Selasa, 20 Januari 2026

Melepasmu

Kami bukan kuda liar yang sembarangan berlari. Kami bukan kuda bodoh yang gampang ditunggangi. Karena kami kuda terpilihNya Tuhan.

Kuda yang tidak pernah menganggap remeh didikan Tuhan.  Kuda yang selalu perkasa melakukan panggilanNya. Kuda yang tetap teguh menjalani jalanNya. Meskipun disepelekan orang yang disayanginya.

Kami tidak memaksa siapapun untuk bergabung. Kami tidak akan menawan tanpa ada maksud. Kami tidak akan berperang tanpa tanda dari Tuhan.

Kami akan melepas jika itu pilihan kalian. Pergilah kejar impianmu jika kalian merasa terpaksa bersama kami. Jika sangkamu zaman ini sama seperti yang kau kira.

Pergilah kejar hasratmu. Jika sangkamu impian kami hanya menjadi kuda.

Pergilah dari kami Rombongan kuda keempat. Jika sangkamu barisan terpilih lainnya mau menerimamu.

Pergilah aku melepasmu.dengan ikhlas. Pesanku jaga Api Dianmu tetap menyala jika engkau paham makna Dian.

Jangan salahkan aku jika engkau binasa dalam hingar bingar kegemerlapanmu. Kamu bebas dan kamu sebenarnya bukan tawanan kami. Kami menganggapmu sebagai keluarga sepadan kami. Tapi ternyata engkau tidak merasa yang sama.

Pergilah. Kami melepasmu




Selamat Datang Pembaca

Sebagaimana judulnya, Blog ini akan dipenuhi oleh tulisan-tulisan saya baik berupa puisi, artikel, renungan ataupun celotehan-celotahan yang merupakan refleksi dari keseharian saya dalam menjalani kehidupan.

Banyak hal yang bisa didapatkan ketika kita mengambil setiap makna dari kejadian-kejadian yang terjadi di dalam hidup ini. Sangat sayang jika hal tersebut hilang dan tidak terekam dengan baik dalam bentuk catatan-catatan yang tujuannya adalah untuk refleksi diri.Hal ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan diri dan kekayaan jiwa dalam membentuk kebijaksanaan diri memandang kehidupan sebagai sesuatu yang mengagumkan.

Itulah sebabnya Blog ini diberikan nama Jurnal Refleksi diri.Tempat dimana hati berbicara dalam bentuk kata.Kata-kata yang hidup karena tercipta oleh kehidupan dan untuk kehidupan. Dimana kehidupan terbingkai dalam keabadian dan kekekalan oleh sebuah kata.Untuk itulah engkau diletakkan disini wahai kata.Bersemayamlah dalam kesempurnaanmu.Kesempurnaan seorang manusia yang memahami hakekat dirinya yaitu untuk berkarya selama hidupnya.

Salam refleksi

Jukaider Istunta Gembira Napitupulu
Pengelola Jurnal Refleksi Diri