ANP another decision methode beside AHP

Okay we’re continuing from my last post about DSS

Sekarang lagi coba posting gaya bahasa English-Indonesia (as a native language). Well complaining about how the system of course scheduling done. It is to busy for me in six semester with a lot of unpredictable task assignment each week. So I am considering doing it one by one especially DSS (well for this subject to my blog built for) with each week assignment report must be send via mailing list.

Berdasarkan mandat yang diberikan untuk mempelajari lebih jauh tentang system pengambilan keputusan dengan metode-nya Mr. Saati didapatkan bahwa pengambilan keputusan ala AHP (analytic hierarchy process) mengalami sedikit kendala saat kita harus mempertimbangkan hubungan antar subkriteria pada criteria yang berbeda dan juga pengaruhnya pada alternative akhir dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu tampaknya Mr. Saati ingin menebus kekurangan dari metode AHPnya dengan membidani lahirnya metode ANP (namanya mirip ya tapi ini kepanjangannya Analytic Network Process). So what the different, let check them out. AHP lebih menekankan pada pengambilan keputusan melalui rangkaian hierarki yang bertuju pada satu goal (like decision tree) tetapi ANP lebih kearah pembagian cluster yang dapat mengkomparasikan criteria yang dimiliki juga subkriteria pada cluster-clusternya inter maupun antar kriteria. Tahukah anda bahwa ANP dikembangkan dengan sebuah bantuan software yang dikembangkan serta didistribusikan secara freeware for academic purpose. Yup software itu adalah Super Decision dimana pengembangaanya masih pada tahap beta dan terdapat bug-bug yang kalau menurut saya tidak begitu merepotkan asalkan anda tahu efek dari bug tersebut pada hasil sintesa program ini. ANP merupakan saudara muda AHP yang memiliki kemampuan dari AHP sendiri ditambah kemampuan untuk membangun suatu super matriks (Matriks kok Super) ya disebut super matriks karena untuk melakukan pengambilan keputusan dibuat suatu matriks yang ukurannya besar dalam sisi cel-cel didalamnya. Anda bayangkan saja bila anda harus membuat sebuah keputusan yang terdiri dari 3 cluster dan didalam ketiga cluster itu terdapat 3 kriteria yang kemudian saling mempengaruhi dengan criteria pada cluster yang lain, sedangkan setiap criteria tersebut juga dihubungkan dengan cluster alternatives terus di rating (Ooh My God this is not as simple as hand job calculation with paper and pencil). This what Super Matriks all come to do, besarnya jaring keterkaitan inilah yang membuat ANP lebih kompleks dan lebih Akurat dalam sisi pengambilan keputusan walaupun dari segi constructing and weighting the model membutuhkan waktu 3 sampai 4 kali lipat lebih lama bila dibandingkan dengan AHP. Kalau menyangkut tugas ada aja yang baru setelah midterm sih kayaknya udah bulan2nya ANP so my case are about….. memilih vendor dengan 3 alternatif dan dibandingkan dengan kriteria umum managemen biaya dan reliabilitas its amazing huh. another model that i ‘ve made membandingkan tiga sistem transportasi yaitu angkot motor dan bus untuk ke kampus “dalam hal ini faktor waktu dapat di komparasi dengan biaya ” what the go ANP.

FOR THE WORST CASE setelah melalui hari-hari dengan AHP dan ANP pas review dengan our Lecturer Mr. Dachyar, saya salah menanggapi pertanyaannya tentang membuat criteria pada AHP dengan 3 Subkriteria dan criteria utama harus mendapatkan bobot 30%. Sejujurnya soal ini sangat mudah, mengingat kemampuan saya yang handal dalam expert choice. Tetapi saya menafsirkan soal ini dengan criteria manapun boleh saja asalkan berubah menjadi 30% (DISINI kata “criteria utama” yang menjebak saya) padahal bila saya memilih criteria baru untuk dibuat agar mendapatkan 30% its so simple “tampaknya saya menyusahkan diri sendiri jadinya”. For the final score I don’t know but I’ve done my best in weekly assignment and always present in the class every week. SO bye and see for the next posting.

Tugas Serius DSS tentang Studi Case

Ini dikategorikan sebagai tugas no 6 dari mata kuliah teori keputusan. Isinya tentang bagaimana kita mendesain suatu case dan di solve pake expert choice (EC).

Tema yang saya ambil adalah bagaimana mengukur performa pegawai dalam suatu organisasi

Deskripsinya sebagai berikut:

Perkembangan industri dan kemajuan suatu negara tergantung kepada kualitas dari kekuatan pekerja serta kemampuannya (skill). Sehingga diperlukan suatu pengukuran performa dari setiap organisasi yang menaungi para pekerja atau pegawai. Hasil pengukuran performa tersebut akan dipakai untuk membandingkan nilai dari satu organisasi dengan organisasi yang lain. Ketika sebuah organisasi bergantung pada keefektifan manajemen serta pengembangan dari sumber daya manusia yang telah ada. Untuk itu organisasi profesional perlu diukur performanya agar dapat dicari suatu standar pengembangan sumber daya manusia dari setiap organisasi yang ada di negara ini. Hal proses penilaian dan pembobotan dilakukan dengan metode AHP, sedangkan lima kriteria utama yang menjadi penilaian adalah pengembangan profesionalitas, finansial dan budget, layanan keanggotaan, manajemen sumber daya manusia, dan latar belakang pendidikan. kesemuanya memiliki tiga buah subkriteria, serta dibandingkan dengan dengan tiga buah organisasi fiktif yang dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan.

Tree diagram AHP nya sebagai berikut:

Setelah di Pairwise (dikomparasi dengan pembobotan) terhadap alternative dan komponen2 nya didapatkan bahwa Pengembangan professionalisme menjadi suatu perhatian utama dalam mengukur performa suatu organisasi.

Proses Weighting (bahasa sundanya pembobotan)

Tugas DSS dengan Expert Choice (EC) berikutnya adalah mempelajari sebuah studi kasus tentang bagaimana proses pembobotan dilakukan untuk menyelesaikan masalahnya. Semua yang pake EC pasti tahu weighting donk!. Just in case ada yang belum tahu, itu adalah proses pemberian nilai atau pertimbangan terhadap suatu kriteria yang dibandingkan dengan kriteria lainnya agar dapat ditemukan skala prioritas yang saling berhubungan atau proporsi terhadap setiap alternative yang di compare pada EC melalui proses AHP (analytic hierarchy process). Nah Pak Dosen minta kita cari tahu gimana cara pembobotan itu dilakukan.

Setelah browsing didapat sebuah jurnal tentang pertanian a.k.a agronomi dimana petani ingin berpindah dari ladang konvensional ke pertanian organic. Apa aja pertimbangannya yang dilakukan oleh si petani.

Bila kita liat melalui decision tree kira2 kayak gini

Proses Pembobotan

  • Cost benefit analysis selama 10 tahun dengan 5 % discount rate
  • Software food processing and production KARSIM 1.0

Mampu menghitung human labor

  • · Perhitungan NPV
  • · Pengalaman petani

Beginning with Expert Choice

Tugas kali ini amat aneh yaitu kita harus mencari 2 buah file expert choice (EC) dan sebuah jurnal/artikel mengenai AHP. Untuk tugas jurnal sih udah biasa tinggal cari di Proquest pilih yang sesuai tema tugas lalu baca, terakhir di resume di PowerPoint. Tapi tugas yang cari 2 buah file EC ini yang sulit, karena kalau kita browse di internet atau goggling juga susah mencari orang yang naro file nya di web akhirnya timbul sebuah ide!!!!!!!!!!

Karena kita harus bisa pakai EC otomatis kita harus belajar make tuh program kan, jadi gimana kalo kita cari jurnal atau study case yang benar benar make EC untuk solving decision problemnya. Setelah itu kita but program files nya pake EC. Dengan cara itu sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Pertama belajar pake EC, kedua menyelesaikan tugas file, dan ketiga tahu bagaimana sebuah kasus diselesaikan dengan EC.

Qualitative study case

Di dunia ini gak selamanya materi atau kejadian yang kita alami perlu diselesaikan dengan hitungan angka (bahasa kerennya Kuantitatif). Adakalanya perhitungan perlu diimbangi dengan studi komparatif berupa perkiraan, pengalaman, juga perasaan. Sehingga lahirlah metode kualitatif untuk melengkapi keanekaragaman proses pengambilan keputusan. Contoh studinya saat terjadi badai Katrina menerjang Amerika, di sana ternyata proses pengevakuasian korban pada saat itu tidak berjalan dengan mulus terutama untuk warga negro dikarenakan oleh:

Penyebab dari ketidakmauan untuk evakuasi

Ò Optimisme bahwa badai akan berlalu sebelum sampai ke rumah mereka dan juga keyakinan religius

Ò Inkonsisten perintah pengevakuasian

Ò Penghalang finansial dan kejahatan antar tetangga

Ò Rasisme dan ketidakadilan

Ternyata setelah dilakukan sharing session dengan melibatkan 53 orang warga didapatkan kesimpulan:

Pemerintah federal dan pemerintah daerah harus menyiapkan rencana bencana dan menspesifikasi order evakuasi, sumber daya yang dibutuhkan, dan alokasi , serta rencana logistik yang sensitif

Sedangkan untuk evakuasi minoritas, rendahnya pendapatan, rasisme serta ketidak adilan perlu diselidiki lebih lanjut.

Perlu ditekankan disini seluruh metode yang dipakai adalah kualitatif tanpa melibatkan perhitungan statistik yang rumit.

Meta Analysis dan Non Linear Programming

Dalam tulisan ini akan dibahas dua buah metode dalam teori pengambilan keputusan yaitu menggunakan metode meta analisis dan program non linear. Kedua metode tersebut telah dipergunakan pada jurnal yang lalu tentang bagaimana seorang mahasiswa atau pelajar untuk memilih dan mengambil keputusan dalam menentukan apakah harus menjadi pemain basket professional atau melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.

Pertama akan dibahas mengenai metode meta analisis terlebih dahulu. Meta analisis adalah suatu teknik statistic untuk mengkombinasikan hal-hal yang ditemukan dari studi-studi yang independen akan suatu hal contoh eksperimen minat dan bakat. Umumnya meta analisis dipakai untuk menggabungkan data dari dua atau lebih uji coba yang dilakukan secara random. Meta analisis memberikan estimasi yang presisi akan efek dari suatu perlakuan terhadap objek bahkan bila dilakukan pada studi yang berbeda. Ke validan hasilnya bergantung pada kualitas dari review yang dilakukan secara sistematis. Meta analisis yang baik mengarah pada ruang lingkup yang menyeluruh dari studi-studi yang relevan, terlihat dari keberagaman hasil yang mungkin ditemui menggunakan analisis sensitifitas.

Kelemahan metode ini adalah tidak dapat mengontrol sumber bias. Sehingga meta analisis yang baik tetapi desain studinya buruk akan menghasilkan statistic yang buruk pula. Kelemahan lainnya adalah metode ini akan sangat berat bergantung kepada studi-studi yang telah diterbitkan, sedangkan untuk mempublikasikan studi yang memiliki hasil yang kurang signifikan sangatlah sulit.

Langkah umum pengerjaan metode meta analisis adalah mengkodekan setiap karakteristik studi seperti instrument alat ukur, sampel dari suatu populasi, atau aspek dari suatu studi. Kemudian karakteristik yang telah dikodekan itu digunakan sebagai variable prediksi untuk menganalisa dampak variasi dari suatu ukuran. Beberapa kelemahan studinya dapat dibetulkan secara statistic. Hasil dari meta analisi seringnya ditampilkan dalam diagram forest plot.

Kedua yang akan dibahas adalah metode non linear program. Metode ini juga salah satu cara penyelesaian yang menjadi tahap kedua dari jurnal yang lalu setelah tahap pertama diselesaikan dengan metode meta analisis.

Dalam matematika non linear program adalah cara atau proses dari penyelesaian sebuah system mengenai persamaan atau pertidaksamaan, biasanya disebut dengan istilah constrain (pembatas/kendala). Lebih dari satu set variable yang tidak diketahui, bersamaan dengan fungsi tujuan memaksimalkan atau meminimalkan, dimana terdapat beberapa kendala pembatas atau fungsi tujuan yang tidak linear.

Masalahnya dapat dinyatakan secara sederhana yaitu:

rumus-1.pnguntuk memaksimalkan beberapa variable seperti jumlah produk yang dihasilkan.

Atau

rumus-2.pnguntuk meminimalkan fungsi biaya.

Dimana

rumus-3.png

rumus-4.png
Metode untuk menyelesaikan non linear programming perlu diingat disini dimana bila fungsi tujuannya adalah berupa linear maka dapat diselesaikan dengan metode programa linear biasa. Bila fungsi tujuan dari permasalahan adalah konkaf (masalah memaksimalkan) atau konveks (masalah meminimalkan) dan fungsi kendala adalah berupa konveks, maka metode optimasi konveks dapat dilakukan.

Beberapa metode dapat menyelesaikan masalah nonkonveks. Salah satunya adalah dengan formula khusus dari programa linear. Metode lainnya adalah Branch And Bound (telah dipelajari di mata kuliah penelitian operasional 2) dimana program dibagi menjadi beberapa sub kelas yang diselesaikan dengan pendekatan linear. Metode dengan algoritma juga dapat dipakai untuk menyelesaikan masalah programa non linear dengan pernyataan bahwa hasil yang didapat dari berbagai metode tersebut mungkin hanya berbeda beberapa persen saja. Terutama bila masalahnya besar dan sulit dengan ketidak pastian biaya yang dapat diestimasi dengan terpercaya (reliable).

Tugas pertama DSS

pertama kali dapat tugas dari dss adalah untuk  mencari jurnal yang berisi tentang proses pengambilan keputusan pada suatu kasus.
studi kasus yang saya ambil mengenai proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh atlit pelajar/mahasiswa yang akan menetukan pilihan kelanjutan studinya. dipilihlah beberapa faktor yang berhubungan dengan hal tersebut seperti lingkungan faktor pelatih ekonomi keluarga.
lalu diolah dengan metode meta analisis
    Kesimpulannya berdasarkan tahap yang pertama terdapat elemen yang dominan dalam tema mempengaruhi seorang atlet yaitu masa depan, hubungan relasi, dan produktifitas. Ini memberikan keputusan mengenai sekolah atau kampus apa yang perlu dimasuki. Ada tiga perhatian utama yaitu pengaruh orang tua dan pertimbangan financial, pengaruh personal seperti hubungan dengan pelatih terhadap program basket, yang terakhir adalah akademis atau pertimbangan financial di masa depan. Jadi pertimbangan utama seorang atlet SMU adalah kualitas kehidupan setelah lulus dan pengaruh orang tua terhadap mereka serta kesempatan memperoleh uang dimasa depan.

Decision supporting system

jadi ada mata kuliah yang bahasa indo nya teori pengambilan keputusan kalo bahasa kerennya DSS (kepanjangan lihat judul blog) pengajarnya bapak Ir.M.Dachyar,Msc
untuk mengetahui mengenai mata kuliah ini liat blog berikutnya ya

Design a site like this with WordPress.com
Get started