Implementasi Hadis Kebersihan dalam Upaya Pencegahan Covid-19
ABSTRAK
Semakin merebaknya masyarakat yang positif Covid-19 menjadikan upaya pemerintah untuk mengatasi pandemi ini kian berat. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan sumbangan bagi upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah tersebut. Upaya yang diadikan fokus utama dalam penelitian ini adalah soal peran agama, dalam hal ini hadis Nabi tentang kebersihan, dalam rangka menanggulangi menyebarnya pandemi. Selama ini, tidak jarang pengamalan agama justru menjadi klaster baru dalam penyebaran covid-19. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman akan bahayanya penyakit ini dan bagaimana pandua agama dalam mengahdapinya. Misalnya instruksi untuk melakukan ibadah dari rumah, menghentikan kegiatan agama yang melibatkan banyak orang, kurang dipatuhi oleh masyarakat. Oleh karena itu, menanamkan pemahaman keagamaan yang sesuai dengan upaya pencegahan pandemi ini sangatlah penting. Dalam Islam, anjuran untuk menjaga kebersihan merupakan ajaran penting yang amat ditekankan oleh Nabi Muhammad. Bahkan amat terkenal slogan, kebersihan sebagian dari iman. Dalam kaitan dengan covid-19 ini, menegaskan kembali pesan Nabi tersebut menjadi sangat relevan. Dalam penelitian ini akan diketengahkan beberapa hadis yang berkaitan dengan tema kebersihan dan bagaimana mengimplementasikannya dalam upaya pencegahan covid-19. Metode penelitian yang digunakan berupa studi pustaka dengan menelaah aneka literatur yang berisi hadis-hadis Nabi Muhammad dan Covid-19. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi laju penularan virus ini.
Kata Kunci: Hadis Kebersihan, Covid-19, Upaya Pencegahan
1. Latar Belakang
Menurut catatan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19, jumlah total kasus per 18 September 2020 mencapai 236.519 kasus. Dengan total korban yang meninggal sebanyak 9.336 jiwa. Adapun penambahan perhari sudah mencapai 3.891 kasus. Jumlah penderita diprediksi akan terus meningkat seperti disampaikan oleh Gugus Tugas.
Penyebaran yang kian massif ini berkaitan erat dengan bagaimana respon masyarakat terhadap pandemic Covid-19 ini. Beberapa ritual agama yang melibatkan berkumpulnya banyak orang bisa menjadi sarana potensial bagi penularan virus ini. Beberapa pemeluk agama yang masih ngotot untuk tetap menjalankan ritualnya menjadikan pandemi ini kian sulit untuk dibendung.
Melihat kenyataan di atas, perlu kiranya ditemukan solusi yang berasal dari ajaran agama bagi situasi pandemi. Jika selama ini agama sering menjadi penambah masalah dalam rangka upaya pencegahan Covid-19, dengan penelitian ini kami harap bisa membantu pemerintah dalam upaya pencegahan perkembangan virus Covid-19.
Dalam rangka menuju upaya tersebut, kami berusaha meneliti ajaran Islam mana yang sesuai dengan tujuan kami di atas. Kami mengambil hadis sebagai titik tolak untuk menjadi pintu masuk dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengamalkan ajaran agama dalam menghadapi situasi seperti ini.
Islam mengajarkan untuk menerapkan hidup bersih. Ritual-ritual dan ajaran di dalam Islam sangat menekankan pola kebersihan ini. Kebersihan adalah upaya yang dilakukan manusia untuk memelihara diri dan lingkungan sekitar dari berbagai hal kotor untuk menciptakan kehidupan yang sehat, aman, dan nyaman. Kebersihan merupakan satu syarat utama terwujudnya kesehatan dan sehat adalah hal utama untuk mencapai kebahagiaan. Melihat pentingnya hal ini, Islam amat menekankan akan pentingnya kebersihan. Karena dengan tidak optimalnya kebersihan, akan memunculkan berbagai penyakit, termasuk juga memudahkan penularan Covid-19.
2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu pemerintah dalam upaya pencegahan covid-19 dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melaksanakan hidup bersih berdasarkan ajaran hadis nabi Muhammad saw. Melalui pemahaman yang baik tentang hadis nabi, diharapkan pengimplementasian ajaran Islam menjadi maksimal dalam rangka turut mengatasi penyebaran pandemi ini.
3. Outcome
Penelitian ini diharapkan dapat:
3.1 membantu mengurangi penyebaran virus covid-19 yang belakangan kian melaju.
3.2 memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan ajaran agamanya yang sesuai dengan kepentingan pencegahan covid-19
4. Metodologi Penelitian
Penelitian yang berjudul “Implementasi Hadis Kebersihan dalam Upaya Pencegahan Covid-19” ini dilakukan dengan melakukan studi pustaka mengenai hadis-hadi nabi dan covid-19. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang tidak menggunakan perhitungan, atau diistilahkan dengan penelitian ilmiah yang menekankan pada karakter alamiah sumber data. Sedangkan penelitian kualitatif menurut Sukmadinata yaitu suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individu maupun kelompok. Jenis penelitian ini adalah Studi Pustaka, karena Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk penelitian studi pustaka maka hasil penelitian ini bersifat analisis-deskriptif yaitu berupa kata-kata tertulis dari teks yang diamati terkait dengan hadis-hadis yang berkaitan dengan kebersihan dan pemahaman terhadap hadis-hadis tersebut.
PENGUMUMAN PENERIMAAN SISWA BARU MI MA’ARIF GRABAG 1 TAHUN PELAJARAN 2013/ 2014
Assalamuálaikum Wr. Wb.
Berikut ini adalah daftar siswa-siswi yang diterima di MI MA’ARIF GRABAG 1.
Info lebih lanjut bisa mendatangi MI Maárif Grabag 1.
Daftar siswa yang diterima bisa didownload di bawah ini:
Mari, Tertawa Bersama Filsuf Beken!
Judul Buku: Si Buta Dari Gua Plato dan 99 Anekdot Filsafat Lainnya
Pengarang: Rif’an Anwar
Penerbit: Kanisius
Cetakan ke-/Tahun: Pertama/2011
Tebal: 158 halaman
Apa yang terbayang di benak Anda ketika mendengar kata filsafat? Aksiologi, epistemologi dan antologi? Atau buku teks tebal dari sejumlah filsuf kenamaan? Wah, baru dibayangkan saja sudah membuat seram. Terutama bagi Anda yang baru mulai belajar filsafat. Mendengar kata filsafat dapat menimbulkan ketakutan dan keengganan.
Ada kabar baik bagi Anda yang merasakan ketakutan ini. Sekarang Anda dapat mulai belajar filsafat dengan menyenangkan. Ya, mulai lah dengan tertawa bersama Plato, Nietzsche, Socrates, dan beberapa nama besar di bidang filsafat lainnya dalam ruang yang diciptakan oleh Rif’an Anwar pada buku mungil yang ia tulis, Si Buta dari Gua Plato dan 99 Anekdot Filsafat Lainnya.
Dalam bukunya, Rif’an akan mengajak kita melihat beragam keseharian filsuf dalam anekdot yang menghibur. Kita akan dibawa makan bersama filsuf, yang ternyata penuh dengan tingkah laku aneh manifestasi dari pola pikir mereka. Selain itu, Rif’an juga mengajak kita bersenda-gurau mengenai tanda, silogisme, eksistensialisme, dan banyak istilah filsafat lainnya yang acap kali dianggap sebagai sesuatu yang sangat serius.
Salah satu dari seratus anekdot dalam buku ini bercerita tentang Nietzsche dan Hitler. Rif’an berkisah pada suatu hari Nietzsche dengan emosi mendatangi Hitler. Nietzsche marah karena Hitler tidak sepenuhnya paham akan ajaran Nietzsche. Menurut Nietzsche Hitler salah menerapkan ajarannya.
“Ah, benarkah demikian. Tapi apa sebabnya, Nietzsche?”
“Hal itu sebabnya sederhana. Dari seluruh kumis yang ada pada bibirku, kau hanya mengambil secuil saja di bawah hidungmu. Itulah sebabnya kau hanya memahami pemikiranku sebatas kumis yang nempel di atas mulut kecil mu itu,” (halaman 100).
Setelah menyatakan protesnya terhadap Hitler, Nietzsche yang masih emosi dengan gegabah mendobrak jendela dan keluar dari sana. Nietzsche tidak sadar, ruangan Hitler berada di lantai lima.
Kisah Hitler dan Nietzsche, kisah si Buta dari Gua Plato, dan 98 kisah lainnya dipastikan dapat menghibur dan menjadi langkah awal untuk memancing keinginan belajar filsafat. Rif’an dengan cermat memberikan gambaran pada kita tentang pola pikir dan sifat para filsuf kenamaan yang akan kita temui ketika belajar filsafat.
Selain untuk para pemula di bidang filsafat, buku ini juga merupakan hiburan dan bahan perenungan bagi mereka yang telah banyak menelaah filsafat. Para filsuf itu, apakah selalu memandang hidup dengan terlalu serius?
Don’t take life too seriously, you’ll never get out of it alive, jangan memandang hidup terlalu serius, kamu tidak akan keluar hidup-hidup. Buku yang ditulis oleh mahasiswa Jurusan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengingatkan kita untuk bersama menertawakan hidup, menertawakan filsafat sehingga kita bisa mehaminya dengan lebih mudah. Tidak menganggap filsafat sebagai momok menakutkan yang harus dipahami sekedar untuk membuat rangkaian penelitian dalam rangka menyelesaikan suatu jenjang pendidikan.
Dimulai dengan buku ini, mari buktikan filsafat pun dapat bersahabat dengan kita.
Ixora Tri Devi
Cinta dan Kesempurnaan
Di suatu malam yang sunyi, aku berkata kepada Tuhan yang Maha Menjawab segala keluh kesah hambaNya, ”Aku mencari gadis yang sempurna. Kemarin aku bertemu dengan gadis cantik. Tapi dia suka menyakiti hati.” Tuhan hanya tersenyum.
Aku berkata lagi, ”Di lain waktu, aku berjumpa dengan gadis baik hati. Dia juga pintar. Sayang wajahnya biasa saja.” Tuhan kembali hanya tersenyum.
Aku mengeluh kembali, ”Dan tadi sore, aku bertemu dengan gadis cantik, baik hati, dan pintar. Tapi gadis itu menolakku.”
Tuhan kali ini bergumam lirih, ”Ya, karena gadis itu mencari lelaki yang sempurna. Mana mungkin dia memilih kamu.”
***
Di malam yang lain, aku mengeluh kepada Tuhan, ”Mengapakah Kau beri aku kekasih yang cantik?”
Tuhan berbisik lembut, ”Karena cantiklah kau memilih dia.”
Aku kembali bergumam kepada-Nya, ”Sudah cantik, dia baik lagi.”
Tuhan menjawab kembali, ”Itu sebabnya kau yakin untuk memilih dia.”
Merasa Tuhan akan menjawab semua keluhan, aku pun berkata lirih, ”Mengapa kekasihku itu bodoh sekali?”
Cepat-cepat Tuhan menjawab, ”Karena bodohlah dia memilih kamu. Kalau pintar, dia akan memilih yang lain.”
Foto dan Dunia

Foto ini diambil pada saat saya duduk di kelas 2 Aliyah akhir. Setelah sekian lama berselang, saya menemukan foto itu kembali. Bermacam perasaan muncul. Foto atau gambar barangkali memang adalah sebuah dunia. Ia memiliki kesejarahan yang ikut membentuk dunianya. Foto bisa membawa seseorang kembali lagi ke dalam nuansa di mana dan di saat foto dibuat. Maka, foto memiliki dunia objektif. Objektif di sini bukan dalam arti sebuah makna yang ketat. Di sini lebih tepat obejektif dipahami bahwa foto membawa dunianya sendiri yang pernah hadir. Berikut penjelasan yang saya maksud. Baca entri selengkapnya »
