Mari sejenak kita tinggalkan realita yang ada, mari sejenak kita berlayar ke dunia yang semua orang tidak akan pernah ketahui. Dunia di mana kita bisa menerka-nerka, menebak-nebak dan mari kita berbicara “Seandainya”. Yeah, ini hanya wacana hanya sebuah pemikiran yang tiba-tiba terlintas di benakku beberapa hari ini. Hahaha.. mungkin memang aku sedang ingin melarikan diri dari kepenatan hidup, lah apapun namanya itu, aku hanya ingin menerka seperti apa seandainya Ibuku, emakku, mamiku, uri omma ada bersamaku melewati 25th dalam kehidupanku.
Oke, mari di mulai.. karena aku cenderung positif thinking dalam segala hal, mari kita bicarakan kemungkinan terbaik dari keadaan itu. Hhmmm… mungkin aku akan pasang status di twitt or facebook berupa “ouch putriku ngajak masak bread butter pudding kesukaan eyang utinya” Read the rest of this entry »
Iseng nulis blog lagi, server di kantor sedang bermasalah, tak ada email masuk dan tak bisa internet, jadi di sinilah aku berkutat dengan kepalaku.. aish lebay (kl abi ngomongnya lebe) [lol]. Bulan Mei, bulan yang sering aku tunggu2 dalam waktu setahun. Yeah.. bertambah usia atau berkurangnya jatah hidup di alam semesta raya ini. Aku jadi teringat tahun-tahun yang aku lewati, tahun-tahun di mana aku selalu menunggu datangnya bulan mei.
Annyong haseyooo…. Sawadhii khaaaa…. Halo-halooo… ternyata sudah lama sekali aku ngga update blog, blogku terlantar, tersisihkan, tak di anggap.. *syaahhh… lebaynya kambuh*. Sepertinya tidak menuangkan berbagai pemikiranku dalam blog membuatku mengalami sedikit masalah dengan daya tampung ingatan dalam otak. Ibarat Harddisck penuh ni ye, setiap di paste isi baru pasti ngga akan bisa.. sepertinya otakku yang penuh ini juga seperti itu, aku mengalami kepikunan dini (kenapa dini? Karena aku kan masih muda :P). Aku gampang melupakan segala sesuatu, gampang tidak ingat (ini sama saja lupa) pokoknya seperti cangkir penuh yang terus di tuang air.. mleber kemana-mana jadinya. Aaiisshhh.. lupakan, terlalu banyak bertele-tele sepertinya hehehehe [hmpfh]
Aawwww… lapppeeerrrr…… jam di laptop menunjukkan angka 8:56 PM, sudah tidak memungkinkan diriku untuk makan, apapun… bahkan buah pun tak boleh. Padahal tadi aku sudah melahap dua buah pisang dan satu buah apel sebelum jam 7.00 PM… huff… terima deh air putih semug lagi, demi perut yang langsing kek Shakira *dgetok*. Yeah.. I’m on diet program… again!
Alhamdulillah, hari ke tiga di bulan Ramadhan. Happy fasting all :D. Sebelumnya aku minta maaf ya buat semua-semuanya, mungkin agak telat tapi kan ada pepatah mengatakan lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali hehehe. Bulan Ramadhan adalah bulan di mana semua pahala dilipat gandakan, sepertinya aku tidak perlu membahas ini lebih detail karena aku yakin temans semua pasti sudah tau lah. Ini tahun ke tigaku menjalankan puasa di kos-an, bener-bener ngga berasa banget ternyata aku sudah tua *cekakak*.
Menurutku buku ini layak di acungi jempol, sebuah karya Best Seller yang menceritakan tentang Pembunuhan berantai yang menewaskan 25 gadis perawan, dengan ciri2 kematian yang hampir serupa, seluruh pakaian, rambut dan kulit kepala hilang serta tubuh yang layu seolah tak pernah hidup sebelumnya, seolah daya hidup yang pernah ada telah terhisap tak bersisa, pembunuhan ini dilakukan dengan sangat rapi dan terencana, seolah karya seorang seniman genius.
Huuuuuufff… sebentar aku tarik nafas panjang dan hembuskan secara perlahan terlebih dahulu. Aku baru saja menyelesaikan buku ini, buku yg berhasil aku baca dalam dua malam (hanya malam tanpa siang). Baiklah mungkin langsung saja aku buat review yang seperti biasanya, review berdasarkan aku si pembaca. Here it is.. *SPOILER ALERT*
Best Man, bercerita tentang persahabatan tiga laki-laki bernama Adam, Nick dan Mark. Best Man di ambil dr sudut pandang Adam yg takut berkomintmen, gemar gonta-ganti pacar . Dia suka membuat berbagai macam alasan yg aneh2 buat mutusin pacar-pacarnya *setelah di tiduri tentu saja* dari mata kaki yg kegemukan sampai gigi taring yg kepanjangan. Tentu saja hal ini tidak pernah di ungkapkan ke pacar-pacarnya, alasan itu hanya di buat untuk meyakinkan diri sendiri meninggalkan perempuan-perempuan itu.
Jangan diartikan secara harfiah lo, nanti ada yang berfikir bahwa “tentu saja ada, jagad raya ini kan luas bla,bla,bla” bukan.. bukan itu maksudku temans. Ini hanya terinspirasi dari pepatah “Di Atas Langit Masih Ada Langit” jadi kenapa tidak boleh ada pepatah “Di Bawah Bumi Masih Ada Bumi?” agak terdengar aneh kalau “Di Bawah Langit Masih Ada Langit” (kan masih sama-sama di atas) aaaaiiihhh… aku jadi bingung sendiri, skip deh.. aku bukan mau ngomongin pepatah atau pelajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar [hmpfh].
Bayangkan kalau kita hidup tanpa huruf “O”, pohon pun akan berganti nama menjadi phn (baca : pe ha en), dodol menjadi ddl (baca : de de el), orang menjadi rang dan yang pasti tidak akan ada sebutan “Big O” [lol], serta O-O yg lainnya. Bisa kita bayangkan kerepotan yang akan kita rasakan apabila tidak ada “O” di sekitar kita. Yeah, “O” ku copot, maksudnya huruf “O” di laptopku copot ‘ihiks’.