Karena penerbangan kami Kul – Jed – Cai – Jed pukul 17.50 maka semua jamaah diharapkan hadir di bandara KLIA 1 5 jam sebelum keberangkatan yaitu pukul 12.50 , saya ambil penerbangan CGK- KUL pukul 08.00 dengan harga tiket Rp. 300.000/orang dan tiba di KLIA 2 pukul 11.00 lanjut KLIA express menuju KLIA 1 seharga 3 ringgit dan dalam waktu kurang lebih 10 menit sampai. Tiba di KLIA1 kebingungan karena lupa gak beli paket internet, untungnya suami dapet wifi bandara dan bisa wa mas iqbal selaku koordinator. Tapi tetep aja kami gak mudeng soal titik kumpul yang dimaksud mas Iqbal hahaha.. hamdalah ada 2 jamaah yang memakai batik yang sama dengan kami, langsung saja kami tanya dimana tempat ngumpulnya.
Setelah berkumpul, kami berkenalan dengan bapak, ibu, mas, mba yang duduk berdekatan, selain jamaah yang baru tiba dari kota masing-masing, ada juga jamaah yang sedang asyik jalan-jalan mengelilingi Kuala Lumpur, mereka sudah menginap sejak tanggal 28 Feb di KL dan memang ada agenda jalan-jalan. Sekitar pukul 13.00 jamaah dibagikan makan siang nasi box, pukul 14.00 seluruh jamaah diminta untuk mengumpulkan koper atau tas yang akan masuk bagasi, jamaah laki-laki yang masih gagah diminta untuk membawa koper-koper ini ke area check in, koordinator melakukan check in group krn kloter 1 ini tediri dari 2 grup masing2 90an orang, hal ini dilakukan agar tidak ada bagasi yang tertinggal. Untuk menghindari kehilangan bagasi, grup kami diberikan cover koper dengan warna dan gambar yang sama, begitu juga dengan grup yang lain. Total grup ada 4, 2 grup berangkat di tanggal 1 maret, 2 grup lagi berangkat di tanggal 2 maret kurang lebih total jamaah 197 orang.

1 jam sebelum take off , semua jamaah sudah di dalam pesawat, hamdalah pelayanan SV ini memang full service, ketika baru duduk kami sudah dibagikan seperangkat alat perang berisi kacamata tidur, kaos kaki, sikat gigi odol, selimut dan headset. Tak lama setelah take off kami dibagikan makan malam, perjalanan KL – Jedd alhamdulillah lancar, transit di jeddah kami dapat makan malam lagi dari SV, beberapa jam kemudian kami berangkat ke Cairo. Tiba di cairo pukul 8 pagi, sudah dijemput oleh tour guide dan bus eksekutif, lanjut city tour, melihat proses pembuatan papyrus dan ke beberapa masjid serta makan siang, qadarullah belum rejeki masuk ke piramida karena ada kunjungan PM German, grup kami hanya bisa foto dari tembok saja, namun grup lain masih rejeki bisa mampir dan foto2 di piramida. Tak masalah bagi grup kami, karena jalan2 ini hanya mengisi waktu luang saja, cukup dengan membeli oleh-oleh miniatur piramid kami sudah senang hahaha. *nanti potonya di edit aja deh*malamnya kami makan di kapal pesiar ala-ala di Sungai Nil, sambil memandang lampu-lampu yang indah diiringi tarian sufi. Saya sudah pernah melihat tarian sufi ini disebuah mall, masih penasaran bagaimana si penari bisa gak pusing muter-muter kaya gasing tanpa henti hahaha. Keseluruhan pemandangan oldcity Mesir bagi saya cukup menyedihkan, terlalu banyak daerah kumuh, tidak teratur, sampah dimana-mana, dan tidak ada rambu-rambu lalu lintas, tapi untuk yang suka sejarah negara ini patut dikunjungi 😉 . Sedangkan downtown lebih modern , yah macam pondok indahnya Jakarta gitu lah hahaha, tapi tetap saja masih banyak mobil penyok lalu lalang, sampe bingung ini orang Mesir hobinya nabrak-nabrakin mobil apa gimana sih? 😀
Setelah makan malam kami diantar ke bandara untuk lanjut penerbangan ke Jeddah, perjalanan Cairo – Jeddah hanya memakan waktu 2 jam saja, dan di pesawat kami mendapat makan malam lagi *makan mulu gimana gak gembul*


