Diantara ilalang dan debu berterbangan…
Sepasang muda mudi sedang memadu asmara ditengah liarnya belantara kota
Geliat nafsu neraka,anak haram ibukota…
Menepis segala bentuk norma dan etika
Ketabuan yang mulai punah terkikis oleh jiwa-jiwa yang tamak
Namun sebuah era baru telah datang dimana ,candu akan kehidupan yang fana
Karena era kehidupan baru itu telah dimulai, kefanaan itu pun mulai mengikis sedikit demi sedikit adab setiap individu
Kuharap semesta akan mengerti dengan sesuatu yang fana ini, akankah dunia terus menerus membuat manusia untuk menuliskan elegi-elegi?
Hari ini akan kukatakan kepada mata,telinga,dan hati, imajinasiku ku begitu sempurna, tak seperti orang biasa…
Karena yang kulihat semua fana, yang terdengar hampir semua dusta dan yang terasa hanya sisa-sisa asa yang melemah bercampur nafsu dan kemunafikan yang terlalu nyata
Dan ternyata semua itu jauh dari kenyataan, yang ada dilihat hanyalah senyuman palsu busuk.
Seperti belati yang menusuk dada ini, seperti itulah sekiranya kenyataan yang ada didunia ini
Senja yang ku lihat sama dengan senja yang kau pudarkan melewati sebuah angan yang tak dapat genggam hancur dalam kepingan kepahitan yang mendalam.
Andai waktu bisa di putarbalikan menghapus semua jalan yang penuh menyakitkan. Andai hidupku selalu tenang seperti awan yang melayang tanpa beban
Tapi puan,bagaimana puan mengartikan sebuah senyuman itu sebagai senyuman busuk, bukankah segala senyum adalah sebuah bentuk ibadah?
Andai senyum ini bisa berbicara mungkin tak sanggup telinga puan mendengar keluh nya
-6.558891
106.732155