[Ubepe Part 2] Jakarta – KL – Jeddah – Cairo

Karena penerbangan kami Kul – Jed – Cai – Jed pukul 17.50 maka semua jamaah diharapkan hadir di bandara KLIA 1 5 jam sebelum keberangkatan yaitu pukul 12.50 , saya ambil penerbangan CGK- KUL pukul 08.00 dengan harga tiket Rp. 300.000/orang dan tiba di KLIA 2 pukul 11.00 lanjut KLIA express menuju KLIA 1 seharga 3 ringgit dan dalam waktu kurang lebih 10 menit sampai. Tiba di KLIA1 kebingungan karena lupa gak beli paket internet, untungnya suami dapet wifi bandara dan bisa wa mas iqbal selaku koordinator. Tapi tetep aja kami gak mudeng soal titik kumpul yang dimaksud mas Iqbal hahaha.. hamdalah ada 2 jamaah yang memakai batik yang sama dengan kami, langsung saja kami tanya dimana tempat ngumpulnya.

Setelah berkumpul, kami berkenalan dengan bapak, ibu, mas, mba yang duduk berdekatan, selain jamaah yang baru tiba dari kota masing-masing, ada juga jamaah yang sedang asyik jalan-jalan mengelilingi Kuala Lumpur, mereka sudah menginap sejak tanggal 28 Feb di KL dan memang ada agenda jalan-jalan. Sekitar pukul 13.00 jamaah dibagikan makan siang nasi box, pukul 14.00 seluruh jamaah diminta untuk mengumpulkan koper atau tas yang akan masuk bagasi, jamaah laki-laki yang masih gagah diminta untuk membawa koper-koper ini ke area check in, koordinator melakukan check in group krn kloter 1 ini tediri dari 2 grup masing2 90an orang, hal ini dilakukan agar tidak ada bagasi yang tertinggal. Untuk menghindari kehilangan bagasi, grup kami diberikan cover koper dengan warna dan gambar yang sama, begitu juga dengan grup yang lain. Total grup ada 4, 2 grup berangkat di tanggal 1 maret, 2 grup lagi berangkat di tanggal 2 maret kurang lebih total jamaah 197 orang.

1

1 jam sebelum take off , semua jamaah sudah di dalam pesawat, hamdalah pelayanan SV ini memang full service, ketika baru duduk kami sudah dibagikan seperangkat alat perang berisi kacamata tidur, kaos kaki, sikat gigi odol, selimut dan headset. Tak lama setelah take off kami dibagikan makan malam, perjalanan KL – Jedd alhamdulillah lancar, transit di jeddah kami dapat makan malam lagi dari SV, beberapa jam kemudian kami berangkat ke Cairo. Tiba di cairo pukul 8 pagi, sudah dijemput oleh tour guide dan bus eksekutif, lanjut city tour, melihat proses pembuatan papyrus dan ke beberapa masjid serta makan siang, qadarullah belum rejeki masuk ke piramida karena ada kunjungan PM German, grup kami hanya bisa foto dari tembok saja, namun grup lain masih rejeki bisa mampir dan foto2 di piramida. Tak masalah bagi grup kami, karena jalan2 ini hanya mengisi waktu luang saja, cukup dengan membeli oleh-oleh miniatur piramid kami sudah senang hahaha. *nanti potonya di edit aja deh*malamnya kami makan di kapal pesiar ala-ala di Sungai Nil, sambil memandang lampu-lampu yang indah diiringi tarian sufi. Saya sudah pernah melihat tarian sufi ini disebuah mall, masih penasaran bagaimana si penari bisa gak pusing muter-muter kaya gasing tanpa henti hahaha. Keseluruhan pemandangan oldcity Mesir bagi saya cukup menyedihkan, terlalu banyak daerah kumuh, tidak teratur, sampah dimana-mana, dan tidak ada rambu-rambu lalu lintas, tapi untuk yang suka sejarah negara ini patut dikunjungi 😉 . Sedangkan downtown lebih modern , yah macam pondok indahnya Jakarta gitu lah hahaha, tapi tetap saja masih banyak mobil penyok lalu lalang, sampe bingung ini orang Mesir hobinya nabrak-nabrakin mobil apa gimana sih? 😀

Setelah makan malam kami diantar ke bandara untuk lanjut penerbangan ke Jeddah, perjalanan Cairo – Jeddah hanya memakan waktu 2 jam saja, dan di pesawat kami mendapat makan malam lagi *makan mulu gimana gak gembul*

[Part 1] apa itu ubepe atau umroh mandiri

Tadinya saya gak mau nulis ini, tapi teringat muthowif yang bilang kalau ceritamu itu tentang kebaikan, dan membuat ghirah orang lain semakin tinggi untuk pergi ke tanah suci, kenapa tidak? Tulis aja kan itu hal yang baik, kalaupun orang menganggap itu adalah suatu hal yang riya atau pamer, biarkan itu menjadi urusan mereka, bukan urusan mba-nya. Maka saya mantapkan diri untuk berbagi pengalaman Indah ini secara gratis *ya emang mau dibayar ama siapa coba?* hahaha

Pertanyaan yg sering muncul : ubepe apa sih? Ubepe itu kependekan dari Umroh Backpacker, tapi dalam hal ini tidak real backpacker, lebih enak sih disebut umroh mandiri. Kenapa demikian? Begini … klo soal harga murah sih banyak kok yg lebih murah dari umroh mandiri yg disponsori Kafilah Akbar ini, tapi ini soal kenyamanan.. Kesempurnaan.. (cinta) ibadah *nyanyi*, lalu kenapa saya memilih umroh mandiri Kafilah Akbar?

  1. Uang saya tidak tertahan lama di travel/ Koordinator, hal ini menghindari saya berpikiran negatif terhadap penyimpanan uang yg terlalu lama di bank, yang bisa menimbulkan riba atau timbulnya persepsi lain terkait uang jamaah yang diputar untuk usaha lain, dalam ubepe pertama kali kita menyetorkan uang untuk membeli tiket sesuai harga yang tertera di website airlines, transparan tidak kurang tidak lebih.
  2. Saya sudah baca buku umroh backpacker sehingga saya dapat mengira-ngira berapa biaya yang harus saya keluarkan, hal ini memudahkan saya untuk memperkirakan berapa uang yang saya harus tabung untuk membayar Land Arrangement (hotel, makan, bus) + Visa dan juga hal-hal apa saja yg harus saya lakukan sendiri disana, meski kenyataannya banyak yg saling bantu.
  3. Saya hanya membayar hal-hal yang saya butuhkan saja, saya gak beli koper dan handling krn yakin jamaah laki2 di ubepe ini akan saling tolong menolong urusan handling, terkait seragam yg saya gunakan, ini murni ide kami dalam 1 grup untuk memudahkan mengenali jamaah dlm satu rombongan, tapi harga kain seragam pun diinfomasikan transparan, dan jamaah bebas memesan sesuai kebutuhan, entah itu 1/2 meter saja, 1 m, 2 m dst, bebas.
  4. Biaya LA dan Visa dibayar 2 bulan sebelum berangkat, jadi klo saya beli tiket di bulan Juni 2016, artinya uang LA dan Visa baru dibayar bulan Januari 2017, sehingga saya punya waktu 7 bulan utk menabung, bahkan koordinator sempat bilang di grup, jika ada kenadala terkait dana mohon diinformasikan agar dicarikan jalan keluar, masya Allah baiknya.
  5. Semua hal yg terkait dengan perjalanan ini diinformasikan secara transparan, baik terkait delay atau perubahan jadwal keberangkatan. Begitupula terkait harga tiket ke KL, krn keberangkatan kami rutenya KL – Jeddah – Cairo – Jeddah dan kepulangan kami rutenya Jeddah – CGK semuanya dengan pesawat Saudi Airlines full service, hal ini yang menyebabkan setiap jamaah itu beda biayanya, krn tergantung harga tiket dan kota asal jamaah, makin mendekati hari H harga tiket semakin tinggi, klo LA dan Visa semua jamaah sama, krn lokasi saya di JKT jadi saya hanya nambah tiket CGK – KL aja seharga 300rb (one way).
  6. Tour Leader/ TL dan Koordinator adalah jamaah juga tapi yang berpengalaman, minimal sudah 2x umroh/haji, sedangkan muthowif adalah pelajar/pekerja asal Indonesia yg bermukim di Madinah/ Mekah sehingga tidak ada biaya untuk memberangkatkan TL/ Muthowif dari Indonesia.
  7. Tips untuk muthowif itu tidak ditentukan jumlahnya, hanya bermodal plastik hitam, TL akan keliling ke kamar jamaah untuk seikhlasnya memberikan tips kepada muthowif begitu juga untuk supir bus saat city tour, semua seikhlasnya dan tidak ada paksaan. Ada uang kasih, gak ada uang doakan saja yang baik-baik. 

 

Namun dari kesemua hal yang saya tuliskan diatas tadi, hal yang paling utama adalah mengubah kata ” ingin ” menjadi sebuah ” niat ” yang lurus karena Allah, bahwa perjalanan ini akan dirahmati Allah bagaimanapun caranya, bahwa tujuan kita ke tanah suci adalah untuk ibadah semata bagaimanapun keadaannya nanti, bahwa menjadi tamuNya adalah karunia yang tak ternilai, bahwa undangan ini hanya untuk orang-orang yang DIA kehendaki, betapa banyak orang yang mampu secara finansial untuk berangkat namun belum mendapat undangan itu, berapa banyak orang yang ingin menginjakkan kaki di tanah suci namun terkendala satu dan lain hal, lalu saya teringat kata-kata yang menusuk dada saya dari seorang sahabat yang sudah saya anggap kakak saya sendiri ” kita diundangan ke tanah suci itu bukan karena kita punya uang, bisa jadi karena amal kita, karena sedekah kita, karena kebaikan kita, atau bahkan karena terlalu banyak dosa kita sehingga kita diberi kesempatan untuk bersujud ditempat-tempat mustajab, agar dosa-dosa kita diampuni, maka gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, luruskan niatmu “sampai di depan ka’bah pun beliau masih bicara hal yang sama, dan saya menganggap bahwa saya adalah orang yang beliau sebutkan paling akhir, yaitu orang yang penuh dosa.

 

#ubepe
#umrohmandiri
#kafilahakbar

Weekend Tanpa ke Mall

Seingat saya dulu ada program seperti ini dari temen-temen blogger yang saya kenal, mereka punya kegiatan di akhir pekan yang cukup unik, dengan nama Weekend Tanpa ke Mall atau disingkat WTM , kalau tidak salah kegiatannya ke museum atau tempat wisata yang ada di Jakarta pokoknya yang menambah wawasan kita tentang kota Jakarta. Seperti yang kita tahu orang Jakarta itu sebagian besar menghabiskan akhir pekan di Mall, meski gak belanja, gak nonton, gak makan, pokonya mah ke Mall udah happy. Begitu juga saya (tutup muka), kadang gak ngerti juga sih ngapain ya buang-buang ongkos cuma buat ngeliatin orang kaya nenteng belanjaan, udahlah gondok gak bisa ikutan belanja ditambah kaki pegel, hati sengsara karena cuma bisa liat-liat aja. cian deh law

Nah, sabtu kemarin jadwal saya memang agak padat, selain membabu buta, saya juga ada janji dengan beberapa teman yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, sudah janji juga menemani babeh kondangan. Sampai rumah itu sudah jam 1 siang, suami ngajak ke Mall katanya mau lihat celana kerja. Ah tak mungkin pasti ini hanya tipuan belaka, aku tak kan tertipu wahai Kumbara! #apeuu. Saya mah udah tau kalo suami ngajak ke Mall itu bukan karena ada yang mau dia beli tapi dia cuma mau makan enak, dimana istrinya kini harus diet ketat , disitulah godaan dari suami terus bergulir.

Akhirnya saya tolak mentah-mentah dengan 3 pertanyaan

  1. Mau beli? Beneran ya jangan sampe kaya yang udah-udah ujungnya gak ada yang dibeli, jadi harus yakin dulu nih?

  2. Udah masak tuh masa kita makan di luar, emang gak sayang?

  3. Kalo nanti saya tertarik sesuatu kamu mau beliin?

Dengan 3 pertanyaan simple itu saja, suami pun batal mengajak saya ke Mall, mungkin dia khawatir rugi bandar akibat point ke 3. Baiklah, lama-lama saya gak tega juga membiarkan akhir pekan dia di rumah saja, sementara senin – jumat dia macet-macetan Jakarta – Priok – Jakarta. Saya bilang ”kita jalan-jalan ke Museum aja yuk, mumpung masih jam 1 nih masih keburu lah” dan dia setuju.

Tadinya mau naik TransJakarta, tapi karena datengnya lama akhirnya nyetop taksi, dan ternyata …. fiuuhh menyesal memang selalu dibelakang, jalanan dari harmoni ke kota muacet pollll.. sedangkan TJ yang lewat lancar jaya pak…bu… dan suamipun mulai gelisah sambil mencibir ”makan nih macet yaa, sekarang udah jam 2.30, museum tutup jam 4 manalah keburu?” dengan nada santai dan gak mau disalahin si istri berusaha menenangkan ” sabar bro, dikit lagi sampe, sejam cukuplah untuk keliling 1 museum”.

Museum yang mana?

galau mau ke Museum Mandiri atau BI yah.. akhirnya diputuskan ke BI, ih udah lama banget gak ke BI, dan sekarang repot deh tasnya di titipin, sementara barang berharga harus dibawah, ya ampun emak-emak kan rempong ya pegang hp, pegang dompet pula, si suami

pake bawa Vita segala makin riweuh deh ih. Tapi yaudahlah ya daripada ilang atau jatoh dan rusak?

Baru sekitar ¾ dari isi museum yang kita lihat, eh sudah ada pengumuman dari petugas bahwa Museum akan segera tutup, udah gitu sekarang banyak spot foto bagus yang gak boleh lagi di lewati pengujung..errr! akhirnya kita keluar Museum BI tepat pukul 4 sore, dan kita lanjut duduk-duduk manis di depan museum Fatahilah. Ya ampun udah lama banget ya gak kesini, kenapa jadi kaya pasar malem gini yaaa? Rame banget cing!

1

Sekarang itu di depan Museum Fatahilah banyak banget badut-badut yang cari rejeki dengan cara ngajak foto bareng, mulai dari yang masuk akal seperti Doraemon, Shizuka, tokoh Frozen, Marsha and The Bear, sampe reog ponorogo dan pocong mumun #apeuu . Sesuatu yah emang orang Indonesia, sungguh kreatif dan inovatif, tak ketinggalan sewa sepeda lengkap denga topi bundar yang senada dengan warna sepedanya masih ada lhoo hihihi.

Batavia Cafe

Selesai muterin pelataran museum yang super rame, sesak, dan banyak abegenya, kita nyoba batavia cafe, iya ini hits banget di kota tua soalnya satu-satunya cafe dengan interiornya unik jaman Belanda, dan ada live music nya, untuk harga? Gak usah ditanya deh sakit hati mameeen, air mineral aja dihargai 40.000 sedangkan es campur betawi (yah isinya seperti es campur kebanyakan sih) dihargai 50.000 belum termasuk PPN 21% yaaa *kalah hotel*. Yah boleh dibilang mereka menjual suasana sih, dari lantai 2 (khusus no smoking area) kita bisa melihat semua kegiatan yang terjadi di pelatahan Museum Fatahilah tadi, itu sebabnya area kaca gak pernah sepi dari pengujung, hih!

2

Selesai minum es campur termahal dalam hidup saya dan poffertjes yang lumayan daripada lumayun, kami meminta bill, ya ampun minta bill sampe 5x gak dateng juga, alasannya ngitung manual jadi lama, ya selama-lamanya ngitung manual 50rb+50rb+50+

21% gak selama bikin nasi goreng kambing kali mbaaa. Karena suami gak sabaran dan udah agak mendung juga akhirnya kita ke kasir, eng ing eng.. tagihan kita 325.000. yang perlu diingat adalah saya ini akuntan, tanpa kalkulatorpun bisa menghitung jumlah pesanan saya *ceile bangga*, karena murka udah capek nunggu masih pake salah juga akhirnya saya panggil pelayannya ”mba coba deh itung lagi gimana bisa segini sih jumlahnya? 50X3 itu 150rb dan 21% dari 150rb itu 31rb, kalo ditambah totalnya jadi 181rb, coba deh pake kalkulator hp nya, rusak juga?”

Akhirnya mereka minta maaf dan meminta kita duduk sebentar, karena udah males jadi kita tungguin aja di kasir. Selesai bayar, mau poto-poto juga udah gak napsu , pengen cepet pulang karena kaki udah pegel. Pulangnya kita memutuskan naik TJ ajah, ngeliat kemacetan di kota yang tiada habisnya bisa bikin sampe matraman jam 2 malem! #lebay

ulang tahun itu…

Yeay kemarin tepatnya 20 Oktober 2015 usia saya berkurang hiks hiks, memang sepantasnya setiap ulang tahun kita bersedih karena semakin sedikit kesempatan kita untuk menjadi lebih baik, tapiiiii..yah namanya manusia pasti lebih milih happy ketimbang sedih xixixi. Seperti tahun –tahun sebelumnya saya dan suami bukan tipe yang romantis malah cenderung cuek bebek. Jadi jangan ngareb kalo ultah itu akan dapet ucapan pertama dari suami disertai kue ulang tahun. Saya pernah sih beli kue ultah buat suami, tapi karena ngantuk baru dikasihnya jam 6.30 pagi pas suami mau berangkat ke kantor, dan bukan saya pula yang ngucapin pertama kali hahaha, sungguh romantis bukan? #plak

Ritual yang saya dan suami lakukan setiap ulang tahun justru jauh dari kebiasaan pasangan lainnya, bangun pagi setelah solat subuh, kami saling mendoakan yang baik-baik, habis itu cipika cipiki suami kerja istri kerja dah gitu aja, kue? GAK ADA CUY! apalagi sekarang kolesterol gene makin ngeri makan yang penuh lemak. Tapiiii berhubung saya juga manusia yang ogah rugi, jadilah kemarin itu saya ngejar makan gratisan di Holycow, yang saya tau sih holycow, sushi tei dan lobie lobster juga kasih makan gratis buat pengunjung yang berulang tahun dihari itu. Tapi saya memutuskan untuk ke holycow saja karena jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor saya di semanggi. Naiklah saya ke dalam taksi, di dalam taksi saya tanya supir

”Pak lebih dekat mana Kota Kasablanka atau Senopati?”

karena yang saya tau holycow ada di dua tempat itu, menurut Pak Supir lebih dekat Senopati , yasudah saya nurut saja. Sampai di bunderan senayan Pak Supir tanya Senopatinya dimana, lalu saya google karena memang belum pernah kesana, ternyata sodara-sodara holycow senopati itu gak adaaaaa! *pucing pala Zaenal* akhirnya kita puter balik ke arah Sarinah, dan eng ing eng ternyata di BENHIL ADA DOOOONK ! hih padahal tinggal nyebrang doank dari kantor. Yaudahlah yah gak usah disesali apa yang sudah terjadi, pas mau belok ke Benhil macet aja gituuu, dan akhirnya turun dari taksi dilanjut jalan kaki #lapkeringet

Setelah berpanas-panas ria dengan bonus baju bau matahari kaya anak SD pulang Pramuka, sampailah di holycow teras benhil. Sampai sana wiiiiiih rameeee, dalem hati ”aduh tengsin nih kalo disuruh pake Mahkota Ultah” ini orang kere tapi jaga gengsi ya pemirsa hahaha. Sedikit kecewa sih karena ternyata yang Free itu Chicken Steak, padahal temen-temen yang pernah klaim dapetnya sirloin, atau tenderloi n dengan budget maks 150rb, mungkin mereka tau saya lagi diet daging merah makanya dikasih yang Chicken, atau muka kamseupay saya dirasa kurang pas makan steak daging #yekali

Nunggu sekitar 30 menit, ish lama amaaat, sementara meja sebelah yang datengnya setelah saya udah pada asyik mamam sambil ngobrol seolah-olah melirik sinis ke saya manusia lapar disampingnya , gak lama pesanan saya dateng, makannya gak sampe 10 menit deh kayanya, maklum ya laper, emosi dan udah hampir jam 2.

Sorenya berniat mamam di Sushi Tei gratis (hidup Gratisan!) eh taunya disuruh Pak Bos ikut rapat, rasanya mau jawab ”Pak Saya lagi ulang tahun nih, mau makan malam sama keluarga” tapi apa daya ngeri dijawab ”oh ya sudah kami ikut ya” kan lebih nyakitin lagi yaaa #nyakitindidompet. Akhirnya ikut rapat dengan harapan paling juga cuma sebentar , dan ternyata rapatnya sampe malem, sampe rumah yang lain udah pada capek nungguin dan udah pada beli bubur ayam. Jiahahaha sian bener pada pesta bubur cuy!

Menjemput Impian

Bosan ditanya kapan hamil? Gak juga tuh, sebel dituduh hamil karena badan melar? Sedikit sih hehe

Mungkin ini yang dirasakan kebanyakan pasangan yang belum memiliki momongan, lagi-lagi kita sebagai yang ditanya hanya bisa berharap bahwa mereka yang kepo alias nanya melulu adalah mereka-mereka yang sayang sama kita, benar-benar mendoakan dan berharap sama dengan kita bukan sekedar usil kepingin tau.

Setelah absen 3 bulan dari program hamil *karena bokek* di dr Bob Ichsan, kini kami mencoba program dengan dr Harjono Djatioetomo, kalau tidak salah beliau adalah ketua tim klinik infertilitas di OMNI pulomas, sebenarnya dr Harjono adalah dokter ke-5 kami, dan Alhamdulillah komentar beliau masih sama dengan 4 dokter sebelumnya, yaitu kami berdua dikatakan sehat dan memang belum rejeki saja. Kepindahan kami dari dr Bob ke dr Harjono bukan tanpa alasan, dan bukan karena dokter-dokter sebelumnya tidak bagus, kami hanya berusaha mencari yang terbaik dan yang baik. Sejauh ini saya tidak ada masalah dengan dr Bob, beliau sangat komunikatif dan selalu menyelipkan tausiah dalam hubungan rumah tangga, beliau selalu meyakinkan bahwa semua sudah ada yang mengatur, berhentinya kami mengunjungi dr Bob pun bukan keputusan kami semata, namun dr Bob lah yang menyarankan agar kami berhenti sejenak untuk menikmati prosesnya.

Lantas apa yang membuat kami memutuskan untuk memulai kembali program dengan dr Harjono? Awalnya dengar cerita teman yang mau coba ikhtiar kesana, karena hari itu saya sedang tidak ada kerjaan maka saya dengan PeDe nya langsung mendatangi klinik Protera tempat dr Harjono praktek. Beliau mulai praktek sejak pukul 6 pagi sampai dengan 3 sore, letaknya di Ruko Kirana Gading Boutique. Sampai disana sekitar pukul 10.15 pagi, hanya ada 2 pasien yang sedang menunggu giliran. Tibalah giliran saya, sebenarnya saya risih dengan dokter laki-laki , tapi karena yang melakukan USG adalah perawat sementara dr Harjono hanya menghadap monitor maka saya nyaman-nyaman saja.

Kunjungan pertama ini saya diminta test mulai dari Hormon, kolesterol, dula darah, kekentalan darah, dll. Biayanya cukup lumayan namun dr Harjono menjelaskan bahwa semua tergantung kesanggupan dana si pasien, saya pun akhirnya menghubungi suami dan suami bilang ”Bismillah aja, lebih cepat kita tahu permasalahannya lebih baik” dan saya pun mantap untuk melakukan test lab tersebut. Pada test ini saya diambil darah sekitar 5 tabung, kemudian saya diminta kembali lagi pada hari Sabtu (besoknya) untuk mengecek apakah sel telur saya sudah pecah atau belum, jika sel telur belum pecah maka akan dilakukan injeksi perangsang, biayanya juga lumayan, tapi kembali lagi dr Harjono menyerahkan keputusan ditangan pasien.

Esoknya saya kembali ke Klinik Protera bersama suami, karena hari Sabtu saya diminta datang sejam sebelum klinik tutup untuk menghindari antri yang cukup lama, akhirnya saya datang pukul 2 siang dan masih antri sekitar 4 pasien, tak lama giliran saya pun tiba, dokter menjelaskan ada 2 kabar untuk saya, kabar baik dan kabar buruk, saya pilih yang buruk dulu deh karena setelah sedih lebih enak ketawa ketimbang ketawa dulu baru sedih hehe.

Kabar buruknya, kolesterol saya cukup tinggai 252 dan ada hormon yang terbalik pertumbunhannya, saya agak lupa apa namanya, jadi hormon A harusnya lebih besar dari B sedangkan saya hormon B lebih besar dari A, hal ini menyebabkan lahan tempat untuk sel telur berkembang menjadi lebih sempit, hal sehingga sel telur yang sudah dibuahi kemungkinan besar luruh dan menyebabkan sel telur keluar melalui haid, itulah kenapa saya beberapa kali terlambat haid dan mual tapi akhirnya haid juga *GR nih ye* tapi ini dapat diperbaiki dengan diet karbo dan goreng-gorengan, bye bye makanan enaaak!

Lalu kabar baiknya? sel telur saya membesar sempurna dan pecah sehingga tidak perlu (keluar duit) disuntik perangsang, kondisi rahim sangat bagus dan saluran pun bagus, Alhamdulillah. Lalu saya diberikan 4 macam obat yang sepertinya racikan si dokter sendiri karena semua dalam bentuk kapsul vitamin berisi cairan dan tidak berlabel, waktu dokter nulis harga obat saya liat-liatan sama suami, dalem hati ”aduh ini kalo tiap minggu segini nebusnya udah bisa beli motor nih” hahahaha *emak-emak mode on*, lagi-lagi suami bilang ”tenang , rejeki bisa dicari Allah Maha Baik”. Sabtu depan kami diminta datang untuk melihat perkembangan sel telur dan juga mengambil hasil test lab lainnya, mudah-mudahan rejeki kami di Tahun ini untuk bisa mendapatkan buah hati.

Doa yang sama untuk kalian yang masih ikhtiar untuk menjemput impian, kalo kata suami saya yang penting semangat dulu, urusan jadi atau gak jadi biarkan Allah yang bekerja J

[resep] Ayam Tepung Saos Lemon

 

ayam saos lemon

 

 

Bahan – bahan :

2 buah dada ayam potong dadu
1 butir telur kocok lepas
Tepung terigu / tepung bumbu
½ buah bawang bombay iris sesuai selera
2 siung bawang putih iris tipis
2 buah cabe merah iris tipis
Minyak goreng
1 sachet bumbu bamboe rasa lemon
½ buah jeruk lemon
½ gelas air
Garam dan gula secukupnya
1 sendok teh tepung maizena larutkan dalam air

 

 

Cara membuat :

1. Ayam yang sudah dipotong dadu di masukkan ke dalam kocokkan telur
2. Setelah itu lumuri dengan tepung bumbu , sisihkan
3. Panaskan minyak lalu goreng ayam yang sudah dilumuri tepung sampai matang dan tidak terlalu kecoklatan, lalu sisihkan diatas piring
4. Tumis bawang putih hingga harum, lalu masukkan irisan cabe dan bawang bombay, tumis sebentar
5. Masukkan bumbu bamboo kedalam tumisan,
6. tambahkan ½ gelas air  aduk rata
7. Tambahkan air jeruk lemon, garam dan gula sesuai selera
8. Masukkan larutan tepung maizena kedalam tumisan, agar saus menjadi kental
9. Siram saus lemon diatas ayam tepung , sajikan selagi hangat.

Yang Maha Baik

Jika aku seorang pembenci aku pasti sudah melampiaskan kemarahanku malam itu
Jika aku seorang pemuja setan pasti aku sudah mengeluarkan kata-kata yang tak pantas padanya

Tapi Engkau Maha Baik, kau jaga diri ini dari hina dan dosa
Tapi Engkau Maha Baik, kau cegah aku untuk membenci

Aku tahu..  sangat tahu.. Engkau Yang Maha BAik
Jika tidak , pasti aku sudah tak sanggup menahan diri
Aku tahu..  sangat tahu.. Engkau Yang Maha Baik
Kau biarkan aku larut dalam tangis,
Agar aku menikmati setiap tetes air mata yang KAU berikan
Dan perlahan aku membaik
Kau biarkan aku berpikir
Dan akhirnya aku sadar
Kau Memang Maha Baik

Mungkin ini bukan saat yang tepat bagiku untuk memilikinya
Begitu pula dia yang setia medekapku dengan sabar

Kami tidak berputus asa wahai Engkau Yang Maha Baik
Kami sedih, namun kami tidak menyerah
Jika Engkau injinkan kami memilikinya, pasti suatu saat kami akan bertemu dengannya
Disaat yang tepat
Disaat Kau ijinkan

Aamiin

Bahagia kah kita?

Pertanyaan yang unik dari seorang teman setelah lama tidak saling cerita.

Si A       : Gimana rasanya menikah ty? Apakah kamu bahagia?
Saya   : sudah pasti mba, memangnya ada yang menikah dan tidak bahagia?

Dari pertanyaan ini berlanjutlah obrolan manis tentang berumah tangga, mungkin masih terlalu dini menanyakan rasanya berumah tangga dengan saya yang baru menikah 2 bulan, istilahnya masih seumur jagung, banyak yang bilang butuh waktu 5 tahun untuk saling mengenal pasangan kita. Artinya usia 2 bulan ini belum ada apa-apanya. jujur saya akui kami belum banyak mengenal satu sama lain mengingat waktu perkenalan kami yang cukup singkat, akan tetapi selama 2 bulan kami hidup bersama saya belum melihat ke-tidak-biasa-an dari pasangan saya.

Dia tetap manjadi laki-laki cuek yang lebih suka bicara apa adanya ketimbang menutup-nutupi hal yang sebenarnya, dia tetap menjadi laki-laki tegas dan bertanggung jawab dengan apa yang menjadi pilihannya. Dia tetap memperlakukan saya dengan baik layaknya lelaki yang mencintai dan ingin menjaga wanitanya. Saya harus banyak bersyukur karena dipertemukan dengan lelaki yang tidak suka bermanis – manis di muka tapi hatinya berkata lain.

Yah kembali lagi usia pernikahan kami masih 2 bulan, belum ada apa-apanya begitulah menurut mereka yang sudah belasan bahkan puluhan tahun menikah. Kami berdua yakin bahwa membangun rumah tangga yang harmonis hanya diperlukan rasa syukur yang tiada hentinya, rasa saling menjaga, saling percaya, saling menghormati dan menghargai. Kami bercermin pada kasih sayang orang tua kami kepada pasangannya, tidak berlebihan tidak pula kekurangan.

Kebahagiaan itu sendiri tidak bisa digambarkan melalui foto mesra atau bahkan saling menuliskan pesan di wall FB, ketahuilah bahwa tidak semua orang ingin tahu dengan apa yang kita rasakan. Banyak cara untuk menggambarkan kebahagiaan, dan tidak harus dengan gambar bukan? Dan bukan berarti yang tidak pernah foto bersama pasangannya tidak bahagia. Gambar bisa dibuat tapi soal rasa siapa yang tahu hehehe.

Kalimat “kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang” itu benar adanya, bisa ngobrol, bercanda dan berdebat dengan pasangan tanpa rasa takut itu termasuk kebahagiaan. Masak di dapur berdua, mecoba beberapa menu baru itu juga termasuk kebahagiaan. Pergi jalan berdua saat akhir pekan, menonton film kesukaan berulang-ulang juga termasuk kebahagiaan, dan banyak lainnya. Kami sering berdebat soal film, masakan, bahkan pekerjaan. Buat kami obrolan seperti itu wajib dilakukan, bertukar pikiran membuat kita semakin tahu siapa pasangan kita.

Akan ada bulan-bulan selanjutnya, tahun demi tahun semoga kami selalu dalam lindungan Nya, semoga kami tak lupa bersyukur atas kebahagiaan yang telah Allah hadiahkan kepada kami … aamiin

Ini bahagia versi saya 😀

bangsa kita “belum siap”

ini lebaran pertama saya bersama suami, lebaran pertama saya merasakan mudik, dan lebaran pertama saya tidak bersama ayah, adik dan abang. Sedih campur seneng, sedih karena cuma bisa lebaran sama orang tua lewat telpon, senang karena bisa merasakan lebaran di kampung suami, hmm bukan kampung juga sih secara mertua tinggalnya di kota medan yang sudah ada mall disana-sini, dan pastinya macet seperti Jakarta.

Back to topic

Kalimat “bangsa kita belum siap” ini terlontar setelah kami tiba di bandara Internasional Kualanamu, bandaranya megah, besar dan full AC,  ruang tunggu pun sudah full carpet, namun disayangkan banyak hal dari bandara ini yang belum siap baik dari segi sumber daya maupun sarana dan prasarananya.

1. Pengambilan Bagasi

Seumur-umur naik pesawat diturunkan di lorong berAC ya cuma saat naik Garuda, mungkin di Kualanamu ini semua maskapai wajib menurunkan penumpang di lorong ber AC tersebut. Dari tempat penumpang diturunkan menuju pengambilan bagasi itu cukup jauh dan TIDAK ADA TROLLY yang nangkring di dekat pengambilan bagasi. Entah karena petugas sudah pulang semua atau memang kurang sumber daya sehingga banyak penumpang harus keluar melalui pintu kedatangan lalu ambil trolly di tempat parkir dan kembali lagi ke tempat pengambilan bagasi *tepok jidat*. Bersyukur saya dan suami memakai koper sehingga kami cukup menarik koper tanpa harus memakai trolly.

2. Security Check

Biasanya setelah kita check in dan memasukkan bagasi, kita akan menerima struk untuk pengambilan bagasi di kota tujuan, fungsinya adalah kontrol antara bagasi yang kita ambil dengan yang kita titipkan sebelumnya, di bandara kualanamu ini tidak ada petugas yang melakukan security check terhadap bagasi yang kita ambil,  sehingga siapapun bebas mengambil barang yang dia mau.  Padahal setiap maskapai sudah memberikan struk security check tersebut, jadi percuma lah dikasih karena di kualanamu tidak diperiksa. Ya mudah-mudahan saja hari itu tidak ada orang jahat yang berniat mengambil barang orang lain.

3. Toilet

Dikarenakan pesawat kami yang delay saat antri take off banyak penumpang yang berbuka puasa diatas pesawat dengan minum sebanyak-banyaknya. Setibanya di kualanamu antrian toilet pun panjang. Yang parahanya toilet sebanyak 6 kamar hanya dibuka 1 pintu dengan alasan 5 kamar lainnya belum siap di operasikan, oh my! Akhirnya saya lari cari toilet lain, dan ternyata sama! yasudahlah lah pasrah saja masuk antrian.

4. Transportasi Umum

2 minggu sebelum mudik, kami dapat sms dari maskapai yang akan kami gunakan,  informasinya berkaitan dengan perpindahan bandara dari Polonia ke Kualanamu, hari itu juga kami cari info transportasi apa yang bisa digunakan dari kualanamu sampai ke kota medan. Ada infromasi bahwa di kualanamu ada beberapa transportasi untuk sampai ke kota Medan yaitu kereta seharga 80 ribu, damri 15 ribu dan taksi sekitar 150rb. Pilihan pertama kami adalah kereta mengingat jarak yang cukup jauh dapat ditempuh dalam waktu 40 menit saja, sementara kalau naik Damri atau taksi butuh waktu 2 jam.  Namun setelah dipikir-pikir akhirnya kami minta dijemput saja.

Benar saja, setibanya di kualanamu pukul 9 malam kami tidak melihat taksi selain taksi gelap dengan argo tembak sekitar 350rb untuk ke kota medan, sedangkan Damri dan Kereta kami pun tidak tahu kemana arahnya, begitu pula penumpang lain, mau bertanya pun pada siapa? Rumput yang bergoyang? pasti dia sudah tidur, pada Petugas? satupun tak ada yang terlihat.

5. Ruang Tunggu Penumpang

Boleh dibilang ruang tunggu ini sudah cukup bagus, sama seperti terminal 3 soekarno hatta, namun disayangkan tidak ada toilet! Jadi kalau mau ke toilet kita harus melewati pintu keluar ruang tunggu dan setelah itu? Masuk lagi melewati security check errr.. cukup rempong bukan?

Dan memang sepertinya bangsa kita belum siap untuk maju, sudah jelas-jelas lantai ruang tunggu memakai karpet, anak kecil muntah kok ya cuma ditutup kardus-kardus bekas kotak makan sama ibu nya, arrgghhh berasa di pasar induk! Saya yang lihat jadi kesal sendiri, malas kalipun si ibu ini membersihkan kotoran yang dibuat anaknya, kalaupun beliau tidak bersedia beliau bisa panggil cleaning service bandara untuk membersihkan.

Terdengar celetukan seorang pria, eh wanita, eh pria, aaah terserahlah dia pria atau wanita  “maklum aja mba, dia pikir masih di kampungnya kali” dan cuma saya balas dengan senyuman

Karena saya sudah tidak sabar, saya pun memanggil cleaning service yang kebetulan lewat di depan saya, namun apa yang terjadi? Si CS pun hanya melongok si muntahan itu dan kembali ke posisi semula. Alamaaaaaaaaak

Setelah 3 jam delay akhirnya petugas meminta penumpang untuk antri pemeriksaan tiket. Disini pun saya kesal dengan ibu-ibu yang sulit diatur untuk sebuah kata ANTRI, ya Allah semoga tua nanti saya masih paham arti kata antri, supaya gak bikin orang lain kesel. Setelah pemeriksaan tiket di GATE 10 sesuai yang tertulis di boarding pass kami, ternyata kami tertipu, pesewat tidak di Gate 10 melainkan di Gate 5, inaaaang udah tengah malem masih aja dikerjain, kenapa si pesawat gak parkir di Gate 10 yang jelas2 kosong? Entahlah mungkin Gate 10 BELUM SIAP digunakan.

[diary] kemarin itu…

Kalau ditanya rasanya? Yah sudah pasti bahagia luar biasa, bagaimana tidak kemarin 19 Mei 2013 adalah hari bersejarah untuk saya, hari dimana saya dan calon mertua baru bertemu setelah berbulan-bulan hanya bisa mendengar nasihatnya melalui telpon saja. Kemarin kedua keluarga kami baru dipertemukan dan dari gelak tawa dan candanya, mereka seperti sudah saling kenal sejak lama. Aaaaah… b.a.h.a.g.i.a!!

Dan lagi-lagi kami meruntuhkan dinding adat istiadat dari masing-masing suku. Siapa bilang orang betawi, batak dan padang tidak bisa ketawa bareng? hahahaha

“Unik ya” … begitulah komentar beberapa teman. Saya pun hampir tak percaya cerita yang dituliskan Allah untuk kami berdua begitu indah dan tak terduga. Yang sering terjadi adalah sang pria memperkenalkan dahulu si wanita kepada kedua orang tua baru memutuskan untuk menikah, bahkan dalam ta’aruf yang saya kenal pun si lelaki melalui proses dengan membawa orang tua dahulu baru menentukan kapan akan menikah sedangkan kami tidak. Dari mula awal bertemu kami memang sudah tak ingin main-main lagi, setelah 1 bulan berkenalan lelaki ini berani bertemu dengan Ayah saya untuk meminang.

Dan beberapa hari setelah proses pertemuan 2 lelaki ini, dengan mantab lelaki ini memutuskan akan meminang saya di bulan Mei. Semacam tak percaya, bagaimana mungkin? Kami kan berencana setelah lebaran? bahkan kedua orang tuanya pun belum melihat saya, bagaimana kalau nanti saya tidak sesuai dengan apa yang mereka pikirkan? Dan masih banyak “bagaimana” lainnya yang ada dipikiran saya. Tapi semuanya lenyap ketika saya berbicara langsung melalui telpon dengan Ibu dari lelaki ini, beliau hanya menyampaikan beberapa kalimat yang cukup membuat saya terharu.

“ kami orang tua hanya mendoakan yang terbaik untuk anak-anak kami, jika anak kami bahagia, lantas apalagi yang kami cari? Kami hanya minta sayangilah anak kami dan sayangi  kami seperti kau menyayangi orang tua kau ty, Allah ciptakan banyak manusia kalau DIA bilang kau jodoh anak kami, kami pun bahagia dan percaya sama yang mamak bilang ini dia akan buat kau bahagia, jangan takut” aaaaaaaaagghh rasanya mau pesen tiket ke medan dan meluk si mamak ini!

Bagaimana saya tidak yakin akan dinikahi lelaki ini, mendengar ucapan mamaknya saja saya sudah percaya akan bahagia menjadi keluarga mereka. Setelah pembicaraan pertama itu bismillah.. kami mulai mengurus semua hal yang berkaitan dengan pernikahan kami.

Allah Yang Maha Baik, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang terima kasih atas cerita yang Engkau tuliskan untuk kami berdua, semoga kami diberi kemudahan dan kelancaran sampai acara nanti, terima kasih telah memilihkan lelaki baik untuk ku dan keluargaku, jadikanlah kami hamba-hamba Mu yang pandai bersyukur aamiin.

 Dear u .. thank you for choosing me 🙂