Angkat topi, salam takzim dan hormat gw untuk petugas imigrasi Kelas I Jakarta Selatan yang membantu proses perpanjangan passport hari ini. Mulai dari bapak parkir, bapak Antrian, kobapak sortir data sebelum ambil nomor, bapak fotokopi, bapak penyuluhan pengisian formulir, bapak counter 6 (Pak Paudan dan Pak Putu) serta ibu pusat informasi lt. 1, mereka adalah orang yang masuk dalam scene pembuatan passport gw dari pukul 5:55-7:02 WIB.
Berbekal semua dokumen asli: KTP, Ijazah, Kartu Keluarga dan passport lama yang akan habis masa berlakunya, sesampai di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pukul 5:55 wib tukang parkir mengarahkan pergi ke sisi kanan gedung untuk menunggu pelayanan di kantor dibuka. Di sana telah disediakan kursi yang hampir penuh terisi. 5 menit duduk, bapak yang ramah dan informatif ini memberitahukan bahwa hari Selasa dan Jumat adalah “morning service” kantor Imigrasi Jaksel yang artinya pelayanan pembuatan passport dilayani mulai dari pukul 6 pagi. Yay!
Tepat pukul 6, kami dipersilakan masuk ke gedung utama di lantai 2 . Ada dua petugas yang memeriksa data pemohon pembuatan passport memastikan dokumen pemohon memenuhi syarat dan lengkap untuk diproses lebih lanjut. Setelah lolos seleksi adm kemudian bergeser ke “counter” lain untuk mengambil nomor antrian. Jangan lupa menginformasikan jenis pelayanan yang diambil e-passport/passport biasa dan online atau walk-in. Selain map kuning berlogo, selembar kecil nomor antrian, dan formulir pengiriman passport, pastikan tulisan e-passport tertempel di formulir permohonan yang akan diisi, itu jika pilihan passport yang dibikin adalah “e-passport”
Alhamdulillah kantor ini menyediakan pelayanan jasa fotokopi dokumen, sangat membantu pemohon kayak gw yang ga sempat fotokopi dokumen persyaratan. semua dokumen dengan kertas ukuran A4 (termasuk ktp). Rp.2.000 untuk 4 lembar dokumen.
Sembari menunggu antrian foto kopi, tiba-tiba ada petugas “bermic” yang mengucapkan salam penuh semangat. Bapak ini adalah petugas penyuluhan pengisian formulir permohonan dan formulir pengiriman passport. Bapak ini dengan sabar mengarahkan cara pengisian formulir 1 lembar tersebut. Cuma keterangan pribadi yang harus diiisi seperti: nama, TTL, alamat, no ktp, nama orang tua/suami, pekerjaan. Sementara formulir pengiriman passport harus mencatumkan nama penerima passport yang akan dikirim jika passport telah selesai. Kecuali dengan alasan yang kuat, passport bisa diambil di kantor Imigrasi.
Cukup 15 menit si Bapak menerangkan cara pengisian, beliau berkeliling dan menghampiri pemohon yang bertanya hal teknis. Sabar sekali. Ah benar-benar melayani.
Di layar ruang tunggu akan kelihatan proses antrian. Nomor yang terpanggil dan kounter yang sedang diproses. Nomor antrian dibagi menjadi 3 “counter”. “Counter” 1 untuk pemohon prioritas yaitu yang usia sepuh dan ibu hamil. Eh tapi kenapa ibu menyusui ga masuk yah?. Sementara menunggu untuk diwawancara dan difoto pastikan bahwa muka udah agak kece dikit, ga bau bantal karena subuh-subuh udah sampai sana. Hehehe. Bedakan atau lipstikan dikit karena kamera mereka bukan kamera hp yg dilengkapi beauty selfie *yakali yah*
Pukul 6:48 nomor saya, 02-019 dipanggil. Ih cepet bener yah. di kounter nomor 6 tersebut ada 2 petugas yang menginput data ke sistem, sambil basa basi nanya sedikit mau kemana dan nama tempat lahir gw yanh unik menurut si bapak. 5 menit kemudian gw dipersilakan bergeser ke meja petugas yang mengambil sidik jari dan foto. Andai foto bisa diulang berkali-kali kayak ambil sidik jari karena ga kebaca mesin. Sekali cetek jadi. 😂 Sebenarnya bisa minta ulang kali yah, cuma yah gw ga ngerasa perlu karena hasilnya bakal sama selain juga akan menambah lama antrian. Rasanya sepuluh menit kelar. Akhirnya keluarlah tanda bukti pembayaran dilakukan. Bisa melalui bank mana saja. Si petugas menyarankan setor teller tapi gw coba via atm BNI dengan bantuan ibuk pusat informasi tinggal pilih mutasi setor penerimaan negara/pajak dan masukkan 15 digit kode bayar MPN G2, persis diataa barcode.
Setelah struk bayar diterima, tidak perlu balik ke petugas. Cukup simpan bukti bayar dan tunggu passport sampai di rumah dalam jangka waktu 3-4 hari untuk passport biasa dan 6-7 hari untuk e-passport.
Sesederhana dan semudah itu. Padahal udah pakai deg-degan dan mules mikirin dokumennya bakal diterima atau ga, karena biasanya pakai akte kelahiran bukan ijazah. Dan ga ada juga petugas yang marah, jutek nyebelin pengen diuyel-uyel.semua yanh saya temui dalam kondisi memberikan pelayan terbaik termasuk si mbak toiletnya. Ah menyenangkan. Kudos!. Keep up the good work bapak- bapak dan ibuk2 petugas imigrasi Jakarta Selatan. Gw bangga dengan kinerja kalian. Xoxo





















