tak tepat jka bertuah
tak taat pada sumpah
tak amanah pada titah
seratus, seribu bahkan sejuta Continue reading munafiku
tak tepat jka bertuah
tak taat pada sumpah
tak amanah pada titah
seratus, seribu bahkan sejuta Continue reading munafiku
tunas itu mau tumbuh …
kita bukanlah bintang jatuh
hanya dengan sambil lalu
bisa membuat kagum
dan mengabulkan harapan semua orang
kita tak seharusnya menjadi rembulan
hanya memantulkan sinar mentari
cemerlang saat purnama
sakit disaat sabit
kita harus jadi bintang
siap bersinar sepanjang hari
tegas menahan panas
cemerlang disaat terang
tegar dipusat revolusi
special to all permenekan leader ….
Merah begitu berani dengan kegarangannya
Jingga begitu segar dengan keceriaannya
Kuning begitu hidup dengan semangatnya
Hijau begitu teduh dengan kesejukannya
Biru begitu lembut dengan kehalusannya
Nila begitu perkasa dengan ketegasannya
Ungu begitu anggun dengan kegelapannya
tapi …
Pelangi begitu mempesona dengan kebersamaannya
Karena bersama membuat hidup dinamis dan berwarna
— thanks for all K4H2O family —
terjawab sudah
satu pertanyaan susah
untuk siapakah aku menyembah
pada siapakah aku harus berserah
dulu, kuragu dengan niatku
dulu, kuragu dengan bacaanku
dulu, kuragu dengan sujudku
apakah benar untukMu
kini …
jelas sudah niat ini
jelas sudah rasa di hati
aku tahu Kamu disini
terima kasih untuk Kamu
juga untuk kamu
kebingungan tentang kamu
menjawab kebingunganku terhadap Kamu
aku berdiri untuk Kamu
aku bertakbir karena Kamu
aku bersujud dihadapanMu
akan selalu kuingat namaMu
kini … yang aku tahu
kamu adalah motivasiku
dan Kamu adalah tujuanku
kuberdoa kepadaMu yang terbaik untukmu
kenapa sekarang jadi begini
pikiran berputar tiada henti
meski kusadar hanyalah fantasi
aku hanya ingin seperti dulu
semua hanya tentang aku
tak ada pikiran tentang kamu
seperti lebah mendengung tak henti
berputar dikepala menusuk di hati
mampukah kuusir pergi ?
bukan ku tak mau
mencari dan menerima madumu
atau merasakan sengatmu
waktu mungkin lebih memahami
sebagai saksi yang pertama kali
biarkan aku mencoba lebih mengerti
Mak …. smpy kok gk melu anak’e smpy ae … ?
pertanyaan itu dilontarkan kepada Mak (lupa namanya) penjahit yang bertempat di depan YAPITA keputih.
dengan marah Mak itu menjawab “ngene lo Pak, smpy nek duwe anak terus anake smpy sukses, gelem smpy urip melu anake smpy ?”. “nggak” jawabnya.
kebetulan waktu itu aku lagi cuci sepeda motor di sana (Mak ini juga buka cuci sepeda motor) dan sekarang motorku jadi CLING …. 😀
saat ngobrol sama dia, kutanyakan “Memang kenapa Mak ?”. “ngene Dik …” mak itu ngomong. “masio anaku wes sukses, aku yo gk enak to urip nak omahe anaku, masio aku nak kene mek mangan jangan lodeh”.”aku pengene yo nak kene ae, engko nek anaku wes metu kabeh aku tetep nak kene, masio disambang nek pas aku loro, masio anaku teko mek seminggu, aku yo gk po po”.”seng penting aku wes gk kepikiran anaku bakal mangan opo, soale wes urip enak”.(dari cerita beliau salah satu anaknya memang ada yang sukses, katanya bulan depan mo dipindah tugas ke inggris)
hiks … hiks … hiks … jadi teringat ibu tercinta. sebegitunya pengorbanan orang tua pada anaknya. meski anaknya sukses beliau gk minta imbalan apapun. yang jadi perhatiannya hanya anaknya.
Ya Allah … peliaharalah kedua orangtuaku seperti mereka memelihara aku diwaktu aku kecil. amin
Akhirnya sampe juga di Jl. Manukan Tengah VIII 6H no. 13 Surabaya.
setelah muter2 hampir 1 jam dan tanya kanan kiri.
di depan rumahnya kutanyakan “permisi bu, mbak/bu Dian ada ?”
seorang ibu yang sedang hanyut dalam obrolan dengan teman sejawatnya, segera berteriak memanggil nama yang kucari. tanpa perlu menuggu lama mbak/bu Dian keluar dan segera memepersilakan saya masuk. rupanya dia asik ngejus didepan TV yang menayangkan VCD pembelajaran untuk Guru (kurang tau materi apa). Ya sekitar jumat lalu memang sudah kuketahui kalo mbak Dian adalah seorang guru SMA di jalan Undaaan. Dia juga sibuk ngelesi banyak murid SMA.
Rumahnya yang tampak awut2an, terlihat beberapa orang sibuk mencuci baju, bisnis laundry rupanya disini. untuk bisa duduk ngobrol di sofa saya harus menunggu dia memindahkan beberapa barang yang masih berserakan. berkali2 dia bilang “maaf ya rumahnya kotor, maaf masih semrawut” langsung kutanggapi “gk pa pa mbak sama aja dirumahku juga gini”, kutebak kalo mbak Dian punya keluarga besar minimal lebih dari 5 saudara. setelah kutanyakan, ya … saudaranya 8. dia yang tertua dan adiknya yang kedua laki2 seumuran denganku Handoko namanya.
Setelah ruang tamu sudah kondusif untuk menerima tamu. Mbak Dian mulai mbuka omongan, “ya …yak apa ya mas “, dgn senyum malu “aku gk bisa’an orangnya”, “ya nanti reparasi aja … ” belum seleseai ngomongnya handoko datang, besar tinggi dgn wajah mirip kayak mas abdul farid 2000 tapi agak putih. datang degan senyum dan menjabat tangan saya, “gimana mas ?”. tanpa basa basi langsung bilang “lebih baik kita sama2 ke bengkel aja mas, biar tau sama tau kena biaya reparasi berapa “.
sekitar hari kamis siang, pukul setengah satu, di depan Pusat Grosir Surabaya (Ps Turi baru). Motor seorang guru jatuh terserempet motor yang membawa kotak printer. ya … aku pengendara motor yang bawa printer itu. saat aku menyalip motor ibu itu tanpa sengaja kotak dibelakang yang saya bonceng mencolek setir kiri dari ibu guru tersebut. motor langsung oleng dan gedobrak… gedobrak, kepala ibu itu jatuh terlebih dahulu diikuti siku kirinya lalu kakinya. sang motor pun ikut-ikut mengikuti arah jatuhnya ibu guru tesebut, sempat terlihat totok sepeda motor itu menyentuh kepala sang ibu. tapi alhamdulillah dia pake helm standard yang gede, mahal n warna warni. ibu guru tersebut hanya luka lecet di siku kirinya.
seperti kecelakaan pada umumnyaa, semua orang disekitar langsung merubung dan menanyankan kondisi dan kronologis, mulai tukang becak,pedagang sampe preman pasar turi nimbrung(berarti masih banyak orang yang peduli ya ). masalahnya para preman itu terus menerus menanyakan dan mencari-cari kerusakan sepeda ibu tadi. dan langsung mengkalkulasi estimasi biaya penggantinya. padahal si ibu tadi masih bingung dan kaget, tapi ma orang2 disitu terus dihujani pertanyaan. gk pa pa mbak ?, kejadiannya gimaan mbak ?, mau polisi pa damai mbak ?, rusak apa aja mbak ?, dst …
mbak Dian (ibu yang kecelakaan) masih duduk termenung di sebuah becak, masih diam aja. akhirnya orang tersebut kudatangi dan kubilang “Pak janoen sek Pak, wes engko masalah ganti rugi aku tak omong2 ambek mbake, ojk ditakoi sek, sek bingung mbake”.
setelah udah sepi aku ngobrol ma mbak nya.
aku : “sepurane yo mbak yo … ?”
mbake : “iyo mas, tapi yo seng benjut aku iki …”.
aku :”wes yak opo enake mbak …”.
mbake : “nek awaku alhamdulillah gk po po mek beset2 iki tok(siku ma lutunya)”, “smpy arek endi ?”.
aku : “Gresik mbak …”.
mbake : “waduh … nak kene kerjo ta ?”.
aku : “kuliah Mbak nak ITS”.
mbake : “ooohh… mahasiswa”.
aku : “he’e …”.
mbake : “yo nek ngono, ngene ae smpy lak mhs. kan intelek ya ? aku yo guru. aku yo gk seneng atek repot-repot, yo wes smpy ganti ae rusake opo !”
aku : “waduh aku ra ngerti regan2ne motor mbak”
mbake : “podo aku yo ra ngerti, ngene ae aku njaluk tanda pengenalmu ?”
langsugn kuberikan KTP dan KTM, terus di catet ma mbaknya.
mbake : “no telpmu piro ?” langsung tak kasih
mbake : “wes ngene ae mas engko smpy dihub ambek adiku, engko itung2ane karo adiku ae”.
aku : “ooohh… ngono ta mbak? yo gk po po, sepurane lho mbak ? engko smpy hub aku ae”
setelah iku sama 2 naik motor n pergi.
malam harinya aku dapat sms yang isinya “mas ini adik Mbak dian yang kecelkaan tadi. saya undang mas ke rumah Jl. Manukan Tengah VIII 6H no. 13 Surabaya, kita ngomong disana” langsung ku bales “Iya mas besok aku kesana, sekali lagi saya minta maaf sama mbak dian” langsung di bales ma dia “terima kasih atas niat baik smpy, kesininya jangan besok karena kami gk ada di rumah hari minggu ato senen aja”.
dan pada hari senen aku meluncur ke Jl. Manukan Tengah VIII 6H no. 13 Surabaya.
Kawan …
sekali lagi kapal biru itu berlayar
“pembaharu” tertulis dibadan kapal
mereka bergerak maju tak gentar
diiringi asa tanpa melihat sesal
Layar biru terkembang
siap menangkap badai yang garang
tujuh dayung berjenjang
siap melaju bersama ombak yang menerjang
lambung kapal yang cemerlang
siap bersentuhan dengan karang
kemanakah kalian pergi kawan ?
tapi kawan …
Badai itu tak datang
ombak pun enggan menerjang
sang langit biru terlihat tenang
badai itu …
entah kemana …
bahkan …
tiupan angin tuk kapal ini melaju
tak ia beri
si ombak …
senyap terbawa pantai
tak menggoyah
membuat kita lengah …
langit …
terlalu pelit
tak memberi bintang
tuk menunjuk arah
Perlahan satu persatu 7 dayung mulai terayuh
semangat kawan, terus mengayuh
meski telah keluar semua peluh
demi tujuan nan jauh
146 penumpang baru
mencoba menjadi biru
tanpa boleh di seru
tanpa mau meniru
……. to be continued
Diam …
seribu kata
seribu bahasa
seribu makna
Diam …
pantas bagi mereka yang marah
maklum bagi mereka yang kena musibah
obat bagi nereka yang susah
Diam …
seakan tak terbayang
kata itu menerjang
dikala diriku senang
Diam …
kamu Diam
aku Diam
kita Diam
Diam …
maukah kau berteman
biarkan aku merasa nyaman
bicarapun tak sungkan
Sisi Gelap …
sepakat kan kalo ku bilang kita semua puny sisi gelap .
sombong, pemarah, licik, ego, curang, takut, kerja keras, perhatian, berani, pantang menyerah, dan teman2nya.
lho … lho … lho … sek ta man …
nek sombong, pemarah, licik, ego, curang, takut aku sepakat itu merupakan sisi gelap kita. tapi kalo kerja keras, perhatian, berani, pantang menyerah itu bukan sisi gelap mungkin namanya sisi terang kita
ya … kalo menurutku sih, sisi gelap itu sisi kita yang gk kita ekspose. jadi apapun sifat itu kalo kita belom berani menunjukannya saya menamakan itu sisi gelap.
Sisi gelap gk melulu tempat bagi sifat-sifat negatif tak sedikit sifat positif kita ikut nimbrung kesana.
loh kok bisa … ? bukannya sejak kita kecil kita selalu berusaha tuk tunjukan sifat terbaik kita dan melempar jauh2 sifat negatif kita. Ya itulah yang selama ini kita lakukan mengambil sebagian dan membuang sebagian. kita membuang yang dinilai orang lain buruk kita menunjukan yang disukai oleh oranglain, membuat kita tak utuh lagi.
kalo diperumpamakan kita adalah sebuah kastil ato istana yang memiliki banyak ruangan dan lorong, dimana ruangan itu merepresentasikan sifat2 kita. saat kita kecil, kastil tersebut masih sangatlah luas. kita bisa masuk keruangan mana saja. seiring dengan pertumbuhan kita, satu demi satu ruangan itu kita tutup karena pandangan, larangan, dan perintah orang2 disekitar kita. tanpa kita sadari kita kita hanya meninggalakan beberapa ruangan saja yang terbuka. kita yang dulunya adalah sebuah kastil yang besar megah dan mewah, sekarang menjadi kamar kos kecil yang harus bayar sewa tiap bulannya.
Dengan demikian bukan berarti kita harus mengumbar semua sifat kita agar jadi diri kita yang utuh. tapi kita harus bijak dalam menggunakan setiap sifat yang kita punyai. jadi bisa dibilang gk ada sifat baik ato buruk, tapi sifat yang tepat ma yang gk tepat.
inspired by : Rahasia Sisi Gelap, Debbie Ford