d’JacK’s Blog

Perjuangan Belum Berakhir

Sistem Moneter

Kelemahan-kelemahan yang ada dalam sistem barter adalahsalah satu pemicu manusia untuk menggunakan cara lain yang lebih efisien, dimana untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam, manusia tidak perlu lagi menunggu orang lain yang mau diajak saling bertukar barang kebutuhan. Mereka mulai menggunakan alat pembayaran yang disebut dengan uang. Mekanisme tersebut hanya dapat berjalan jika dicapai suatu kesepakatan diantara para pelaku ekonomi mengenai standar moneter apa yang akan digunakan dalam suatu komunitas atau bangsa.

Negara-negara yang menganut standar moneter dengan memakai jenis logam, disebut menganut monomatillism standard. Sedangkan negara yang menganut standar moneter dengan menggunakan dua jenis logam-perak dan emas- dikatakan menganut bimetallism standard. Satuan-satuan uang bank yang dikembangkan dengan sistem moneter seperti “scrutus marcorum”, yang artinya satuan uang dijamin dengan jumlah berat tertentu logam-logam mulia.

Standar moneter lainnya yang berlaku adalah standar kepercayaan (fiat standard), yaitu standar moneter berbasiskan kepercayaan masyarakat (pelaku ekonomi) terhadapa sesuatu yang dijadikan sebagai alat pembayaran yang bedasarkan standar kepercayaan ini biasanya nilai instrinsiknya lebih kecil dari pada nilai nominalnya misalnya uang kertas.

Masing-masing standar moneter di atas standar barang maupun standar kepercayaan memmiliki kebaikan dan kelemahan seperti berikut ini:

Kebaikan Standar Emas:

  • Diterima dan digunakan masyarakat internasional sebagai alat pembayaran yang sah.
  • Nilainya cenderung stabil dibanding logam lainnya, sehingga dapat menjaga nilai stabilitas nilai tukar uang.
  • Membantu perkembangan perekonomian dengan terciptannya sistem moneter yang seragam.
  • Adanya kebebasan melebur mata uang emas menjadi bentuk logam emas yang dapat dijual sebagai logam emas, atau tindakan yang sebaliknya yaitu dapat menukarkan logam emas menjadi uang emas dalam bentuk koin.

Kelemahan Standar Emas:

  • Dapat merusak sistem moneter, jika para pelaku ekonomi yang menyatakan emas sebagai standar moneternya mulai berbuat curang dengan mengurangi kadar emasnya dan bahkan memalsukannya.
  • Terbatasnya cadangan emas tidak dapat mengantisipasi tingkat perkembangan dan pertumbuhan perekonomian yang semakin rumit.
  • Biaya standar emas sangat tinggi.
  • Uang emas tidak dapat melayani transaksi-transaksi yang nilainnya kecil, karena uang emas biasanya diciptakan dengan nilai yang tinggi.

Kebaikan dan kelemahan standar perak pada prinsipnya hampir sama dengan standar emas, sehingga tidak sedangkan untuk kebaikan dan kelemahan standar kembar yang menggunakan dua jenis logam yaitu emas dan perak, serta kebaikan dan kelemahan uang kertas adalah sebagai berikut:

Kebaikan Standar Kembar:

  • Dengan menggunakan standar kembar, secara tidak langsung tersedia cadangan logam lebih banyak dibandingkan dengan hanya satu jenis logam saja.
  • Jika perbandingan mint ratio dan market ratio wajar, keadaan ini akan mempertahankan standar bimetalis berjalan dengan baik.

Kelemahan Standar Kembar:

  • Terjadi dualisme harga yaitu antar harga pasar emas dan perak pada pabrik pencetak uang atau biasa disebut dengan mint kerapkali mangalami perbedaan dengan harga pasar logam yang ada dipasaran dunia.
  • Dualisme harga emas dan perak dapat mengakibatkan perbandingan yang tidak proporsional antara harga emas dan perak, sehingga nilai tukar menjadi tidak stabil lagi.
  • Suatu negara bisa kehabisan salah satu cadangan emas atau peraknya jika terjadi perbedaan perbandingan harga antara negara yang satu dengan yang lainnya.

Kebaikan Uang Kertas:

  • Biaya pembuatan uang kertas relatif murah.
  • Terhindar dari segala kelemahan dan kesulitan yang diakibatkan oleh adanya standar emas, perak, maupun bimelitas.
  • Lebih fleksibel dan mudah dibawa-bawa untuk berbagai keperluan transaksi.
  • Pengaturan jumlah uang yang beredar dan pembuatannya langsung dikontrol oleh pemerintah.

Kelemahan Uang Kertas:

  • Jika defisit neraca pembayaran ditanggulangi dengan cara mencetak uang kertas baru, ini mengakibatkan tingkat inflasi yang tinggi dan sulit dikontrol.
  • Jika kepercayaan mesyarakat turun terhadap penggunaan uang kertas karena tidak ada jaminan berupa seberat tertentu logam mulia, hal ini dapat mengakibatkan risaknya sistem perdagangan dan perekonomian.

Mei 7, 2009 Diposkan oleh: | Ekonomi | Tinggalkan komentar

Masalah Utama Setiap Perekonomian

Setiap negara di dunia ini mempunyai konsepsinya sendiri-sendiri mengenai arah perkembangan perekonomiannya. Untuk itu, merekapun telah memiliki sistem perekonomian yang dirasa cocol dengan keadaannya masing-masing.

Sistem ekonomi yang dianut oleh sesuatu perekonomian ada dua hal yang khusus yang pasti dihadapi. Kedua hal itu adalah:

1. Keterbatasan sumber-sumber (limits of resources).

2. Masalah kependudukan (population problems).

  1. Keterbatasan Sumber-sumber

Sumber-sumber yang tersedia bagi sesuatu perekonomian itu terbatas adanya. Artinya, sedikit sekali barang-barang yang memiliki sifat sebagai barang bebas. Selain uadara, sudah sangat sulit untuk menemukan jenis barang lain yang bersifat free goods. Inilah yang memaksa orang untuk tunduk kepada the law of scarcity yang berbunyi: untuk mendapat barang yang langkah, orang harus korbankan sesuatu lebih dahulu.

Tidak seenaknya saja diambil dan kemudian digunakan, tetapi harus diperoleh dulu dengan pengorbanan, lalu diteliti penggunaannya melalui kombinasinya dengan sumber-sumber lain. Kemudian dipilih manakah yang paling menguntungkan dan kemudian dapat diambil keputusan yang sebaik-baiknya. Semua itu mengundang manusia untuk menghadapi masalah pemilihan (the problem of choice) yang memang merupakan masalah utama di dalam ilmu ekonomi.

  1. Masalah Kependudukan

Dimaksudkan dengan perkataan penduduk disini tentu saja adalah penduduk manusia, dan bukan yang lainnya (misalnya: ternak, unggas, tumbuhan dsb) sekalipun yang lainnya itu tidaklah diabaikan sama sekali.

Sebabnya mengapa para ahli ekonomi sangat tertarik kepada masalah kependudukan adalah karena penduduk itulah yang melakukan produksi maupun konsumsi. Penduduk itulah sebagai subjek ekonomi. Jumlah serta mutu (kualitas serta kuantitas) penduduk suatu negeri merupakan unsur penentu yang paling penting bagi kemampuan memproduksi serta standar hidup (­living standard) suatu negara. Namun demikian, sebabnya penduduk itu merupakan sumber tenaga kerja, human resources, di samping sumber faktor produksi manajerial skill.

Maret 27, 2009 Diposkan oleh: | Ekonomi | Tinggalkan komentar

Konsep Pendapatan Nasional

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

  • Produk Domestik Bruto (GDP)
    Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
  • Produk Nasional Bruto (GNP)
    Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
  • Produk Nasional Neto (NNP)
    Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
  • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
  • Pendapatan Perseorangan (PI)
    Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
  • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Maret 27, 2009 Diposkan oleh: | Ekonomi | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Maret 27, 2009 Diposkan oleh: | Uncategorized | 1 Komentar

   

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai