excitednya gw waktu mau nonton filmnya. Nggak cuma gw kayanya, tapi semua pembaca Perahu Kertas pasti punya kegairahan yang sama.

Perahu Kertas The Movie – Part 1
Buat yang belum pernah baca buku yang ditulis oleh Dee ini, Perahu Kertas bercerita tentang cinta Kugy dan Keenan yang mencari jalan untuk bertemu dan berlabuh. Kugy adalah seorang gadis yang mengejar mimpinya untuk menjadi seorang penulis cerita dongeng. Sedangkan Keenan adalah seorang pria yang mengenyam pendidikan di jurusan ekonomi atas keinginan ayahnya, padahal ia sangat menyukai dunia seni. Kugy dan Keenan sendiri dipertemukan oleh pasangan Eko dan Noni ketika sedang berkuliah di Bandung. Drama hidup membuat cinta mereka sulit bertemu. Kugy terlibat asmara dengan Ojos dan Remi, sedangkan Keenan dengan Wanda dan Luhde.
Ceritanya ringan, tidak seperti buku-buku Dee sebelumnya, namun lebih berisi dibanding chicklit atau novel remaja umumnya. Cara bertutur Dee yang cerdas, fresh, kocak, namun puitis yang membuat novel ini menjadi menarik dan mengombang-ambingkan perasaan para pembacanya. Hal menarik lainnya tentunya karakter-karakter di novel ini yang ‘ga biasa’ dan sangat hidup. Best Indonesian Novel I ever read deh pokoknya! ๐
Filmnya sendiri… ummmm.. karena ekspektasi yang terlalu tinggi itu kali yah, jadi agak kecewa ๐ฆ so far, karakter-karakternya dapat diperankan dengan baik oleh pemerannya. Pas lah pokoknya, cuman Keenan yang diperankan Adipati Dolken agak kurang ‘dapet’ aura Keenannya. Itu pendapat gw loh ya, setiap pembaca pasti punya bayangan sendiri terhadap novelnya ๐ Tapi bagian awal filmnya terkesan dipaksakan. Berbagai karakter dalam ceritanya diperkenalkan dalam waktu yang cukup singkat jadi kurang menggambarkan ceritanya. Beberapa bagian dalam novel yang dihilangkan di film membuat cerita tidak dapat digambarkan secara utuh. Walaupun cerita Perahu Kertas sudah dibagi menjadi 2 film, tapi sepertinya tetap saja ada bagian yang hilang dari ceritanya. Mungkin karena novel Dee yang cukup ‘berisi’ itu kali ya, jadi setiap ada bagian yang dibuang akan mempengaruhi jalannya cerita.
After all, tetep senaaaaaang abis nonton filmnya ๐ walaupun ga se-happy abis baca bukunya :p
selain Perahu Kertas, kemarin juga sempet nonton Step Up Revolution! Mumpung ketemu bioskop, sekalian lah ya diborong nonton filmnya ๐

A good movie. Masih seperti film-film step up sebelumnya, lebih mengutamakan kerennya koreografi dibanding jalan cerita. Heuheu.. Tapi koreografrinya keren banget kok! *kasih4jempol* Bedanya dengan step up pendahulunya, di film ini tariannya disajikan dalam bentuk flash mob yang keren banget! Intinya mereka ingin menyampaikan suatu pesan ke masyarakat atau satu pihak dengan menggunakan flash mob. So far ga rugi nonton filmnya, ya rugi klo nonton film ini pake 3D! ga ngefek 3Dnya.. :p
pengen nonton lagiiii.. kapan ada 21 di pangkalpinang ya? huhuhuu.. ๐ฆ