Tak berapa lama lagi kita akan memperingati hari libur sekolah dan juga Hari Raya Idul Fitri. Yap, just share pengalaman pribadi tentang bagaimana mudik yang aman dan nyaman menggunakan pesawat terbang. Semoga bermanfaat…
- Tiket
Hal pertama yang kita cari untuk mudik atau ber-pergian menggunakan pesawat terbang adalah tiket. Nah, persoalannya kapan kita mesti memesan tiket??? Beberapa maskapai terkadang menerapkan harga tiket yang murah untuk jadual penerbangan yang akan datang, misalnya 3 bulan yang akan datang.. Nah, kesempatan bagi Anda memesan yang seperti ini terutama yang promo.. he.. he.. Tapi ingat, kelemahan nya, ada maskapai yang mengubah kebijakannya terutama dalam hal Free Bagage (bagasi). Misalnya, pada saat kita memesan bagasi free nya 20 kg per seat, namun pas keberangkatan kita cuma dapat 15 kg per seat.. Wah-wah-wah.. bisa jauh berkurang, apalagi kita mengajak serta anak-anak yang tentunya juga membawa mainannya. Solusinya, nego dengan petugas check in karena memesan tiket pada saat free 20 kg (pengalaman pribadi, he.. he..). Kalau tidak ? siap-siap bayar kelebihan bagasi atau tidak jadi di bawa serta.
Masih soal tiket, pastikan semua nama yang akan berangkat tertulis di dalam tiket. Termasuk nama bayi anda, nama anak-anak (di atas 2 tahun). Jika tidak, maka akan bermasalah ketika check in, dan terkadang ini kelalaian petugas pada saat pemesanan tiket. Kecermatan Anda diperlukan jika tidak ingin bermasalah. Siapkan juga uang cadangan, jika air port tax bandara tidak dimasukkan di dalam harga tiket..
- Check in
Usahakan check in 2 jam sebelum keberangkatan, jika Anda membawa serta bayi, anak-anak, atau bagasi yang lumayan banyak. Tujuannya adalah untuk kenyamanan Anda dan tidak tergesa-gesa yang akan membuat Anda sedikit berkeringat.. he.. he.. Atau bagasi tidak tertinggal. Hitung dengan cermat berapa jumlah bagasi/tas yang akan di timbang, dan yang akan dijinjing ke dalam kabin pesawat, misalnya tas laptop atau tas cemilan makanan bayi dan minumannya.
Jika datang 30 menit sebelum keberangkatan, biasanya penumpang yang lain cukup ramai yang datang, sehingga akan membuat Anda tidak terlalu nyaman jika mengurusi bagasi yang lumayan banyak.. he.. he.. apalagi antrian nya akan cukup panjang.
- Ruang Tunggu
Nah, ada kalanya jadual keberangkatan kita terjadi Delay (tertunda), biasanya akibat gangguan operasional (misalnya pesawat yang mesti di maintenance, isi bahan bakar, dan sebagainya) atau gangguan cuaca (misalnya hujan petir, kabut asap, dan sebagainya). Sehingga kita akan lebih lama berada di ruang tunggu. Oleh sebab itu, siapkan perbekalan yang cukup misalnya cemilan, makanan ringan dan minuman. Dan juga baju ganti jika diperlukan, manakala bayi Anda bajunya basah atau kotor.. Juga siapkan baju ganti untuk Anda, jika terkena makanan bayi atau muntahan bayi.. he.. he.. Usahakan kondisi Anda dan keluarga se-nyaman mungkin ketika berada di ruang tunggu.
Jika masih ada barang bawaan penting yang tertinggal, misalnya di rumah.. Pastikan Anda punya waktu cukup untuk menunggunya jika ada orang yang bisa mengantar nya ke bandara.. Akan tetapi, jika jarak rumah Anda jauh, yap.. urus nanti saja atau dikirim dengan jasa paket atau pos saja.. he.. he..
- Kabin pesawat
Berada di dalam kabin pesawat jika bersama bayi dan anak-anak terkadang sulit diprediksi. Kenapa? Karena kita tidak tahu bagaimana kondisi mood nya.. kadangkala pas take off ceria saja.. eeh, 5 menit kemudian teriak-teriak, menangis… karena berbagai hal, misalnya; gerah karena panas, mau mimik, atau makan-minum dan sebagainya. Solusinya, pastikan Anda tidak berada dalam kondisi panik. Jika anaknya bisa di ajak berkomunikasi, tentu tidak akan masalah.. namun jika belum bisa, yap beberapa solusi bisa di coba.. di gendong berdiri, perhatikan awan melalui jendela kabin, atau keluarkan mainannya, atau mainkan AC di atas tempat duduk, dan sebagainya. Jika tidak berhasil, ya biarkan saja begitu, nanti akan diam sendiri.. jangan di cubit.. he.. he.. saking geramnya! Malah anaknya akan tambah nangis.. he.. he.. Persoalan penumpang yang lain melotot perhatikan kita dan bayi, di acuhkan saja.. jangan terlalu di soalkan… yah, namanya juga kondisi kritis.. he.. he.. Untung-untung dapat teman kursi duduk yang kooperatif, sehingga mengerti dengan kondisi saat itu. Pegangan tangan kursi pesawat juga dapat di tegakkan, sehingga kita punya space (ruang) yang lebih lapang di tempat duduk. Caranya? Tekan tombol bulat di dekat gagang kursi pesawat dan angkat ke atas… simpel kan??
Terus menggunakan safety belt.. Jika anak atau bayi Anda belum mau memasangnya saat itu, jangan dipaksa.. tunggu saat dia mau menggunakannya, ya itu tergantung cara Anda membujuknya. Kalau maunya pramugari ya di pasang saat itu juga… Kalau Anda paksa saat itu juga, bisa saja anaknya berubah mood dan teriak-teriak.. solusinya, pegang aja safety belt dan pelampung bayi nya terlebih dahulu.. ok?
Jika saat take off dan landing, diusahakan anak atau bayinya mengunyah cemilan atau makanan ringan (misalnya cracker, corn flakes, dan sebagainya) atau minum susu, air putih atau lainnya. Gunanya biar telinganya tidak terlalu berdengung pada saat take off dan landing. Satu lagi, jika bayi dan anaknya tidak mau, tidak usah dipaksakan… biarkan saja. Ada juga topi bayi yang menggunakan penutup telinga, atau pake sumbat kapas.. boleh juga di gunakan jika memungkinkan..
- Terminal kedatangan
Nah, akhirnya anda akan sampai di tujuan. Sebaiknya jika bersama anak dan bayi, usahakan penerbangan yang cukup singkat. Misalnya, 30- 60 menit saja. Jangan di atas 120 menit. Karena kita tidak tahu risiko selama berada di kabin pesawat. Tim rescue pun tidak ada, jika anak anda sedang demam, pastikan anda membawa termometer dan pantau temperatur badannya. Jika terlalu berisiko, tunda saja keberangkatannya. Anda tidak mau kehilangan anak atau bayi anda bukan?? Keselamatan lebih utama dari pada harga tiket..
Sekian, semoga bermanfaat…
^_^
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.