Halo. aku tidak ingin basa-basi seperti yang selalu aku lakukan, aku tidak ingin bermain dengan kata-kata puitis kali ini. bahkan aku langsung menulis di kolom artikel wordpress tanpa harus editing melalui wadah yang lain. tidak ada filter dalam post ini. akan ku hamburkan semua perasaan insecure ku.
23 September 2018, my Graduation party!
Aku sangat senang karna aku bangga telah melewati 4 tahun dunia per-teknik-kimia an, yang sebenarnya membuatku sangat amat lelah. i realized in my second year, i was not belong to here. Aku gak suka belajar mengenai dunia oil & gas, dunia perpipa-an dan segala tetek bengeknya. Satu yang masih aku syukuri adalah, di tahun terakhirku, aku kembali berkecimpung dgn dunia yg kuinginkan, yakni teknologi pangan.
3.73 of 4.00 GPA!
kau fikir aku senang? tidak! sama sekali tidak! aku merasa ini semua beban. aku tak tahu mengapa GPA ku sangat tinggi, padahal saat kuliah aku bukan expert, aku harus belajar melalui temanku, dan.. yap! GPA yg kuraih hanya keberuntungan.
setidaknya aku merasa seperti itu. mendapat dosen yang katanya “random”, “perfect” bahkan yang “objektif” juga pernah aku rasakan. wallahualam, mengapa yg kudapatkan sedemikian.
Insecure,
yah pasti, aku tidak percaya diri dgn kemampuanku. apalagi dunia teknik kimia. sebiji dzarrah mungkin yang hanya kuingat dari sepenggal2 mata kuliahku.
1st Day after graduation.
tidak ada yg menarik, aku sudah apply perusahaan sana sini, sebelum aku wisuda pun iya. OH SORRY!!! aku terlewat, H-3 Wisuda aku sudah diterima di perusahaan yang baru aku dengar namanya. sebut saja XX, perusahaan tidak terkenal (you know what i mean) not like pertamina, unilever, danone, dan jajarannya. aku ditawar dengan gaji UMK sby (fyi, +/- 3,5jt) dengan tambahan uang makan per hari 15rb dan fasilitas Health and Safety.
KEBODOHAN PERTAMA!
tawaran itu aku tolak karna aku kalap:( aku ingin mencoba ke perusahaan perusahaan besar, yang dikenal orang, mengejar pride, fresh graduate:) biasa manusia, tidak pernah bersyukur. saat itu aku berfikir “wah sepertinya rejekiku lancar karna sebelum wisuda pun aku bisa diterima di perusahaan tertentu”. tapi kesombongan menamparku!
Time fliest so fast.
HAMPIR 3 BULAN!
Pertamina, Danone, Unilever, Borwita, Tirta Alam Perkasa, CPNS..
Dari mulai Surabaya, Sidoarjo, Jogja, Jakarta dan segala tetek bengek perusahaan sudah aku jalani recruitmentnya. hingga titik dimana uang tabungan selama kuliahku habis! ludes, untuk tes dimana-mana.
Aku malu!
malu dgn orang tua dan kakak-kakakku, malu untuk meminta uang menyambung hidup. teman-teman? jangan tanya, mereka sudah berada dimana-mana:) schlumberger, danone, kino, synergy, nalco, tjiwi. hingga titik dimana, aku memutuskan…
pekerjaan apapun, asal halal, meski dibawah umk, akan aku jalani demi menyambung hidupku.
2 BULAN BEKERJA!!
I’m Suck. bukan karna lingkungan, tapi karna posisi pekerjaan yang bukan merupakan aku:( daridulu aku tdk suka menjadi sales or marketing, tapi skrg aku berkecimpung di dalamnya, dan di perusahaan alat konstruksi? WTF bukan?
aku bosan dgn kerjaku yg tidak membuatku berkembang dan berpikir. i’m bored, from 8 A.M to 4 P.M. 6 days, have to do same activity without learn a new things. HAMPA. aku bekerja karna uang, bukan karna passion.
Lalu, apa yg membuatku dilema?
1. apabila aku resign, aku tidak punya penghasilan dan menjadi beban negara (pengangguran)
2. apabila aku tidak resign, aku tidak tahu harus alasan apalagi untuk menghadiri interview2 yg aku inginkan.
3. GAJIKU TERPOTONG, apabila 1 hari aku tidak masuk, bisa +/- 300rb:(
Aku tidak sanggup untuk berputar kembali di lingkaran tes-tes dimana-mana.
aku lelah. aku lelah menyalahkan Tuhan yang tidak memberikan jalan hidup yang aku inginkan, aku lelah untuk memaki Tuhan. Aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang durhaka. tapi aku stuck. setiap kali gagal, aku selalu menyalahkan Tuhan “KENAPA SELALU MEMBERIKU HARAPAN APABILA HARAPAN ITU TIDAK BISA AKU GAPAI” (saat proses recruitment sudah tahap terakhir dan gagal), atau “KENAPA SELALU MEMBERIKU HARAPAN PADAHAL HARAPAN ITU TIDAK COCOK DENGANKU” (saat aku sdh diterima, tapi gaji dan penempatan mengejekku).
MAAF TUHAN MAAF.
Hambamu hanya lelah, dan insecure dgn dunia ini.
Anyone, who read my post, can you motivate me?
aku ingin kembali ke Jalan-Nya. ingin menerima segala apa yg Ia rencanakan, tanpa harus membenci-Nya.





