
Yang jelas kita bukan sedang ngomongin om Surya Saputra atau kak Ario Bayu ya. Terus juga bukan lagi ngebahas Bebek goreng mana yang paling enak.
Sesuai AD ART blog ini, saya akan bahas dunia kelistrikan. Mohon maaf 🙂
Ya betul, Surya disini adalah PLTS, listrik tenaga matahari. Bayu adalah PLTB, atau listrik tenaga angin. Dua-duanya sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Dua-duanya juga lagi jadi trending topic bagi pemerhati isu energi, terutama EBT. Apalagi para pemimpin dunia juga lagi mengkampanyekan target Net Zero Emission dalam beberapa dekade mendatang. Target Indonesia di 2060.
PLTS dan PLTB sudah ada di Indonesia. Meski belum sebanyak di negara maju. Tapi yang kita bahas bukan PLTS/PLTB yang di Indonesia.
Idealnya, kita akan menyerap listrik EBT sebanyak mungkin. Sebanyak-banyaknya sehingga menggantikan listrik berbahan bakar fosil. Fosil apaan sih? Itu tuh… seperti minyak dan gas bumi (solar diesel, bensin dll). Juga batubara (masih sodara-an sama arang untuk bakar sate).
Asap hasil pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan CO2 (gas rumah kaca). Asap atau emisi ini sebetulnya bukan dari pembangkit listrik saja. Sumber emisi lain yang sangat besar adalah emisi kendaraan bermotor bakar.
Kalau kendaraan bermotor listrik bagaimana? Ya tidak ada emisinya. Sektor transportasi bisa betul-betul bersih jika sumber energi kendaraan listriknya dari listrik EBT.
Tujuannya apa? Tentu saja agar emisi gas rumah kaca dapat ditekan. Kalau tidak ditekan bagaimana? Ya.. Bumi akan semakin hangat. Efek dari semakin banyak CO2. Yang “menahan” panas radiasi matahari dalam atmosfir bumi. Akibatnya, es di kutub mencair. Tinggi permukaan air laut mengancam menenggelamkan kota-kota di pesisir. Iklim jadi tidak menentu. Memicu gagal panen. Krisis pangan adalah efek berikutnya yang menghantui.
Yang terjadi di negara maju, musuh EBT ternyata bukan energi fosil saja. Sesama EBT ternyata juga bisa salip menyalip. Publikasi AEMO untuk sistem Australia Barat buktinya.

Dari grafik ini terlihat sekali. Warna kuning menggusur warna hijau. Kurva ini dinamakan “the duck curve”, kurva bebek. Mirip gambar bebek, begitulah kira-kira imajinasi insinyur listrik.
Untuk mengakomodir masuknya listrik dari PLTS, PLTB harus “mengalah”. Di siang hari, sangat wajar jika produksi listrik fosil dikurangi. Tapi jika ternyata harus mengurangi produksi EBT listrik dari angin, tentu ini mengejutkan.
Namun demikian, selalu ada solusi untuk problem teknik. Australia sudah menyiapkan gudang energi, dan sedang terus memperbesarnya. Tempat menyimpan energi listrik dari EBT. Berupa power bank raksasa. Battery Energy Storage System (BESS) namanya.
Yang tidak dapat diserap karena bersaing dengan saudaranya sendiri, sesama EBT. Jadi memang benar, Surya vs Bayu, telah terjadi di negeri seberang. Dan akan didamaikan dengan BESS.











Dikti
Komentar Terbaru