masukitb adalah tampilan kehidupan Kampus Ganesha ITB, wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi, antara para mahasiswa atau alumni ITB, dengan para pelajar yang berminat menjadi bagian dari komunitas ITB.
Kami berharap, Anda mau berbagi dengan pelajar dari seluruh Indonesia, yang berminat masuk ITB.
” Cita-cita tertinggiku adalah jadi Presiden; alternatif lainnya adalah Menteri Pendidikan. hehe. Itulah mungkin yang akan memaksimalkan perjuanganku. Cita-cita harus digantungkan setinggi langit.
Jadi untuk sekarang aku lebih baik belajar saja yang benar, daripada masuk KM, melancarkan kritik keras, namun akhirnya tak berbuah apa-apa. Aku harus berprestasi dulu sehingga orang tidak akan ragu mendengar kritikku ”
saya juga memiliki mimpi yang sama seperti mas. Bahkan, Menjadi Presiden dan Menteri Pendidikan benar-benar menjadi impian saya. Tapi, apakah dengan tidak menjadi presiden atau tidak menjadi mentri pendidikan kita tidak bisa bermanfaat untuk orang lain ? Bahkah ketika mahasiwa pun kita bisa bermanfaat untuk orang lain.
Saya hanya tidak ingin ada temen2 yang terinspirasi dang memiliki pemikiran yang sama tentang KM ITB. Karena setiap tahun KM ITB berbeda kepengurusan mas, hehe (Dinamis)
Hmm, ya mungkin itu lebih ke pergulatan pemikiran waktu zaman mahasiswa yaa. Bisa benar namun sangat bisa sekali yang saya pikirkan salah.
Tentang KM, ya mungkin sekarang zamanmu udah beda ya. Cuma ya waktu itu yang saya tangkap seperti itu. Tapi bukan berarti saya anti organisasi, saya malah jadi ketua Kerja Sosial. Tapi itu setelah saya mengamankan prestasi akademik dan beasiswa saya, saya aktif di Kersos di tahun terakhir kuliah. Karena saya orangnya tidak bisa multitasking. Saat saya fokus di organisasi pasti kuliah saya kedodoran..hehe. Kalau dipikir saya tidak masuk KM karena ga pas saja timingnya. Saya tidak anti KM, Saya cuma mengguratkan tinta yg beda. Saya memilih jalan lain :).
Maaf sekali kalo ada penafsiran yang beda. Saya sangat tidak berharap tulisan saya ini menginspirasi pandangan ‘Masuk KM itu tidak bagus’
Soal presiden atau menteri itu, yaah…kalo saya baca sekarang mungkin jadi malu sendiri saya…hehe. Seiring waktu, semuanya akan jadi lebih realistis.
Selamat dek Suyudi, selamat menorehkan tinta sejarah. Senang kamu bilang beberapa kisah kita hampir sama. Ya ambil yang baik2 dari kisah saya, tapi jangan tiru yang buruk2nya…hehe. Sekarang giliranmu, semoga akan jauh lebih baik.
Sekarang saya kerja di Kalimantan, kalo sewaktu-waktu saya di Bandung bisalah kita ngopi2 😀
biografinya hebat banget…saya yakin kamu akan menjadi seseorang yang sangat hebat di kemudian…
amin nadia…terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca 😀
Halo Iyan,Tulisan Anda bagus sekali. Mahasiswa ITB juga kan ? Wah 🙂
Jika berkenan meluangkan waktu dan pengalamannya, mohon bisa dibagi di web user generated http://www.masukitb.com.
masukitb adalah tampilan kehidupan Kampus Ganesha ITB, wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi, antara para mahasiswa atau alumni ITB, dengan para pelajar yang berminat menjadi bagian dari komunitas ITB.
Kami berharap, Anda mau berbagi dengan pelajar dari seluruh Indonesia, yang berminat masuk ITB.
Terima kasih 🙂
Terima kasih atas pujiannya…bagaimana cara mensharenya ya?
mas, boleh berkenalan gak? kisah kita seakan mirip dan kebanyakan mirip.
Saya juga jurusan Teknik Sipil ITB 2012 mas 🙂
Saya ingin berbagi cerita mas:
” Cita-cita tertinggiku adalah jadi Presiden; alternatif lainnya adalah Menteri Pendidikan. hehe. Itulah mungkin yang akan memaksimalkan perjuanganku. Cita-cita harus digantungkan setinggi langit.
Jadi untuk sekarang aku lebih baik belajar saja yang benar, daripada masuk KM, melancarkan kritik keras, namun akhirnya tak berbuah apa-apa. Aku harus berprestasi dulu sehingga orang tidak akan ragu mendengar kritikku ”
saya juga memiliki mimpi yang sama seperti mas. Bahkan, Menjadi Presiden dan Menteri Pendidikan benar-benar menjadi impian saya. Tapi, apakah dengan tidak menjadi presiden atau tidak menjadi mentri pendidikan kita tidak bisa bermanfaat untuk orang lain ? Bahkah ketika mahasiwa pun kita bisa bermanfaat untuk orang lain.
Saya hanya tidak ingin ada temen2 yang terinspirasi dang memiliki pemikiran yang sama tentang KM ITB. Karena setiap tahun KM ITB berbeda kepengurusan mas, hehe (Dinamis)
Sekedar sharing ya mas , hehe
Bisa sekali..okelah nanti sharing-sharing :).
Hmm, ya mungkin itu lebih ke pergulatan pemikiran waktu zaman mahasiswa yaa. Bisa benar namun sangat bisa sekali yang saya pikirkan salah.
Tentang KM, ya mungkin sekarang zamanmu udah beda ya. Cuma ya waktu itu yang saya tangkap seperti itu. Tapi bukan berarti saya anti organisasi, saya malah jadi ketua Kerja Sosial. Tapi itu setelah saya mengamankan prestasi akademik dan beasiswa saya, saya aktif di Kersos di tahun terakhir kuliah. Karena saya orangnya tidak bisa multitasking. Saat saya fokus di organisasi pasti kuliah saya kedodoran..hehe. Kalau dipikir saya tidak masuk KM karena ga pas saja timingnya. Saya tidak anti KM, Saya cuma mengguratkan tinta yg beda. Saya memilih jalan lain :).
Maaf sekali kalo ada penafsiran yang beda. Saya sangat tidak berharap tulisan saya ini menginspirasi pandangan ‘Masuk KM itu tidak bagus’
Soal presiden atau menteri itu, yaah…kalo saya baca sekarang mungkin jadi malu sendiri saya…hehe. Seiring waktu, semuanya akan jadi lebih realistis.
Selamat dek Suyudi, selamat menorehkan tinta sejarah. Senang kamu bilang beberapa kisah kita hampir sama. Ya ambil yang baik2 dari kisah saya, tapi jangan tiru yang buruk2nya…hehe. Sekarang giliranmu, semoga akan jauh lebih baik.
Sekarang saya kerja di Kalimantan, kalo sewaktu-waktu saya di Bandung bisalah kita ngopi2 😀
Iyaaan, tulisan kamu bagusss. Baru liat nih 🙂
Sukses yaa
Wah, iyakah Nya? hehe. Padahal di autobiografi ada fotonya Anya lho :D. Makasi ya Anyaa