Talk and talk more……

January 16, 2009

Desas-Desus

Filed under: Daily Spirit — by inoque @ 12:54 am

Bacaan: Amsal 10:11-21
desas_desus
Tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.– Amsal 10:11

Meski hanya sebuah gosip belaka, tak dapat disangkal lagi bahwa akibat yang ditimbulkan kadangkala cukup fatal. Dari sebuah kabar burung lahir kecurigaan, kebencian, fitnah, tekanan dan luka hati yang dalam. Rumah tangga diobrak-abrik, keluarga menjadi hancur berantakan, sebuah gereja terjadi keributan besar dan akhirnya bubar, seseorang kehilangan pekerjaan, dan akibat-akibat fatal lainnya. Ironisnya, semuanya itu berasal dari desas-desus yang tak jelas kebenarannya dan asal-usulnya.

Bagaimana seandainya seseorang menceritakan desas desus kepada kita? Jika kita menerima cerita itu dan menceritakannya kepada orang lain, maka sama saja kita menjadi bagian dari rantai kebohongan yang tak ada habisnya. Lalu bagaimana kita bisa menangkal desas-desus itu? Bagaimana caranya supaya kita membungkam si pembuat gosip dan memutuskan rantai kebohongan itu?

Ada empat pertanyaan yang bisa men-skak mat si pembuat gosip ala Swindoll.

  1.  Tanyakan sumber beritanya dengan detail dan jelas. 
    Jika si pembuat gosip mulai mendongeng dengan racunnya yang mematikan, segera tanyakan sumber beritanya dengan detail, jelas dan siapa namanya. Jika 
    ia tidak bisa menjawab siapa sumbernya, tentu saja itu tak lebih dari kabar burung saja.
  2.  Mintalah bukti yang jelas dengan didukung fakta.
    Jangan pernah mempercayai si penggosip sebelum ia bisa menunjukkan fakta yang nyata dan bukti yang jelas. Dan biasanya si penggosip tak akan pernah 
    punya bukti dan fakta yang jelas. 
  3.  Tanyalah kepada orang itu, “Boleh menyebut nama Anda sebagai sumber berita?”
    Terang saja kita langsung lihat perubahan wajahnya. Mukanya memerah tanda malu dan ia akan buru-buru menarik ucapannya yang baru saja keluar.
  4.  Dengan terus terang katakan, “Saya tidak senang mendengar dan membicarakan tentang hal itu.” Meski terdengar cukup keras, tapi hal ini akan menghentikan
    pembuangan sampah ke dalam telinga kita.

January 15, 2009

Menghargai Tuhan

Filed under: Artikel — by inoque @ 12:50 am

Bacaan: Mazmur 62:6-9

Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat.– Mazmur 62:9
menghargai_tuhan

Bagi kita air memang penting dan vital, namun cara kita menghargai air akan sangat berbeda seandainya saja kita berada di padang gurun yang tandus dan tak ada yang tersisa air untuk membasahi tenggorokan kita yang kering. Bagi manusia waktu memang sangat berarti dan berharga, namun cara seseorang menghargai waktu akan sangat berbeda di saat ia menerima vonis mati dari hakim yang mana eksekusinya akan dilakukan keesokan harinya. Setiap detik yang berjalan terlihat begitu berharga!

Semuanya juga tahu bahwa kesehatan bagi kita sangat berharga, namun cara kita menghargai kesehatan akan sangat berbeda setelah kita terbaring di rumah sakit. Uang receh tak pernah kita hitung, tapi jika kita sama sekali tidak punya uang, maka kita juga tidak segan mengkorek-korek uang yang ada di bawah tempat tidur. Uang receh yang semula tidak berarti menjadi sangat penting di saat kita benar-benar membutuhkan.

Ini sifat manusia yang ada pada diri kita semua. Saat merenungkan semua hal itu, saya jadi berpikir apakah tingkat penghargaan kita kepada Tuhan juga seperti itu? Kita menghargai Tuhan hanya di saat genting dan krisis saja, namun jika semuanya sudah berjalan dengan lancar maka kita menganggap Tuhan menjadi begitu biasa bahkan kita telah melupakannya. Bagi kita, kadangkala Tuhan menjadi hebat di saat-saat tertentu saja. Saat tersisa lembar terakhir dalam dompet kita. Saat tersisa sedikit beras di kaleng roti kita. Saat selang dan infus berseliweran di dekat kita. Saat bahtera rumah tangga kita mulai karam. Saat kita mendapat sebuah surat dengan tulisan pendek, PHK!

Di saat-saat kritis seperti itulah Tuhan baru terlihat begitu berarti. Kita memohon dan meminta pertolongan Tuhan. Saat Tuhan menolong, kita segera mempercayai kehebatan dan kedahsyatan Tuhan. Lalu bagaimana seandainya ritme hidup kita menjadi normal kembali? Bagaimana seandainya deposito kita makin menumpuk, tubuh kita tak pernah sakit-sakitan, keluarga kita baik-baik saja dan semua kebutuhan kita tercukupi? Apakah Tuhan masih menjadi berarti dan tetap hebat dalam hidup kita? Atau kehebatan Tuhan hanya pada saat-saat genting saja? Mungkin kita perlu dengan sejenak merenungkan hal ini.

January 14, 2009

Superioritas

Filed under: Artikel — by inoque @ 1:06 am

Bacaan: Matius 23:1-36

superioritas

Celakalah kamu, … orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik.– Matius 23:27

Ini termasuk penyakit yang cukup kronis di area kekristenan. Seperti wabah yang menjangkiti banyak orang. Tak hanya itu, penyakit ini sangat menular. Ironisnya, penyakit ini tak disadari sampai kemudian timbul perpecahan gereja di sana-sini. Penyakit ini disebut superioritas rohani, merasa lebih baik dan lebih rohani daripada yang lain. Indikasinya, berkata berlebihan tentang diri sendiri, tatapannya selalu sinis dan meremehkan orang lain, sikapnya penuh dengan kecongkakan!

Jika saja si superioritas rohani ini diberi kesempatan untuk menceritakan siapa dirinya, ia akan berkata seperti ini :

  • Aku punya karunia-karunia Roh, engkau tidak …
  • Akulah yang merintis gereja ini sampai menjadi besar seperti ini, engkau tidak..
  •  Denominasiku yang paling baik, denominasimu sama sekali tak bermerk.
  •  Gerejaku lebih baik, lebih besar, lebih nyaman daripada gerejamu.
  •  Aku berdoa lima jam satu hari, engkau?
  •  Alkitab ini sudah kubaca sepuluh kali. Berapa kali engkau menyelesaikannya?
  •  Jika Tuhan ingin menyampaikan sesuatu, Ia selalu menghubungi saya dan melalui saya. Tentu engkau tak pernah dihubungi Tuhan bukan?

Meski kehidupannya terlihat begitu rohani, tapi jika sudah terjangkit dengan penyakit ini maka sebenarnya ia sedang berada di titik paling rawan dalam hidupnya. Yang pasti ia sudah terjebak dalam kesombongan rohani dan setiap langkah kesombongan akan selalu berujung pada kehancuran. Orang-orang yang sombong secara rohani dan merasa lebih baik daripada orang lain akan susah menerima kritik seandainya saja ia berbuat kesalahan. Ia selalu menjadi orang Kristen yang paling benar dan orang lain lah yang salah. Saat ada yang salah dengan kekristenannya, ia menjadi terlalu gengsi untuk mengakuinya. Mencari seribu satu dalih untuk melakukan pembenaran diri dan kalau perlu menjadikan orang lain sebagai kambing hitam. Bukankah dengan demikian reputasi rohaninya tetap terjaga?

Jika kehidupan rohani kita seperti ini, apakah yang membedakan kita dengan orang Farisi? Kita menjadi orang begitu munafik! Renungan hari ini mungkin begitu menegur kita. Sikap apa yang akan kita tunjukkan? Apakah kita akan bertobat, ataukah sebaliknya kita masih saja melakukan pembenaran diri?

January 12, 2009

Ada Maksudnya

Filed under: Daily Spirit — by inoque @ 1:01 am

Bacaan: I Petrus 1:3-12

 

Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas …- I Pet 1:7

 

Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian 

imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas … I Pet 1:7

 

Suatu hari Tuhan mengajak seseorang ke sebuah bukit yang penuh dengan batu-batuan besar. Kemudian Tuhan berkata,”Tugasmu sederhana, doronglah batu itu!” Batu itu terlihat besar, namun orang itu segera melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Tanpa banyak berbantah ia mencoba mendorong batu itu, namun batu itu tetap kokoh dan tidak bergerak sedikitpun juga. Setahun, dua tahun dan sampai tahun yang kelima orang itu masih tetap setia mendorong batu itu. Ia sudah berusaha semaksimal mungkin, ia sudah memikirkan segala cara agar batu itu bisa bergerak, tapi batu itu terlalu besar baginya. Ia merasa gagal, karena sedikitpun batu itu tidak bergerak.

 

Ia heran, bagaimana caranya untuk menyelesaikan tugas sederhana yang Tuhan berikan itu. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk datang kepada Tuhan. Dalam keadaan bingung dan merasa gagal orang itu berkata,”Tuhan….maafkan aku, aku belum dapat menggeser batu besar itu.” Tuhan tersenyum melihatnya, dan dengan bijaksana Tuhan menjawab orang itu,”Siapa yang menyuruhmu untuk menggeser batu yang besar itu? Aku hanya menyuruhmu untuk mendorongnya.” Orang itu bertambah bingung, lalu bertanya lagi,”Apakah itu berarti Tuhan menyuruhku untuk melakukan hal yang sia-sia?” Kata Tuhan, “Coba lihat dirimu, kamu sudah jauh berbeda dari saat pertama datang ditempat ini. Otot-ototmu sekarang menjadi kuat, tanagamu bertambah dan staminamu menjadi luar biasa. Kamu telah belajar tentang arti ketaatan, kesabaran, dan ketekunan. Sekarang, mari akan Aku tunjukkan tugas yang sebenarnya yang telah Kusiapkan untukmu! “.

 

Sebagai seorang percaya, kita tidak selalu bisa memahami maksud Tuhan dalam hidup kita. Kadangkala Tuhan menempatkan kita dalam suatu keadaan yang seaakan-akan kita tidak mampu mengerjakannya. Ada kalanya kita merasa gagal, frustasi dan tidak sanggup lagi melakukannya. Namun kita harus ingat bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan untuk kita, tetapi bukan segala sesuatu menyenangkan hati kita. Di balik semua penderitaan atau pergumulan yang kita hadapi Tuhan memiliki rencana yang indah, jauh melampaui apa yang kita pikiran saat ini. Percayalah, bahwa ini adalah masa-masa persiapan yang harus kita lalui untuk sebuah tugas penting yang sedang Tuhan persiapkan bagi kita. Jadi, mengapa kita tidak memiliki cara pandang yang positif tentang hidup kita saat ini?

January 8, 2009

My Holiday…

Filed under: Celoteh — by inoque @ 1:16 am

 

Ta…daaaaaaaa….

Ini adalah catatan pertamaku mengenai perjalanan hidupku di awal taun 2009. Thanks Jesus, sudah menemaniku dan memberikanku perlindunganMu selama taun 08. 

Setelah liburan yang lumayan panjang di palu akhirnya kembali lagi ke jakarta nan sumpek..

Liburan kali ini membuat aku sindrome tidur, bangun pagi jam 8 ke atas, abis itu masak, mandi, jadi parorot alias baby sitter lalu tidur. Di palu, kota nya sepi bgt, awalnya aku pikir kota itu seperti kota medan yang cukup modern, tapi ternyata tidak, kota palu menurutku masih banyak tertinggal dibanding yang lainnya.. Dirumah, hanya ada aku, kakakq, abang iparku, adik abang ipar dan keponakanku 2 org, yang satu berumur 2 tahun namanya Joevan Christian dan satunya lagi umur 2 bulan, namanya Patricia angelic… Untungnya, kedua keponakan2ku ini, lucu2 dan sangat menggemaskan 🙂 jadinya aku betah tgl disana. 

Joevan anaknya hiperaktif dan rasa ingin taunya tinggi banget, tak jarang kami heran sekaligus suprise meliat tingkah lakunya yang lucu dan pikirannya yang cepat nangkap.

Joevan dah pintar nyebutin A s/d Z loh..gt jg dengan liturgi 1 Musa 1 : 1 alias 1 Kejadian 1 : 1, dia dah bisa nyebutin..xixixi. Sore itu, aku dan kakakq bawa joevan bermain di BNS alias seperti timezone gt, aku cukup heran jg, joevan gt senangnya bermain disana dan dia langsung memasukkan koin2 itu ke mainannya. hihi pintar bgt. Pokoknya klo jd baby sitter anak ini, siap2 lah ikut2an jd hiperaktif :-).

Lain halnya si angel yang masih kecil, pipinya yang temben, dan perutnya gede, dia ini sangat pendiam (hahah ya iyalah, kan blm bs bicara ;p). Angel sebenarnya bayi prematur 1 blan, kakakku blg, pada saat dia melahirkan..suster2 disana blg ama kakakku klo bayinya kuat bgt minum, berbeda dengan bayi2 prematur lainnya. Dan memang benar saking kuat minumnya ibunya ga sanggung memberikan asi terus menerus sehingga susu bubuk menjadi tambahan bagi angel. Akibat congoknya minum, angel pertumbuhannya sangat cepat. Bayangkan saja, waktu baru lahir beratnya hanya 2 kg, sekarang naik jd 3.5 kg lebih… sampe mama dan papanya kerepotan jg harus beli baju baru lagi :)).  Ciri khas angel adalah dia ga akan bisa tidur sebelum kenyang bener..

Tapi beneran loh, kedua anak ini bener2 menggemaskan dan membuat orang betah ;-). Dan liburan kali ini memang sangat berbeda dibanding tahun2 sebelumnya.

Tapi, selama disana ada satu hal yang membuat aku bete banget n membuat aku illfill tinggal di palu.. Bayangkan saja selama 2 minggu berturut2, setiap hari PLN memadamkan listrik penduduknya secara bergilir..kata kakakku ini sudah berlangsung sangat lama dan telah beberapa kali masyrakat menuntut PLN, tp pihak PLN nya selalu memberikan alasan.. huhhh dasar PLN.. 😦 

Tanggal 3 jan, aku balek kejakarta dan mulai bekerja lagi tanggal 5 jan. Hari pertama masuk kerja, sepi dan lagi2 blm ada kerjaanq.. huh hal ini agak membuat aku krg bersemangat bekerja, tp karena aku ingat targetku taun ini, aku kembali bersemangat..

Ngomong2 soal target tahunan, pasti setiap orang sudah punya plan dan harapan2nya, begitu juga denganku..

Taun ini beberapa targetq di taun 09 ini pertama semakin dekat ama Tuhan dan menjadi berkat bagi orang yang membutuhkan dan bagi keluargaku, aku dapat memberikan yang terbaik untuk pekerjaanku, bisa menamatkan kuliahku dengan nilai yang bagus, hubunganku dengan pacarku semakin baik dihadapanNya, dan terakhir hubungan ku dengan teman2 dan sahabat2ku yang kusayangi semakin baik. 🙂

Disini aku upload photo2 keponakanku & liburanku semasa di palu..hehe 🙂

joevanangel-lagi-shockangelangel-joevan-papa-n-mamame-n-my-sistakeindahan-donggalajoevan-tertawa-bersama-tantenyaimg_1103joevan-main-air-lautmini-img_1156mini-img_1153oevan-sayang-angelmini-img_1028

Next Page »

Blog at WordPress.com.

Design a site like this with WordPress.com
Get started