Agar Semangat Nulis Tetap On

By Irwansyah

Semangat adalah salasatu modal besar untuk meraih cita-cita atau tujuan. Kalau semangat sudah kendor, muncullah yang namanya rasa malas. Rasa malas inilah yang menjadi penghambat kita dalam meraih tujuan.

Apapun cita-cita kita ke depan, termasuk menjadi penulis, hadirkanlah semangat dalam jiwa kita ketika menjalani prosesnya.

Namun, tidak bisa kita pungkiri, sifat malas terkadang datang menghampiri kita, mungkin karena beberapa faktor. Itu hal yang wajar. Tapi, jangan sampai sifat malas ini awet dalam diri kita.

Rasa malas dalam latihan menulis juga pernah loh menghampiri saya.

Flashback sedikit. Tepatnya pada bulan Ramadhan lalu. Saya membuat tulisan sebanyak tiga puluh item untuk diposting di medsos setiap harinya, selama Ramadhan. Hari pertama sampai sepuluh Ramadhan, postingan lancar. Naas, di hari ke sebelas, tulisan yang pernah saya buat semuanya terhapus. Seketika semangat menulis saya pun ikut hilang. Setelah itu, saya tidak pernah lagi latihan menulis.

Alhamdulillah. Setelah lebaran, semangat latihan menulis kembali pulih. Berkat dorongan dan motivasi dari cikgu Apu dan teman-teman . Semoga semuanya sehat selalu dan rezekinya melimpah. 😊

Nah, kali ini saya akan berbagi tips, cara jitu mempertahankan energi semangat dalam menulis.

1. Ingat tujuan

Apa target dan tujuan kedepannya, sehingga teman-teman hari ini belajar nulis? Cukup jawab dalam hati masing-masing. Semoga tujuan tersebut bisa menambah semangat kita. Kalau rasa malas datang, ingat lagi tujuannya.

2. Percaya diri

Tidak ada bayi yang langsung bisa berlari. Tulisan-tulisan yang keren tidak dilahirkan secara instan. Ada proses yang mendahuluinya. Kuncinya, jangan pernah bosan untuk latihan. Katakan pada diri, kita bisa dan layak jadi penulis hebat. Kalau ada nyibir, abaikan. Percaya diri aja keles. 😁

3. Ciptakan luang

Banyak baca banyak wawasan. Bawalah buku kemana aja kita pergi. Luangkan waktu untuk membacanya. Rutinlah menulis walau hanya sebaris dalam sehari. Besoknya buat lagi, usahakan dua baris. Dan seterusnya, sampai satu paragraf. Terus tingkatkan. Kalau ini sudah rutin, yakinlah suatu saat kita bisa membuat tulisan sampai berhalaman-halaman.

4. Keep sharing

Manusia itu punya sifat pelupa. Biar ilmu nulisnya awet dalam ingatan, rajin-rajinlah berbagi ilmu kepada yang lainnya. Dengan berbagi, Allah akan menambahkan lagi ilmu yang bermanfaat kepada kita. Percaya deh! 😊

Tetap cemunguuuuuttt eaaaa 😊😁

Dah itu aja.

Moga bermanfaat. 😊

Rame-Rame Ke TPS

By Irwansyah

TPS yang dimaksud disini bukan tempat Tempat Pemungutan Suara. Tapi, Tempat Pengajian Syar’i. 😁😊

Datang atau menghadiri pengajian sangatlah bermanfaat. Selain bisa dijadikan wadah untuk menjalin silaturahmi, Tempat pengajian juga adalah sebagai wadah untuk memperoleh ilmu agama.

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu. Baik itu ilmu pengetahuan umum seperti sains, teknologi, dsb, terlebih lagi ilmu agama.

Rasulullah bersabda:
“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim”. (HR. Ibnu majah)

Namun, saat ini kita masih banyak melihat orang-orang yang lebih tertarik memburu ilmu pengetahuan umum ketimbang ilmu agama.

Menuntut ilmu pengetahuan umum itu gak salah alias boleh-boleh saja. Namun, kita jangan sampai lupa untuk menuntut ilmu agama.

“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”. (QS. adz-Dzaariyat:56)

Beribadah merupakan tugas kita sebagai Hamba Allah. Yang menjadi persolan, dari mana kita tahu cara beribadah yang benar? Kita udah rajin beribadah nih. Tapi, kita menyalahi aturan ibadah. Alhasil, semua amal ibadah kita tertolak. Rugi bin tekor dong kita. 😫

Nah, di situlah pentingnya yang namanya ilmu. Apalagi kalau sudah menyangkut perkara ibadah, kita gak bolej sembarangan alias suka-suka gue. Kita harus punya ilmunya dan punya panduannya. Sebagai muslim, tentu panduan kita al-Qur’an dan hadist Rasulullah. Gak boleh yang lain.

Sob, menuntut ilmu kagak ada ruginya. Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu dan memberikan kebaikan kepadanya.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS. al-Mujadalah:11)

Selain itu, dengan ilmu yang kita punya lalu kita menyebarkannya akan mendatangkan pahala investasi yang tiada rugi.

Rasulullah bersabda:
“Apabila anak adam meninggal, Maka terputuslah amalnya kecuali tiga, yaitu ilmu yang bermanfaat… (HR. Muslim)

Jangan pernah bosan menuntut ilmu. Jangan pernah lelah mendatangi Tempat Pengajian Syar’i (TPS) . Ajak teman-teman kita yang lainnya untuk rame-rame ke TPS.

Dengan ilmu yang bermanfaat, Insya Allah kita akan selamat dunia akhirat. 😊

Ironi Di Tanah Subur

By Irwansyah

Di suatu negeri yang tanahnya subur
Kekayaannya melimpah ruah
Pejabatnya hidup makmur dan mabrur
Namun, rakyatnya jauh dari sejahtera

Di sini banyak impian yang terkubur
Sarjana pendidikan jadi tukang bubur
Sarjana teknik jadi tukang gali kubur
Sarjana ekonomi jualan kue cucur

Pemudanya doyan maksiat
Pemudinya jauh dari kata taat
Para ulamanya jadi target busur
Dakwah dan syariah berusaha dikubur

Narkoba jadi santapan
Miras jadi minuman
Penista agama kian dibiarkan
Tidak ada lagi pilihan, saatnya kita bangkit dan melawan.

Abadikan Tulisan Kita Di Blog

Guys, punya hobi nulis juga? Sama dong. 😊
Nih, kalau menurut saya yah, menulis adalah sebuah ekpresi menuangkan ide atau pikiran di atas kertas dalam bentuk kata-kata saat bibir tak mampu melisankan isi kepala kita. 😁

Guys, pernah gak ngalamin situasi yang seperti ini, udah capek-capek nulis panjang terus di save di laptop/HP, eeh pas di cek kembali tulisannya hilang atau terhapus dengan sendirinya. Rasanya tuh tidak berdarah tapi sakit. Iya gak? 😁

Nah guys, sekarangkan udah era digital teknologi pun semakin canggih. Sebagai kidz jaman now yang udah lama wara-wiri di dunia internet tentu kita tahu dong yang namanya blog. Jadi gak perlu yah saya jelaskan panjang lebar apa itu blog. 😊

Blog ini bisa kita manfaatkan untuk menyimpan data/file karya tulis yang kita miliki. Jadi, kalau misalnya kita ingin mengambil tulisan kita lagi, tinggal masuk di blog kita terus copas ulang deh tulisan kita. Selain itu, dengan blog kita bisa menyematkan nama kita di jagat internet/search engine (google)

Guys, ini dia cara cepat membuat blog wordpress:

Pertama, pastikan teman-teman punya email yah.

Kedua, buka browesernya (www.wordpress.com) atau bisa langsung download aplikasinya di google play.

Ketiga, langkah selanjutnya:
1. Ketik username: contoh, Irwansyah Revolter
2. Ketik password blog: contoh, irwan12345 (simpan baik-baik username dan password blognya, jangan sampai lupa)
3. Buka email: cek inbox dan klik tautan dari wordpress untuk aktivasi blog wordopress
4. Udah jadi deh blog-nya dan siap digunakan. Simpel bukan? 😊

Selanjutnya, cara memposting tulisan di blog:

1. Klik ikon yang bergambar huruf “W”
2. Klik pos blog: tambahkan judul dan isi tulisan
3. Jangan lupa tambahkan TAG. Jika di IG dan FB main tagar (#), kalau di blog sendiri main TAG.

Cara memberikan TAG pada tulisan:

1. Untuk yang buka blog melalui browser, pada pos terdapat ikon pengaturan (silahkan diklik) lalu ketemu “kategori dan tag” klik lagi dan masukan deh TAG-nya.

2. Untuk yang buka blog melalui aplikasi, pada pos blog klik ikon pojok paling atas sebelah kanan, lalu klik “pengaturan pos” dan tambahkan TAG- yang teman-teman inginkan.

Cara nambah TAG-nya adalah, kalau misalnya tulisannya berupa cerpen tulis cerpen di kolom TAG. Kalau misalnnya tulisannya berupa tips dan trik menulis tulis tips, trik menulis pada kolom TAG boleh juga berikan TAG sesuai keinginan teman-teman.

TAG berfungsi untuk mempermudah tulisan kita muncul jika ada yang mencari artikel sesuai kategori tulisan kita di search engine (google).

Masih bingung caranya? Silahkan praktek sendiri. Selamat mencoba. 😁

Jika teman-teman sudah paham ilmu mengenai cara membuat blog, silahkan bagikan ilmunya ke teman-teman anda yang lainnya.

Pahala yang tidak ada putusnya adalah ilmu yang bermanfaat yang dibagikan kepada orang lain. 😊

Semoga bermanfaat. 😊

Berawal Dari Tulisan

Menulis itu bukan sebuah gaya-gayaan. Tapi, menulis adalah wadah untuk menyampaikan sebuah ide atau pesan kepada pembaca. Itu menurut saya, hehe

Sebelum menulis perbaiki niat kita. Sebelum memposting tulisan kita di media sosial perbaiki niat kita juga. Usahakan semuanya Lillahi Ta’ala. Agar bernilai pahala. Jika ada unsur riya’, Merugilah kita. 😊

Tulislah hal-hal yang bermanfaat. Seperti, mengajak pembaca ke arah yang lebih baik, mengedukasi, dan memotivasi.

Gak perlu malu untuk membagikan tulisan kita kepada orang lain. Yah, walaupun menurut kita sendiri tulisan yang kita buat itu masih ‘hancur’, Hehe. Sehancur-hancurnya tulisan kita pasti ada pembacanya, yakin itu. Pede aja, mana tahu ada yang terinspirasi. 😁

Seperti teman saya yang satu ini. Namanya Agus Risman Syam. Kami saling kenal lewat sosial media.

Kepo, sudah menjadi kebiasaan saya setiap mengenal orang baru. Singkat cerita, waktu itu saya kepoin tentang perjalanan hijrahnya. Saya tidak sangka. Jawabannya, semua berawal ketika dia rajin membaca tulisan-tulisan dari kader-kader suatu oraganisasi. 😊

Sob, mari angkat pena kita. Dunia ini sudah terlalu banyak hoax, fitnah, dan penyesatan. Banyak orang-orang di luar sana membutuhkan pencerahan dari kita. Ini tugas kita, mari kita luruskan semuanya melalui pena kita.

Semangat menulis untuk saya dan semua teman-teman sedang belajar nulis. Semoga tulisan-tulisan bermanfaat yang pernah kita share di sosial media menjadi pemberat amalan baik kita di akhirat kelak. 😊

Dakwah Tak Semanis Kolak

Cek-cek kalender ternyata bentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Kalau bulan Ramadhan pasti buka puasanya gak jauh-jauh deh dari yang namanya es buah, es pisang ijo, kolak, pokoknya makanan yang manis-manis dan segar. Bener gak? 😊
.
Kalau bicara tentang bulan Ramadhan, saya jadi teringat sebuah pengalaman yang pernah saya alami en tentunya pengalaman ini yang tidak semanis kolak alias pait-pait pekat asem (kebayangkan gimana rasanya? 😅)
.
Let’s flash back dulu kite ke tahun 2017. Mungkin masih segar dalam ingatan kita, khususnya teman-teman yang aktif dalam dunia dakwah, pada tahun tersebut banyak sekali kita menyaksikan persekusi-persekusi yang dialami oleh ormas-ormas Islam dan ustadz-ustadz kondang kita. Mulai dari penghadangan sampai kegiatan dakwah mereka digagalkan di beberapa tempat dengan tudingan yang tidak masuk di akal.
.
Sebagai pemuda yang aktif dalam dunia dakwah, saya pun mengalami hal itu. Dipersekusi di lingkungan sekitar bahkan sampai dalam keluarga. Tidak cuma sampai di situ, saya bahkan dituduh terlibat dalam jaringan teroris (ngeri kali kan, 😄).
.
Saat itu posisi sebagai ketua remas dan selalu mendapat amanah menyusun dan mengisi kegiatan-kegiatan pada bulan Ramadhan pun semuanya di stop secara sepihak tanpa pemberitahuan. Sebagian dari pengurus dan imam-imam masjid yang tadi sikapnya ramah dan akrab kepada saya pun sikapnya mendadak berubah jadi ‘dingin’ ke saya. Jangankan sekedar menyapa, senyum pun mereka sudah mulai sungkan.
.
Heran bercampur bingung. Tapi saya tidak tinggal diam. Saya mencari tahu apa penyebabnya kenapa terjadi seperti ini. Usut punya usut ternyata penyebabnya adalah karena saya tergabung dalam organisasi dakwah yang lantang menyuarakan syariah dan khilafah sebagai solusi tunggal atas segala problematika yang terjadi dalam kehidupan kita. Ditambah lagi ada oknum menyebar fitnah yang tidak-tidak tentang saya dan oknum tersebut memang tidak suka dengan perjuangan dakwah organisasi yang saya geluti saat ini. Yang saya sesalkan adalah mereka terima mentah-mentah fitnah itu tanpa melakukan tabayyun ato bahasa kerennya klarifikasi ke saya.
.
Tidak berakhir sampai di situ, ayah saya pun ikut-ikutan mempersekusi. Beliau yang memang sedari awal kurang suka dengan aktivitas dakwah saya semakin punya alasan untuk menekan saya. Beruntung, ada ibu yang selalu mendukung saya dari belakang. Bahkan beliau berkata seperti ini “kalo itu yang kamu yakini benar, lanjutkan, jangan mundur, saya ada dibelakang mu, soal ayah mu biar saya yang tangani”( i love yu emakk 😘😘).
.
Dakwah syariah dan khilafah memang sudah menyatu dengan diri ku. Sedari awal saya sudah menyadari setiap pilihan (dakwah) yang saya jalani pasti punya resiko. Rasulullah manusia yang paling mulia pun banyak mengalami kejadian hal yang tidak mengenakan dalam perjalanan dakwahnya. Itulah resiko dalam menyampaikan kebenaran ada pahit, getir, asam, asin. Bertahanlah sobat, walau dakwah tak semanis kolak.😊😊

Wonggeduku, Mei 2018

Semua Karena Cinta

Kalau sudah membahas tentang cinta mata ngantuk pun bisa jadi melek. 😂
Itu membuktikan bahwa manusia memang suka yang namanya berbau cinta. 😊

Kata para pujangga, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, weka weka weka. Ada pula yang mengatakan, cinta bisa merubah segalanya. Membuat penakut jadi pemberani. Cinta juga mampu menggerakkan segalanya.

Tapi sorry teman, di sini saya tidak membahas tentang cinta yang membuat kita jadi baper. Melainkan, cinta yang bisa membuat kita jadi super. 😊

Saya jadi teringat ketika surah al-Maidah:51 dilecehkan oleh seorang tokoh. Sontak, umat pun berbondong-bondong turun ke jalan dan berkumpul di monas untuk membela al-Maidah. Ada yang datang dari pelosok negeri nan jauh di sana, mereka rela merogoh saku dalam-dalam demi bisa terbang ke Jakarta. Ada juga yang rela berjalan kaki berpuluh-puluh kilo meter. Tak ketinggalan pula pedangang yang menggratiskan makanannya kepada peserta aksi waktu itu. Yang tidak sempat hadir karena suatu hal, pun mengirimkan doa kepada saudara-saudara kita yang berjuang langsung saat itu (jadi terharu 😢).

Sob, kenapa semua itu bisa terjadi? Yah, semua karena cinta. Cinta kepada Allah. Cinta terhadap kitab kita al-Quran. Seandainya bukan karena cinta, mungkin pelaku peceleh al-Maidah tidak akan diadili. Itulah satu bukti, cinta dapat menggerakkan segalanya.

Begitupun ketika kita ingin menjadi seorang penulis. Hadirkan cinta dalam diri kita. Cintai hal-hal yang berbau kepenulisan. Dengan cinta kita tidak akan malas untuk latihan. Dengan cinta kita tidak akan bosan membaca buku. Karena cinta kita tidak lagi memikirkan berapa besar materi harus kita keluarkan untuk menjadi seorang penulis.

Bukan hanya ingin menjadi seorang penulis. Tapi, apapun cita-cita dan aktivitas kita, hadirkan cinta di dalamnya, penuhi jiwa kita dengan cinta. Karena kekuatan cinta yang kita milikilah yang akan mendobrak segala rintangan yang akan hadir di depan kita nantinya.

Resapi kata-kata di bawah ini:

“Segala sesuatu yang Anda ingin menjadi, lakukan atau miliki berasal dari CINTA. Tanpa cinta Anda tidak akan bergerak.” (Rhonde Byrne dalam bukunya The Power Secret)

Saya membuat resume dari materi kulwa semalam yang saya dapatkan, ini pun karena cinta dan sebagai bentuk rasa syukur. Pesan mentor saya adalah, bentuk rasa syukur kepada Sang Pemilik Ilmu (baca: Allah) ketika kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagikanlah kepada orang lain.

Syukuri apa yang kita miliki. Bagikan apa yang kita punya. Tapi, jangan juga berbagi istri 😂. Kalau berbagi suami, silahkan kalau mau 😂✌️.

Untuk saya dan teman-teman semua tanpa diskriminasi, hehe. Yang sedang dalam proses belajar menulis. Menulislah dengan sepenuh hati. Torehkan pena kita dengan penuh cinta. Agar tulisan kita disambut penuh cinta dan bisa diterima di hati para pembaca. 💪🏻

Makan ikan
Pake sambel terasi
Cukup sekian
Dan terimakasih

Semoga bermanfaat. 😊