Salah Siapa

Salah siapa…
Ketika suatu generasi tak beretika
Salah siapa…
Ketika tidak ada lagi tata krama

Siapa yang salah…
Saat semua hanya berdiam diri melihat yang benar dianiaya tanpa membantah
Siapa yang salah…
Saat hidup untuk hari ini saja tidak lebih baik dari yang sudah

Salah siapa?salah siapa?
Ketika omong kosong dipuja tapi yang berisi dicemooh
Siapa yang salah?siapa yang salah?
Ketika terlalu banyak konflik terjadi dan hilang begitu saja tanpa jelas akhirnya

Tak ada jawaban…
Hanya terlintas sebatas harapan
Tak ada jawaban…
Semua hilang ditengah keramaian

Konspirasi Tanpa Batas 2

Hai jiwa yang tamak
Hidup bukan perkara beranak
Mengejar hasrat tanpa otak
Mencari mangsa dengan membeliak

Tak ingat akan asal
Berkelakuan binal
Otak pun bebal
Seperti binatang tanpa akal

Teriakan harga diri
Tapi tak terbukti
Berawal unjuk gigi
Lalu lari dan sembunyi

Seonggok daging diberi nyawa
Lupa bersyukur pada Sang Pencipta
Aib yang terhalang dunia fana
Terkuak nanti di alam baka

Berkhayalkan abadi
Berpura dalam suci
Pencitraan demi obsesi
Acuhkan semua teriakan nurani

Mata hati telah dibutakan
Demi kekuasaan dan kepuasan
Disuap oleh kemunafikan
Acuhkan kesengsaraan

Mulut bungkam dari kebenaran
Oleh teriakan menyesatkan
Pengalihan demi pengalihan
Kesedihan hanyalah setingan

Konspirasi Tanpa batas

Diantara ilalang dan debu berterbangan…

Sepasang muda mudi sedang memadu asmara ditengah liarnya belantara kota

Geliat nafsu neraka,anak haram ibukota…

Menepis segala bentuk norma dan etika
Ketabuan yang mulai punah terkikis oleh jiwa-jiwa yang tamak

Namun sebuah era baru telah datang dimana ,candu akan kehidupan yang fana

Karena era kehidupan baru itu telah dimulai, kefanaan itu pun mulai mengikis sedikit demi sedikit adab setiap individu

Kuharap semesta akan mengerti dengan sesuatu yang fana ini, akankah dunia terus menerus membuat manusia untuk menuliskan elegi-elegi?

Hari ini akan kukatakan kepada mata,telinga,dan hati, imajinasiku ku begitu sempurna, tak seperti orang biasa…

Karena yang kulihat semua fana, yang terdengar hampir semua dusta dan yang terasa hanya sisa-sisa asa yang melemah bercampur nafsu dan kemunafikan yang terlalu nyata

Dan ternyata semua itu jauh dari kenyataan, yang ada dilihat hanyalah senyuman palsu busuk.
Seperti belati yang menusuk dada ini, seperti itulah sekiranya kenyataan yang ada didunia ini

Senja yang ku lihat sama dengan senja yang kau pudarkan melewati sebuah angan yang tak dapat genggam hancur dalam kepingan kepahitan yang mendalam.

Andai waktu bisa di putarbalikan menghapus semua jalan yang penuh menyakitkan. Andai hidupku selalu tenang seperti awan yang melayang tanpa beban

Tapi puan,bagaimana puan mengartikan sebuah senyuman itu sebagai senyuman busuk, bukankah segala senyum adalah sebuah bentuk ibadah?

Andai senyum ini bisa berbicara mungkin tak sanggup telinga puan mendengar keluh nya

Amnesia Diri 

Hal yang tak pernah kuingat adalah diri sendiri bahkan kadang dilupakan hanya karena nafsu dan ego mengendalikan akal dan nurani  

Diri ini lupa akan rasa yang telah lama hilang hanya karena duniawi dan materi yang tak ada habisnya

Lapar akan rasa gelisah yang lama hilang ditelan sang nafsu
Haus akan rasa syukur yang mulai memudar dihirup sang ego

Yang terlihat saat ini hanya kemenangan tanpa perayaaan
yang tercium saat ini hanya aroma wangi yang menyesakkan nafas
yang terkecap saat ini hanya rasa manis bercampur pahit
yang terdengar saat ini hanya suara meriah ditengah isakan

Setelah sekian lama diri ini merindu
Diri ini pun lelah dan kembali bersemayam dalam gelap
Mencari setitik demi setitik pengharapan

Sunyi sepi hanya diam tanpa kata,
hembusan angin pun tak berani bersuara
Kembali ke awal adalah cara terbaik untuk membangun semua yang telah runtuh

Mengejar Fana

Entah hingga kapan semua akan bertahan?
Entah kapankah semua akan sadar dari kefanaan?
Para insan yang terbius keserakahan
Penghalalan demi sebuah kebebasan

Mereka buta akan semua pertanda
Semua akan di tejang demi nikmat dunia
Hiburan terlarang menjadikan sukacita
Terlena oleh gengsi semata

Berkah dari langit menjadi bencana di bumi
Bukan tanpa sebab hanya karena tak ada rasa peduli
Mengambil tanpa memberi kembali
Menunggu matinya semua nurani

Berkedok simpati dengan rasa iba yang palsu
Hanya tebar pesona ditengah pilu
Seperti debu ditiup angin lalu
Hanya sebuah pengalihan isu

Karena mengejar fana menjadi cita
Berlomba dengan segala cara
Tak perduli hina
Asal menjadi sang juara

Sangsi Alam Semesta

Disaat semua mulai binasa
Bukan kehancuran tapi merana
Mencoba bicara ditengah bencana
Tapi kalah oleh hiruk pikuk belantara

Hanya gema sang penguasa
Yang saling hina
Demi kekuasaan semata
Dan kenikmatan fana

Mulai gusar seluruh alam
Melihat si sempurna kejam
Sorot mata yang kelam
Hati nurani telah padam

Mungkinkah ini akhir dunia
Sangsi alam semesta
Pada si sempurna
Karena mengejar fana

Aroma Ketakutan

Halusinasi akan harapan
Tak terelakan bagai kebutuhan
Asumsi yang berdatangan
Hanya menjadi simbol kemunafikan

Tindakan yang nyata
Seperti serangan yang fana
Sekilas terlihat mata
Nyatanya fatamorgana

Aroma kemenangan yang hilang
Tertinggal ketakutan yang melintang
Menggerogoti suara yang lantang
Tercekik seperti binatang yang malang

Tak ada belas kasihan
Hanya ada jebakan dan tipuan
Menunggu sang ajal datang dalam kesepian
Disaksikan alam dan ditemani aroma ketakutan

Salah Persepsi

Tak ada lagi rasa malu
Hanya ada saling cemburu
Tak ada lagi etika
Yang ada semakin gila

Hidup di jaman baru
Tapi kelakuan kaya di jaman batu
Saling sikut tanpa ragu
Hanya karena hawa nafsu

Teriakan yang hampa
Demi kebebasan dunia semata
Dunia yang semakin tua
Tapi semua hanya ria

Semua salah persepsi
Hanya karena duniawi
Tak ada rasa takut
Hedonisme semakin akut

Kemarin, Hari ini, Esok hari

Hidup kemarin…
Hidup hari ini…
Hidup esok hari…
Hanya bisa belajar dari hari kemarin, memperbaiki hari ini, dan mengubah esok hari menjadi lebih baik lagi…

Teruslah berusaha walau terkadang tak sesuai harapan…
Teruslah berdoa walau terkadang tak semua doa terkabul…

Jangan pernah takut akan kegagalan tapi takutlah bila kita sudah tidak mempunyai semangat untuk bangkit lagi.

Jangan pernah malu untuk gagal tapi malulah bila kita tak pernah mau belajar dari kegagalan itu.

Hidup bukan hanya kemarin, hari ini, ataupun esok hari saja…
Hidup memang singkat tapi tak sesingkat yang kita pikir….

Kenangan

Awal yang indah bagi kita kini hanya kenangan…
Semua hilang karena kesalahanku yang selalu merasa benar…
Ego ini membuatmu terluka dan berpaling ke lain hati…

Kini kuhanya dapat meratapi kesepian hati…
Berharap waktu kembali tapi apa daya hanya dapat menyesali…
Bukanku tak berjuang tapi mungkin hatimu letih dengan diri ini…

Mengeluh pun tak berarti kini kau telah pergi…
Berharap kau kembali meski tak pasti…
Bila itu terjadi akan ku genggam tanganmu,kupeluk dirimu dan tak kan kulepas lagi…

Impian dan asa tetaplah di sini dan berikan diri ini semangat tuk menjalani hari walau sendiri…