Fajar kala itu…
dalam sayup mata hati
dalam batas nafas pundi
dalam lemah denyut nadi
dalam sujud bumi abadi
bersama embun menetes tangis
bersama surya menembus tabir
bersama burung menggumam tahlil
bersama-Mu kelak menutup takdir
Fajar kala itu…
dalam sayup mata hati
dalam batas nafas pundi
dalam lemah denyut nadi
dalam sujud bumi abadi
bersama embun menetes tangis
bersama surya menembus tabir
bersama burung menggumam tahlil
bersama-Mu kelak menutup takdir
Ditulis dalam Puisi hati | Dengan kaitkata renungan, spiritual | 1 Comment »
Tertatih kususuri jalan hidup
Lewati setapak tak tentu singgahku nanti
Kuiringi garis alam yang membentang nasibku
Pelindungku adalah Tuhan
Penerangku adalah bintang
Peneduhku adalah malam
Penyejukku adalah hujan
Namun pikirku tak hanya itu
Untuk apa bintang menerangiku?
Untuk apa malam meneduhkanku?
Untuk apa hujan menyejukkanku?
dan…
Untuk apa Tuhan melindungiku?
Untuk itu semua kutiba pada tujuanku nanti
Ditulis dalam Puisi hati | Dengan kaitkata jalan hidup, kehidupan, tujuan | 1 Comment »
Abah…
Kerut mengering di bawah ubunmu
Renta terlukis kuat di kanvas wajahmu
Gagah kau dalam meniti samudra
Rakitmu alum berdayung lontar berirama
Yakinkan awakmu hingga dermaga di sisi
Abah…
Saatku tak dapat turut menyusupi bayangmu,
Menghapus peluh di keningmu,
Mengabdi sebagai budak lemahmu,
Saat kau lepaskan,
yakinkanku kan menjadi nakhoda nan anggun…
di rakitku
Abah…
Awakmu ini…
Rindu ini…
Air mata ini…
Ku kan selalu mencoba membahagiakanmu
karna kaulah sosok pria teragung di hatiku…
Ditulis dalam Puisi hati | 2 Comments »
Mungkinkah…???
Sanggup kubaca isyarat yang digerakkan alm padaku
Pemahamanku meniti dalam angan
Mungkin tak berarti
Kuhanya pengembara ulung pemburu batu zamrud
Mungkinkah…???
Bisa kubungkus dengan nyiur peneduh jiwaku
Esok kan kupersembahkan pada dewa dewi agung disinggasana jiwa
Mungkinkah…???
Dapat kucabut tombak yang sangat kuat di sanubari
hingga tak dapat kau lihat luka yang membekas itu
Mungkinkah…???
Sanggup kubaca isyarat yang digerakkan alm padaku
Pemahamanku meniti dalam angan
Mungkin tak berarti
Kuhanya pengembara ulung pemburu batu zamrud
Mungkinkah…???
Bisa kubungkus dengan nyiur peneduh jiwaku
Esok kan kupersembahkan pada dewa dewi agung disinggasana jiwa
Mungkinkah…???
Dapat kucabut tombak yang sangat kuat di sanubari
hingga tak dapat kau lihat luka yang membekas itu
Ditulis dalam Puisi hati | 1 Comment »
Mungkin kau terlampau tenggelam
Hanyut seiring kuncup bunga terjatuh, di muara kalbu
Entah apa..??entah siapa..??
Seorang jauh disana lambaikan tangan
Mengharap izin hati, memohon langkah segan
Singgah keperaduanya walau hanya salam kan terucap
Hanyut semakin hanyut, tenggelam semakin tenggelam
Bahkan tak kau mampu junjung tanganmu, tuk kembali menyapanya
Terlanjur lisan ikrar janji, pula hati telah benihkan harapan
Ditulis dalam Puisi hati | Leave a Comment »
Jangan mencintai karna dia sempurna,
tapi buatlah dia sempurna karna kita yang mencintainya.
Perbedaan bisa menimbulkan cinta,
sedang cinta bisa menerima perbedaan.
Mencintai adalah sesuatu yang indah,
sedang dicintai adalah sesutu yang lebih indah.
Mencintai dan dicintai adalah segalanya dari “Keindahan”.
Ditulis dalam Filosofi | 1 Comment »
Cinta yang tulus adalah ketika kau menitikkan air mata tapi kau masih peduli padanya,
ketika dia tak peduli tapi kau masih menunggunya,
ketika dia mencintai orang lain tapi kau masih bisa tersenyum, asalkan dia bahagia,
ketika cinta itu mati, kau tidak perlu mati bersamanya,
karena cinta akan membuatnya kuat dan tegak ketika ia jatuh.
Ditulis dalam Filosofi | 1 Comment »
Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan,
kepada mereka yang masih percaya meskipun telah dikhianati,
kepada mereka yang masih mencintai meskipun pernah disakiti hatinya.
Ditulis dalam Filosofi | Leave a Comment »
Aku dipaksa menggenggam tangkai mawar berduri.
Kutanya, “Untuk apa…?”
Ada yang menjawab, “Agar kau bisa menahan rasa sakitnya.”
Kutanya lagi, ” Mengapa harus aku…?”
Dia menjawab lagi,
“Karena hanya kau yang belum menggenggamnya, bahkan menyentuhnya.”
“Kau hanya tau bahwa mawar itu indah warnanya, elok rupanya, harum aromanya.”
“Lebih dari sekedar bunga ia itu hidup, punya nyawa tersendiri, dunianya lebih indah dari dunia kita, makhluk yang konon katanya sempurna.”
“Perisainya adalah duri bagi yang ingin merusak kehidupannya. ”
“…adalah juga bantalan bagi yang ingin berkawan dengan indah hidupnya.”
Kutanya lagi, “Bagaimana caranya?”
Dia menjawab, “Dekati, rasakan, dan nikamati keindahannya.”
“Maka kan kau rasakan hidup seindah dan sesempurna mawar itu.”
Ditulis dalam Puisi iseng | Dengan kaitkata Add new tag | Leave a Comment »
inikah kehidupan..?? penuh sandiwara
tanpa cerita, tanpa skenario tertulis
bagaimanapun tak kutahu awal juga ahirnya
peranan dimainkan tanpa tahu, cerita dan skenarionya
isyarat ajarkan mengilhami, tak dilakoni
berebutlah kedudukan bertahtakan harta mereka, demi kesohoran
sanak keluarga ibarat teror
kemunafikan mereka jadikan obor kehidupan
segalanya….kotor
Ditulis dalam Puisi hati | Leave a Comment »