Pengumuman:
Tulisan yang ada di blog ini Indranesta gratiskan, termasuk mengutip, tidak pakai syarat2an harus cantumkan penulisnya n asal sumbernya…
Gratisssss!
🙂
Pengumuman:
Tulisan yang ada di blog ini Indranesta gratiskan, termasuk mengutip, tidak pakai syarat2an harus cantumkan penulisnya n asal sumbernya…
Gratisssss!
🙂

Supra X Indranesta "BlackBox"
Tulisan ini sudah Indranesta mulai sejak 19 Jan 09, namun belum di publish dikarenakan lebih fokus pada pemilihan oli di tulisan Uji Oli untuk Supra X , namun melihat trend diskusi pada komentar tulisan seleksi oli, maka Indranesta memutuskan untuk mem-publish tulisan ini dengan harapan topik diskusi seputar parts upgrade/variasi Supra X dan Honda bebek pada umumnya dapat lebih terarah. Selamat menikmati…
==
Well,
Baru saja bulan desember lalu Indranesta menerima kiriman motor Honda Astrea Supra X 2003 dari Jogja.
U know lah, Kalangan bebek Honda memang terkenal bermesin irit, tapi akibatnya berkarakter tarikan bawah agak lemot, selain itu jadi incaran maling2 dan begal2 seantero negri, jadi kesihan sekali bebek Honda yang tidak bisa ngibrit akan jadi mangsa empuk mereka untuk kemudian dijual jadi motor bodong atau dipreteli spare parts-nya.
Dahulu kala Januari tahun 2004 ketika motor ini masih gress Indranesta sempat mencoba motor priyayi ini berboncengan dengan adik yang kebetulan berbobot di atas rata2, dan memang sudah diduga, untuk sendiri saja susah tarikannya apalagi berdua, walhasil harus sabar mengurut gas dan membuka gas lebih lebar demi tarikan yang tak seberapa.
Sebenarnya, dari dulu Indranesta paling tidak mau pakai bebek Honda, ya praktis krn alasan di atas. Tapi apa daya, memakai Yamaha Crypton sudah terlalu lama, 12 tahun, dan bosan tentu saja, butuh kesegaran baru, alias mainan baru, selain itu kalau pun mau facelift dan variasi racing, tetap saja sudah bosan karena barangnya masih yang itu juga. Sesungguhnya tidak ada masalah dengan mesin dan penampilan crypton, selain body dan kaki2nya sudah sedikit hancur termakan ganasnya jalan, dan borosnya yang semakin bikin ga tenang, sementara turbo cyclone sudah tidak ada yang jual (yang dulu terpasang hilang entah dimana raib saat service), tarikannya sungguh memuaskan terutama gigi 1 dan 2, tapi ya itu top speed ga jauh2 dari 80-90km/jm, dan selama ini memang tidak butuh top speed tinggi2 amat, kan harian ini.
Back to Supra x, akhirnya, Indranesta kena tulah omongan sendiri, harus pakai Honda jenis Supra X, karena masih ada kebutuhan lain yang cukup besar, jadi kalau harus beli motor baru kantong bakalan terasa berat, padahal lagi naksir berat Kawasaki Athlete 125 atau Suzuki New FU 150, hiks…
Begitu motor tiba pertengahan Desember lalu, lansung kaget, Karena kondisi shock belakang ceper, alias anting aslinya diganti yang super pendek, tapi asik juga, krn nyonya Indranesta senang dengan hal ini, tapi kondisi per asli ini jg lumayanlah, ga parah amat. Sementara untuk tarikannya masih sama dengan yang dulu, krn servisnya msh yang rutin AHASS, oli jg pakai oli standar federal 20w-50, ya sudah…
Sementara kondisi body msh standar abis, cuma ketambahan jepitan barang tambahan di tengah.
Supra x ini Indranesta bawa dari DKI Jakarta ke Lampung dengan dinaiki berboncengan, menempuh jarak sekitar 200km + nyebrang selat sunda dalam satu hari, jadi seharusnya ada hal2 yang perlu dipersiapkan. Setelah perjalanan antar pulau ini Supra X akan dipakai memenuhi kebutuhan berkendara sehari2, dan harus bisa meladeni karakter berkendara Indranesta.
Maka ini lah langkah2 yang Indranesta ambil untuk meningkatkan keadaan di 3 aspek utama yakni (1), keamanan, (2). kinerja, dan (3). kenyamanan, sementara aspek keindahan (estetika) tidak masuk prioritas saat ini krn kebetulan masalah dana, pun Indranesta dan nyonya focus untuk masalah fungsi (utilitas) saja.
Keamanan :
Waiting List:
Kenyamanan :
Waiting List:
1. Jaket rider, cari yang tidak panas, tapi cukup kuat menahan angin, tidak perlu yang anti air, karena ada mantel. Naksir model air flow, penasaran DTMC yang di tangerang…
Kinerja :

Waiting List:
Plus : Penampilan : tema Black Box, Indranesta usahakan semua part yang terpasang berwarna hitam senada. selain bermaksud untuk mengumpulkan panas karena mesin Honda Supra X ini berkarakter dingin, warna hitam juga akan membuat motor ini terlihat tidak “entengan”.
Tulisan ini masih jauh dari sempurna, mohon komentar, masukan, dan saran serta diskusi dari rekan2 biker, dan tulisan ini masih akan diupdate terus, karena mendongkrak performa Supra X belum berhenti sampai di sini, dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi rekan2 biker pemakai Supra X.
Update Desember 2009: Ganti spion dengan milik Honda CS1
Update 13 Februari 2010: Ganti kampas rem AHM + Ganti minyak rem DOT4 + CDI Varro (info lengkap silahkan cek di masing2 kategori : kinerja dan keamanan di atas), tks.
Untuk foto dari beberapa sisi sedang diusahakan, jadi mohon rekan2 biker bersabar, tks.
Update 28 Februari 2010: Ganti PJ ukuran 40 merk Veezumi dan stel angin karbu + ganti relay klakson merk Hella karena yang lama mati. Masalah cakram sudah beres, CDI Varro lebih terasa tenaganya
Update 28 Maret 2010: Ganti accu (aki) karena soak alias matot dg GS genuine MF dan Pasang kembali PJ standar 38. ==> pls check detail di atas…
Dalam waktu dekat: gear depan turun jadi 13 (uji akselerasi) + ganti knalpot Nobi 3bold series silver + ban 90/70 belakang corsa s123 atau swallow atau Duro (masih survey tapi sudah positif ganti karena mendesak, ban belakang sudah tipis — dalam tapak <1,6mm) + spakbor MX ganti merk yang lebih bagus/tebal karena yang lama retak tidak tahan getaran ban, jalan, dan angin.
Update 11 April 2010: Sudah ganti knalpot Nobi 3bold silver, ganti ban belakang dengan Corsa S123 tubeless 90/70 (lebih lebar), ganti spakbor MX baru karena yang lama retak. Silahkan temui detail di atas… selain itu Indranesta sedang mempertimbangkan HCS (hidrogen booster) karena tarikan tambah berat setelah ganti ban lebar. Selain itu PJ sudah dikembalikan ke standar dan sudah distel ulang karbunya, rasanya mesin sangat melegakan, stasioner tidak masalah lagi, iritnya kembali lagi meski tarikan tidak sehebat waktu pakai PJ40 (well, you win some, you loose some)
plus tulisan faktor keamanan soal gas spontan, helm SNI emboss berventilasi, shock belakang, dan upgrade footstep underbone.
Mungkin senin 12 April foto2 terbaru dari beberapa sudut akan hadir, memenuhi permintaan rekan2 biker sebelumnya… 🙂
masih kurang? 🙂
Update 20 April 2010: kinerja motor
Sudah seminggu pasang busi Denso Iridium 90rb, gas spontan Daytona seharga 70+15 pasang. Klakson baru model standar 25rb, grip goyo 50rb, Adjustable handle rem 28rb, silahkan simak tulisan2 terkait di atas 🙂
Update 22 April 2010: kinerja motor
Baru saja ganti gear depan, turun dari 14 jadi 13, total 17ribu.
Update 27 April 2010:
Efek turun mata gir depan terasa, lengkapnya ada di tulisan di atas. Tgl 26 April pasang kaliper satu piston cakram depan milik Honda GL Pro sang legendaris. Plus mulai mempertimbangkan ganti per & kampas kopling semi racing.
Jadi pengen upload foto terbaru dg gas spontan daytona, grip, n handle rem baru, n kaliper baru… 🙂
Update 1 mei 2010:
Posisi sdg di Jakarta, jadinya bisa menyambangi lokasi HCS (Pakdebin) di Panglima Polim, Jaksel, sayang motor2 yg dipasangi HCS sudah selesai, jadinya hanya diskusi saja sambil lihat2 produknya. Tertarik ceritanya utk nambah torsi bisa dg memperkecil lubang intake ke karbu pake paking alumunium yg lebih kecil diameternya, ada yg pernah mencobanya?? :), selain itu untuk pengapian selaras, kalo sdh ganti cdi baiknya koil jg diganti (jadi malu koilnya msh standar, tar ganti koil kitaco ah…). Lanjut ke arah bonjer-kedoya, survey helm… di juragan helm disarankan datang ke bazar otomotif 8-9 mei mendatang, jadi siap2 bikin daftar buruan nih, biar gak jebol kantong hehe, banyak part2 yg jarang ada soalnya plus yg baru juga ada, seperti helm SNI emboss model baru, oh ya, per April 2010, harga helm SNI emboss naik 15-40rb lho, jadi jgn pada kaget ya 🙂
Info tambahan: buat yg masih cari/naksir center box, silahkan sambangi toko variasi di seberang ITC Permata Hijau, arah kebon jeruk, sebelum lampu merah, cuma ada satu toko variasi motor di situ, lupa nama tokonya, dulu Indranesta beli di sana, dan tadi masih ada stoknya kelihatan satu, siapa tahu cocok dg motor rekan2 biker…
Bagi yg cari kepala+kabel busi splitfire, kebetulan lihat ada 2 buah di toko helm/variasi lokasinya sebelum toko juragan helm arteri kb.jeruk, lupa nama tokonya juga, harganya jg lupa tanya hehe… moga bermanfaat…
Update 9 Juli 2010:
Upgrade yg melelahkan, tapi memuaskan sejauh ini… jadi selama dua bulan terakhir tdk sempat update, sbb:
sementara pointer2 nya dulu ya bro n sis, penjelasan lengkapnya+foto2 baru menyusul 🙂

Antrian seleksi Oli-indranesta-wordpress copyright
Kali ini Indranesta fokus pada oli mesin pada Honda Supra X 100cc.
Latar belakangnya adalah kenikmatan berkendara (kinerja sesuai kebutuhan) dan keawetan mesin Honda ini dirasa kurang dengan oli standar pabrikan.
Jelas kurang, karena mesin rasanya “berat” dan “malas” diajak lari, maunya diajak jalan saja, memang sih, dari dulu motor Honda bebek terkenal enak buat jalan-jalan, makanya semua umur suka, mulai yang baru blajar motor, pacaran, sampe oma opa, so Indranesta lebih suka menyebut motor ini motor priyayi, motor kalem yang tidak suka diajak lari, paling ogah deh kalo sudah urusan lari or buru-buru, dan ini keluhan pertama saat nunggang motor ini.
Terkait erat dengan kinerja mesin, salah satu faktornya adalah urusan oli. Dari dulu sejak pakai Yamaha crypton, dan adik Indranesta pakai vega, kami tidak pernah mengeluh soal performa mesin, thus, karena mesinnya enak, maka urusan oli otomatis mudah dideteksi juga, alias kalo oli ada yang “tidak enak” kami langsung tahu dan saling tukar info. Pada jaman itu, setelah gonta ganti berbagai merk oli, ternyata crypton Indranesta paling cocok pakai Castrol Power 1 15w-40 0.8lt. dan Vega adik Indranesta paling cocok pakai Pennzoil 20w50 yang kuning, tapi secara harga, jauh di bawah Castrol.
Indranesta termasuk yang berkeyakinan bahwa “LAIN MOTOR-LAIN OLINYA”, karena tiap mesin punya karakter khusus dan punya kebutuhan spesifik akan oli. Spesifikasi teknis oli dan rekomendasi oli standar pabrikan motor tidak bisa dijadikan rujukan pasti dan tidak menjamin kepuasan pemakai motor karena hal ini terkait erat dengan kebiasaan cara membawa motor yang berbeda2 dan kebutuhan pemakaiannya. Hal inilah penyebab mengapa ada banyak bro biker yang mengeluh kenapa pakai oli bagus yang mahal kok mesinnya malah tidak enak, dan ketika ganti oli biasa yang lebih murah ternyata cocok dan tokcer atau sebaliknya. Kombinasi antara karakter mesin, karakter pemakainya, dan peruntukan mesin inilah yang akhirnya menentukan jenis, tipe, merk, dan teknologi oli yang paling pas, dan menurut Indranesta cara paling praktis dan murah adalah dengan mencobanya satu2, dirasakan sendiri sampai didapat oli yang tercocok bagi mesin dan pemakainya, artinya bisa jadi sama2 motor Honda Supra X 100cc tapi oli-nya bisa beda. Sementara spesifikasi teknis mesin dan oli dapat menjadi semacam petunjuk awal dalam proses pemilihan ini.
So, untuk Honda Supra X 100cc ini, Indranesta tertantang untuk menjajal berbagai jenis oli di pasaran dengan criteria yang Indranesta tentukan sebagai berikut :
Untuk masalah overheat, Indranesta bersyukur karena dalam pandangannya, mesin Honda Supra ini termasuk karakter mesin “dingin”, alias susah panas, dan kalau sudah panas, lumayan kinerjanya, jadi boleh Indranesta bilang, ini mesin Diesel-nya bebek. Kenapa Indranesta bilang demikian? Karena karakter mesin Honda ini:
1). kalau pagi atau kalau suhu dingin suka susah hidup, apalagi kena banjir, dan habis hujan, suka mbrebet, dan minta dipanasi dulu sekitar 10-15menit baru enak langsamnya (suaranya pun bisa dibedakan setelah 10 menit).
2) kalau mesinnya sudah panas, dan dibawa jalan sekitar 15 menit, maka kinerjanya semakin meningkat dan tidak perlu kuatir dengan resiko overheat.
Kedua karakter di atas berbeda dengan mesin Yamaha Crypton Indranesta sebelumnya yang bertipe “emosian” alias cepat panas, kalau pagi tidak perlu dipanasi, cukup dinyalakan sebentar, ditinggal mengunci pagar, langsung tancap gas, tokcer, pun kalau hujan atau banjir Indranesta tidak pernah risau, sementara bebek merk lain harus parkir diutak-utik dulu setelah menerjang banjir, tarikannya pun dahsyat untuk gigi 1-2, tapi jika sudah dipakai jalan jauh, mesin terasa panas di kaki, dan kadang perlu didinginkan dulu sambil istirahat di pinggir jalan atau pom bensin setelah sekitar 1 jam perjalanan. Yah, memang kita tidak bisa mendapatkan semuanya, you win some, you lose some.
Oke, kembali ke Oli,
Indranesta sudah memilih oli yang ada di pasaran yang menurut Indranesta cukup memancing rasa penasaran untuk dicoba, antara lain :
Di atas kertas, secara teknis pemenangnya adalah Pertamina Enduro Racing 4T 10w40 SJ harga 32rb/0.8lt, dengan JASO MA2, TBN tertinggi 9.59 dan Flash point tertinggi 222oC, tetapi hal ini sama sekali belum membuktikan apa2 bagi Indranesta karena penentuan pemenang pengujian ini adalah kesesuaian dengan kriteria2 Indranesta di atas.
So far, hasil pengujian oli sementara (1 Feb 09):
1). BM1 PC1000 – 15w-50 API SJ Jaso MA harga 40ribu 0.8lt.
Karena cerita awal di atas, meskipun cukup sulit mencarinya, jadilah oli ini dipasang di mesin Honda Supra Indranesta @ Km23.200 sejak 8 Januari lalu dan hingga tulisan ini dibuat 2 Februari sudah berjalan hingga Km23.670, saat ini warnanya masih agak bening tapi sudah mulai keruh, tetapi 2 minggu lalu Indranesta harus campurkan BM1 aditif anti friction seharga 15ribu karena sebelumnya mesin rasanya agak tidak “akur” dengan oli ini sehingga getaran dan suaranya cukup meresahkan plus kopling yang agak keras dan kasar. Harga total untuk oli ini 55ribu, kondisi ini sudah jelas melebihi budget, sehingga otomatis oli ini gugur meski kondisinya cukup enak setelah diberi aditif.
Kinerja mesin Supra X: tarikan bawah agak naik, tarikan atas jauh lebih enak, sebelumnya top speed 60-70kpj kondisi ngeden dan getar, sekarang bisa 70-80kpj tanpa getaran berarti, tapi tarikan bawah pada saat mesin dingin masih susah, alias masih harus buka gas rada besar baru bisa “gerak”.
~Update : Pada tanggal 10 Feb 09, Km23.820 (pemakaian 620km) kondisi mesin sudah mulai “seret” dan suara mulai kasar meski warna oli masih dalam taraf baru mulai keruh.
So, oli mahal ini tidak lulus uji di Supra X Indranesta karena harus pakai aditif dan melewati batas budget, plus kinerja tarikan bawah masih belum memuaskan. Hasil ini membuat Indranesta kapok coba 15w50 di mesin Supra X.
*Belakangan Indranesta baru menemukan info bahwa 15w50 ini tidak stabil viskositasnya (http://masagusismail.wordpress.com/2008/08/28/belajar-memahami-makna-dibalik-kode-sae-oli-mesin-utk-motor/) sehingga riskan untuk perlindungan kopling dan gearbox, so, Indranesta memberi kesempatan kedua bagi BM1 tapi kali ini untuk PC1300 10w40 SL Jaso MA2 0.8lt dengan catatan harga tidak lebih dari 50rb dan barangnya bisa dicari di pasaran.
…
Ada yang mau usul saran oli berikutnya yang akan dicoba? Mungkin bulan depan sekitar medio Maret’09. Saat ini yang sudah standby siap uji ada Pennzoil, Yamalube, Idemitsu, BM1, Enduro, dan Castrol. Hayoo pilih mana??
Dengan masa pakai oli sekitar 1-2 bulan, maka semua oli tersebut Indranesta harapkan bisa dicoba dalam tahun 2009 ini. Jadi sering2lah membuka tulisan ini untuk membaca update-nya ya…
…
Update: 23 Maret 09
setelah 1,5 bulan ditinggal dinas, ini mesin masih bisa jalan, meski teteup harus dipanasin min 10 menit, oli tetep agak keruh, suara mesin mulai ndak enak, n kilometer masih di 23.930, baru 730km jalan, max speed dicoba semalam masih bisa di atas 90 km/jam, tapi pemakaian oli ini sudah ndak perlu diteruskan coz jelas2 oli ini gagal pengujian, untuk pilihan oli berikutnya karena belum ada masukan dari temen2 maka diputuskan ganti oli berikutnya pakai Idemitsu 10w30 si mineral super encer andalan Honda Blade.
…
Update: 1 April 09
2).Idemitsu ECO 4T 10w30 API SJ Jaso MA – harga 26-30ribu 0.8lt.
Akhirnya,
Tanggal 28 Maret Sabtu lalu di KM24.000 (tepat 800km oli lama) oli mesin diganti dengan si Hijau Idemitsu 10w30, di Ahass (sekalian service), harga di toko oli 26rb, di Ahass 28rb. Petugas servicenya sempat kaget, “ini encer lho pak 10w30, yakin mau pakai?” ya jawabannya jelas yakin lah dan yakin dong.
Ada satu point yang membuat penasaran yakni di label oli ini ditulis Exellent Cold Start, ketika dicoba saat pagi hari ternyata memang benar, yang biasanya mesin sulit hidup dengan electric starter alias harus dengan kick starter, sekarang tidak masalah 1st start dengan electricnya, dengan kick juga sangat mudah. Waktu pemanasan mesin lebih singkat, tidak lagi 10-15 menit, tapi cukup 5 menit sudah bisa langsam optimal.
Point berikutnya, di awal pemakaian pencapaian kinerja mesin juga semakin enak, suaranya halus adem, tidak sekasar BM1 PC1000 (dengan kondisi sama habis service juga), si Hulk ini sampai sekarang di KM24.105 masih bertahan enak, prediksi Indranesta oli ini tidak bertahan lama enaknya alias <1000km, tapi mana tahu namanya juga prediksi, hasil akhirnya mari kita lihat nanti.
Point tambahan, bensin jadi lebih irit, padahal knalpot baru ganti yang racing custom, ketika masih pakai oli sebelumnya bensinnya cepat habis, beda dengan oli ini, klaim pabrikan sih bisa hemat bbm s/d 17% (link di atas).
Kesimpulan awal oli ini worth it banget, encer meskipun mineral based dengan harga <30rb (jauh di bawah budget/hampir setengahnya) tapi kinerja didapati cukup memuaskan di pemakaian 100km pertama.
Update 14 April 09 :
km menunjukkan angka 24.365, belum ada 500km, tapi mesin sudah mulai “aneh”, biasanya tarikan enak, skg mulai berat, kondisi oli akan dicek pada saat km di angka 500, sementara konsumsi BBM masih irit di angka 50-52km/liter, so oli ini cukup istimewa di 300km awal.
Update 19 May 09:
3. Yamalube Gold 10w40 API SL Jaso MA
Kali ini oli diganti pada KM24.580, HANYA bertahan rata-rata 500km kondisi mesin suaranya sudah agak mengkhawatirkan, dan mulai ada bunyi2 aneh. so, oli ini tidak cocok untuk jangka panjang sesuai dengan dugaan awal Indranesta. Oli penggantinya adalah Yamalube Gold 10w40, kondisi awal biasa2 saja, enak, tapi tidak terlalu enak sperti awal pakai idemitsu 10w30.
*Ada tips yang bisa dicoba kalau ganti oli, supaya aditifnya bercampur sempurna dengan oli, yakni balik2kan oli sebelum dimasukkan ke mesin, karena aditif dan berat jenis oli biasanya beda, sehingga ada yg mengendap dan mengambang dalam kondisi normal, jadi kalau di”kocok” diharapkan bisa bercampur dengan baik.
Penggantian oli juga dibarengi dengan service di Ahass, plus stel klep dll, jadinya mesti enak, kondisi ideal penilaian biasanya >300km pemakaian. jadi rekan pembaca mohon bersabar yah untuk updatenya.
Update 27 Mei 09:
Hari ini baru sampai KM24.718 (masih 138km) dan rasanya mesin masih enak n akur dengan Yamalube ini, satu hal yang jadi catatan ialah waktu pemanasan mesin jadi lebih singkat, plus tidak harus tunggu lama2 kalau mau jalan. Beda dengan oli sebelumnya yang harus nunggu dulu sekitar 5 menit minimal baru bisa “nyampur” olinya (apa ini efek “kocok” sebelum ganti oli juga yah?). Bisa dibilang efeknya jadi mirip mesin Yamaha 🙂 start langsung ngacir, tapi ini masih awal, jadi blm sampai 500km alias belum bisa ditarik kesimpulan lulus tidaknya ya… catatan tambahan, perpindahan gigi sedikit lebih keras/susah, mirip Yamaha juga 🙂
Update 11 Juni 09:
km25.184 (604km), sudah tembus angka psikologis 500km pertama dan Yamalube 10w40 masih bisa bertahan, mesin masih ok dan semakin berkarakter Yamaha :). Maksudnya, kalau mau naik gigi mesti mencapai Rpm tertentu lebih dulu mirip Crypton yg dulu, trus bensin juga sedikit lebih boros mirip Yamaha bener…yang asik, hentakan gigi satu semakin terasa, jadi makin pede di lampu merah meski top speed jadi sedikit turun, ini masih wajar karena imbas dari akselerasi yang bertambah, tapi kalau pun terpaksa ya 90km/jam masih bisa tercapai tanpa susah payah.
Dari segi suara n kehalusan mesin nyaris tidak ada masalah, knalpot custom juga suaranya makin merdu hasil dari pembakaran mesin yang bagus.
So far Indranesta cukup puas dengan kinerja oli ini hanya saja belum sempat diintip warna oli sejauh ini, mungkin dalam beberapa hari ke depan setelah dicuci steam, maklum masih sering kehujanan, jadi agak kuatir buka lubang mesin, alias takut kemasukan benda2 kecil seperti pasir, dll.
Kesimpulan sementara oli ini bisa jadi kandidat serius yang lulus pertama kali seleksi oli ini.
*Ada tips untuk rekan yang memakai knalpot custom atau variasi yang kebetulan di knalpotnya tidak ada lubang pembuangan air, saat dicuci ada baiknya lubang knalpot ditutup dengan plastik dan diikat karet, intinya supaya mengurangi air yang terciprat masuk ke knalpot, apalagi kalau “ditembak” dengan semprotan steam yang super kencang, bisa2 efeknya lebih parah dari kena banjir 🙂 semoga bermanfaat. Simak updatenya terus ya, tks.
Update 19 Juni 2009:
Hari ini km menunjukkan 25.308, sudah 728km berjalan dengan oli Yamalube Gold, masih lancar, belum terasa gejala aneh atau suara mesin kasar. Karena kondisi badan Indranesta masih belum fit, maka akhir-akhir ini kecepatan rata-rata 20-40km/jam saja, kadang di bawah itu, otomatis konsumsi BBM makin irit. Karakter mesin yamaha yang tidak ditemui saat memakai oli ini adalah suhu mesin yang tetap ala Honda, alias tidak cepat panas ketika digunakan jarak sedang, indikasinya mesin motor overheat adalah ketika mesin dimatikan kita akan mendengar bunyi gemelitik logam mesin yang menyusut setelah memuai karena panasnya mesin, dan ini tidak terjadi di mesin Honda Supra X Indranesta.
Untuk mengganti oli ke Enduro racing 4T mungkin menunggu oli Yamalube mencapai 1000km dulu, alias batas psikologis kedua dan di km 1000 ini adalah periode ganti oli wajar bagi Indranesta.
Terima kasih atas feedback, sharing, koreksi, dan masukan dari rekan2, mohon tetap bersabar untuk uji oli selanjutnya, tks.
Update 29 Juni 2009:
Hari ini kilometer menunjukkan angka 25.559 (979km).
Nyaris menyentuh 1000km, kondisi mesin dengan Yamalube Gold 10w40 dirasakan masih enak dan lancar2 saja.
Sempat ada bunyi mesin cukup kasar ketika terjadi perubahan dari low speed (saat badan Indranesta blm fit) ke normal speed, namun setelah dicuci steam dan knalpot custom diberi oli, keluhan tersebut hilang, dan mesin kembali lancar seperti semula hanya masih ada bunyi mesin “sedikit” agak kasar. Ada kemungkinan hal ini karena saluran udara yang belum bersih karena debu dan bukan 100% faktor oli mesin.
Tingkat konsumsi BBM masih seperti sebelumnya, hanya saja makin kemari jadi sedikit lebih boros.
Tingkat warna oli sudah jauh berkurang, dan saat ini sudah mulai keruh (agak gelap), namun tetap jernih/bening, belum ditemui serbuk2 halus rontokan kotoran mesin atau hasil pelumasan yang berlebihan dari oli ini.
Ada kemungkinan oli sudah mulai jenuh dan bisa jadi inilah penyebab bunyi mesin “sedikit” agak kasar, top speed berkurang dan akselerasi mulai agak berat dibanding sebelumnya.
Secara feeling, saat ini bisa jadi saat paling tepat untuk ganti oli, namun melihat angka kilometer yang tinggal sedikit lagi menyentuh 1000km, maka diputuskan untuk mengganti oli setelah melewati 1000km dan melihat kondisi mesin saat itu.
Tunggu update selanjutnya ya, tks 🙂
Update : 2 Juli 2009
Akhirnya! terlewati juga 1000km dengan Yamalube Gold, hari ini Km menunjukkan 25.658, sudah 1078km ditempuh.
Hasil yang didapat di hari ini:
Hasil uji oli untuk Yamalube Gold 10w40 dinyatakan : LULUS dengan predikat sedikit memuaskan.
Karena bisa bertahan lancar hingga 1000km tanpa masalah berarti namun Indranesta merasa masih belum 100% puas dengan oli ini hingga 1000km karena terjadi penurunan kualitas pelayanan dari oli ini ketika mendekati 200km terakhir, tidak disarankan untuk memakai oli ini lebih dari 1000km.
Rencananya akhir pekan ini untuk ganti oli Pertamina Enduro Racing dan servis Ahass.
Sekaligus pasang perangkat tambahan, Kepala+Kabel Busi Splitfire.
Kinerja oli Pertamina ini akan dibandingkan dengan BM1 PC1300.
Mohon dukungan dan masukan dari rekan2 semua, tetap update terus ya, tks.
Update 6 Juli 09:
Hari ini Indranesta berencana melakukan penggantian oli Yamalube dengan Pertamina Enduro Racing. Km menunjukkan angka 25.789, sudah berjalan 1.209km, dan 200 km terakhir bukanlah pengendaraan mesin yang menyenangkan, didapati:
Akan tetapi ada sesuatu fakta yang mendesak (urgent) sehingga Indranesta terpaksa membuat update malam ini juga disamping Supra X dan bersama jejeran oli2 waiting list pengujian.
4. Pertamina Enduro Racing 10w40 API SJ Jaso MA2
Sebelum penggantian oli ke Pertamina Enduro Racing yang dibeli di salah satu Pom Bensin (no. SPBU, alamat, dan nomor telp. ada di Indranesta) terkemuka di Kota Bandar Lampung ditemui fakta sbb:
Finishing botol kemasan kasar: Didapati botol oli ini kemasannya tidak semulus oli merk lain. Sticker label tidak cerah, bahkan sedikit kabur / blur di beberapa tulisan. Bahkan pada beberapa bagian botol ada sedikit terkesan murahan dan dibuat asal jadi. Nomor batch yang tercetak timbul di leher dan di tutup botol memiliki nomor seri yang sama, namun kualitas pencetakan tidak bagus, ada angka yang tidak jelas terbaca.
Oli Bocor: Seperti biasa sebelum dibawa ke bengkel oli pengganti di”kocok” alias dibalik2an perlahan agar tercampur lebih baik antara aditif dengan olinya. Karena ada agenda lain yang cukup menyita waktu maka penggantian oli dan servis ditunda hingga hari berikutnya, sedangkan oli tetap berada di dalam box bagasi motor dalam posisi terlentang (horizontal) alias posisi tutup botol di samping. Di perjalanan Indranesta terkejut ketika membuka box bagasi didapati ada oli yang merembes dari kepala botol oli Pertamina Enduro Racing, selintas ada bau wangi seperti permen karet, dan memang oli ini terkenal di kalangan biker punya bau yang cukup enak, seperti ada parfumnya.
Pertanyaannya adalah bagaimana bisa sebuah botol oli yang belum pernah dibuka tiba2 rembes isinya? Meskipun tidak tumpah semua ini merupakan suatu kegagalan (defect) kemasan produk dalam melindungi isinya. Selama Indranesta memegang berbagai merk botol oli belum pernah menemui kejadian seperti ini. Dan ini terjadi pada produk premium sekelas Pertamina Enduro Racing, alangkah malunya Indranesta sebagai bangsa Indonesia. Tindakan pencegahan Indranesta adalah menjaga agar botol oli tetap berada dalam posisi tegak.
Tutup botol sangat mudah dibuka tanpa merusak lingkaran plastic segel pada tutup botol: Sesampainya di rumah Indranesta lantas membuka tutup botol oli ini, oli masih terlihat merembes dan betapa terkejutnya Indranesta karena tutup botol amat sangat mudah diputar untuk dibuka tanpa susah payah membuka segel di tutup botol alias segel lingkaran plastic tersebut masih utuh. Tutup botol terkesan sangat longgar (loose) karena beberapa kali dibuka tutup, tetap saja segel plastic di lingkaran tutup botol tidak bisa lepas. Fakta yang tidak lazim bagi Indranesta.
Tidak ada seal aluminium: Oli ini tidak memiliki seal alumunium sebagaimana lazimnya tutup botol oli di pasaran. Indranesta dapat langsung melihat ke cairan oli di dalam botol. Sehingga ketika tutup botol terbuka, oli bisa saja keluar/tumpah jika posisi botol dimiringkan atau sedikit ditekan bagian bawahnya. Sempat terlintas pemikiran/ keraguan jika oli ini adalah oli palsu atau sejenisnya, karena oli asing saja banyak dipalsukan apalagi oli milik BUMN sendiri, namun Indranesta memerlukan keyakinan lebih untuk hal yang satu ini. Setelahnya Indranesta menutup kembali botol oli ini rapat2 dan membalikkan botol tersebut, didapati tidak ada oli yang keluar, namun ketika botol direbahkan/dimiringkan (horizontal), posisi tutup botol di samping, oli mulai merembes keluar sedikit demi sedikit. Satu kecurigaan Indranesta, jangan2 tutup botol oli tanpa seal aluminium foil ini memang teknologi kemasan oli Pertamina.
Akan tetapi seharusnya 2 kriteria standar dibawah ini terpenuhi oleh sebuah kemasan produk pelumas/oli mesin:
Namun kondisi/faktanya, kedua kriteria tersebut gagal dipenuhi, segel lingkaran plastik tidak rusak dan atau lepas, namun terjadi kebocoran / ada rembesan oli dalam kondisi botol oli belum pernah dibuka.
Hal ini entah disebabkan oleh kemasan yang diproduksi secara tidak standar, ataukah kemasan tidak diproduksi di lini Pertamina (namun dijual di jaringan Pertamina), atau karena sebab lain.
Lepas dari penyebab di atas yang disengaja atau tidak, akibatnya adalah isi produk pelumas didalamnya tidak dapat diyakini / diragukan keasliannya.
Hal ini berbeda dengan pengecekan kode produksi/batch di bodi botol oli dan di tutupnya, karena dengan fakta kebocoran dan mudahnya membuka tutup botol oli ini bisa saja botolnya asli tapi isinya tidak.
Esok harinya (7 Juli 09) dilakukan konfirmasi via sms dan email melalui Pertamina Contact Center (PCC) yang tertera di kemasan oli didapati jawaban email sbb. :
==
Terima kasih atas email saudara kepada Contact Pertamina. Untuk laporan saudara telah kami teruskan ke divisi terkait. Berikut kami sampaikan ciri pelumas asli Pertamina.
1. Tutup Botol Asli : -. Pembuatannya/bentuknya halus -. Logo PERTAMINA Jelas Palsu : -. Pembuatannya/bentuknya lebih kasar -. Logo PERTAMINA kurang jelas 2. Bagian Alas Botol Asli : -. Bersih/tanpa goresan Palsu : -. Banyak goresan 3. Isi PElumas Asli : -. Isi sampai leher botol Palsu : -. Isi hanya sampai dada botol 4. Pegang dan Kocok Botolnya Asli : -. Terdengar suara “Gluk-gluk) (lebih kental) Palsu : -. Terdengar suara “Gemercik” (Lebih encer) 5. Dibuka Tutupnya (Aroma Pelumas) Asli : -. Baunya khas/gurih (kecuali oli samping) Palsu : -. Tidak berbau (Jika pelumas darai bahan RPO) -. Berbau sengit (Jika pelumas dari bahan oli bekas) 6. Disegel dan leher botol, terdapat 8 digit. Dan jika masih baru dan belum dibuka, maka letak angka 8 digit tersebut sama/sejajar. 7. 8 Digit : __ __ __ __ __ __ __ __ 1 2 3 4 5 6 7 8 Digit No. 6 dan 7 : Menunjukkan kode tahun prod. (C/: 06 =>. 2006) Digit No. 8 : Lokasi LOBP = Lube Oil Blending Plant (Jl. Jampea, Tanjung Priok, Jakarta ) *. Jakarta ===>. 1 (Kode No.1 & 2 untuk dikirim ke : Jawa Barat, Banten, Sumatra dan Kalimantan Barat) ===>. 2 ===>. 3 (Pabrik Grease : Jadi untuk pelumas tidak mungkin digit yang paling belakang ada angka 3) ===>. 4 ( Untuk dikirim ke : Sebagian Jawa Tengah dan Jawa Timur) ===>. 5 ( Untuk dikirim ke : Jawa Timur, Kalimantan dan Indonesia Timur) Terima kasih, CONTACT PERTAMINA PSTN : 500 000 (All cities in Indonesia) HP : 62-21-7917 3000 SMS : 62-21-7111 3000 Fax : 62-21-7972 177 Email : pcc@pertamina.com==
Kesimpulannya, Indranesta mencoba positif thinking dengan kejadian ini, kalau ada pihak mau memalsukan oli bisa saja tetap diberi seal alumunium foil sebagaimana oli merk lainnya yang banyak dipalsukan.
Meskipun tetap saja ada rasa was2 ketika memutuskan memasukkan oli ini ke mesin Supra X.
Tips hari ini:
Jika perlu, sebelum membeli miringkan, balik2an botol oli beberapa kali, dan tahan posisi tutup botol oli di bawah (vertical) dan tutup botol di samping (horizontal) beberapa saat untuk melihat apakah ada rembesan atau bocor, ini adalah cacat produksi dan indikasi adanya pemalsuan oli. Jika ini terjadi terangkan pada penjual, ada kalanya pihak penjual tidak mengerti akan hal ini.
Info: BBM Pertamax
Bagi pembeli Pertamax di wilayah pertamina Palembang, ada 1 kupon undian setiap pembelian 2 liter Pertamax. Hanya saja, box undiannya ada yang untuk motor dan untuk mobil, (apa pula ini maksudnya?) Periode pengundian setiap bulan hanya saja kupon tidak setiap saat tersedia, hadiahnya HP dan Motor, kalau mau lengkapnya silahkan sambangi pom bensin penjual Pertamax terdekat.
PERTAMINA CONTACT CENTER. Telepon (021) 7917 3000. SMS (021) 7111 3000. Fax. (021) 7972 177. Email : pcc@pertamina.com
Update 7 Juli 2009:
Penggantian oli Pertamina Enduro Racing 10w40 akhirnya bisa dilaksanakan, pada km 25.800. Kesan pertama dari oli berwarna biru-hijau dengan wangi permen karet ini:
Semoga rekan2 biker semua selalu mendapatkan oli yang asli, dan dapat mengambil pelajaran dari sharing ini.
Tetap update terus!
Update 16 Juli 09:
Kilometer menunjukkan angka 25.970 sudah 170km dengan Enduro Racing.
Top speed tertinggi 105km/jam, dan itu masih ada nafasnya, hanya terhambat kondisi lalulintas, namun ini top speed tertinggi yang pernah diraih Supra X-100 Indranesta.
Kondisi suara mesin masih mulus, hanya saja perpindahan kopling tak lagi semulus di awal pemakaian oli.
Kondisi pemanasan mesin di pagi hari cukup cepat, masih setara Yamalube, alias hanya perlu waktu sekitar 1-2 menit saja oli sudah tercampur baik dan siap jalan.
Mungkin besok Jumat akan dicoba naik turun bukit berboncengan, jadi tetap ditunggu updatenya ya…
Update : 24 Juli 09
Km menunjukkan angka 26.110 sudah 310km berjalan dg pertamina enduro racing. So far belum ada masalah berarti, berikut perkembangannya:
Tips hari ini
Untuk pengkondisian mesin setelah bekerja keras atau sertelah jalan jauh, sebelum mematikan mesin biasakan untuk membiarkan mesin berada dalam kondisi stasioner sekitar 1/2-1 menit, ini untuk menormalkan kembali “tensi” mesin.
Demikian, semoga membantu, update terus ya Bro’s…
Update 28 Juli 09:
Hari ini angka odometer Supra X-100 menunjukkan kilometer 26.167 berjalan 367km dengan Enduro Racing, didapati:
Tips hari ini
Kalau bro-sis merasa motornya sedikit boros BBM padahal tidak ada perubahan apa-apa, silahkan dicek putaran roda depan dan rem cakram depan, jika terasa berat /tidak lancar berputar bisa jadi kampasnya terlalu “menjepit” sehingga ban depan tidak bisa berputar “lega” tanpa hambatan.
Bawalah ke bengkel kepercayaan untuk dicek dan di”lega”kan cakramnya.
semoga bermanfaat…
==
*Untuk balasan dan aproval komentar, Indranesta Mohon maaf pada bro-sis rekan bikers, krn trouble jaringan bbrp hari ini Indranesta menemui sedikit kesulitan utk online.
Dan Indranesta ber-terima kasih sekali kepada rekan2 biker yang sudah ikut membantu menjawab beberapa pertanyaan yang ada, di sini kita sama-sama saling meng-inspirasi dg berbagi info, pengalaman, dan wawasan.
Jadi bagi rekan-rekan biker yg baru bergabung, mohon sedikit bersabar n jangan kecil hati utk menuliskan komentar, kritik, atau masukan.
Tetap update ya…!
Update 29 Juli 09 :
Ada hal khusus pada hari ini di mesin Supra X Indranesta,
Perpindahan gigi jadi lebih sulit dari hari2 sebelumnya, ada apa gerangan?
Padahal enduro racing dikenal punya teknologi anti slip, dan ini sangat terasa manfaatnya di awal pemakaian, namun kinerja aditif ini menurun jauh sebelum mencapai 500km, aneh.
Biasanya dengan speed dan tenaga “congkelan” yg sama, gigi berpindah dg mulus, tapi kenapa sejak kemarin siang yg terjadi harus menambah tenaga congkelan?
Selain itu suhu mesin masih stabil, hanya mesin mulai terasa bertambah getarannya, namun belum menjurus kasar.
Akan dicoba meneruskan dalam beberapa hari ke depan, dan melihat warna + kejernihan oli, jika dirasa mengkhawatirkan bisa2 oli ini gugur prematur alias gugur sebelum melewati batas psikologis pertama 500km.
Tapi jika bisa terus melewati 500km, Indranesta ber-hipotesis oli ini tdk bisa bertahan melewati 1000km di mesin Supra Indranesta.
Ada sedikit kerisauan di hati Indranesta, oli Enduro Racing yg sedang diuji ini asli atau tidak ya?
Tips hari ini
Jika bro-sis mengalami start awal yg agak sulit, biasanya gas sedikit dipancing, jika terjadi hanya sekali mungkin tidak masalah, bisa saja karena suhu turun setelah hujan atau setelah dicuci steam. Jika hal ini terjadi cukup lama maka ini kondisi yg tdk normal utk Supra, hal ini bisa diakali dg memutar baut pengatur angin karbu ke arah kanan, (letaknya di sisi kanan karbu- jika krg jelas silahkan lihat buku panduan pengguna letak baut pengatur angin karbu ini), gunakan obeng kembang dan putar pakai feeling aja sampai enak start-nya, jangan kebanyakan bisa boros bbm.
Semoga bermanfaat…
Update 10 Agustus 2009:
Di bulan kemerdekaan RI ini oli Enduro Racing masih bertahan, angka odometer menunjukkan 26.400 (600km), baru saja melewati batas psikologis pertama 500km. Kondisi yang didapati di mesin Supra X Indranesta sebagai berikut:
Ada rencana untuk dibawa jalan2 agak jauh tapi mungkin baru bisa minggu depan. Beberapa kali dipakai membawa beban berat, dus, belanjaan, tas2 besar, sambil boncengan pula, mesin motor ini masih bisa melayani dengan baik.
Tips hari ini:
Shifting: perpindahan gigi (masuk kopling naik-turun gigi), didapati di motor sport kopling manual dan bebek yg memakai kopling semi otomatis. Ada Slow, Normal, dan Quick Shifting. Normal shifting tidak dibahas kali ini.
Slow shifting: perpindahan gigi perlahan, biasanya ketika berkendara pelan-santai, teknik ini lebih membuat awet gear dan rantai karena minim hentakan dan tarikan, namun jika plat kopling atau oli tidak siap/kurang bagus biasanya perpindahannya kasar.
Quick shifting: perpindahan gigi secara cepat, biasanya untuk mengejar akselerasi di arena balap sprint/drag race, ketika keluar dari tikungan maupun persiapan di tanjakan agar tidak kehilangan momentum putaran mesin. Resikonya, gear dan rantai cepat kendor dan aus, jadi sering2 dicek setelan rantai dan mata gear-nya.
Demikian semoga bermanfaat…
Update: 28 Agustus 2008
Pertama2 Indranesta ucapkan selamat beribadah puasa Ramadhan 1430H bagi yang menjalankan, semoga amalan2 kita diterima dan mendapat ampunan, keberkahan, dan peningkatan derajat di hadapan Allah SWT, Amin.
Update hari ini km menunjukkan angka 26.781, hampir menyentuh 1000km, kondisi yang dialami :
Tips hari ini
Rem titik (dot braking). Teknik mengerem dengan menekan2 tuas rem sedikit demi sedikit untuk mendapatkan maneuver dan control yang lebih baik. Teknik ini lebih banyak dipakai di sirkuit balap dan trek jalanan yang tidak terlalu padat. Bagi rekan biker yang suka kecepatan tinggi, teknik ini bisa sangat membantu mengendalikan kendaraan tanpa harus menurunkan kecepatan terlalu banyak.
Semoga membantu…
Update 3 Sep 09:
Hari ini, kilometer menembus batas psikologis 1000km, tepatnya mencapai angka 26.902 (1102km), kondisi yang ditemui:
Well, prediksi Indranesta oli ini tidak bisa bertahan melewati 1000km ternyata tidak terbukti, namun, kondisi mesin sudah mulai menurun cukup signifikan, sehingga mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan penggantian oli.
Tips hari ini
Sesuai tema bulan suci Ramadhan, tips kali ini mengenai kebersihan motor. Salah satu musuh utama motor di musim kering adalah debu, sedangkan kala hujan sudah jelas cipratan air bercampur kotoran jalan, oli, asap, dll.
Bagian2 yang paling sering diserang adalah: (1). Roda, terutama velg, yang beresiko berkarat sampai bolong2, dan ini jelas mengganggu kestabilan berkendara. (2). Knalpot, sama juga hal ini beresiko karat mulai dari leher hingga silencer, sehingga membuat knalpot bolong yang suaranya pecah mengganggu pendengaran dan saluran gas buang. (3). Filter udara, biasanya terisi partikel debu atau uap air, bisa mengganggu kualitas pembakaran.
Dari pengalaman Indranesta, sikap malas membersihkan kotoran2 di atas bisa jadi biang keladi pengeluaran besar di belakang hari, seperti ganti parts yang seharusnya belum diganti karena berkarat atau rusak akibat tempelan kotoran2 tadi. Jika memang sedang malas atau lelah, tidak ada salahnya berbagi rejeki dengan tukang cuci steam motor, tentu saja pastikan knalpot racingnya aman dari semburan air. Intinya jangan sampai telat dibersihkan, usahakan jangan lewat dari 2 hari kotoran menempel di motor.
Demikian semoga membantu…
Update: 26 Sep 09
5. BM1 PC1300 10w40 SL Jaso MA2
Sebelumnya Indranesta mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H bagi rekan2 yang merayakan, minal aidin walfaidzin, mohon dimaafkan lahir batin, semoga kita termasuk yang kembali fitrah, amiin.
Kemarin pulang dari mudik, langsung menghidupkan motor yg diparkir sejak tgl 16 sep, oli yg belum sempat diganti pun menimbulkan suara kasar dan kering, knalpot juga belum diberi oli. Namun hari ini oli mesin telah diganti dengan BM1 10w40 pc1300 pada km 27.168 (1.368km dengan enduro racing).
Ada pun hasil pengujian oli Enduro Racing pertamina 10w40 dinyatakan lulus dengan memuaskan karena bisa melayani dengan baik untuk pemakaian ekstrim di medan berat dan bisa melampaui batas akselerasi selama ini. Dengan catatan harus hati-hati memilih olinya, karena indikasi pemalsuan oli ini telah diinformasikan sedemikian rupa oleh produsennya (Pertamina).
Jadi selama in yang lulus uji oli baru Yamalube 10w40 dan Enduro racing 10w40.
Kesan pertama menggunakan oli BM1 Pc1300:
1. Belum terdengar suara mesin kasar seperti keluhan rekan2 biker lain, atau ini mungkin karena masih kalah oleh suara knalpot yang belum disemprot oli.
2. Tarikan terasa enteng, maklum, habis diservis, jadi belum bisa dinilai tarikan aslinya, mungkin nanti setelah jalan 500km lebih, dan telah dibawa ke medan yang cukup ekstrim.
3. Suhu mesin juga masih oke, maklum oli baru, namun belum pernah diajak akselerasi atau mengejar top speed.
4. Perpindahan gigi lancar, lebih halus dibanding Yamalube, namun masih belum dicoba quick shifting seperti di Enduro Racing.
Tips hari ini
Bagi rekan biker pengguna knalpot racing baru pertama kali, mungkin perlu menyiasati perubahan suara knalpot yang berubah kasar, ini tanda perlu diberi oli, paling enak dengan oli rantai yang model semprot, banyak yang jual dengan harga bervariasi 15-50rb.
Hal ini karena knalpot racing rata2 memakai gaswoll/gasbul untuk peredam suara, jika kondisi kering busa ini bisa menghitam dan ada bau terbakar plus suara yang tidak enak/kasar. Beda dengan knalpot standar yang rata2 tidak memakai gaswoll.
Demikian, semoga membantu…
Update 28 Sep 09:
Wah, baru dua hari sudah update 🙂
Benar, hal ini dikarenakan Indranesta mohon ijin untuk jarang update sekitar 10-14 hari ke depan karena ada pekerjaan luar kota, otomatis Supra X ditinggal dulu, namun diusahakan tetap bisa memantau diskusi/masukan rekan2 biker.
Ada sedikit update oli BM1 PC1300:
Demikian untuk hari ini, mohon bersabar menunggu update selanjutnya ya , tks…
Update: 12 Oktober 2009
Yak, update pengujian oli berlanjut. Hari ini kilometer menunjukkan angka 27.354 artinya oli BM1 sudah berjalan 186km, masih sedikit, maklum habis ditinggal dinas luar kota 10 harian.
Hasil yg didapati:
Jadi sementara ini paling enak masih oli Enduro Racing, disusul Yamalube Gold… 🙂
Tips hari ini
kebiasaan/cara memutar gas bisa berpengaruh pada konsumsi bensin, jika ingin lebih irit, usahakan gas pada posisi konstan lebih banyak atau kecepatan rata2 60km/jam, pada saat berhenti di lampu merah tidak perlu menggeber2 gas, jika menunggu palang KA yg agak lama bisa mematikan mesin dulu (hindari panas mesin Supra yg tidak pakai radiator) . Demikian semoga membantu
*Demi keseuaian topik diskusi, untuk rekan2 yang ingin berdiskusi, saran, komen tentang part upgrade/racing Supra X silahkan masuk di sini tks 🙂
Update: 29 Oktober 2009
Hari ini km menunjukkan angka 27.630, oli BM1 sudah berjalan 462km, hampir menyentuh batas psikologis pertama 500km. Sampai hari ini didapati:
Satu hal yang sangat mengganjal dari oli ini adalah susah sekali mencari penjualnya, alias jarang yang jual. Kendala ini cukup serius bagi Indranesta.
Kendala berikutnya, harga, 45rb/0.8lt dengan kinerja di bawah Enduro racing seharga 32-32rb/0.8lt, selisihnya cukup jauh, seharga gear depan Supra X atau busi standar. Bagi Indranesta ini juga hal yang serius.
Tips hari ini
tips untuk keamanan. Bagi yang belum tahu saja, ada lubang gembok pengaman untuk Honda terutama Supra X, letaknya di standar tengah. Lubang ini bisa dipasangkan gembok apabila standar tengah digunakan. Gembok dipasang untuk “mengikat” bodi motor dan standar tengah, sehingga tdk bisa digerakkan. Tambahan, pilihlah gembok pengaman yang panjang dan anak kuncinya model baru (yang tdk bisa di duplikat).
semoga bermanfaat…
Update: 15 November 2009
Setelah ditinggal luar kota beberapa hari, akhirnya Indranesta bisa update uji oli lagi, dan esok sudah harus jalan luar kota lagi, jadi mohon bersabar yah…
Hari ini kilometer Supra X Indranesta menunjukkan angka 27.850, sdh berjalan 682km dengan BM1 10w40 alias sudah melewati batas psikologis pertama yakni 500km, kondisi yang ditemui antara lain:
Secara umum, performa oli ini sudah menurun cukup signifikan setelah 500km, namun jelas lebih baik jika dibandingkan dengan saudaranya BM1 15w50 yg gagal tes sebelumnya. Mari kita lihat apakah oli ini mampu bertahan sampai 1000km di Supra X Indranesta…
Tips hari ini:
Jika setelah dicuci steam motor sukar dihidupkan, bagaimana solusinya? tips berikut bisa dicoba:
semoga membantu…
Update 22 Desember 2009:
Mohon maaf utk rekan2 biker n pembaca semua 🙂 Indranesta baru bisa hadir kembali setelah semua kesibukan penugasan yg lalu2 ke luar kota, setelah kembali ke Bandar Lampung baru bisa lanjut lagi tes olinya…
Kilometer menunjukkan angka 28.280 dan oli pun berganti dengan Castrol Power One.
Ulasan BM1 10w40:
Sampai saat terakhir telah melewati 1112 km di blok mesin Supra X Indranesta oli ini menunjukkan kestabilan suhu mesin dan kinerja yg lumayan, dibandingkan dengan PC1000 yg ini lebih oke. Hanya kekurangannya suara jadi lebih berisik dan waktu start pagi perlu pemanasan lebih lama lebih dari 3 menit, tapi sebanding dengan kinerja yg didapat meskipun masih dibawah Yamalube n Enduro Racing. Warna oli agak keruh meskipun belum ada endapan serbuk2 halus. Meskipun telah melewati 1000km oli ini masih bisa diajak kerja keras mencapai gigi2 di 60km/jam, namun utk gigi3 hanya mentok di 80km/jam. Masih dibawah Enduro Racing.
Kesimpulan utk oli BM1 PC1300 10w40: Lulus (dengan catatan : sulit dicari di pasaran dan harganya relatif lebih tinggi dibanding oli merk lain yg kinerjanya lebih bagus). * Mungkin oli ini cuma cocok untuk yang fanatik dengan BM1
Sementara ini, best value n best buy ada di Enduro Racing.
6. Castrol Power1 15w40 API SG Jaso MA
Oli seharga 26-32ribu/0.8lt ini sdh masuk mesin Supra X Indranesta sejak kemarin, sekaligus service. Kesan pertama, hentakan n kinerja mesin tdk seenak enduro racing, yamalube, BM1 pc1300, & Idemitsu eco, apakah ini karena kekentalannya beda? atau karena gradenya masih SG? kurang tahu juga, yang jelas akselerasi gigi2 cuma bisa sampai 50 dan gigi3 cuma sampai 70, masih dibawah Enduro. Perlu waktu lebih lama utk pemanasan pagi dibanding oli sebelumnya. Suhu mesin terpantau normal2 saja sejauh ini. Agak kecewa juga sebenarnya karena jujur Indranesta berharap banyak pada oli yang satu ini, tetapi masih ada waktu bagi Castrol Power One untuk membuktikan kepantasannya di mesin Supra X. Mohon ditunggu ya…
Tips hari ini: Alat pengukur Tekanan angin ban
Musim penghujan tiba, suhu tak menentu, seringkali ban harus berada dalam kondisi ekstrim, hujan yang dingin plus banjir, dan panas menyengat. Kondisi ini bisa berpengaruh pada tekanan angin ban. Tidak ada salahnya rekan2 biker membekali diri dengan alat pengukur tekanan angin ban, banyak di jual di toko2 variasi, terutama mobil, juga supermarket2 besar, harganya bervariasi, mulai dari 8ribu sampai puluhan ribu bahkan ratusan ribu. Ada juga yg dibuat gantungan kunci. Alat ini kecil bisa dimasukkan box perkakas motor di bawah jok motor. Gunakanlah ketika ban mulai terasa empuk atau limbung ketika belok atau berboncengan, jika standar ban depan 30psi dan terukur 25psi mungkin masih aman, tapi jika di bawah itu sebaiknya langsung dinormalkan lagi, karena bisa membahayakan kita sendiri plus boncenger.
Demikian, semoga membantu…
Update 12 Februari 2010:
Jumpa lagi rekan2 biker, mohon maaf baru bisa update lagi, dikarenakan kesibukan dan penugasan luar kota yang tidak ada koneksi internet.
Plus, capaian kilometer Supra X yang lamban karena jarang dipakai (meski selalu dipanasi mesinnya oleh orang rumah)
By the way, saat ini sudah muncul oli Castrol Power One 10w/40 dengan kisaran harga 35-40ribu, namun di kota Bandar Lampung belum kelihatan di toko2 oli n bengkel.
Ok, langsung saja kita update oli Castrol Power One.
Kilometer Supra X menunjukkan angka 28.901, sudah berjalan lebih dari 500km, alias 621km tepatnya (benar2 lambat pemakaiannya ya).
Pemanasan pagi masih lebih lama dari Enduro, jika habis kehujanan (suhu dingin) perlu pemanasan lebih lama. Tarikan semakin kurang enak, namun jika dipaksa pernah bisa menembus 60km/jam di gigi 2 dan 80km/jam di gigi 3, tapi ini sangat jarang terjadi. Entah bagaimana rasanya ada yang “kurang sreg” dengan oli ini. Suhu mesin dirasakan masih stabil, hanya saja suara mesin semakin kasar meski tidak sekasar BM1.
Namun Indranesta masih berpikir ini karena faktor lama tidak dipakai, sedangkan oli berikutnya adalah MPX1.
Tips hari ini:
Masih tema musim hujan, dengan sedikit banjir. Jangan lupa untuk melumasi rantai, terutama setelah menembus hujan, tentu dengan oli khusus rantai. Oli khusus rantai ada yang lengket, semi lengket, dan licin. Pada saat membeli cobalah dulu sedikit digosok dengan ujung jempol dan telunjuk.
Semoga bermanfaat
Update 12 Februari 2010:
Hari ini kilometer di angka 29.250 alias 970km dengan castrol power one. Didapati warna oli mulai gelap meski belum keruh, suara mesin semakin kasar, terutama bunyi knalpot. Akselerasi masih bisa gigi 3 di 80 kpj jika terpaksa. Suhu mesin masih normal meski suara makin kasar. Karena baru upgrade Pilot Jet jadinya lari motor sedikit lebih enak meski “rasa” olinya di blok mesin tetap saja minta diganti baru, semoga minggu depan bisa ganti MPX1 setelah melalui 1000km. (Masih belum menemukan yang jual oli Castrol 10w40)
Tips hari ini:
Ada info soal oli Castrol. Baru saja hari ini diskusi dengan mekanik salah satu bengkel langganan, katanya hati-hati dengan Power One botol kuning (15w40) doi pernah menemukan endapan di dasar botol oli baru setelah dituang ke mesin (seperti kerak/pasir halus), rata2 3-4 botol bermasalah dari tiap dus, jadi doi hanya berani jual castrol botol putih (castrol active). Info ini sekedar alert saja bro n sis biker, karena Indranesta rasa bukan hanya castrol, oli tenar merk lain pun sudah banyak palsunya, adik Indranesta sendiri pernah menemukan beberapa.
Update 28 Maret 2010:
Akhirnya, SATU TAHUN sudah berjalan UJI OLI ini 🙂
terima kasih atas kesabaran rekan2 biker semua, Indranesta sangat senang bisa berjalan selama ini, ini sekaligus penghargaan untuk rekan2 yang aktif diskusi/komentar, sungguh sangat menginspirasi… lanjuttt…!
Mesin Supra X ini akhirnya bisa ganti MPX1 pada km 29.260 alias 980km dengan castrol power1, entah kenapa rasanya sudah tidak sabar rasanya ingin segera ganti oli, sayang sekali Indranesta tidak mendapat kesan memuaskan dari oli ini, meski jika dipaksa masih bisa diajak lari meski berat mesin Supra X nya. Warna oli sudah agak gelap meski tidak keruh, suhu mesin masih stabil.
Kesimpulannya, oli ini tidak bisa lulus uji oli dengan memuaskan, sungguh sayang, padahal oli ini dijagokan…
7. MPX – AHM Oil 10w30 Jaso MA
Oli ini masuk mesin Supra X sejak 29.260 dan sekarang sudah di 29.502 berjalan 242km. Belum ada 500km tapi serasa performa tidak jauh beda dengan castrol power1, dan belum bisa diuji maksimal karena masih ada sedikit kendala cakram depan seret. Tapi so far masih bisa gigi 2 di 60kpj dan gigi 3 di 80kpj dengan kondisi mesin seperti dipaksa. Suara mesin halus sesuai karakter 10w30, suhu mesin juga normal, selain itu mekanik langganan tidak menyarankan oli ini dipakai sampai 4000km (Indranesta juga sama, tinggal lihat kinerjanya di 1000km).
Tips hari ini:
Aki, jika ingin aki awet, panasi mesin sedikit lebih lama s/d 15-20 menit di pagi hari dan gunakan kick starter, hal ini selain untuk campuran oli mesin juga untuk pengecasan aki dampaknya aki lebih awet.
Untuk aki bekas dihargai 10-20 ribu tergantung tipe dan kondisi pasar saat itu.
Kapan saatnya ganti ban? cek tapak ban, lihat kedalaman garis tapak, jika <1.6mm terutama di bagian tengah, ini sudah saatnya diganti, jangan ambil resiko menunggu sampai gundul. Lagi pun kalau ban yang diganti masih ada tapaknya bisa di tukar tambah dengan harga lumayan.
semoga bermanfaat…
Update 11 April 2010:
Oli MPX1 sudah berjalan 538km (29.798-29.260) melewati batas psikologis pertama. Hasilnya mesin masih enak, suara mesin halus dan putaran lancar, suhu tidak panas alias stabil dengan catatan pemanasan pagi hari minimal 15 menit.
Terlebih setelah diservis cuci dan stel ulang karburator, benar-benar terasa encernya oli mpx1.
Akselerasi maksimal, gigi 2 bisa 60kpj, gigi 3 bisa 80kpj, meskipun tidak setiap saat dipaksa seperti itu.
Tips hari ini:
Ada tutup oli mesin yang pakai termometer utk pantau suhu mesin, tapi jaman sekarang masih ada yang jual tidak ya? alat ini praktis untuk pantau suhu mesin scr lebih tepat.
Lanjutan ban bekas, biasanya dihargai 5rb-20rb tergantung kondisi, jual ke pedagang ban bekas atau tambal ban yg merangkap pedagang ban bekas.
Semoga bermanfaat…
Update 13 Mei 2010:
km di angka 30.383, msh jalan 585km (sedikit ya?) berhubung masih dinas luar kota, jadi jarang dipake, tapi dipanasin rutin min 15 menit tiap pagi.
mesin yang jelas masih enak, sedikit lebih boros jd 1:40 karena ganti ban blakang lebar plus gas spontan, akselerasi naik tapi topspeed turun karena gir depan turun jadi 13 dari 14 🙂
pergantian gigi masih enak, tarikan oke, suhu masih normal, jika dipaksa top speed masih bisa 90 kpj (mungkin ada perubahan speedometer karena ganti ukuran ban).
Untuk torsi di tanjakan masih bagus, bisa 60kpj gigi 4 sudut 45 derajat panjang trek 400-500m meski ada sedikit power loss saat pindah gigi
Indranesta juga sedang mengamati uji oli top 1 di http://www.otomotifnet.com sepertinya menarik disimak
Tips hari ini:
Saat ganti oli lebih baik pada saat mesin panas, karena keenceran oli akan lebih mudah mengalir keluar blok mesin, selain itu hati2 dengan suhu mesin yg masih panas bila terkena tangan.
Untuk membantu mengeluarkan sisa oli bisa dengan diselah kick starternya, plus pakai angin kompresor, hanya hati2 dg uap air yg ada di udara kompresor bisa beresiko oksidasi/karat pada dalaman mesin, untuk itu lubang kompresor bisa diberi kain bersih.
semoga bermanfaat… 🙂
Update:28 Juni 2010
Jumat lalu tgl 25 Juni sdh ganti oli. MPX1 diganti sekitar km 30.560 atau sekitar 1300km (30.560-29.260). kenapa sekitar itu? karena bbrp minggu speedometer mati, otomatis tidak bisa ukur jarak tempuh dg akurat, kurang lebih ada 200-300km, jadi ekuivalen dg 1500-1600km running test.
Kondisi saat ganti oli:
– Warna: gelap/hitam, dan tidak bisa diketahui ada tidaknya endapan
– Suara mesin normal, begitu juga suhu mesin
– tarikan masih lumayan, meski sudah berkurang
– suara mesin sedikit kasar
Dari hal ini Indranesta tidak merekomendasikan memakai oli MPX1 lebih dari 1.500km meskipun menurut orang bengkel ada tukang ojek yg berani sampai 3000km.
Kesimpulan : oli MPX1 lulus Uji dengan catatan hanya bagus <500km, harga bagus, dan lumayan cocok/sesuai dengan karakter mesin honda (mungkin lebih pas untuk mesin2 honda keluaran terbaru).
8. Shell VSX 10w40 API SL Jaso MA
Oli penggantinya adalah Shell VSX seharga 50rb/liter, atau 40rb/0.8lt.
So far stasioner bagus, suhu mesin normal, tarikan agak kurang karena faktor baru turun mesin mungkin.
Belum sempat tes top speed dan ekselerasi.
Update: 6 Oktober 2010
Mohon maaf rekan2 biker, baru bisa update lagi
selama ini hanya sebatas merespon komen2 di bawah 🙂
Sekalian mohon maaf lahir batin yaa, mumpung masih syawal
selain kedinasan dan lebaran, ada satu kejadian kecelakaan tunggal yg dialami indranesta, jadinya semakin tertunda. Namun edisi lengkapnya ada di tulisan Upgrade performa Supra X, karena ini terkait dengan alat vital motor 🙂
Masih dg oli shell VSX di km 31.661 sudah berjalan 1.101km sejak ganti oli.
Bisa dibayangkan, dalam waktu 4 bulan (juni-sept) jarak tempuh “hanya” 1000-an km..
Kondisi oli saat ini:
– Warna: agak gelap, tapi tidak ketahuan ada tidaknya endapan/serbuk besi
– Suara mesin makin berisik seperti ada gesekan2 dalam mesin, namun suhu mesin terpantau normal
– tarikan masih lumayan, meski sudah berkurang
– top speed dan akselerasi tidak banyak di eksplorasi, hanya sempat dipantau akselerasi masih bisa gigi1 di 40kpj, gigi 2 di 60kpj, gigi 3 di 80kpj, dan tdk berani lebih dari itu 🙂
– pemanasan pagi hari cukup cepat mencapai stasioner yg stabil, pernah beberapa kali mati sendiri karena putaran karbu kurang pas.
Mungkin sebentar lagi sudah saatnya ganti oli, dan siapa yang berikutnya, akan kita lihat nanti, mohon sabar yah..
atau ada usul dari list di atas..??
Tips hari ini
Mesin honda dirancang dengan putaran mesin tinggi, jadi sebaiknya biasakan kondisi stasioner rata2 sekitar 1400rpm (bisa disetel di ahass). Indranesta pernah juga menurunkan rpm karena merasa suaranya lebih enak dan ingin bbm lebih irit, tapi ternyata hal ini berdampak pada kerusakan pompa oli (dan bisa merembet ke part mesin lainnya), terutama saat pemanasan pagi, karena pompa oli baru bekerja pada putaran yang cukup tinggi tsb. Jika rpm rendah, pompa oli tidak bekerja, mesin bekerja tanpa pelumasan, ini artinya beresiko merusak dinding2 dalam mesin. Tidak sebanding dg pengiritan bbm-nya kan?
Semoga berguna… 🙂
Update: 10 Desember 2010
Mohon maaf rekan2 biker, baru bisa update lagi
selama ini hanya sebatas merespon komen2 di bawah 🙂
Kesimpulan dari oli VSX adalah : Tidak lolos uji di mesin Indranesta
Oli Shell VSX ini menurut Indranesta kemahalan dan hanya bagus di awal.
Dengan harga jauh di atas dan kualitas daya tahan masih di bawah Enduro Racing. Oli ini mungkin cocok bagi drag racer atau sirkuit racer yang modelnya tiap turun balap ganti oli.
9. Kawasaki Oil 10w40 SL MA 4T
Oli VSX sudah berganti dengan Kawasaki Oil 10w40
Pada km32.453 berikut review pengujiannya:
– Pemanasan pagi hari sulit, mesin sering mati sendiri, tapi setelah dibersihkan selang udara bawah mesin (cuci steam), pemanasan jadi lancar.
– Kinerja rata2 harian cukup berat, oli ini 10w40 tapi rasanya seperti memakai oli 20w50. Hal ini mungkin karena beda karakter mesin honda dan kawasaki
– Suhu mesin terpantau normal
– Kekuatan di tanjakan lumayan, hanya jika boncengan jadi cepat drop.
– Akselerasi masih di bawah Enduro Racing, top speed belum berani coba
– Suara mesin halus standar
Update: 8 April 2011
Oli kawasaki telah diganti pada km34.514 tgl 12 Februari 2011, penggantinya oli Top One 10w40. 2061km berjalan.
sekilas kesan dari oli Kawak:
– Performa masih sedikit kurang memuaskan, mungkin karena beda pabrikan, beda karakter mesin
– Harga oke untuk ukuran 10w40,
– Ekonomis, ukuran 1lt, 4x isi bisa gratis 1x (dari akumulasi 200mlx4) 🙂
Kesimpulan oli kawasaki: Lulus uji tapi kalau masih mampu silahkan pakai Pertamina Enduro 🙂
10. Top 1 Action Plus 10w40 Jaso MA2 API SG harga 32rb 0.8lt
Review oli Top One 10w40:
– Pemanasan pagi hari mudah, tokcer bener…
– Kinerja rata2 harian lumayan enak, enteng di putaran bawah, meski tarikan mid-high sedang2 saja
– Suhu mesin terpantau normal
– Kekuatan di tanjakan lumayan, hanya jika boncengan jadi cepat drop.
– Akselerasi masih di bawah Enduro Racing, top speed belum berani coba
– Suara mesin halus standar
*catatan: Knalpot ganti ke standar karena razia knalpot racing di Lampung. Jeting kembali ke standar. Dampaknya jalanan jadi lebih tenang, n pedagang knalpot racing sepi orderan 😛 padahal pakai nobi 3bold+db killer mantap bener buat nanjak… 😦
Tips hari ini
Jika mesin sulit hidup pagi2 atau sulit start, belum tentu masalah aki, coba cek selang saluran udara di bawah apakah bersih atau tidak, kadang dari luar terlihat bersih, tapi dalamnya ada sumbatan, bisa dibersihkan dg obeng atau lidi.
==
Wah, tak terasa sudah DUA TAHUN sejak tulisan ini terbit.. (feb 2009) 😀
terima kasih atensi rekan2 biker semua… hehe
Setelah kecewa berat dengan Suzuki NEX yang diperkirakan bisa sama persis dengan Kymco Trend SR (baca di sini), mungkin Vario 125 baru akan jadi sedikit penghibur…
Akhir tahun 2011 Honda meluncurkan Spacy helm in PGMFI, awal tahun 2012 ini kita sudah dihebohkan lagi dengan rencana all new vario…yang dari info2 yg berseliweran di web dan blog ada bocoran bahwa mesinnya akan setipe dg PCX 125, injeksi, fitur ACG, dan helm in, minus ISS.
Nah, kali ini i coba untuk mereka2 spt apa fitur dan harga all new vario ini…
Fitur: harusnya WOW..!
faktor pendukung harga ekonomis :
*jangan sampai kesalahan pricing yg berakibat jualan lelet harus ditebus dengan mbikin model baru lagi, alias ngulang dari awal, makin berdarah2 deh… pisss…
monggo dilanjut diskusinya di bawah yuuk… 😀
Honda PCX 125 sebentar lagi akan kesaingan oleh all new Vario yg naik kelas ke 125cc, ada yg berprediksi ini akan mengganggu pasar skutik premium Honda PCX 125, benarkah?
i berpendapat vario 125 (yg telat banget hadirnya), sebenarnya tidak mengganggu secara langsung, karena benar2 beda kasta… seperti CBR 150 dg Megapro 150, yg membedakan adl gen, gen harian dan gen balap, kl PCX punya gen premium/mewah, vario punya gen harian/merakyat. artinya, yg beli CBR akan males banget turun kasta beli megapro, yg bisanya beli megapro cuma bisa ngarep2+ngimpi2 doang bisa beli CBR 😛 begitu juga dg nasib all new vario 125 dan PCX 125 … kesimpulannya? jadi bahan pemikiran calon buyer sih iya, tapi tidak akan mengganggu secara langsung..
kalopun mau muncul PCX 150 toh ternyata “rencananya” masih semester II 2012, ini bisa kuartal 3 or 4 ataupun malah akhir tahun 2012, ini artinya honda tdk perlu terburu2 “menyelamatkan” pasar PCX 125 dg “masukin” PCX 150.
Koreksi Harga PCX 125?
ada juga yg berpendapat harga PCX 125 akan perlu dikoreksi 3-4 juta, jadi 27-28jt supaya PCX 150 bs melenggang lebih leluasa. menurut i, ini juga tidak perlu, coba lihat, CBR 150 dan 250, 35jt dan 39jt, tradisi AHM adalah pantang mengoreksi harga 😀 (CMIIW) ga bakalan bergerak walaupun dibilang overpriced bla bla bla…sampe berbusa2 :P, jadi, kemungkinan besar, PCX 125 harganya tetap, dg loyal customer yg very segmented, plus kalo jadi ketambahan varian PCX 150 dg harga selisih 1-3jt lbh mahal, that’ll make sense 😀
di sisi lain, pihak AHM juga masih dalam tahap mikir2, artinya masih “super sibuk” diskusi rapat panjang plus itung2an njelimet mulai kantor pusat, RnD sampai pabrik plus vendor soal PCX 150 ini, jadi, kapankah PCX 150 masuk Indonesia? May… maybe yes, maybe no… 😛
so, tidak perlu ribut2 bin heboh2 amat dg rencana PCX 150, toh masih lama ini… jangan2 sebelum launching sudah keburu kiamat 2012 😛 artinya, kl boleh pinjam bahasa kang TCM, kl blom ada petunjuk dari TPT jgn heboh macem2 dulu laa… 🙂
lanjut, masih lebih seru ngebahas yg sdh didepan mata, TPT sdh ada, angka target sales sdh ada, yakni all new vario 125, yuk bahas di sini… 😀
Vision needs clarity
Then we could determine our missions
vision should be clear, as clear as missions
blur vision would bring blur missions
Indranesta
Bandar Lampung 11 Feb 2011
Sedang berencana membeli atau membangun rumah?
Kali ini Indranesta coba share sedikit wawasan soal properti, terutama struktur bangunan domestik (hunian). Hal ini didasari pengamatan atas kekuatan struktur rumah yang masih memprihatinkan di Indonesia.
Struktur rumah disusun dari beberapa hal seperti pondasi dan dinding. Khusus untuk dinding rasanya masih ada masyarakat kita yang suka membangun dinding tanpa struktur kolom.
Oya, sebelumnya perlu dijelaskan sedikit tentang kolom. Kolom (dalam bahasa sipil disebut kolom praktis) adalah tiang beton bertulang besi (mirip Gatotkaca sih emang, otot kawat tulang besi, daging beton 😛 ) yang fungsinya menopang beban pada dinding rumah. Kolom bentuknya vertikal dengan lebar sekitar 15-20cm sesuai kebutuhan. Biasanya kolom dipasang tiap jarak 3m di dinding. Kalau definisi ilmiahnya silahkan cari sendiri ya :p
Artinya, sangat penting dipahami bahwa batu bata, batako, hebel, atau apalah namanya fungsinya adalah sebagai pengisi dinding saja, dan bukan sebagai penahan beban di atasnya (d.h.i struktur atap dan bangunanlain di atasnya), sedangkan penahan beban sebenarnya adalah struktur kolom.
Pentingkah kolom praktis ini? Jawabnya penting.
Karena kita hidup di negara yang rawan bencana, entah gempa, banjir bandang, tsunami, dll maka rumah dengan dinding yang memiliki kolom praktis akan banyak membantu karena lebih tahan terhadap guncangan. Pada saat gempa di Padang dan Jogja beberapa waktu lalu, Indranesta mendapat melihat foto2 yang mengejutkan bahwa bangunan yang rata dengan tanah alias hancur total adalah bangunan yang tidak memiliki struktur kolom praktis, atau jika ada kolom maka ukuran dan spesifikasinya dibawah standar (tidak memadai). Sedangkan bangunan yang ada kolom yang baik masih bisa bertahan, dan hanya rusak dibagian plesteran dinding atau pengisi dindingnya yang hilang, sedangkan tiang kolom dan atapnya masih berdiri. Pun pada saat tsunami Aceh ada bangunan rumah bertingkat yang masih berdiri sedangkan pengisi dindingnya hilang diterjang air.
Mengapa rumah? karena kebanyakan korban bencana adalah mereka yang diam di rumah, yang seharusnya jadi prioritas keamanan pada saat membangun rumah, namun proses pembangunannya seringkali tidak direncanakan dan diawasi secara baik. Sedangkan perkantoran atau gedung biasanya memiliki konsultan perencana dan pengawas yang memadai sehingga kekuatan strukturnya jauh lebih baik.
Bagaimana jika kita memiliki rumah atau tinggal di rumah yang kita tidak tahu ada kolom praktisnya atau tidak? Akan lebih sulit ketika kita akan membeli rumah bekas atau rumah baru yang dindingnya sudah difinishing, karena kita tidak bisa melihat adanya kolom dinding secara langsung, tapi ada tips yang bisa dilakukan antara lain:
Jika tidak bisa juga, ya berdoa sajalah, semoga tidak terjadi apa2 😀
Demikian semoga membantu 🙂
Daripada sepi2 di rumah akhirnya diputuskan melihara hamster. Masih lebih sopan daripada reptil (ular phyton, kadal gecko, biawak, iguana, dll), lebih murah drpd kucing, anjing (ras), arwana, or koi, n ga serepot kelinci ras. 😀
Kenapa indranesta milih hamster dibanding yg lain..??
Itulah beberapa alasan indranesta memilih hamster, selain itu ada lagi karakteristik hamster:
Mohon dimengerti, melihara hamster ini hanya hobi, bukan beternak, jadi bukan business oriented, murni untuk fun saja.
Jenis Hamster
Hamster badan besar/normal: Syrian (uk dewasa 12-16cm).
Hamster mini (dwarf): Campbell, Winter white, (uk dewasa 8-12cm) Roborovsky (uk dewasa 5-7cm)
Langsung saja, indranesta memilih jenis hamster yang jinak dan mini (dwarf), karena ada jenis campbell yang galak (suka gigit jari sampai berdarah), padahal jenis ini warna bulunya paling banyak macamnya, seperti albino mata merah, argente, mottled, coklat, panda, hitam or putih dominan, dll. ciri khususnya ada satu garis di punggung/dorsal, lebih agresif (galak)/suka mengigit jari, makannya lebih banyak, dan bulunya sedikit kasar dibanding jenis lain. Harganya termasuk paling murah dibanding jenis hamster mini lainnya, namun ada juga warna2 tertentu yang diminati jadi harganya lebih mahal seperti motif panda.
Selain itu ada juga jenis yang besar (non-mini) yakni jenis syrian. Jenis ini ada yang long hair dan short hair, bahkan ada yg hairless (gundul). Ukurannya jelas jauh lebih besar dari yang mini, bisa sebesar marmut. Jelas butuh ruang lebih besar, makan lebih banyak, buang urin & kotoran lebih banyak, lebih sering bersihkan kandang, alias lebih repot, meski harga lebih murah, sepantaran dengan harga jenis campbell tertentu, namun untuk kelas longhair biasanya lebih mahal. Di luar negeri, jenis ini banyak dilombakan, kl di Indonesia rasanya jarang yang minat.
Jadi, pilihan indranesta jatuh ke jenis winter white, hybrid, dan roborovsky.
Jenis2 ini terkenal tidak menggigit. Winter dikenal sbg jenis yg ramah dan mudah jinak, amat jarang mengigit, dan lebih pemalas dibanding campbell, namun tetap bisa berkelahi dg sesamanya yg tdk cocok. Winter punya bulu yg bisa berubah2 warna, terutama saat perubahan musim/suhu, bulu berubah dari gelap ke terang, bahkan dari tipis ke tebal, paling sering ditemui jenis ini mengalami rontok bulu, namun bisa tumbuh lagi dg baik. Jenis ini paling mirip dg campbell, jumlah kromosom jg sama, jadi bisa disilangkan dg campell. Hasil silangan winter dg campbell dikenal dg jenis hybrid, biasanya punya karakter lembut seperti winter, tapi warnanya cerah dan macam2 spt campbell.
Warna dasar winter adalah abu2 shg Winter punya 3 varian warna: winter white normal/agouti/tiger (belang2 spt macan, ada hitam, abu2, coklat, kuning), pearl (abu2 putih, atau putih cerah bergaris abu2/hitam), dan safir/saphir (abu2 terang-gelap kadang kecoklatan). semuanya punya ciri 3 garis di punggung, di tepi kiri kanan tipis dan di tengah tebal.
Jenis hybrid banyak macamnya. Tdk spt winter atau campbell yg stabil gen warnanya, jenis ini masih belum stabil, dan banyak variasinya, beberapa hasil silangan ada yg menarik/spesial spt golden red eyes (GRE) dan pearl red eyes (PRE), bahkan harganya bisa lebih tinggi dari robo, ini lebih krn faktor selera, keterbatasan stok, dan emosi saja. Seperti genx, harga2 tinggi ini jg tdk stabil 🙂 Beberapa varian hybrid yg ada antara lain: pearl putih polos (P3), golden black eyes (GBE), dan blue argente (BA).
Jenis Roborovsky lebih dikenal dg nama robo, dikenal sbg jenis paling mini, tapi paling lincah n gesit, larinya sgt cepat, susah dipegang. Jenis ini biasanya hanya utk dilihat saja. Jenis ini juga dikenal paling mahal dg harga stabil, jenis paling top di antara segala jenis hamster, terutama yg muka putih (white face). Ada dua varian warna robo, normal dan muka putih (wf). Robo normal punya ciri alis putih dan bulu warna coklat kekuningan dg semburat putih. Robo wf punya ciri bulu putih dg corak kuning-coklat semburat hitam. Foto paling atas adl kouri, hamster robo wf milik indranesta… 🙂
Apa saja hamster peliharaan indranesta? ada robo white face, golden red eyes, pearl red eyes, blue argente, dan safir. Mari simak di tulisan berikutnya 🙂
Kami sekeluarga suka kucing, kecuali istri dan ibu… maklum, paling ga tahan dg bulu, kotoran, dan kejahilan kucing2 ini…
Semuanya kucing kampung, yg Indranesta sukai dr kucing kampung adalah bulu pendek, sifat tahan sakit, dan tahan cuaca, alias tidak rewel, yg tidak disukai ya cerewetnya itu…plus kutu (jika tak terawat)
Ada pun kucing kampung yg disukai adalah yang:
Tapi sekarang Indranesta mulai melirik kucing ras, terutama ras yg besar-besar seperti:
Di Indonesia yg mulai dikenal orang dan mulai ada breedernya adalah NFC dan MC, sedangkan Ragdoll sudah ada lebih dulu namun tidak setenar persia dan angora. Untuk Turkish van dan savannah keduanya sangat jarang di Indonesia, dan kalaupun ada mahalll… bisa2 seharga mobil 🙂
Semoga kesampaian cita2 memelihara kucing besar…Amiin…
*info + gambar menyusul ya…
Maine Coon (MC)
yang spesial, adl bulunya tidak mudah rontok seperti NFC. Jenis ini jarang yang matanya belo’-sendu, kebanyakan berkesan “tajam” disertai warna bulu yang tegas ala macan
Norwegian Forest Cat (NFC)
Tadinya minat yang ini dibanding MC, namun karena ada bakat bulu rontok, akhirnya ga jadi deh…
Ragdoll
Tertarik krn mata biru yang teduh dan tone bulunya yang lembut
Turkish Van
Suka, tapi kuatir dg hobinya main air malah bisa2 merepotkan seisi rumah, kecuali punya kolam renang pribadi, hehe
Savannah
Ini benar2 miniatur leopard, ada yang jenis sedang dan besar. Masih punya habitat ganas, tubuhnya yang langsing punya kemampuan lari yang cepat, bisa2 susah dipegang nih. Jenis ini termasuk jarang dan paling mahal dari ras2 di atas. Kapan ya punya jenis ini …?
Dengan Asus Eee PC, saya mendapati hidup dan pekerjaan saya lebih ringan, lebih efisien, lebih menarik, dan tentu saja lebih menyenangkan…
Sebagai seorang auditor pemerintah yang ditugaskan di salah satu provinsi di Pulau Sumatera saya dituntut untuk bekerja secara mobile dalam arti yang sebenarnya. Jarak tempuh yang jauh dan lama, perjalanan darat yang melelahkan, berganti-ganti lokasi dan kendaraan, membawa berbagai dokumen plus barang pribadi, tas berisi laptop yang berat serta aneka peripheral dan gadget sungguh menguras stamina.
Sepanjang karir sebagai auditor, saya merasa kondisi lingkungan kerja dengan laptop lama saya yang berat dan daya tahan baterai yang terbatas bukanlah kombinasi yang sesuai (meski terbantu dengan layar 14″ yang cukup lega), sampai akhirnya saya memutuskan untuk mengganti laptop lama yang berat dengan yang lebih ringan dan memiliki daya tahan baterai lebih lama tanpa mengorbankan hasil pekerjaan.
Pada saat awal pemilihan saya sungguh bingung karena begitu banyak pilihan yang sekilas mirip satu sama lain. Namun jujur saya dari dulu sudah melirik Asus Eee PC sejak generasi pertama di 2007. Akhirnya tanpa ragu saya memilih ASUS Eee PC Seashell 1005HA warna putih di akhir 2009 lalu.
Asus Eee PC ini mampu menjawab berbagai kebutuhan saya, antara lain karena:
Baterai tahan lama (long life battery): Saya sering menjalani beberapa jam di atas kendaraan, atau seringkali listrik mati beberapa kali sehari, atau berada di wilayah yang tidak ada listrik sementara saya harus bekerja dengan laptop 14″ dengan baterai seadanya. Asus Eee PC dengan daya tahan baterai s/d 8.5 jam (Up to 8.5 hours battery life) sungguh menjadi jawaban yang sangat berarti bagi saya. Sementara rekan kerja lain sudah tidak dapat bekerja dan hanya menunggu listrik hidup, saya dapat terus menyelesaikan tugas saya, lalu mencetak dokumen saat listrik dan printer hidup, dan tentu saja beristirahat pada waktunya. Inilah alasan utama saya beralih ke Asus Eee PC dan tentu saja fitur yang paling saya sukai darinya. Untuk itu saya sangat berterima kasih pada para perancang Asus Eee PC atas prestasinya ini.
Ringan (lightweight): Dengan berat hanya sekitar 1 kg (termasuk baterai) Asus Eee PC sungguh-sungguh meringankan beban pundak saya, dan tentu saja mengurangi rasa sakit dan pegal yang harus ditanggung jika membawa laptop >3kg. Charger baterainya pun ringan dan kecil sehingga tidak memakan tempat. Praktis charger ini bisa sering ditinggal karena saya cukup pede dengan daya tahan baterai Eee PC yang kuat diajak bekerja seharian.
Desain: Saya sungguh suka dengan desainnya yang tetap terlihat langsing & gaya (slim & stylish) meskipun memiliki 6 cell baterai yang powerful, beda dengan netbook lain yang baterai 6 cell nya terlihat menonjol mengganggu pemandangan dan pegangan, plus desain kerang laut yang cantik dan warna putih pilihan saya Asus Eee PC sungguh enak dilihat (dan menarik perhatian tentu saja). Dengan desain seperti ini saya masih punya banyak sisa space di tas laptop .
Kenyamanan (Great User Comfort): saya sungguh terkesan dengan kenyamanan yang diberikan Eee PC. Pertama, keyboard yang besar dan lega (92% scale K/B) dibanding rival-rivalnya. Bagi saya yang terbiasa dengan keyboard laptop 14″ tidak menemui kesulitan adaptasi yang berarti saat pindah ke Eee PC. Selain itu fitur instant key membantu saya dalam bekerja, seperti shortcut standby/suspend mode (fn+f1) super cepat yang sungguh berguna ketika saya harus segera mengalihkan perhatian dan waktu ke hal lain tanpa membuang-buang energi baterai Asus Eee PC. Selain itu waktu booting dan shutdown yang sangat cepat sungguh menyenangkan hati saya, mungkin hal ini dikarenakan fitur Fast 2.5” HDD, Alhamdulillah, akhirnya saya tidak lagi harus menunggu lama ketika harus segera mengerjakan dan mengakhiri sesuatu dengan laptop.
Masih banyak lagi manfaat dan hal lainnya yang saya suka dari Eee PC, seperti tiga slot USB di kedua sisi kiri kanan yang memudahkan untuk posisi modem, mouse, printer, dan peripheral lainnya, koneksi internet lebih menyenangkan dan menenangkan karena tidak khawatir baterai cepat habis, instant key on/off untuk touchpad sehingga tidak takut tersentuh saat bekerja, RJ45 port untuk koneksi dengan LAN kantor, dan pengalaman menonton video yang enak dilihat dengan Eee Splendid plus layar LED yang jernih dan hemat energi.
Saya berikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para perancang Asus Eee PC atas produk cantik yang bernilai guna tinggi ini dan tentu saja saya ucapkan terima kasih untuk harga yang begitu bersahabat. Saya setuju dan lebih suka menyebut Asus Eee PC sebagai “The Best Travel Companion”.
Asus Eee PC adalah investasi yang tidak pernah saya sesali…
Buat yang hobi nyanyi2 alias karaoke…
Berawal dari kebetulan, Indranesta bosen keliling2 mal n pusat belanja di kota Bandar Lampung, sebentar saja sdh habis dikelilingin semuanya… maklum kota kecil, jam sembilan malam saja sudah pada sepi n tutup.
Dari referensi beberapa rekan dicobalah karaoke keluarga yg ada di kota ini. Konsep karaoke keluarga (family karaoke) sekarang ini sedang naik daun, terlihat dari penuhnya tempat2 karaoke di berbagai kota besar, mulai jadi trend dan kebutuhan, termasuk kota Bandarlampung. Di kota ini ada beberapa tempat karaoke yg sudah dicoba dan langsung saja berikut review singkatnya+penilaian tentunya:
Plasa Lotus Lt.4, Jl.Radin Intan, pusat kota, dekat dari mana2, dekat pusat belanja juga. Naik bs lsg pakai lift ke lt.4, depannya ada musola, satu lantai dg foodcourt lotus.
Ruang tunggu : lega dan nyaman, tapi tidak ada sekat smoking dan non–smoking area, kasihan yg non-smoker.
Karaoke room: Ruang terkecil lega, cukup utk 6 orang, kualitas sound system mantap, tidak pecah dan tidak terlalu nendang, isolasi suara cukup baik, tdk terlalu terdengar suara musik dari ruang2 sekitar, remote pemilihan lagu mudah dipelajari lengkap dg pitch & tempo kontrol, koleksi lagu lumayan lengkap dan update.
Fitur asik: scoring, nyanyi dapat nilai, bisa buat duel dg teman2
Toilet: bersih n lega
Kekurangan: jumlah ruangan kurang pas lagi jam padat
Nilai : 9 (asik banget)
Aygo
Lokasi: Jl. Pangeran M. Noor (Palapa), jarang kelewatan angkutan, gedung sendiri, 1 lantai, area parkir luas, tetapi masih area pusat kota juga.
Ruang tunggu : mirip inul vizta, lega dan nyaman, tapi tidak ada sekat smoking dan non-smoking area, kasihan yg non-smoker.
Karaoke room: Ruang terkecil lega, mepet juga utk 6 orang, Kualitas sound system sepertinya kurang, mungkin pengaruh material dekor dan ruang yg terlalu sempit, isolasi suara agak kurang, krn masih terdengar dan terasa getar suara bass dari ruang2 sekitar, remote pemilihan lagu ribet, krn pakai keyboard pc mini, tdk ada pitch & tempo kontrol, koleksi lagu lumayan lengkap dan update, entah kenapa sepertinya mic nya “kurang”, beda dg d inul.
Fitur tdk asik: tdk ada fitur scoring
Toilet: belum dicoba
Kekurangan: fitur, remote, mic, dan sound system
Nilai : 6,5 (lumayanlah kalo inul lg penuh)
Lyrics
Lokasi: Depan GOR Saburai (Enggal), jarang kelewatan angkutan, pakai ruko, 3 lantai, area parkir terbatas, tetapi masih area pusat kota, sebenarnya kalau Inul penuh, bisa jalan kaki kesini instead of parkir yg sempit.
Ruang tunggu : sempit, kurang lega, maunya lsg masuk room.
Karaoke room: Ruang terkecil lega, cukup juga utk 4 orang, Kualitas sound system sepertinya kurang, mungkin pengaruh material dekor dan ruang yg terlalu sempit, isolasi suara agak kurang, krn masih terdengar dan terasa getar suara bass dari ruang2 sekitar, remote pemilihan lagu ribet, krn pakai keyboard pc, koleksi lagu lumayan lengkap dan update.
Fitur asik: ada fitur scoring
Toilet: terbatas, tp lumayan lega n bersih
Kekurangan: sekat ruangan dan sound system
Nilai : 7 (lumayanlah kalo inul lg penuh jg)
Citra Fantasy
Lokasi: Komplek Ruko Vila Citra Jl.P.Antasari. Agak jauh dr pusat kota memang, tapi lumayan dekat dr rumah saat ini. angkutan lancar, cuma masuknya sedikit jalan kaki.
Ruang tunggu : tdk ada, langsung resepsionis, selain karaoke disini jg ada bilyard.
Karaoke room: Ruang terkecil lega, cukup juga utk 6 orang, Kualitas sound system lumayan, isolasi suara lumayan baik, remote pemilihan lagu ribet, koleksi lagu lumayan lengkap.
Fitur asik: ada fitur scoring
Toilet: belum nyoba
Kekurangan: remote
Nilai : 7 (lumayanlah)
Bukit Randu
Lokasi: Hotel Bukit Randu, Tanjung Baru. Lokasi di atas bukit, ke sini jangan naik angkot, gak ada yang lewat, kecuali carter. Lagi pun naiknya curam, tapi view nya sangat bagus, tapi kan mau karaoke bukan liat pemandangan.
Ruang tunggu : tdk ada, langsung resepsionis, selain karaoke disini jg ada hotel & resto.
Karaoke room: Ada hotel, resto, jadi menu makanan lumayan komplit, bahkan menu2 jepang pun ada, kalau mau bisa pesan ala hanamasa di ruang karaoke. Ruang terkecil lega, cukup juga utk 8 orang, ada toilet di dalam, ada meja makan, lega pokoknya. Kualitas sound system oke, isolasi suara baik, jarak dg ruangan lain lumayan. Pemilihan lagu ribet krn mesti pesan langsung ke pemandu (live) di ruangan lain seperti “mbak, tolong lagu x dong..!” dan tdk bisa buat playlist sendiri, koleksi lagu lumayan lengkap.
Fitur asik: tdk ada fitur scoring
Toilet: lumayanlah, maklum, bangunan lama.
Kekurangan: remote tdk ada, masih manual mulut.
Nilai : 6.5 (lumayanlah)
Simpur Star
Lokasi: Plasa SImpur lt.5 (parkiran paling atas) Jl. Katamso Tj.Karang. Dekat dg terminal n pasar tengah. mudah dijangkau, tapi naiknya repot.
Ruang tunggu : ada, tapi kursinya sedikit.
Karaoke room: belum dicoba
Fitur asik: belum tahu
Toilet: belum nyoba
Kekurangan: belum tahu
Nilai : n/a
—
NB: utk yg rada2 alergi dg harga makanan di karaoke yg berlipat2 harganya dari supermarket disarankan spy isi perut dulu sebelum masuk karaoke, daripada bawa sendiri bisa2 “ribut” dg pihak manajemen hehe…
Sementara itu dulu yaa, masih ada satu yg belum dicoba, Simpur Star 🙂
selamat mencoba karaoke di lampung, n mohon ditunggu updatenya…

Diet sehat ala Indranesta
Inspirasi ini Indranesta sampaikan kepada rekan2 yang masih memerlukan penurunan berat badan. Apa yang Indranesta paparkan di sini adalah pengalaman sehingga diharapkan dapat membantu dan menginspirasi siapa pun yang masih berjuang masalah kelebihan berat badan, dan menuju berat badan ideal.
Sebelum menikah, berat badan Indranesta di sekitar angka 57-61kg, maklum masih bujang, di masa itu cukup sulit menaikkan berat badan, sudah dicoba berbagai cara namun yang paling sering adalah menambah porsi makan, minum susu, banyak tidur, dan banyak makan cemilan, namun tidak berhasil juga.
Masalah muncul setelah menikah, di akhir tahun 2003 berat badan melonjak jadi 75kg (naik sekitar 20-an kg) hanya dalam tempo beberapa bulan. Lingkar pinggang pun melonjak jadi 33″. Ada yang bilang karena susunya cocok (memangnya anak balita?)
Seumur2 Indranesta baru merasakan beratnya siksaan overweight, jalan susah, paha bergesekan, pakaian pada sempit, nafas pun susah.
Akhirnya ditempuh jalan olahraga, yakni badminton, fitnes, renang, dan mengurangi makan, walhasil berat badan sedikit turun, di kisaran 68-72, namun ini masih belum memuaskan.
Sampai pada akhir tahun 2007, Indranesta menimbang badan di angka 65kg rata2 karena sepanjang tahun angka ini cukup stabil. Iseng2 cari info seputar hal penurunan berat badan, dan dari penyaringan yang dilakukan, didapat beberapa metode yang bisa dicoba, antara lain dengan pertimbangan :
Relative praktis, murah, tidak menyiksa lahir batin, dan bisa untuk jangka panjang.
Inti dari metode2 tsb adalah 3 hal untuk menjaga berat badan ideal:
Hasilnya, dalam 3 bulan bisa turun sampai 55kg (sekitar 10kg), bahkan instruktur fitness meminta Indranesta untuk menambah lagi berat badan sampai 60-63kg, terlalu kurus katanya (wah terlalu sukses kali dietnya ya). Lingkar pinggang pun turun 2 inch sampai 30″-31″, senangnya… dan baru tahu juga rumus berat badan ideal cowok bukan selisih 110, tapi 100 dari berat kita.
Ada beberapa rujukan yang Indranesta pakai antara lain:
Aturan diet yang Indranesta senangi antara lain :
Inilah yang Indranesta lakukan selama diet :
1. Ikhlas: Menerima kondisi saat ini dan menetapkan hati untuk memulai sikap, pola hidup, dan pemahaman yang baru tentang makanan dan berat tubuh, kemudian lanjut ke usia harapan hidup yang semakin panjang. Siap melakukan diet jangka panjang, dan berproses, artinya tidak mengharapkan hasil yang tiba2 atau short term.
2. Pemilihan makanan: Membaca buku diet golongan darah, untuk mengetahui jenis2 makanan yang sesuai untuk golongan darah kita, mana yang berfungsi sebagai racun, obat, maupun netral. Golongan darah Indranesta kebetulan A, dan untuk itu beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari, seperti buah papaya, mangga, pisang, jeruk, semua jenis kentang, semua produk kelapa (santan, minyak goreng, kelapa parut, nata de coco), sapi (daging, susu, keju, yoghurt, sumsum), dan lainnya. Buku ini bisa di dapat di toko buku terdekat, bentuknya kecil, warna putih, harga sekitar Rp17-20rb.
3. Menentukan waktu2 makan terbaik: Kebetulan, saat memulai diet ini, Indranesta sedang mengikuti pendidikan 3,5 bulan di mana terdapat fasilitas makan prasmanan, break pagi, dan sore. Jadi ada 5 kali masukan makanan dalam sehari.
4. Makan dengan yang ada: Karena kesulitan membeli / memperoleh makanan yang sesuai, maka Indranesta melakukan diet dengan makanan yang ada, antara lain dengan barter bersama kawan2. Contoh : Tidak makan nasi, namun diganti dengan sayuran, buah2 yang sesuai, serta protein dari tahu, tempe, dan daging yang sesuai seperti ikan. Cukup melelahkan di awal, karena perut terbiasa dengan nasi, tapi pelan2 nasinya dikurangi sampai bisa tanpa nasi sama sekali. Begitu juga belum terbiasa makan banyak tahu/tempe dan buah, namun untunglah bisa dibantu dengan sayuran sementara, tentu saja yang non-santan/minyak. Untuk break biasanya disajikan teh atau kopi dengan makanan ringan, namun Indranesta memilih makanan yang tidak dibuat dari tepung putih, dan tidak digoreng dengan minyak kelapa. Dalam proses ini Indranesta menemukan fakta yang menarik, ternyata teman2 ada juga yang tidak suka ikan, atau tempe, atau tahu, atau makanan lain yang justru baik untuk Indranesta, dan di sinilah barter berlangsung. 🙂
5. Menentukan latihan fisik: latihan fisik disini lebih pada pembakaran kelebihan lemak, jadi fokus pada kardio. Fasilitas jogging track dan ruang fitness kebetulan juga ada di tempat pendidikan ini. Pagi jogging sebelum sarapan, dan fitness di waktu sore setiap 3 hari. Joging dilakukan dengan lari2 kecil atau jalan cepat, intinya tidak perlu keluar keringat banyak2 tapi menjaga detak jantung pada range tertentu untuk membakar lemak. Selain jogging di luar bangunan dapat juga dilakukan di ruang fitness dengan jalan cepat memakai treadmill dengan pola sama, atau bersepeda statis dengan detak jantung range tertentu selama selama minimal 45 menit per sesi. Latihan fitness lainnya seperti angkat beban tidak perlu terlalu intensif, hanya sebagai variasi saja. Tidak perlu berlebihan dalam latihan beban, karena Indranesta pernah merasakan sakit akibat kelelahan karena kelebihan latihan beban di samping sedang penyesuaian jenis makanan, jadi porsi latihan beban sebaiknya secukupnya saja.
Demikian, inspirasi kali ini, semoga bisa bermanfaat, salam.. 🙂