Menurut Saya

Nggak tau apakah benar atau salah punya pemikiran tertentu akan suatu hal, karena yang menilai diri sendiri. Dirasa itu pilihan terbaik yang bisa jadi benar juga di mata Sang Pencipta atau bisa juga salah di mata Sang Pencipta.

Haruskah takut salah? Mungkin pertanyaan itu jadi tidak di pedulikan. Karena Sang Pencipta tidak pernah memberitahu.

Biarkanlah saya menjalani apa yang menurut saya bijak dan terbaik.

Jika kehidupan itu titik-titik yang akan membentuk garis. Semoga garis nya nanti bagus.

Kontribusi dalam Kehidupan: Mengapa Itu Penting

Sebuah cita-cita yang mulia dan indah.

Memberi kontribusi ataupun manfaat ke banyak orang.

Maafkan karena saya yang pemikir ini kemudian bertanya?

Apakah selama ini kita belum menjadi manusia yang berkontribusi?

Dari sejak terlihat garis dua di testpack, kita sudah berkontribusi walau mungkin belum kita sadari.

Kenapa sekarang perlu di usahakan bahkan di nyatakan, di jadikan tujuan?

Apakah tanpa begitu kita manusia menjadi percuma?

Apakah perlu penegasan?

Karena kenyataannya suka tidak suka kita selalu berkontribusi baik untuk diri kita, orang lain ataupun lingkungan di sekitar kita.

life happen by me…..

what if

Bagaimana kalau ternyata kami kurang berani bertanya untuk meminta bantuan karena alasan sungkan atau takut disalahkan?

Bagaimana kalau ternyata jalan yang dipilih selama ini kurang tepat?

Bagaimana kalau misalkan di tempuh di cara yang seperti biasanya hasilnya ternyata lancar saja di jalankan?

Bagaimana jika terus berusaha dan tidak berhenti karena alasan kendala yang masih bisa di usahakan?

dan masih banyak lagi bagaimana bagaimana lainnya…

terbiasa mengisi pikiran dengan kemungkinan apakah ada gunanya?

mendisiplinkan diri untuk hanya berpegang pada prinsip kebenaran universal juga butuh latihan.

PR

Your past
500+ words about how your past influence your behaviour today?


Masa lalu yang mempengaruhi perilaku saya saat ini: masa belum tau hal hal ini cuman tentang diri yang “merasa berhak” Sehingga muncul emosi dan kepercayaan bahwa  harusnya diri ini diperlakukan  adil, diperlakukan dengan respek. Sebelum tau bahwa kita manusia ini ya sama semua, hidup dengan ide dan persepsi yang dibentuk oleh lingkungan, bahkan tidak mendapat pengetahuan yang cukup untuk kenal diri sendiri, sehingga apa yang dipersembahkan adalah yang terbaik menurut versi orang tersebut. Perasaan merasa tidak di sayangi dengan benar, kurang dikenali dengan baik oleh orang tua adalah hanya semua ide persepsi yang mempengaruhi emosi.

500+words about valuable lesson you learned from hot spot?


Saya belajar untuk menghargai setiap Journey anak2. Mereka unik dan punya keunggulan masing-masing. Mereka mempunyai hak untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan kelak dalam hal contohnya mencari uang, untuk memenuhi kebutuhan sosialisasi mereka sendiri. Istilah yang dulu saya berikan dalam menilai kehidupan masa lalu saya contoh ketidak adilan, tidak dipahami dsb, saat ini tidak lagi saya pedulikan, krn bagaimana saya mau menyalahkan ketika ybs sendiri tidak mengetahui. Allah menghimbau kita untuk bertafakur, mengamati, bukan mencela atau membangun suatu persepsi akan seseorang ataupun kejadian. Ajarkan dengan hikmah: yang saya pahami detik ini bahwa hikmah adalah bentuk tafakur: berpikir mendalam untuk mendapat sebuah pemahaman akan suatu hal, kejadian ataupun seseorang. Hikmah bukan suatu yang kita jadikan seperti istilah kasual, bukan sesuatu yang kita umbar, bukan untuk tujuan justifikasi judgement kita akan sebuah kejadian/hal/seseorang.

For me hikmah is this:

What I have come to understand is that me…

Lanjutannya seharusnya Me bukan thing/event/someone.

Your present
How your behaviour impacts your hopes of the future?

Harapan saya bisa memanusiakan manusia. Dengan kita manusia ini yang perangkatnya sama, mencari tau untuk memahami lebih berguna.


How this hot spot has shaped who you are today?

Saya pelan2 selalu merefleksi dan mengamati pikiran saya dan juga kejadian atau hal atau orang lain. Walau saya mungkin tidak bisa ujug2 bertanya untuk bisa memahami. Tapi buat saya mengawasi pikiran saya sudah merupakan langkah yang luar biasa yg saya lakukan. Hidup adalah tentang pilihan, mau hidup dalam dunia persepsi yang kita jadikan realita yg kita yakini atau hidup dengan mengalami realita sebagai sebuah realita.

Your future
How your future expectations impact how you experience life today (emotionally)?


Terkadang cukup membuat cemas, kadang memotivasi. Bahkan saat ini saja masih berpikir apakah punya ekspektasi akan masa depan ini membuat saya merasa terbebani atau terpacu.


Defining your ideal future self?


Saya menjadi orang yg lebih mature dan keinginan untuk living in virtue. Become a virtuous person, walau saya masih harus memperdalam keilmuan ttg ini sampai saya paham dan menjadikan itu way of living saya sampai saya meninggal nanti

BerTuhan Allah semampu saya

Setidak mudah itu berikrar bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, karena ikrar itu pengakuan.

Apalah kita manusia yang tak sempurna ini mampu untuk bisa banggakan dengan mulut kita tentang itu? Yang pada kesehariannya segala larangannya kita coba cari celah untuk bisa dilanggar dan disiapkan juga oleh kita argumentasi untuk pelanggaran itu oleh dangkalnya pengetahuan kita guna meringankan sedikit perasaan tidak bersalah kita.

Benar kita bukan nabi Ibrahim, yang bisa menjalankan perintah tanpa banyak bicara.

Tapi apakah dengan itu, ruang untuk melanggar kita menjadi lebih longgar?

Kenapa kita tidak dari awal saja mengakui bahwa kita belum mengakui Engkau sepenuhnya, tapi mau berTuhan Allah semampunya.

HOBI BARU

Semenjak mulai ngajak abang dan kakak membudayakan membaca, saya mulai browsing website website yang memberikan buku bacaan gratis untuk anak-anak. Banyak sekali website menyediakan fasilitas ini dan gambar serta ceritanya pun menarik. Bahkan memudahkan pencarian buku yang sesuai dengan umur anak yang akan membacanya.

Kemudian muncul keinginan untuk bisa juga membuat buku cerita anak. Tanpa mengikuti pelatihan membuat ebook sebelumnya, akan tetapi ikut pelatihan bikin video animasi AI. Dengan modal pelatihan itu mencoba-coba kira-kira apakah draf cerita ini bisa dibuat menjadi buku? Ternyata bisa dibuat menjadi slide presentasi pake canva. Dan selesailah pdf ebook pertama. mencoba mencari website yang bisa membuat flipbook gratisan, lalu bertemua dengan https://heyzine.com/.

Inilah hasilnya: https://heyzine.com/flip-book/b741f3741a.html

Sedang belajar

Better not knowing rather that knowing and having opinion about it. Seperti inilah mungkin hidup yang di inginkan. Lebih mending tidak tau sama sekali daripada tahu dan kemudian beropini tentang itu. Betul kita manusia punya pikiran yang masuknya tanpa permisi. Tapi opini  itu tidak tercipta kalau tidak ada panca indera yang terpapar.


Apakah ini yang dilakukan para biksu untuk akhirnya membebaskan dirinya dari pikiran yang masuk tanpa di undang walau panca inderanya terpapar dengan berbagai pengalaman? Apakah benar yang namanya melaparkan diri, membuat diri lepas dari hawa nafsu adalah jalan sejati untuk berada di tahap merdeka sebagai manusia.?

uninvited

Hari ini ada 2 kejadian yang saya mencoba untuk hadir, tapi kemudian saya merasa bahwa saya seharusnya tidak hadir.

kejadian pertama di pagi hari sepulang dari pasar, saya melihat tetangga depan rumah yang menggendong bayinya.. Saya melihat anak itu masih pakai plester penurun panas. Sebelumnya hari jumat saya sudah pernah melihat anak itu ditempelin plester penurun panas. Si ibu melihat saya, dan mencoba merubah posisi badannya membelakangi (saya tidak tahu apakah dia saat itu sedang Memberikan gesture kalau dia tidak ingin diganggu atau hanya sebuah gerakan memutar badan efek dr menimang bayinya. Penasaran dan concern dengan tetangga membuat saya menyapa menanyakan ke si ibu apakah masih demam? Dia bilang iya, saya datangin dan saya lihat di anak tersebut banyak sekali hasil gigitan nyamuk di kepalanya jg di kaki. Saya tanyakan apakah sudah tes darah? Katanya si ibu sudah dan bukan deman berdarah. syukurlah. Kemudian saya lihat paras si ibu. Ibu ini ibu muda, di mukanya saya lihat ada jerawat dua buah yang keliatan jelas di bagian mulutnya. Saya kemudian pun pamit sambil memberikan support supaya anaknya cepet sembuh.

kejadian ini sepertinya biasa saja kan, tak ada yang ganjil. Tapi saya merasakan ada yang ganjil. Tetiba saya berpikiran kalau misalkan si ibu ini sebenernya sedang dalam posisi takut untuk di perhatikan. Maksudnya takut orang lain memperhatikan bayinya yang masih panas, bayinya yg banyak sekali gigitan nyamuk di badannya, bayinya yang umur 7 bulan tapi perawakannya seperti masih 3 atau 4 bulan (ini mungkin krn saya tidak melihat keseluruhan badan si anak).

Pengalaman sebagai seorang ibu muda. Saya jadi teringat itu. Penuh kekhawatiran tentang pertumbuhan anaknya ditambah lagi ketakutan akan penilaian dari mertua atau orang lain tentang kondisi bayinya. Ini bisa menimbulkan kelelahan psikis.

Di dunia dimana semua orang punya opini tentang sesuatu. Terkadang membuat kita tidak bisa lepas dari ketakutan. Walaupun mungkin itu hanya hasil pikiran liar kita yang belum tentu benar.

Saya pun merasa walaupun niatan saya baik, tapi terkadang saya juga patut membaca situasi apakah yang bersangkutan welcoming atau tidak sebelum saya melanjutkan untuk menunjukan empati.

Kejadian kedua. Adik ipar bercerita kalau dia ngomong sama kakaknya untuk berjuang untuk hidupnya. Untuk kesehatannya, dan menawarkan dirinya untuk membantu dia supaya sembuh tapi dia harus pindah ke Bandung. Ternyata si kakak menolak dengan alasan dia mending tinggal bersama suaminya daripada melihat suaminya selingkuh sama orang lain. Si adik ipar geregetan dengan jawabannya.

Mungkin ini hanya imajinasi saya, saya seperti sok tau bisa merasakan apa yang kakak ipar alami. Di saat saya sekrang sedang belajar untuk memahami orang lain, saya mencoba memahami kenapa si kakak ini mempunyai pikiran dan perilaku seperti itu. Berdasarkan atas apa yang saya pelajari untuk bisa berelasi baik dengan orang lain kita harus membangun understanding dulu. Bukan judgemental. Karena judgemental itu hanyalah kita menceritakan sesuatu menurut opini kita. Dari tempat kita berdiri. Saya coba bahas ini dengan suami. But then I got dissapointed. Kenapa saya begitu bersemangat untuk membicarakan tentang ini, ketika suami saya saja tidak belajar tentang ilmunya.

Sekali lagi saya mengenali pola yang sama. Empati atau niatan untuk peduli atau membantu itu terkadang bisa membuat yang memberi empati sakit hati ketika pendekatan kita tidak di terima.

Do I get my big lesson here? Oh yes I have. Invitation for empathy is not determine by me, itu seperti norma halus yang kita harus jeli melihat dan mengamati. Dan hanya ketika di tanya atau di mintai pendapat lah kita boleh bicara.

Growing pains

Saya rasa istilah ini bukan artinya menumbuhkan kesakitan tapi lebih menyiratkan bahwa bertumbuh itu menyakitkan atau lebih tepatnya seringkali membuat orang tidak tahan melaluinya. Ini berlaku pada saya, dalam proses saya menjadi bertumbuh dan dewasa dalam berpikir saya harus melalui perjalanan edukasi yang membuat saya jadi punya sebuah kepahaman atau understanding dan juga self reflective tentang apa yang sebenernya terjadi pada saya dan realita apa yang sebenernya saya hadapi.
Syukurnya bahwa perjalanan ini sudah memberikan progress terhadap diri saya dalam mengenali emosi saya, mulai darimana emosi itu berasal, karena apa hal itu muncul. Perasaan saya sudah mulai bisa menerima bahwa ada realitas yang tidak sesuai ekspektasi, dan bahwa realitas itu tidak harus selalu sesuai dengan ideal nya ekspetasi manusia. Walau pikiran saya masih suka mengingatkan tentang “saya Terima di cintai sekedar kesanggupannya mereka” dan kedangkalan ilmu mereka sehingga mereka melihat anak sebagai objek bukan subjek, sehingga wajar kalau mereka merasa tidak punya kepentingan atau keperluan apapun, ya saya menjadi tidak terlalu diperhatikan.

Ideal itu pilihan saya bukan untuk merubah masa lalu tapi untuk membentuk masa depan saya. Dengan terus menimba ilmu agar semakin punya kepahaman dan semakin kenal diri, menjadi bekal saya untuk berperan di dunia saya saat ini.

For a good reason, Allah gave an example, through the high and low of my journey, Allah took me to learn something, to understand something, to grow and mature as a person.
There is nothing to regret, nothing to be change about, just accept it the way it was.

meMemotivasime

Dear Devy, setiap manusia sudah ditentukan jalan hidupnya oleh Tuhannya. Tidak bisa kamu mencoba untuk berandai-andai untuk sesuatu yang bukan menjadi takdir jalan hidupmu. Banggalah dengan dirimu sendiri karena sampai saat ini berusaha. Tidak seberapa penting tentang kuantitas nya, tapi konsistensinya kamu untuk selalu belajar untuk kebutuhan pertumbuhan kedewasaanmu dalam pikiran dan emosional. Bertumbuh itu membutuhkan proses. Tuhan sabar kan karena Dia tau hasil akhirnya. Kamu hanya perlu sabar untuk pada akhirnya melihat apa yang ingin Tuhan tunjukkan kepadamu.
Menempuh jalan berbeda bukan berarti salah jalan. Di beri kondisi yang berbeda juga bukan berarti kamu tidak di adilkan. Dia ingin kamu berjalan menyusuri dunia yang mungkin hanya sebagian kecil manusia yang menjadi pilihan-pilihamya untuk menempuh jalan itu. Itupun masih banyak percabangan yang pada akhirnya mereka menempuh jalan nya sendiri-sendiri. Mungkin seperti orang-orang yang berjalan di camino de Santiago. Sunyi di awal tapi ada saatnya kamu akan bertemu dengan pejalan kaki lain, yang bersama-sama menuju tujuan akhir.

Previous Older Entries

Design a site like this with WordPress.com
Get started