Insecure

Halo. aku tidak ingin basa-basi seperti yang selalu aku lakukan, aku tidak ingin bermain dengan kata-kata puitis kali ini. bahkan aku langsung menulis di kolom artikel wordpress tanpa harus editing melalui wadah yang lain. tidak ada filter dalam post ini. akan ku hamburkan semua perasaan insecure ku.

23 September 2018, my Graduation party!
Aku sangat senang karna aku bangga telah melewati 4 tahun dunia per-teknik-kimia an, yang sebenarnya membuatku sangat amat lelah. i realized in my second year, i was not belong to here. Aku gak suka belajar mengenai dunia oil & gas, dunia perpipa-an dan segala tetek bengeknya. Satu yang masih aku syukuri adalah, di tahun terakhirku, aku kembali berkecimpung dgn dunia yg kuinginkan, yakni teknologi pangan.

3.73 of 4.00 GPA!
kau fikir aku senang? tidak! sama sekali tidak! aku merasa ini semua beban. aku tak tahu mengapa GPA ku sangat tinggi, padahal saat kuliah aku bukan expert, aku harus belajar melalui temanku, dan.. yap! GPA yg kuraih hanya keberuntungan.
setidaknya aku merasa seperti itu. mendapat dosen yang katanya “random”, “perfect” bahkan yang “objektif” juga pernah aku rasakan. wallahualam, mengapa yg kudapatkan sedemikian.

Insecure,
yah pasti, aku tidak percaya diri dgn kemampuanku. apalagi dunia teknik kimia. sebiji dzarrah mungkin yang hanya kuingat dari sepenggal2 mata kuliahku.

1st Day after graduation.
tidak ada yg menarik, aku sudah apply perusahaan sana sini, sebelum aku wisuda pun iya. OH SORRY!!! aku terlewat, H-3 Wisuda aku sudah diterima di perusahaan yang baru aku dengar namanya. sebut saja XX, perusahaan tidak terkenal (you know what i mean) not like pertamina, unilever, danone, dan jajarannya. aku ditawar dengan gaji UMK sby (fyi, +/- 3,5jt) dengan tambahan uang makan per hari 15rb dan fasilitas Health and Safety.

KEBODOHAN PERTAMA!
tawaran itu aku tolak karna aku kalap:( aku ingin mencoba ke perusahaan perusahaan besar, yang dikenal orang, mengejar pride, fresh graduate:) biasa manusia, tidak pernah bersyukur. saat itu aku berfikir “wah sepertinya rejekiku lancar karna sebelum wisuda pun aku bisa diterima di perusahaan tertentu”. tapi kesombongan menamparku!

Time fliest so fast.
HAMPIR 3 BULAN!
Pertamina, Danone, Unilever, Borwita, Tirta Alam Perkasa, CPNS..
Dari mulai Surabaya, Sidoarjo, Jogja, Jakarta dan segala tetek bengek perusahaan sudah aku jalani recruitmentnya. hingga titik dimana uang tabungan selama kuliahku habis! ludes, untuk tes dimana-mana.

Aku malu!
malu dgn orang tua dan kakak-kakakku, malu untuk meminta uang menyambung hidup. teman-teman? jangan tanya, mereka sudah berada dimana-mana:) schlumberger, danone, kino, synergy, nalco, tjiwi. hingga titik dimana, aku memutuskan…
pekerjaan apapun, asal halal, meski dibawah umk, akan aku jalani demi menyambung hidupku.

2 BULAN BEKERJA!!
I’m Suck. bukan karna lingkungan, tapi karna posisi pekerjaan yang bukan merupakan aku:( daridulu aku tdk suka menjadi sales or marketing, tapi skrg aku berkecimpung di dalamnya, dan di perusahaan alat konstruksi? WTF bukan?
aku bosan dgn kerjaku yg tidak membuatku berkembang dan berpikir. i’m bored, from 8 A.M to 4 P.M. 6 days, have to do same activity without learn a new things. HAMPA. aku bekerja karna uang, bukan karna passion.

Lalu, apa yg membuatku dilema?
1. apabila aku resign, aku tidak punya penghasilan dan menjadi beban negara (pengangguran)
2. apabila aku tidak resign, aku tidak tahu harus alasan apalagi untuk menghadiri interview2 yg aku inginkan.
3. GAJIKU TERPOTONG, apabila 1 hari aku tidak masuk, bisa +/- 300rb:(

Aku tidak sanggup untuk berputar kembali di lingkaran tes-tes dimana-mana.
aku lelah. aku lelah menyalahkan Tuhan yang tidak memberikan jalan hidup yang aku inginkan, aku lelah untuk memaki Tuhan. Aku tidak ingin menjadi seorang hamba yang durhaka. tapi aku stuck. setiap kali gagal, aku selalu menyalahkan Tuhan “KENAPA SELALU MEMBERIKU HARAPAN APABILA HARAPAN ITU TIDAK BISA AKU GAPAI” (saat proses recruitment sudah tahap terakhir dan gagal), atau “KENAPA SELALU MEMBERIKU HARAPAN PADAHAL HARAPAN ITU TIDAK COCOK DENGANKU” (saat aku sdh diterima, tapi gaji dan penempatan mengejekku).

MAAF TUHAN MAAF.
Hambamu hanya lelah, dan insecure dgn dunia ini.
Anyone, who read my post, can you motivate me?
aku ingin kembali ke Jalan-Nya. ingin menerima segala apa yg Ia rencanakan, tanpa harus membenci-Nya.

 

Lengang

Kaki bergerak menelusuri setiap inci aspal yang dilalui.
kelopak mata menunduk melihat langkah kaki yang tiada henti.
angin bertiup mengiringi perjalanan tak berujung ini.
dinginnya malam tak gentar menemani kemana arah raga pergi.
tak ada seorang pun yang dijumpa maupun menemani.

lengang.
Apa yang sebenarnya diinginkan raga ini?
mencari kedamaian dikala jiwa tak mampu menopang kegaduhan dalam hati ini?
atau mencari sunyi dikala malam tak mampu lagi menyayat hati?
berharap bintang-bintang dilangit berhamburan menemani isak tangis yang menetap didalam hati?

Lengang.
temani jiwa yang sepi ini.

Punggung yang Hilang

Sunyi. punggung yang selalu gadis itu tatap dibalik ujung bulu mata lentiknya, sudah tak lagi ada, punggung itu bergerak menjauh meraung raung untuk menghindari pandangan kelopak mata yang sudah tak lagi sempurna. Desir pasir dari gesekan langkah kaki yang perlahan tak terdengar bagai dengungan yang menyayat hati. Gadis itu tetap berdiri mematung. derap jantung sudah tak lagi berjalan dengan sempurna, napas yang semula bergerak mengalir perlahan, berubah menjadi tak beraturan. Gadis itu tak merokok, tak pula berada dilingkungan yang berasap, tapi mengapa napas nya semakin menjerat menjadi-jadi? seperti ingin membunuh si pemilik napas tersebut.

Punggung itu tetap bergerak tak perduli sesuatu yang berada di baliknya. Gadis itu tetap berdiri di tempatnya, sesekali ia ingin berlari untuk mengejar punggung itu, tapi kakinya seperti es, menahan tubuh mungil gadis itu. hatinya meronta-ronta. ‘Kembalilah, tolong kembalilah’. ia berbisik.

Namun, punggung itu semakin menjauh, alam seakan tuli, tak ingin berkompromi, alam tak pernah menyampaikan bisikan gadis yang berdiri mematung itu. Punggung itu terus bergerak. bergerak.. menjauh.. amat jauh… dan…. kemudian hilang.

Gadis itu sontak berlutut, air terus mengalir deras dari kedua ujung pelipis matanya, oksigen dalam tubuhnya seakan berkurang, dadanya sesak. ‘ia takkan pernah kembali’, lirihnya.

Malam-itu-ia-harus-merelakan-kepergian-si-pemilik-punggung-itu.

Jaringan PROGRESIF 3637

Aku bukan tipe yang bisa mengungkapkan segala campur aduk perasaan yang selama ini kurasakan. Aku bukan tipe yang bisa dengan mudahnya mengatakan sesuatu yang amat manis dengan ekspresi yang manis pula. Aku bukan tipe yang bisa membuat orang lain terkesima maupun tersentuh. Banyak hal yang ingin aku utarakan, namun akhirnya aku pendam. Seperti tadi misalnya, sejuta rasa bercampur aduk dalam hati, berbagai macam kata bergumam dalam otak ini, namun hanya sepatah dua patah kata yang terucap, itupun dengan ekspresi bercanda.

Sebenarnya, aku hanya ingin bilang kepada mbak Tiara terutama, karena beliau. Aku.. disini. Sebuah departemen yang entah kenapa memilihku yang telah dibuang oleh departemen sebelah. Aku bersyukur pada Tuhan, memang rencana-Nya sangat amat lebih indah dari hati dan ego manusia. Tuhan mempertemukan kami. Ketujuh orang yang sebelumnya hanya sekedar tau, tiba-tiba berkumpul menjadi satu. Tuhan memberiku jalan yang indah. Bertemu mereka, keenam orang yang sering membuatku pusing, lelah, geregetan, marah dan kesal.

Aku tak menyangka aku bisa melewati satu tahun yang indah ini bersama mereka. Melewati kenangan yang amat sangat melelahkan. “Tik, proker selanjutnya tafakur alam, kamu bisa kan ya ikut syuro (baca:rapat) nanti malam via online?” selalu, selalu, dan selalu. Aku ingin pergi, menghilang, mbambet. “istiq? Istiq nanti read ya?” istiq nyusul kan syuronya?” aku berniat hanya membaca saja. Namun, tanganku pun tergerak untuk merespon mereka “yaudah, aku aja yang nge pm K54, mbak mas yang nge pm K53, biar cepet yang konfirm” – oh my god! Kenapa aku.. seperti ini. Aku kasihan dengan koor putri departemenku, pasti ia lebih lelah dari aku sehingga aku.. ingin meringankan bebannya meski.. diriku pun lelah.

“Istiq, kunjungan ldj nya jadi kemana?”

“Mbak, besok bawa apa?”

“Mbak, ping.. ping.. ping”

“Mas ham, asistensi.”

“Mas ham, bales chatkuuuuL”

Kutipan kata-kata yang selalu kami lakukan. Aku masih mengingat bagaimana kepala departemenku memberikan instruksi yang selalu dilempar “Hm, sudah bagus kok tik, coba tanya ke mbak Tiara ya”, beliau yang sering bikin geregetan, betek, ganjen, tapi selalu sabar dan memberi senyuman plus seringai evilnya padaku. Aku takkan pernah lupa.

Terimakasih sudah membuatku merasa mempunyai sebuah keluarga, aku mempunyai ayah yang sungguh tampan (baca: Mas Ilham), Ibu yang sangat amat penyabar (baca: Mbak Tiara), saudara-saudara yang sungguh amat menjengkelkan (baca: Ryan Adam, yang punya 2 bahasa “IYA” yang tak pernah dilakukan. Tami, yang menghilang entah kemana. Ansori, yang setiap berkata selalu membuat amarahku mendidih. Iim, yang sangat amat plin-plan).

Terimakasih untuk kalian yang entah menganggapku seperti apa. Tapi aku selalu mengganggap kalian sebagai keluarga. Aku amat sangat menyayangi kalian:’’’’

Maafkan karna aku selalu membuat rusuh dalam grup, selalu rame ga jelas, selalu sarkastik, selalu annoying, selalu jahat, selalu betek, selalu marah, selalu mangkel, selalu ngeselin.

Aku ingin mengutip kata-kata seseorang hari ini bahwa kalian adalah Nikmat Tuhan yang Paling Indah yang (bismillah) takkan pernah aku dustakan!

Liebe gruβe – Istiqomah Amalia

Dini Hari

Sunyi tengah malam ini, mata terasa susah untuk terpejam. Lelah, terasa berat kepala ini menahan sebuah beban yang menumpuk-numpuk di pundak yang seakan-akan ingin sekali runtuh. Runtutan benang ruwet mengganggu sebuah sistem kerja otak yang Tuhan ciptakan untuk diri ini.

Ingin sekali berkata ‘Sudah cukup, aku tidak bisa’ tapi entah mengapa, ada pemberontakan dari diri ini untuk tetap percaya bahwa semua akan berjalan dengan sempurna nantinya. Aku memang bukan seorang yang perkasa yang bisa menganggap semua ini hanyalah sebuah kerikil yang hanya menjadi penghalang dan bisa menjatuhkan. Aku memang bukan salah satu dari bermilyar-milyar manusia yang diciptakan Tuhan dengan kelebihan yang wah. Aku hanya seorang manusia biasa. Manusia yang harusnya bersyukur karena hanya Aku yang bisa mendapatkan semua ini dari Tuhan. Yang bersyukur karena pasti masih banyak orang yang ingin menjadi sepertiku.

Aku memikirkan nama-nama orang yang tersayang dihidupku, yang selalu aku ingat, agar semua ini dapat kulewati demi mereka. Ayah, Ibu, Kakak, Abang dan Al. Aku sayang mereka.

Sunyi tengah malam ini, mata terasa susah untuk terpejam. Lelah, terasa berat kepala ini menahan sebuah beban yang menumpuk-numpuk di pundak yang seakan-akan ingin sekali runtuh. Runtutan benang ruwet mengganggu sebuah sistem kerja otak yang Tuhan ciptakan untuk diri ini.

Ingin sekali berkata ‘Sudah cukup, aku tidak bisa’ tapi entah mengapa, ada pemberontakan dari diri ini untuk tetap percaya bahwa semua akan berjalan dengan sempurna nantinya. Aku memang bukan seorang yang perkasa yang bisa menganggap semua ini hanyalah sebuah kerikil yang hanya menjadi penghalang dan bisa menjatuhkan. Aku memang bukan salah satu dari bermilyar-milyar manusia yang diciptakan Tuhan dengan kelebihan yang wah. Aku hanya seorang manusia biasa. Manusia yang harusnya bersyukur karena hanya Aku yang bisa mendapatkan semua ini dari Tuhan. Yang bersyukur karena pasti masih banyak orang yang ingin menjadi sepertiku.

Aku memikirkan nama-nama orang yang tersayang dihidupku, yang selalu aku ingat, agar semua ini dapat kulewati demi mereka. Ayah, Ibu, Kakak, Abang dan Al. Aku sayang mereka.

Pray For Gaza, Pray For palestine!

0729109gaza-rezised1780x390

Bismillahirrahmanirrahim. Kali ini aku ingin menulis sesuatu yang sungguh mengiris hati seluruh umat muslim di seluruh dunia. Pelanggaran hak asasi manusia, kekerasan, kejahatan fisik dan rohani. Bahkan aku seorang yang biasanya tidak perduli, dibuat menangis mendengar berita memilukan ini.

Palestina, sebuah negara kecil berpenduduk mayoritas islam yang berpegang teguh untuk takkan sekalipun meninggalkan negaranya walau telah dibantai habis-habisan oleh israel demi melindungi sebuah masjid ‘al-aqsha’, masjid yang mengandung nilai sejarah bagi umat muslim. Aku memang tak terlalu paham apa yang telah diperdebatkan oleh israel dan palestina, apakah itu memang pure perebutan wilayah atau apakah itu pembantaian agama. Mengapa israel begitu ingin sekali menghancurkan palestina? Anak-anak kecil, ibu ibu hamil, para orang tua renta, bahkan remaja terkena imbasnya. Puluhan warga palestina meninggal dan menderita luka-luka karena serangan bom yang dilancarkan tentara zeonis. Apakah tentara zeonis sudah tidak punya hati? Apakah zeonis tidak manusiawi? Bahkan dibulan yang suci ini. Apa yang kalian pikirkan ha? Apakah mata dan pikiran kalian tertutupi oleh syaitan yang juga menggerogoti hati kalian? Sungguh, semoga Tuhan Yang Maha Esa mengadzab kalian segera.  Amin.  Hai PBB dimanakah engkau? Apakah engkau mendiamkan saja keadaan ini terus berlanjut? Sungguh aku mohon tolonglah segera warga palestina, mereka butuh perlindungan. Mereka butuh ketenangan jiwa. Lihatlah anak-anak kecil disana, senyuman yang harusnya terlukis diwajah mereka harus hilang dan digantikan oleh tangisan. Mental mereka bisa saja terganggu. Please, SAVE PALESTINA, SAVE GAZA!! PLEASE!

Tuhan, maafkan kami disini, yang masih saja melalaikan untuk memenuhi panggilan-Mu, sedangkan saudara kami di palestina, bahkan tak beralaskan kain untuk memenuhi panggilan-Mu.

Tuhan, maafkan kami disini, yang masih saja membuang-buang rejeki dan makanan yang Engkau berikan. Sedangkan saudara kami di palestina, bahkan untuk sesuap nasi saja mereka terlunta-lunta.

Tuhan, maafkan kami disini, yang masih saja tidak bersyukur atas ketenangan dan kedamaian yang Engkau berikan.  Sedangkan saudara kami di palestina, bahkan waktu untuk tersenyum saja sudah tidak ada.

Tuhan, maafkan kami disini, yang merengek-rengek meminta sesuatu yang belum kami miliki. Sedangkan saudara kami di palestina, bahkan untuk meminta sesuatu yang aneh-aneh saja tak terpikirkan oleh mereka. hanya satu yang mereka inginkan, mereka ingin hidup damai tanpa ada kecaman dan serangan dr pihak manapun.

Tuhan, maafkan kami disini, yang untuk berangkat ke masjid saja ogah-ogahan. Sedangkan saudara kami di palestina, rela mengorbankan diri dan keluarganya demi melindungi masjid ‘al-aqsha’ yang berada dijalur Gaza.

Tuhan, maafkan kami disini, yang masih saja berseteru dengan saudara sesama muslim kami untuk urusan yang tidak penting. Sedangkan saudara kami di palestina, sedang melindungi kehormatan kaum muslim disana demi memerangi tentara Yahudi Israel.

Tuhan, aku mohon, aku memang belum menjadi hamba-Mu yang baik, aku memang hamba-Mu yang selalu berbuat salah dan dosa. Tapi kumohon yaAllah, selamatkan saudara sesama muslimku di palestina. Berikan mereka kekuatan untuk melawan kejahatan dan kekejaman tentara Israel. Berikanlah mereka ketahanan batin untuk selalu berpegang teguh pada ajaran-Mu. Berikanlah kekuatan bagi ibu-ibu hamil dan jadikanlah bayi mereka sebagai bibit-bibit unggul untuk menuntaskan kekejaman ini. Berikanlah yang telah mendahului kami, kematian yang Indah dan hadiah surga firdaus-Mu, karena mereka telah berjihad demi agama yang rahmatan lil alamin ini yaAllah . Engkau zat yang maha segalanya, hanya Engkau yang bisa memberi kekuatan kepada mereka untuk menumpaskan tentara-tentara yang keji tersebut. Hanya Engkau Zat yang maha segalanya. Engkaulah sang kun-fayakun. Engkaulah yang bisa menghentikan ini semua. Engkaulah yang berhak memberi adzab untuk hamba-hamba Mu yang keji dan munkar. Hanya Engkau yaAllah. Hanya Engkau. Robbana atina fiddun ya khasanah wa fil ‘akhiroti khasanah wa qina adza bannar. Amin.

Welcome ramadhan!!

large (4)

aku berdiri disini. melihat orang yang berlalu lalang. berjalan melewati tubuh ringkihku yang mematung. tanpa sedikitpun memandangku. kenapa mereka terlalu sibuk? lalu kudengar sayup sayup sebuah suara. merdu. indah. tentram. aku diam. mendengarkan. suara ini sungguh menghipnotis. aku memejamkan mata. untuk sejenak kubiarkan tubuh ringkih ini menikmati indahnya lantunan ini. lama. hingga suara itu menghilang. ketika kubuka kembali mataku. aku tak mengerti. aku tak melihat seorang pun bertingkah laku sm dengan ku. mereka terus saja berlalu lalang. apakah mereka tidak mendengar suara tadi? sesibuk apakah mereka? bahkan untuk mendengar saja mereka tak mau. aku semakin putus asa. memikirkan hipotesis yang meliuk-liuk mengganggu seluruh pikiran dan jiwa ragaku. akhirnya. kutinggalkan tempatku berdiri. aku berjalan. menjauhi mereka. semakin jauh. tanpa perduli dengan mereka yang mereka sendiri lebih tidak perduli. semakin jauh kutinggalkan mereka. dan semakin dekat untuk memenuhi panggilan sholat dari-Nya.

sepenggal kisah diatas menyadarkan kita untuk selalu berusaha tepat waktu untuk memenuhi panggilan dari-Nya. tak tahu kapan kita dijemput. lebih baik lebih indah untuk mensegerakan. daripada kita dijemput dalam keadaan belum memenuhi panggilan-Nya.
wahai muslim dan muslimah diseluruh penjuru dunia! sekarang waktunya berbenah diri. di bulan suci ini mari kita introspeksi dan mencharge kadar keimanan kita. semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

happy fasting to all of you, my brother and sister!

Sorry to all of my fault:')

Sorry to all of my fault:’)

High School Never End

IMG_4217 (FILEminimizer)

SMA NEGERI 2 SURABAYA

High School Never End

             3 tahun telah berlalu. Waktu memang berputar begitu cepat. Aku masih mengingat dengan jelas memori ketika aku harus memasuki masa-masa SMA. Pertama kali kudengar melalui pesan singkat. Sahabat karibku memberikan selamat bagiku. Aku masih mengingatnya. ‘Is, selamat ya kamu diterima di SMA Negeri 2 Surabaya’. Entah saat itu aku harus bahagia atau bersedih.  Aku mengabarkan berita itu ke keluargaku. Dan semua anggota keluargaku bahagia. Yey! Aku bersyukur telah membuat mereka bahagia. Namun, entah di dalam hatiku ada sedikit perasaan janggal. Ya, sebenarnya ini bukan harapanku awalnya. Tapi, aku berfikir pasti Tuhan telah memberikan jalan sendiri untukku. Dan aku harus  rela menerima apa yang telah direncanakan oleh-Nya. Sekarang. Aku sangat sangat bersyukur dengan apa yang sudah ditakdirkan oleh-Nya untukku. Bila Allah tak memberikan jalan ini. Aku mungkin saja tak pernah merasakan kenikmatan tiada tara yang kualami disini. Ya! Disekolah tercintaku. SMADA 🙂

                 Aku masih mengingat setiap kenangan, setiap sudut ruangan, setiap tatap muka, setiap canda tawa, setiap tangisan, setiap luka, setiap senyuman, dan setiap cinta yang selama ini mewarnai 3 tahun hari-hariku. Tak kusangka aku sudah harus meninggalkan tempat ini, meninggalkan tempatku menuntut ilmu, meninggalkan tempatku menemukan teman baru, meninggalkan tempatku merajut kekeluargaan dengan guruku, meninggalkan tempatku menelusuri setiap sisi kedewasaan dari diriku, dan meninggalkan tempatku untuk cintaku. Aku bersyukur telah berada disini. Tanpa tempat ini, aku bukan apa-apa. Tanpa tempat ini mungkin aku tidak akan menjadi seperti sekarang. Tanpa tempat ini aku.. mungkin menjadi pribadi yang lain. Aku sungguh bersyukur….

Aku mengenal apa itu pelukan hangat. Tak pernah aku lakukan hal itu semasa hidupku. Disini, aku diajari untuk merasakan pelukan hangat. Yap. Aku masih ingat siapa yang memelukku pertama kali. Naya, sahabat karibku, teman sebangku, yang mengajarkanku untuk bisa menutupi kekurangan satu sama lain dengan kelebihan yang kita miliki masing-masing. Jiref, sahabat karibku pula, dia yang selalu memberiku pelukan sehangat ibuku memelukku [meski hal itu jarang dilakukan ibuku, bahkan tidak pernah, tapi aku yakin ibuku sangat menyayangiku]. Aku mengenal apa itu sapuan air mata. Yap, moment pertama kali ketika ada seorang teman yang sedih dan mengeluarkan air mata. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Tapi disini, aku diajari dan dituntut untuk bisa menenangkan hati yang sedih, sekali lagi pelukan hangat dan telinga untuk mendengar. Seorang perempuan tak butuh apapun ketika ia sedang sedih. Yang ia inginkan hanya, pelukan hangat dari sahabatnya, dan telinga untuk mendengarkan segala keluh kesahnya. Aku memang tak bisa seperti yang lain yang bisa larut dan ikut menangis dengan sahabatnya ketika ia sedih. Namun aku masih bisa mendengar dan menenangkan.

Aku juga mengenal apa itu tangisan. Ketika suatu hal yang tidak bisa engkau kendalikan. Jangan engkau simpan terlalu lama. Bila mengendap akan menimbulkan dendam. Oleh karena itu, ‘Maka Menangislah!’ Ya, sekali lagi aku belajar untuk mengenal tangisan ditempat ini. Dahulu, aku tak pernah mengenal tangisan bahkan ketika aku mengalami kecelakaan dicium motor [re: ketabrak] aku tidak sekalipun menangis, setetespun tidak. Tapi sekarang, aku bisa menangis dengan mudah. Perempuan,  90% melibatkan perasaan. Ada saatnya, apa yang ada didalam hati tak bisa kita ucapkan dengan kata-kata. Hanya buliran air mata yang jatuh akan membersihkan semuanya.

Aku mengenal fashion. Malu untuk aku akui, tapi memang sebelum aku disini. Aku sama sekali tak tahu menahu mengenai barang bermerek lah, majalah wanita lah, make up lah, baju lah, sepatu lah, heels lah, wedges lah, rok lah atau yang lainnya. Disini, aku diajari untuk menjadi seorang perempuan yang sesungguhnya! [jangan berfikir yang tidak-tidak]. Sebelum aku memasuki tempat ini, aku sangat sangat tomboy, bahkan rambutku selalu aku potong menyerupai lelaki, selalu memakai celana, dan tak pernah sekalipun memperhatikan penampilan. Disini, aku mengenal sosok sosok wanita cantik, aduhai body, rambut, barang-barang yang dibawanya, semuanya sangat-sangat menawan. Aku lalu mengagumi. Dan secara diam-diam aku berubah sedikit demi sedikit untuk menjadi seorang wanita yang sesungguhnya.

Aku mengenal kata kedewasaan. Yap. Masa-masa SMA adalah masa menuju proses kedewasaan, peralihan dari masa remaja ke masa dewasa. Labil. Galau. Marah. Egois. Cowok. Eksis. Pelajaran. Guru. Pengkhianatan. Semuanya bisa dijadikan bahan untuk pertengkaran. Namun kusadari, bila tak melalui pertengkaran. Lalu apa hikmah yang bisa diambil untuk perjalanan hidup dalam meraih kedewasaan? Masalah, bukan berarti untuk dihindari. Bersikap dalam mengatasinya, iya disini aku belajar untuk menyikapi berbagai macam masalah dan hambatan yang menghadang dengan sikap yang bijaksana dan tegas [meski ya aku ga tegastegas banget se hehe]. Tanpa harus melukai dan menyakiti hati orang lain pula.

Aku mengenal sisi religius dalam diriku. Sebenarnya sejak dahulu aku memang religius sih tapi disini aku benar-benar dimantapkan. Ada seorang teman yang bilang padaku ‘setiap manusia pasti akan melewati proses pencarian Tuhannya, dan kamu pasti akan melewati masa itu juga kok tik’. Ya, selama ini aku selalu berkutat dengan urusan dunia. aku hanya mengenal Tuhan melewati keturunan. Namun, disini aku melakukan proses pencarian itu [meski ga pure aku sendiri sih, masih ada bimbingan dari orang lain]. Kini aku semakin sadar bahwa keyakinanku ini memang tak salah lagi. Allah adalah Tuhanku, dan Muhammad adalah rasulku. Aku menemukan Allah. Disaat aku sedih, aku sadar tak ada tempat curhat seampuh Allah. Manusia bisa saja membocorkan rahasia yang pernah kita ceritakan. Tapi Allah takkan pernah melakukan hal tersebut. Allah maha mendengar dan maha menolong hamba-Nya. Selain itu, semenjak aku mengikuti kegiatan keorganisasian yang bersifat religius, aku mengenal apa itu menutup aurat. Setiap wanita muslimah memang diwajibkan untuk menutup auratnya. Namun, aku tak pernah tau itu, dahulu. Sekarang, aku mencoba untuk menjadi wanita muslimah, memantaskan untuk jodohku nantinya. Bila Anda membeli permen, apakah anda mau membeli permen yang bungkusnya terbuka dan telah dihinggapi lalat. Anda tak mau bukan? Anda pasti menginginkan permen yang rapi dan masih tersegel dengan bungkusnya dengan baik. Yap. Seperti itulah wanita. Dia akan indah pada waktunya bila yang membuka bungkusnya adalah pemilik sejatinya, yaitu suami sahnya. Anda tak mau bukan, bila lalat-lalat yang bukan suami sah Anda ikut menikmati keindahan Anda?

Aku mengenal arti kasih sayang dan cinta kasih. Persahabatan dan percintaan. Ya dua kata itu selalu tak pernah bisa terpisahkan. Aku mengenal rasa kesetiakawanan, rasa peduli terhadap sesama, rasa rela berkorban, rasa memiliki, dan rasa sayang. Aku? Seorang yang dulunya cuek dan tak pernah peduli dengan keadaan orang-orang disekitarnya, tiba-tiba berbanding 1800 berubah. Aku bisa merasakan rasa keperdulian terhadap sesama, aku bisa merasakan sayang terhadap seseorang. Aku bisa merasakan bagaimana aku tak mau kehilangan salah satu sahabat karibku. Aku sayang kalian semua!! Loveyou guys:’’

Aku mengenal kebersamaan. 3 tahun. Telah berlalu. Aku bersama 284 anak lainnya, mengarungi 3 kali 365 hari, bersama, disini. Mungkin ada yang tak mengenalku, atau sebaliknya. Namun kita semua satu. Kita telah melewati semuanya. Suka duka. Bersama-sama. Dan kini kita harus berpisah dan memilih jalan masing-masing, mencari kesuksesan dengan cara masing-masing. Meraih impian dengan pilihan masing-masing. Terimakasih SMADA, terimakasih telah memberi apa yang selama ini belum kami miliki, terimakasih telah mau melapangkan hati untuk menerima kami, terimakasih telah mendidik kami, terimakasih telah membimbing kami. Dan terimakasih telah mengijinkan kami menyandang #IKASMADA60:)

#ikasmada60

#ikasmada60

Rindu

Image

Rindu.
Satu kata menguras kalbu.
Sanubari penuh titisan untuk bertemu.
Tak bisakah kau tahu?
Rindu ini sungguh menjemu.

Butuh waktu untuk menyadari.
Bukan engkau yang pergi.
Aku yang ingin menyendiri.
Yang memulai semua cerita ini.
Hingga kau terus bersembunyi.

Rindu.

Jari-jari kelingking yang terkait.
Terlepas tak berbait.
Untaian kata yang terucap.
Terbawa angin tak berbekas.
Harapan indah yang melekat.
Terhempas tak berniat.

 Rindu.
Ingin kuraih rengkuhan kasih.
Tapi ia tak mau menampakkan diri.
Apa salahku?
Haruskah rindu ini berbeku?

Rindu.
Butuh waktu.
Untuk tahu.
Bahwa senyuman itu mengundang rindu.
Hai rindu.
Salamkan salamku.
Rindu ini sungguh menjemu.

3 To 4!

Bye 2013, welcome 2014!

2013…
Satu tahun telah berlalu, banyak sekali kenangan yang mungkin ada yang harus tetap diingat dan ada pula yang harus dilupakan. banyak sekali suka duka yang telah dilalui entah itu pahit ataupun manis. banyak sekali kebahagiaan, dan tak lupa pula kesedihan yang selalu menghampiri. tapi semua itu agar kita menuju ke arah dewasa kan, am i right huh?? setiap insan manusia pasti pernah berbuat kesalahan entah disengaja maupun tidak, setiap insan manusia pernah bahagia entah dia tahu apakah kebahagiaan yang ia rasakan sama seperti orang disekitarnya atau malah dia hanya bahagia seorang diri diatas kesedihan orang lain, setiap insan manusia pernah berjanji walau kadang janji itu belum bisa ditepati, setiap manusia juga pernah saling memiliki tapi seiring dengan berjalannya waktu mereka harus saling melepaskan. waktu terasa begitu cepat. kadang seseorang bisa berada di atas, kadang seseorang bisa berada di bawah. kadang cinta kadang benci, kadang tertawa kadang pula menangis, kadang ceria kadang sedih, kadang sabar kadang pula penuh amarah, kadang baik kadang pula jahat. semua manusia bisa saja berubah. seiring dengan perubahan yang terjadi diharapkan terjadi kedewasaan di dalamnya.

Tak ada yang tahu esok akan jadi seperti apa, yang pasti kita hanya bisa menunggu dan bagaimana mencari cara untuk menyikapi peristiwa-peristiwa yang akan menimpa kita. so, selamat menuju kedewasaan. Happy new year! ^^