press of the prayin’ word

Posted in Think out of black box.Think wild. with tags , , , , , , on May 19, 2009 by irfanfebrian

seandainya saya boleh berdoa dan meminta kepada Tuhan

Tuhan yang mana saja, yang Maha Kuasa jelasnya

saya minta agar dihilangkannya pertumpahan darah di dunia

dihilangkannya rasa ingin saling melukai di antara sesama manusia

supaya tidak ada lagi orang yang merasa hidupnya terluka,

supaya tidak ada lagi orang yang merasa bahwa hidupnya adalah bencana

supaya tidak ada lagi orang yang menganggap bahwa berperang dan angkat senjata adalah solusi setiap masalah…

jika boleh saya berdoa kepada Tuhan,

saya minta agar rasa permusuhan lenyap dari dunia

lenyapkan rasa benci dan amarah dari tiap-tiap hati dan jiwa

supaya tidak ada lagi orang yang merasa terancam keselamatannya

supaya rasa khawatir tidak lagi mendekap di dada…

jika boleh, saya berdoa kepada Tuhan,

saya minta agar segala penyakit dari dunia ini

sembuh sekejap dan tidak pernah datang lagi

agar tidak ada lagi orang yang menderita

agar tidak ada lagi orang-orang tidak berdaya yang harus melangkah dengan sekarat dalam perihnya

jika boleh, saya ingin meminta pada-Mu Tuhan,

musnahkanlah kemiskinan yang ada di bumi yang saya pijak ini

supaya di hari-hari nanti, tidak ada lagi orang dengan wajah pucat yang terus berjuang melawan maut akibat kelaparan.

jika diizinkan untuk saya menuntut kepada-Mu Tuhan,

suburkanlah tanah ini, jernihkan air ini, dan murnikan udara ini.

hilangkan kepedihan itu, hilangkan egoisme itu, dan hilangkan kebohongan itu,,

supaya yang tersisa hanyalah kebahagiaan dan kejujuran

supaya nanti, setiap mahluk di dunia,entah manusia atau setan tanpa kecuali.

bisa bangun dari tidurnya dengan senyum paling damai yang pernah mereka miliki…

Tuhan, tolong kabulkan doa saya ini.

bila Engkau merasa bahwa orang seperti saya tidak pantas dikabulkan doanya,

saya bersedia dan akan merelakan diri saya masuk neraka untuk selamanya,

untuk menebus semua permintaan yang saya sebutkan sebelumnya.

karena tidak ada artinya jika saya bahagia di sini atau di dunia sana,

sementara manusia lain seperti saya, masih merasakan kesedihan yang luar biasa.

Amin.

superman’s red apple

Posted in Cacatan Harian on March 6, 2009 by irfanfebrian

seorang teman baik, menitipkan ceritanya pada saya.

………………………………………………………………………….

dia datang saat dunia dalam kondisi curat-marut.

di mana semua orang menjeritkan tentang akhir dunia dan awal kehancuran total

dia adalah manusia yang mampu terbang ke angkasa. menembus awan pekat di horizon langit. bermanuver cepat, mengindahkan cakar dinding udara yang selalu gagal menjerat.

dia mampu menghadapi lokomotif, hanya dengan satu hentakan tangan ringan. dan belasan gerbong pun hancur berantakan

tubuhnya luar biasa atletis, selalu tampak gagah dari setiap sudut, mengimbangi pesona ketampanannya yang memikat. semua wanita menikah yang pernah ditatapnya, dalam sekejap akan melupakan suami mereka.

tidak ada senjata yang dapat menggores kulitnya. para kriminal mengingat namanya sebagai bencana.

setiap jengkal tubuhnya yang tanpa cela, yang tanpa cacat, menghanyutkannya pada predikat sosok yang sempurna

seluruh tindak-tanduknya, merupakan cerminan nyata dari konsep malaikat-malaikat di surga.

semua orang menghormatinya, semua wanita rela menjadi kekasihnya.

dia lah ikon kasta tertinggi dalam hierarki manusia. menduduki singgasana kejayaan yang dianggap sebagai impian utopis bagi sisa manusia di bumi.

dia lah superman, si manusia super. sang super jaksa agung, penegak keadilan. zat arsenik bagi organisme kejahatan universal. dan infinitas sumber kebajikan bagi zamannya.

zaman gelap, yang telah lama berlalu.

sekarang, semuanya telah damai. semua penjahat telah tersadar, dan kehilangan hasrat berbuat kejam. tidak ada lagi kebrutalan, tidak ada lagi yang teluka karena pemaksaan. semua manusia, hidup dalam harmoni sentosa. mereka semua, lupa akan sejarah mengerikan, yang semakin buram terkikis pelangi warna-warni baru, yang disebut, kedamaian.

tidak ada lagi isak tangis, tidak ada lagi rasa tertekan atas ancaman yang dulu selalu datang menggubris.

semua orang tersenyum bahagia.

semua orang, kecuali si manusia super.

dulu, dia begitu terkenal dan kekuatannya selalu pantas dianggap sebagai bias dari tangan kebenaran Tuhan.

tapi tidak sekarang, sang pahlawan tanpa cela telah berubah menjadi sosok pria tua menyedihkan.

tahun-tahun tanpa batu asahan yang melestarikan kekuatannya, telah membuatnya kehilangan tenaga.

kostum senam biru dengan jubah merah menyala yang dulu menonjolkan karismanya, kini justru membuatnya terlihat seperti serangga yang dimasukan dalam balon karet kempes warna biru yang luntur.

punggungnya yang dulu kokoh menopang jalinan serat otot, kini membungkuk karena tak kuasa lagi dibebani kulit berkerut dan dan tulang-tulang yang rapuh.

hari-harinya yang dulu bergelimang pemujaan dari seantero warga dunia, kini hanya diisi perjuangan sia-sia melawan kebutuhan biologisnya.

jangan kan berpikir untuk terbang, melompat lebih dari satu meter saja akan mengancam jiwanya.

dulu kala, apa pun dianggap sanggup dia hadang.

namun ia sadar bahwa ada satu hal yang tidak bisa dilawan.

perubahan. perubahan dunia yang menjadi damai.

gelombang perubahan itu telah merubah ia dari seorang dewa superior, menjadi anjing tua yang terlihat tolol.

si manusia super telah mati, yang tersisa hanya gelandangan kotor, bau dan tanpa rumah.

tidak ada lagi yang ingat si manusia super, sang penyelamat. mesiah yang telah terbukti datang.

rasa putus asa pun menjadi teman setianya dalam melewati dingin malam, dan sunyinya siang.

tidak ada lagi senyum penuh percaya diri, yang dahulu selalu menjadi ciri khasnya.

apa yang bisa terlihat dari balik bibirnya yang kini kering, hanya reruntuhan gigi-gigi yang telah menguning kehitaman.

semua orang telah melupakannya, meninggalnya sendiri dalam kehampaan mengerikan.

suatu malam, ditengah kesepian, dalam kondisi kelaparan dan hela nafas yang semakin menyiksa, seorang gadis muncul membawa kantong besar berisi buah-buahan segar, melintas di hadapannya

dari kantong besar itu, menyembul kulit merah ranum dari banyak apel merah, dan jeruk yang terlihat begitu manis

bersamaan dengan desah angin dari kelebat mantel hangat gadis itu, angin yang membuai wajah tirus sang mantan pahlawan, terlintas sesuatu di pikirannya yang hampir jatuh dalam jurang kegilaan.

sesuatu yang kembali memompa semangatnya.

untuk kembali hidup dengan lebih layak dalam harapan.

senyumnya mengembang, ia bangkit dari kursi taman yang lapuk. mengikuti si gadis.

ia semakin dekat, dan dengan segenap sisa tenaga yang ia miliki, ia pun berkata lirih dari belakang.

sang mantan pahlawan mengemis.

dengan ratapan penuh harap, ia mengiba pada gadis itu. memohon agar dikasihani dan dihibahkan sebiji apel.

tapi gadis itu tidak mengindahkannya. hanya melengos pergi, tanpa berkata apa-apa.

mantan pahlawan kita terdiam.kaku.

harapan hangat yang tadi mengisi hati sang mantan pahlawan, kini berganti jadi sulut panas api kemarahan.

sang mantan pahlawan kita bergerak, dan menyergap gadis tersebut dari belakang.

dengan kebencian luar biasa, si manusia super menyerang si gadis

rontaan demi rontaan justru menambah hawa gelap yang menyemangati si manusia super untuk semakin erat, tanpa belas kasih, melingkari jemari kotornya untuk mencekik leher jenjang itu.

meronta dan berontak

sampai gadis itu pun berhenti bergerak. terbujur kaku.

tidak ada lagi keributan yang keluar dari ujung lidah gadis sombong dan malang tersebut.

setelah sepersekian detik, si manusia super tiba-tiba seolah tersadar.

wajahnya pucat, menunjukan raut penyesalan atas perbuatan kejinya.

lalu tanpa alasan yang jelas, berkontras dengan matanya yang merah kelelahan,ia tertawa. terbahak seperti pesakitan di rumah sakit jiwa.

tampak tidak ada rasa sesal dalam isi kepalanya, namun sensasi senang yang luar biasa.

rasa puas yang begitu mendalam, sebagai wujud hasrat yang selama ini seolah terkubur dalam sisi pikirannya yang gelap.

ia masih tertawa, dan tertawa, di hadapan mayat gadis itu.

lalu sambil memegangi perutnya yang kram karena terbahak gila-gilaan, ia bangkit dan mengambil bongkahan batu sebesar kepala anjing yang terserak dekat tiang lampu taman.

ia meraihnya dengan dua tangan kurusnya, dan mengangkat batu tersebut dengan terhuyung sembari masih terkikik.

lalu ia menghantamkan batu tersebut di kening gadis itu.

suara tulang tengkorak yang pecah berantakan itu pun, hanya didengarkan oleh temaram cahaya lampu yang bisu.

setelah entah berapa kali ia mengulangi hal itu, ia pun kehabisan tenaga dan membiarkan bongkahan batu itu terduduk dan menggelinding dari wajah si gadis yang sudah tidak berbentuk.

kemudian ia tertawa lagi, dan melangkah ke arah kantong kertas berisi buah-buahan tadi, telah tergeletak, terhenyak, menghamburi jalanan setapak taman kota dengan isinya.

ia mengambil sebuah apel dan mengantonginya.

kemudian ia memumungut apel lain, dan mengelapnya dengan bajunya yang lusuh.

ia memakan apel itu dengan nikmatnya, di hadapan mayat yang telah kuyup dibasahi darah merah kehitaman.

setiap gigitan, seolah tarikan nafas lega.

sampai gigitan terakhir, ia menatap kembali ke mayat tersebut, dan kembali terkikik.

sang mantan pahlawan, menggigit apel itu lagi, dan kemudian membuang sisanya, ke wajah sang gadis yang berlumur darah.

sambil tersenyum, ia pergi.

dan berkata dalam hatinya.

“tidak ada orang yang akan tenang lagi esok malam.”

“semuanya, baru saja akan dimulai.”

dan sosoknya pun menghilang di kisi gelap, di ujung jalan setapak di taman yang gelap tanpa tersentuh rembesan cahaya bulan.

change, changed, di-change-in?

Posted in Cacatan Harian on February 17, 2009 by irfanfebrian

dan seorang teman berkata pada saya,

“ah, lo mah ga berubah genk,,”

oh iya ya,,berubah,, “henshin !” kalau kata ksatria baja hitam dulu di tv, dengan bahasa jepang.

saya jadi introspeksi dan berdialog dengan irfan,,,

ah, kenapa saya harus berubah?

meski saya tidak bisa ‘ngumpetin’ kenyataan bahwa segala sesuatu disekitar kita

# kita?lo aja sama keluarga lo yang metal-metal,, #

* oke, gue ralat Fan *

di sekitar saya berubah seiring dengan kelokan alur sungai kehidupan, yang semakin lama, semakin deras kiranya.

mahluk lain sekeliling saya sudah banyak berganti kebiasaan dan tradisi,,

# maksudnya mahluk di sini adalah mahluk yang tidak gaib, kan mahluk gaib tidak kelihatan. #

dulu itu ya, kelinci-kelinci liar, jika kedatangan pemangsa, ya berlari-larilah mereka tunggang-langgang-kalang-kabut masuk ke sarangnya masing-masing.

Sekarang mereka sudah punya strategi baru, jika kedatangan pemangsa, para pejantan dewasa akan mengentak-entakan tanah sebagai alarm adanya bahaya. yang betina dan anak-anak masuk, yang laintetap diluar dan mengawasi pemangsa tersebut. *ini benar lo, coba kamu saksikan discovery chanel*

dulu kecoak-kecoak dari toilet kamar kos saya, akan langsung mati jika disemprot obat pembasmi serangga.

Sekarang?Boro-boro, mereka pakai acara bermarathon dulu dengan gesitnya. Seolah tahanan dari penjara Guantanamo Bay, mereka mengindahkan desing racun propoksur, aerosol dan d-aletrin yang saya hempasakan tepat di atas sungut mereka yang selalu terlihat ‘kinky’ itu.

Sehingga akhirnya saya harus pakai kekerasan juga. digetok aja, sederhana.

#Oke genk, itu hewan. Bangsa kita gimana?#

Sebentar, belum lagi melihat situasi di kampus saya yang ketika saya sedang iseng memerhatikan,tepat pada tanggal 16 februari. Banyak mahasiswa dan mahasiswi di kampus yang sekarang jika sedang jalan berdua dengan *sepertinya* kekasihnya, berpegangan tangan..

# Ah, kemaren baru hari valentine Genk, di mana oplah penjualan kondom (terutama mungkin yang beraroma durian) dan penggunaan hotel meningkat dengan jumawanya. Mungkin mereka-mereka itu adalah sepasang kekasih yang baru saja, ‘menyatu’. jadi makin mesra gitu deh. Abis pesta duren kasarnya. #

Iya, ya. maksud saya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Jarang sekali ada penghuni kampus yang saling sentuh telapak tangan masing-masing di depan umum seperti itu.

*di tempat umum dan terbuka saja begitu, apa lagi di tempat tidak umum dan tertutup ya Fan?Asiiiikk,,Bagus2,,Kissing,,necking, petting,kencing,,*

# prinsip baru nih Genk, kalau lo udah pernah cipokan ma pacar lo, niscaya lo ga akan nikah sama dia. bibir lo bakal basi.#

*sotoy banget lo*

# jiaaah, pengalaman itu,, #

Dulu juga, itu teman-teman saya banyak yang harus backstreet karena dilarang orang tuanya berpacaran.

# backstreet?Kembali ke jalan gitu?Temen-temen elo pemulung semua?atau pengamen gitu? #

Sekarang, oh, anak SMP saja sudah tahu betul apa itu cinta, bercinta, buahnya cinta dan cara membunuh buah cinta tersebut.

*aborsi itu tidak asik,,bagi saya setidaknya,,*

Semuanya sudah berubah. Bukan, bukan maksudnya hal-hal macam ini jelek. Hanya contoh yang menarik dikedepankan.

Dulu itu ya, surga di bawah telapak kaki ibu loh,,

Hari geenee?Para ibu sudah terlalu asik menonton acara gosip sehingga lupa mencuci kaki mereka sehingga akhirnya jadi bau. Atau para ibu yang juga lupa mencuci kakinya yang kotor karena menginjak-injak tanah tempat janinnya sendiri yang ia kubur hidup-hidup. Cih, siapa pula yang mau masuk surga kalau bau dan berdarah-darah?Saya pribadi sih ogah.

Atau,atau,atau dalam kemajuan teknologi yang berkembang tidak lagi sesuai deret ukur, tapi deret hitung.

# oh, tadi saya baru lihat iklan alat bantu seks. di salah satu situs jejaring sosial berinisial fb. ada yang bisa getar, maju-mundur, mendesah, dan,,ah, lupakan#

Itu namanya informasi, promosi, motivasi, provokasi dan katalisator masturbasi bagaikan obat nyamuk bakar yang bisa dengan begitu mudah didapat.Semua sumber tersedia *ya ampun Fan, kan ada internet* yang menjamin penggunanya bisa mudah melihat aurat kenyataan dengan sebebas-bebasnya, sebebas makna dari frase bebas tanpa tanggung jawab. Siapa saja bisa melihat, tanpa menyaksikan *eh?* pandang bulu.

Saya jadi ingat kata-kata salah satu dosen saya, juga post di blog saya, tentang sms,,

Sekarang ini kan, banyak orang berkirim pesan dengan karakter-karakter yang asing.

– dim4n4?p4 kbr?aq d hum –

sudah tidak seperti zaman dulu ketika orang masih pakai telegram.

Seru juga jika membayangkan nanti saya di tahun 2049,

*kalau ada umur saya sampai situ*

ketika saya sudah renta dan sebentar lagi ‘back to nature’ , saya mendapat sms dengan style yang sama.

Terlebih juga, jika saya sudah setua itu dan dengan tiba-tiba berkata pada cucu saya.

“Cu, add kakek ya di facebook. Foto cucu, kakek ga tau. Burem.”

Zaman sudah berubah ya?Iya ga sih,,Seolah benar kata-kata Charles Darwin dulu. Tapi bukan secara fisik konteksnya. Secara fisik, kita sudah cukup sempurna.Namun kebiasaan kita yang akan berevolusi. Pelan-pelan, tapi konstan.

Oh bukan berarti tidak ada pihak-pihak yang mencegah evolusi kebiasaan ini. Apa lagi kebiasaan baru yang bertentangan dengan ajaran agama. Tapi pihak-pihak itu semakin lama semakin sedikit dan mulai menua. Yah, semua ‘kan tidak ada yang abadi. Lama-lama mereka akan mati, mati dan hilang seiring berlalunya waktu.

Tapi pertanyaannya, apakah saya juga mesti berubah?Seakan-akan lingkungan saya ini menggoda saya untuk turut serta dalam evolusi mereka. Katakanlah seandainya saya tidak ikut berubah, sedikit-banyak, saya tidak akan lagi ‘nyambung ‘ dengan masyarakat. Tapi seandainya saya berubah, sejauh apakah saya harus berubah?Apa yang harus saya tanggalkan untuk melewati fase perubahan?Atau siapakah yang saya harus korbankan karena perubahan?

Apakah kamu mau berubah?

sms untuk pacar

Posted in Cacatan Harian on February 9, 2009 by irfanfebrian


Dan waktu-waktu paling membosankan bagi saya adalah ketika saya tidak punya pulsa untuk ber-sms-an

Saya hobi sekali sms orang. Iya, saya suka berkirim pesan ke orang lain lewat telepon seluler, apa lagi setelah saya punya nomor CDMA. Iya, saya lebih suka menghubungi orang lain dengan susunan huruf, bukan dengan pembicaraan. Entah kenapa, saya tidak begitu suka menelpon atau ditelpon orang. Ya itu entah dari keluarga atau teman-teman saya. Pokoknya saya malas sekali berhalo-halo ria lewat telepon. Alasannya kenapa?Jangan tanya. Kadang-kadang aneh juga menurut saya mengobrol lewat telepon. Kita orang ngomong kemana-kemana, tapi yang diajak ngomong tidak kelihatan. Sama seperti bicara dengan mahluk gaib. Sekali lagi saya tidak suka bertelepon,lagi pula, kalau bicara lewat telepon, saya jadi tidak bisa bergerak dengan bebas. Tidak bisa berbuat semau saya, karena satu tangan saya pasti memegang telepon tersebut. Habis mau bagaimana lagi?Masak pakai kaki?Saya sudah pernah coba, ternyata sulit. Sehabis itu pun kaki saya keseleo, tidak nyaman rasanya. Jadi saya tidak pernah lagi melakukan itu. Kapok ah. Di tambah lagi jika sedang menelepon, saya jadi tidak bisa berhubungan dengan orang lain lagi. Jadi fokus di satu orang saja. Kalau pun ada lagi yang menelepon, saya harus memutus sebentar pembicaraan saya dengan orang yang sedang bicara dengan saya di telepon. Tidak enak sekali menurut saya jika diganggu telepon lain saat kita sedang bicara(nada sela). Waktu itu saya pernah sedang menelepon orang, sebut saja namanya Aura Kasih. (ingat, sebut saja, jika benar saya bertelepon-teleponan dengan Aura Kasih, saya pingsan sekarang juga)

Saya : Halo?iya,,bla,,bla,,bla,,

Aura Kasih : Halo, bla,,bla,,bla,,eh?Sebentar ya,,ada telepon masuk.Tut.

Saya : (menunggu,,) ,,,,

Saya : (masih menunggu) ,,,,,

Saya : (sudah mulai gondok karena menunggu, pulsa masih terbuang dengan asiknya) ,,,,,

Aura Kasih : Halo? Sampai mana tadi?

Saya : (lupa) Ehm,,Oh iya, udah dulu ya teleponnya.

Aura Kasih : Oh ya udah Daaah,,Tut

Saya : ih?Halo2?Perempuan jadah!

Nah, kalau ber-sms, saya jadi bebas mau berbuat apa sambil sms itu. Saya bisa jumpalitan, bisa guling-gulingan, bisa sambil sms orang lain lagi, biar jadi ramai inbox telepon saya. Iya, saya sering sms kebeberapa orang sekaligus.Singkat-singkat saja smsnya,,Namanya juga Short Message Service.

Malam itu saya sedang sendirian di kamar saya. Tidak ada orang. Biasanya teman-teman SMA datang, tapi karena mereka sedang ujian di kampusnya, mereka jadi tidak datang. Biasanya kamar saya ramai di datangi mereka. Itu ada Agus(dipanggilnya, si Dadang),Budil(dipanggilnya, ya si Budil),Frido(dipanggilnya, si Lapo),Fuji(dipanggilnya, si Kodok) dan Catur (dipanggilnya, si Ucup). Biasa saja di kamar, tidak ngapa-ngapain. Ngerokok-ngerokok aja,,Kamar saya jadi ngebul.

Lalu saya mengirim sms saya ke pacar saya.

Saya : Hey, lagi apa? Udah makan?Mama-papa lagi pada ngap……

Saat ditengah-tengah, saya baru ingat kalau saya tidak punya pacar. El Jhomblo.

Karena merasa kesepian(sedih ceritanya), saya kirim saja sms ke teman saya yang bernama Ina

Saya : Gendut, dmn lu? (terjemahan :Gendut? Ada di manakah kamu berada?)

Kemudian saya kirim lagi sms ke teman lama saya, Ana namanya.

Saya : P kbr? (terjemahan : Apa kabar?)

Lalu Ina membalas sms saya,

Ina Esia : Di rmh sodara cwo gw..Knp lek?(terjemahan : Saya sedang berada di rumah saudara laki-laki saya[atau dengan persepsi lain; Saya sedang berada di rumah saudara dari pacar saya]. Kenapa buruk rupa?)

Lalu saya balas sms Ina,

Saya : Dmn itu?Siantar kan?(Di manakah rumah saudara laki-laki kamu itu ?[atau dengan persepsi lain; Di manakah rumah saudara dari pacar kamu itu?] Di kota [atau desa ya?] Siantar kan?)

Karena menulis kata Siantar [Nama sebuah kota(atau desa ya?] di Sumatera Utara.) saya, jadi ingat teman saya yang berkuliah di USU(Universitas Sumatera Utara). Namanya Kufner. Saya pun mengirim sms ke si Kufner itu.

Saya : Eh kuya! (terjemahan : Eh kura-kura!)

Setelah sms Kufner, saya jadi ingat teman saya yang bernama Catur(dipanggilnya, si Ucup). Saya kirim juga sms ke dia. Padahal rumahnya di belakang rumah saya. Ada kali cuma 300 meter.

Saya : Cupi?Dmn lo?

Tidak lama, Ina membalas sms saya,

Ina Esia : ??Mksudny?? Di siantar?Stau gue yg di siantar itu clon suami gw bkn cwo gw lek. Bngung jdnya..(terjemahan : Apa maksud kamu?Di kota(atau desa ya?) Siantar?Setahu saya yang ada di kota[atau di desa sih? saya masih bingung] Siantar itu calon suami saya, bukan pacar saya buruk rupa. Saya jadi bingung)

Lalu saya balas sms Ina

Saya : Astagah,,br aj gw sms dy(terjemahan : Astaga, saya baru saja sms dia)

Dan Kufner membalas sms saya,

Kuner Esia : Kurus lo!.Gmn kbar lo?.Kpn mati genk?.(Tidak gemuk kamu! Bagaimana kabarmu? Kapan meninggal Genk?)

Dibalaslah sms Kufner itu sama saya,

Saya : Sehat2,ni gw abis mkn,,mati?skitar tgl 6-7 bsk, itu jg klo jd,,ntar gw sms klo jd,,lo kpn?Brg aj,,eh?ud uas lo?(terjemahan : Saya sehat, ini saya baru selesai makan. Meninggal? Saya meninggal sekitar tanggal 6 atau 7 bulan besok. Itu pun kalau memang jadi. Kamu sendiri kapan? Bersama saya saja. Eh?Kamu sudah Ujian Akhir Semester?)

Lalu Kufner membalas sms saya,

Kuner Esia : W blon ad rncna cuy. Iy ntar sms j y. Dh klar w dr kmaren. (terjemahan : Saya belum ada rencana cuy. Iya, nanti sms saja ya. Sudah selesai sejak kemarin.)

Saya balas,

Saya : Maen lah k tangerang,,(terjemahan : Bermainlah ke Tangerang,,)

Dan Kufner membalas lagi,

Kuner Esia :Iye nnt w kbarin. (terjemahan : Baik, lebih lanjut nanti saya kabari.)

Datang sms balasan dari Ina,

Ina Esia : Haha,sms apa?(cukup jelas, tidak perlu saya terjemahkan)

Lalu saya balas begini,

Saya : Urusan co, uda ah, cpe smsan(terjemahan : Itu urusan pria. Sudah lah, saya lelah mengirim sms)

Ina pun membalas sms saya tadi,

Ina Esia : Huh!Pelit lw!Gt yaa..Slm bwt dy ya sayang..(terjemahan : Huh! Kamu pelit! Begitu ya,,Salam buat dia ya sayang)

Setelah saya baca, saya teringat sms dari Ina beberapa waktu lalu kepada saya, dia bilang dia lihat ******* di suatu tempat, saya kirim sms lagi ke Ina,

Saya : Eh?Lo liat ******* lg ngpain?Ngrobekin karcis? (terjemahan : Eh?Kamu waktu itu melihat ******* sedang apa?Merobek karcis?)

Tiba-tiba datang sms dari Catur

Ucup Esia : Drmh genx,knp? (terjemahan : Saya sedang ada di rumah Genx, ada keperluan apa?)

Saya balas sms Catur,

Saya : Gpp, absen doank (terjemahan : Tidak ada keperluan apa-apa, hanya absen saja.)

Setelah mengirim sms ke Catur, saya ingat dua teman saya lagi. Budil(dipanggilnya, ya si Budil), dan Fuji (dipanggilnya, si Kodok). Saya kirim sms ke mereka.

Saya : Dil lo dmn?

Lalu ke Fuji,

Saya : Dok lo dmn?

Lalu Ina balas sms saya lagi,

Ina Esia : Urusan cwe, uda ah, cpe smsan (terjemahan : Itu urusan wanita. Sudah lah, saya lelah mengirim sms)

Balasan saya,

Saya : Waaaaaaaaak (terjemahan : Gukgukgukgukguk)

Lalu datang balasan dari Catur,

Ucup Esia : Gelo sia!

Sms Catur pun saya balas,

Saya : Sia!

Lalu datang lagi sms dari Ina,

Ina Esia : U tell me i tell u!Gotcha!Hehe (terjemahan : Kamu telmi saya telu[telu : tiga-bahasa jawa] Kena kamu! Hehehe)

Ralat, terjemahannya, “Kamu kasih tahu saya saya kasih tahu kamu.Kena kamu!Hehe,,”

Ya pokoknya, inti dari sms itu saya dan Ina saling tukar tahu.

Dan sms dari Ina pun datang lagi,

Ina Esia : Jd?(terjemahan : So?)

Kemudian saya balas lagi ke Ina,

Saya : Yee,org cape smsan,masi diajak,,(terjemahan : Yee, manusia lelah mengirim sms, diajak sms lagi,,)

Dan datanglah sms balasan dari Fuji

Qodok m3 : Bru aj blik, knp? (terjemahan : Saya baru saja memutar badan saya[atau dengan persepsi lain, saya baru saja pulang ke rumah], ada keperluan apa?)

Lalu saya balas dengan kata-kata yang mirip dengan yang saya kirim ke Catur

Saya : Absen doank (cukup jelas)

Lalu Fuji membalas sms saya,

Qodok m3 : Ngepet krain gw lo mo nglhrn (terjemahan : Mencuri seperti babi saya pikir kamu akan melahirkan)

Lalu saya forward sms dari Ina ke Fuji

Saya : Di rmh sodara cwo gw..Knp lek?

Dan mem-forward sms dari Fuji ke Catur,

Saya : Ngepet krain gw lo mo nglhrn

Datang sms balasan dari Fuji,

Qodok m3 : Sapa nanya? (terjemahan : Siapa yang bertanya seperti itu?)

Dan balasan dari Catur,

Ucup Esia : Pzt u olang slh kilim a..(terjemahan : Pasti lu olang salah kilim aa,,[atau dengan dialek lain, Pasti kamu salah mengirim pesan])

Saya balas sms Fuji

Saya : Itu sms ina gw porwat k elu (terjemahan : Itu adalah sms dari Ina yang saya forward kepada kamu)

Saya juga balas sms Catur,

Saya : Bkn, itu sms kodok gw porwat k eluh (terjemahan : Tidak salah kirim, itu sms dari Fuji yang saya forward kepada kamu)

Lalu kemudian saya kirim lagi sms dari Catur ke Ina

Saya : Drmh genx,knp?

Dan Ina pun membalasnya,

Ina Esia : Slh krim!Itu psti buat *****

Saya jawab sms Ina,

Saya : Ga, itu sms ucup k gw yg gw porwad k elu,,gw ud ga prna sms ***** lagi x (terjemahan : Tidak, itu adalah sms dari catur yang saya forward kepada kamu. Lagi pula selain itu,saya sudah tidak mengirim sms ke ***** )

Lalu sms dari Fuji datang,

Qodok m3 : Pantes gw bingung,jd lo dmn skrg? (terjemahan : Pantas saja saya tidak mengerti, kesimpulannya kamu ada di mana sekarang?)

Lalu saya jawab sms Fuji dengan mem-forward sms Catur,

Saya : Drmh genx,knp?

Dan dibalas Fuji dengan mem-forward sms saya, yang tadi saya kirim ke dia,

Qodok m3 : Absen doank

Kemudian Ina merespon sms saya,

Ina Esia : Oh bgslah! (terjemahan : Oh iya? Itu adalah yang hal bagus.)

Saya jawab,

Saya : Apny?si ucup drmh?Iy gw stuju itu bgus, dr pd dy d rmh lu? (Apa hal yang bagus? Catur yang ada di di rumahnya? Iya, saya setuju itu hal yang bagus. Itu lebih

baik dari pada dia di rumah kamu)

Saya kirim sms lagi ke Fuji,

Saya : Duh, gw pusink dok, gw td porwatin sms ucup k elo,sms elo k ucup, sms ina kmn y? (terjemahan : aduh, kepala saya pusing. Saya tadi mem-forward sms Catur kepada kamu, kemudian mem-forward sms kamu kepada Catur. Sms Ina saya forward kemana ya?)

Lalu dibalas oleh Fuji,

Qodok m3 : Kne2knya (terjemahan : Kirim ke ibu dari orang tuanya Ina)

Lalu saya balas ke Fuji,

Saya : Bah!

Lalu ada sms dari operator seluler CDMA saya,

555 : Saldo talktime ada saat ini Rp. 4976. Silahkan segera mengisi ulang. Terima kasih.

Saya forward itu sms ke Fuji.

Dan Ina membalas sms saya,

Ina Esia : Lw sm ***** du2l! (terjemahan : Kamu dengan ***** makanan manis yg khas dari daerah Garut, Jawa Barat.)

Dan saya jawab lagi,

Saya : Ko bgs?Jgn2 lo naksir *****? (terjemahan : Kenapa bagus?Jangan-jangan kamu mencintai *****)

Dan dijawab lagi oleh Ina,

Ina Esia : Emank slh klo mncintai se2org?Td ktny cpe smsan..(terjemahan : Apa salah jika mencintai seseorang?Tadi kamu bilang lelah mengirim sms..)

Lalu saya jawab dgn menukar-nukar kata-kata yang Ina kirim kepada saya,

Saya : Emank slh klo cpe smsan?Td ktnya mncntai se2org?(terjemahan : Apa salah jika lelah mengirim sms?Tadi kamu bilang mencintai seseorang?)

Dibalas lagi oleh Ina,

“Lah knp kau truskn jk kau lelah jeyek?” (terjemahan : Lalu kenapa kamu teruskan jika kamu lelah buruk rupa?)

Saya balas lagi dengan cara yang sama seperti tadi,

Saya : Jk jeyek, knp kau lelah truskn? (Jika buruk rupa, kenapa kamu lelah meneruskan?)

Ina membalas lagi,

Ina Esia : Apa mksud dr kt2 ka2nda?Dinda tak mngerti.(terjemahan : Apa maksud dari kata saudara laki-laki yang lebih tua? Saudara perempuan yang lebih muda tidak mengerti)

Saya balas smsnya,

Saya : Itu sms kodok gw porwat k elu (terjemahan : Itu adalah sms Fuji yang saya forward kepada kamu)

Dan lagi-lagi dibalas oleh Ina,

Ina Esia : Kasian..(cukup jelas)

Saya balas lagi

Saya : Kok?(cukup jelas juga lah,,)

Dan dibalas lagi,

Ina Esia : Ksian km nak ga da krjaan smp ngeforward2 sms org (terjemahan : Kasihan kamu anak yang tidak punya pekerjaan sampai mem-forward sms-sms manusia)

Dan lagi,

Saya : Iy,,sedih deh jd gw,,uda,,krn gw sdih,gw jd cape smsan,,tdur dlu y nek,,slam bwt org dskitar lu,Inget!Dskitar lu! (terjemahan : Iya, betapa sedih menjadi diri saya sendiri, sudahlah, karena saya sedih, saya menjadi lelah mengirim sms, saya tidur dulu ya ibu dari orang tua-istri kakek. Sampaikan salam saya untuk manusia-manusia di sekitar kamu. Ingat!Di sekitar kamu)

Sudah,

Saya : Ya,,,Udah,,

Setelah sms, saya pun pergi tidur. Bluk, badan saya menghajar kasur. Hati saya senang dan tenang,,Senang karena saya masih punya teman malam itu dan tenang karena ternyata saya tidak kesepian. Saya masih punya teman-teman yang ajaib, yang masih mau ber-sms-an dengan saya. Saya membayangkan, jika saja saya tidak punya teman-teman seperti mereka, mungkin saya sudah lama mengiris urat nadi saya, dan pergi dari dunia ini. Ah, hidup itu memang indah kawan, kamu cuma perlu bicara dengan orang yang tepat. Dan kalau bisa, dengan teman-teman kamu yang ajaib.

Tiba-tiba Bu’de saya yang saya panggil Mamih, memanggil saya dari lantai bawah.

Mamih : Akim!!?Udah makan lu?

Saya : Udeeh,,

Mamih : Pake ape?

Saya : Nasi uduk ama rendang,,

Mamih : (sunyi sejenak) Hah?Lagi duduk sama?

Saya : Maen gendang,,

Dan saya pun tertidur,,Zzzzz,,Mimpi kalau saya sedang menyetir mobil dan menabrak bule di jalan tol, karena saya tidak memakai lampu padahal hari sudah siang..

Mimpi yang aneh,,

oh iya, judulnya tidak nyambung dengan isi post. *terbahak*

Design a site like this with WordPress.com
Get started