
Gambar ilustrasi (sumber: hubspot.com)
Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri, misal dengan pertanyaan, “Sampai kapankah semua tugas-tugas dalam kehidupan ini akan berakhir?”. Atau dengan pertanyaan lain yang senada misalkan, “Kenapa dari hari ke hari, bulan ke bulan ataupun tahun ke tahun, sepertinya daftar tugas ini tidak semakin berkurang, akan tetapi malah justru serasa bertambah?. Begitulah kira-kira pertanyaan yang menyelinap dalam benak Anda dan juga saya tentunya.
Jika Anda lihat kembali, dari mulai kita kecil sampai remaja, dewasa atau bahkan saat Anda memasuki usia lanjut, pada kenyataannya, daftar tugas-tugas itu selalu ada dan terus akan ada. Saat Anda masih belajar di bangku sekolah, baik dari pendidikan dasar sampai mungkin universitas, Anda telah disibukkan dengan tugas-tugas belajar dari sekolah yang jumlahnya banyak, belum lagi tugas-tugas dari kegiatan ekstrakurikuler. Begitu juga, saat Anda telah memasuki dunia kerja, tugas-tugas yang harus Anda selesaikan ternyata tidak semakin sedikit. Target dan tuntuan dari tempat kerja atau usaha Anda justru malah semakin banyak. Ditambah lagi dengan jadwal berbagai macam rapat dan janji temu yang juga akan semakin banyak. Intinya, daftar tugas yang Anda punyai tidak berkurang tetapi justru semakin bertambah. Setelah Anda menikah dan berumah tangga, daftar tugas Anda juga akan semakin menumpuk. Kemampuan merencanakan dan menyelesaikan tugas-tugas profesi di tempat kerja/usaha dan juga tugas-tugas keluarga Anda akan sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan Anda pada fase kehidupan ini.
Bisa jadi Anda berfikir, mungkin nanti setelah pensiun, anda tidak akan punya daftar tugas lagi seperti saat Anda bekerja. Akan tetapi, jika kita amati, tidaklah begitu kenyataannya; dan itu bisa kita buktikan dari orang-orang yang kita temui di sekitar kita. Tidak sedikit setelah pensiun, justru mereka masih juga disibukkan dengan jadwal dan tugas-tugas baru mereka baik di keluarga maupun di berbagai bidang profesi maupun sosial atau keagamaan lainnya.
Sebenarnya apa yang ingin saya sampaikan. Dalam fase-fase kehidupan kita, akan selalu ada kewajiban-kewajiban yang harus kita tunaikan, bahkan saat mungkin kita sudah pensiun dan lanjut usia nanti. Daftar tugas kita tidak akan pernah kosong, tugas-tugas itu akan selalu ada, atau bahkan mungkin malah terus bertambah. Sehingga kalau kita hanya selalu fokus dan berkutat untuk menyelesaikan tugas-tugas kita saat ini dan saat-saat mendatang, maka bisa jadi kita akan senantiasa tegang, stres dan kehilangan kesempatan untuk menikmati serta memaknai berbagai aktifitas dalam fase-fase hidup kita; dan yang lebih parah lagi mungkin akan kehilangan kemampuan untuk sekedar memaknai apakah sebenarnya tujuan kita menyelesaikan berbagai tugas tersebut di dalam kehidupan kita. Padahal, satu hal yang pasti, waktu dan kesempatan itu akan berlalu dan tidak akan mungkin kembali lagi bukan?.
Itulah juga yang dituliskan oleh Richard Carlson dalam bukunya yang berjudul Jangan Membuat Masalah kecil jadi Masalah Besar. Dia menuliskan, “Bahwa tujuan hidup ini bukanlah untuk menyelesaikan semua tugas tetapi menikmati setiap langkah dalam perjalanan hidup kita dan merasakan hidup yang penuh kasih sayang.” Dia juga menambahkan bahwa: “Ingat, waktu Anda mati nanti, selalu masih akan ada urusan yang belum selesai. Dan tahukan Anda? Orang lainlah yang akan menyelesaikannya!.”
Sebuah renungan yang sangat dalam yang semestinya kita perhatikan. Dalam kehidupan ini, jangan sampai kita hanya terobsesi untuk hanya menyelesaikan berbagai tugas-tugas yang kita punyai. Karena, kenyataannya, dalam kehidupan ini, tugas-tugas kita tidak akan pernah selesai. Sebaiknya, kita lebih berusaha dan fokus untuk memaknai dan menikmati (atau mensyukuri) berbagai kegiatan dan kejadian dalam berbagai fase kehidupan kita, sehingga hidup kita akan menjadi lebih tenang, lebih bahagia dan lebih selamat. Bukankah begitu semestinya?
Yogyakarta, 26 Januari 2020
Indro Pranoto





Komentar Terbaru