SEPUTAR KESETRUM
Apakah “Kesetrum” Itu?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya tidak sengaja kena aliran listrik.
Kesetrum dapat terjadi jika terdapat kontak dengan sumber listrik bertegangan cukup tinggi yang dapat membuat arus listrik mengalir melalui tubuh manusia (tentu saja harus terdapat beda potensial antara kedua ujung penghantar).
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Electric_shock
Mengapa kesetrum Berbahaya?
Kesetrum berbahaya karena dapat menyebabkan luka pada kulit dan organ manusia yang terkena sampai kematian.
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Electric_shock
Mana yang disebut berbahaya, mana yang tidak? Batas ambang?
Efek dari kesetrum dapat dilihat pada tabel di bawah ini, berikut dengan batas ambangnya.

Sumber: http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/electric/shock.html
Apakah ada perbedaan kesetrum dengan AC dan DC? Lebih berbahaya yang mana?
Arus listrik untuk AC selalu berfluktuasi karena berbentuk gelombang sinus sedangkan DC konstan sehingga jika kita kesetrum DC maka tidak ada kesempatan untuk melepaskan diri. Bila kesetrum AC, arus yg mengalir pada tubuh kita akan berfluktuasi, jadi arus setrum tersebut akan berubah dari 0 ke maksimum dan seterusnya dengan frekuensi 50Hz (jika kesetrum di Indonesia). Jadi pada saat tertentu (untuk 50 Hz maka tiap 20 mili detik) arus yang mengalir pada badan kita mencapai 0 atau dengan kata lain kita tidak kesetrum. Pada saat itu, kita bisa melepaskan diri dari sengatan listrik.
Untuk bahaya, tentu saja dua-duanya berbahaya namun tingkatnya dapat dilihat pada tabel di atas. Namun perlu diketahui bahwa Vrms AC = V DC sehingga untuk AC diperlukan Vmax yang lebih besar dari V DC. Tentu saja untuk tegangan tinggi, misalnya >1kV, besar arus yg mengalir pada separuh gelombang pertama sudah akan membunuh kita.
Sumber: http://www.bagansiapiapi.net/id/topic.php?start=10&id=801
Iseng-Iseng Berwawasan 😉
Frekuensi Listrik di Indonesia: 50 Hz (menggunakan frekuensi listrik standar)
Sumber: http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/09/keandalan-dan-kualitas-listrik.html
Mengapa burung yang bertengger di atas kabel listrik tidak kesetrum?
Listrik (elektron) dapat mengalir bila ada rangkaian tertutup. Elektron tidak mengalir bila beda potensial tidak dijembatani oleh bahan konduktif dan keseluruhannya membentuk rangkaian tertutup.
Saat bertengger di atas kabel listrik, burung memang menyentuh sumber tegangan yaitu kabel namun pada saat bersamaan burung tidak menyentuh kabel netral ataupun menyentuh tanah sehingga tidak ada beda potensial yang menyebabkan aliran listrik tidak melewati tubuh burung.
Percobaan sederhana yang dapat kita lakukan:
Masukkan obeng test pen ke lubang colokan listrik. Tempelkan jari pada pangkal test pen, lampu indikator akan menyala karena listrik mengalir melalui test pen, melalui tubuh dan ke tanah. Lakukan hal yang sama tapi dengan berdiri di atas suatu isolator maka lampu akan lebih redup.
Sumber: http://www.bagansiapiapi.net/id/topic.php?id=288
Di Alam Terbuka Saat Hujan Lebat Disertai Petir…
Jangan berlari karena “tegangan langkah” yang terjadi antara kedua kaki kamu akan memberikan ancaman jika kebetulan ada petir menyambar pohon tidak jauh dari diri kamu. Arus listrik yang lewat di bawah kamu akan “berpindah” dari kaki satu ke kaki yang lain dan kamu pun “kesetrum.”
Sumber: achfan.multiply.com/links/item/76/KESETRUM_KENAPA
Mengapa tegangan di indonesia 220 Volt?
Pada tahun 1970an, pemerintah Orde Baru memang sedang bersemangat membangun negara dari negara pertanian menjadi negara industri, salah satunya dengan mengubah tegangan di indonesia dari 110 Volt menjadi 220 Volt.
Sumber: http://training-ethos.blogspot.com/2007/12/mengapa-industri-jepang-bisa-maju.html
Dilihat dari sisi KONSUMEN, listrik 110 V lebih aman dari 220 V.
Bukti: Demi keamanan, pada instalasi 220 V wajib menggunakan “pentanahan” (Arde) khususnya pada stop kontak.
Namun PRODUSEN Listrik mempunyai kendala, sehingga memutuskan menggunakan 220 V untuk konsumen. Dengan memakai tegangan 220 V maka INVESTASI jaringan kabel transmisi dapat dihemat dibandingkan dengan biaya 110 V. Dengan daya yg sama, semakin tinggi tegangan, penampang kabel semakin kecil.
Ilustrasi sederhana :
Daya 10 KW = 10.000 Watt, membutuhkan transmisi :
Pada tegangan 20 KV, Ampere hanya 0,5. Dengan kabel = 0.5 mm2 saja sudah lebih dari cukup untuk memikul beban 0.5 Amp.
Pada tegangan 380 V, Ampere menjadi 26.Penampang kabel minimal = 1.5 mm2.
Pada tegangan 220 V, Ampere menjadi 45.Penampang kabel minimal = 6 mm2.
Pada tegangan 110 V, Ampere menjadi 90. Penampang kabel minimal = 25 mm2.
Lihat PERBANDINGAN penampang kabel!!
Efisiensi adalah salah satu pertimbangan mengapa 220 Volt digunakan, pertimbangan lainnya dari segi biaya seperti biaya transformer.
Sumber: http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080522035855AAd2pDF
Mengapa tegangan dan colokan listrik di tiap negara berbeda?
Karena standard listik dan line outlet tiap negara berbeda. Biasanya, colokan listrik di setiap negara disesuaikan dengan voltase dan frekuensi listrik yang digunakan oleh negara tersebut.
Sumber: http://www.kropla.com/electric2.htm
Selain itu menurut saya, hal ini memang dapat dijadikan suatu bisnis sehingga mungkin saja menjadi alasan mengapa perbedaan itu dibiarkan ada.