h1

Dendam

May 14, 2012

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا
وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ
لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ
وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka.
Mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata:

“Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada Ini.
Dan kami tidak akan mendapat hidayah –
kalau Allah tidak memberi kami hidayah.
Sungguh telah datang rasul-rasul Rabb kami, atas dasar al-Haq.”

Dan diserukan kepada mereka:
“ltulah surga yang diwariskan kepadamu,
disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.”

QS Al A’raf : 43

Dendam dalam hati kita hanya akan hilang jika kita mendapat hidayah 🙂

h1

Waktu adalah…

January 6, 2012

Orang bilang waktu adalah uang. Jika waktu hanya kita maknai dengan uang, maka hidup kita tidak bernilai lebih dari uang itu.

Ada, nilai yang lebih dari uang, atau kesenangan, atau sekadar penghargaan manusia. Allah tidak mendidik kita untuk menilai sesuatu dari hal-hal tersebut… Allah memberikan kita hidup bukan untuk mengejar hal-hal tersebut…

Pelajarilah kitab Allah, maka kita akan tahu kenapa, untuk apa dan kemana hidup kita. Jangan sia-siakan hidup ini, karena Allah menciptakan sesuatu tidak untuk disia-siakan. Lihatlah lebih dekat, lihatlah lebih luas, jadikan semuanya pembelajaran dan perjuangan.

Jika setiap detak detik hidup kita maknai dengan mengabdi kepadaNya,
maka Allah akan menghargai dengan Kasih Sayang, Ridho, dan SurgaNya…
Adakah yang lebih berharga dari waktu yang bernilai ibadah di sisi Allah?
Jika waktu tidak digunakan untuk mencari RidhoNya, untuk mencari apa lagi…
Jika bukan untukNya, untuk siapa lagi…

h1

Mishbah

November 13, 2011

Allah Cahaya Langit dan Bumi.
Analogi cahayaNya seperti misykat
yang di dalamnya ada pelita.

Pelita itu di dalam tabung kaca,
tabung kaca itu seakan-akan
ia bintang yang berkilauan…

… yang dinyalakan dari pohon yang diberkati yaitu zaytun, yang tidak tumbuh di timur, dan tidak pula di barat.

Hampir-hampir minyaknya menerangi
walaupun tidak disentuh api.

Cahaya di atas Cahaya.
Allah memberi hidayah kepada cahayaNya, siapa yang (Dia) kehendaki.
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Sumber : QS 24:35

h1

Harapan Mu’min

October 10, 2011

Sibuk tanpa disibukkan.
Terjatuh tanpa menyerah.
Gagal tanpa putus asa.
Bersegera tanpa tergesa.
Tenang tanpa menunda.
Furqan tanpa sekuler.
Membaur tanpa melebur.
Maksimal tanpa memaksa.
Rendah hati tanpa rendah diri.

Sungguh ingin seperti itu…

Mu’min adalah orang yang punya harapan dan cita-cita.
Jika disandarkan pada manusia,
maka dia akan kecewa.
Jika disandarkan pada ambisi pribadi,
maka dia akan memaksa.
Jika disandarkan pada Allah, maka dia tidak akan pernah putus asa,
tidak ada ketakutan atasnya, tidak pula dia bersedih hati.

Kehidupan dunia hanyalah permainan,
namun hidup di dunia bukan untuk main-main..

Yakinlah akan menemuiNya, yakinlah akan kembali padaNya.
Hiduplah dan berjuanglah, jadilah mu’min yang ikhlas.
Menangkan diri melawan ego pribadi.
Kita merdeka, kita punya cita-cita:
kembali kepadaNya dengan ridho dan diridhoiNya.

h1

Jangan Putus Asa

October 10, 2011

Dan apabila bayi-bayi perempuan
yang dikubur hidup-hidup ditanya,
karena dosa apakah dia dibunuh?

Orang beriman itu hanyalah orang yang beriman, mereka tidak ragu dan mereka bersungguh-sungguh.

Orang yang didustakan itu tidak pernah menghardik anak yatim, bersedia memberi makan orang miskin di hari kelaparan. Sungguh yang membenci mereka, itulah yang terputus.

Jangan ceritakan mimpimu kepada saudaramu. Janganlah berputus asa dari rahmat Allah.

Rabbana maa kholaqta hadza bathila..

h1

Ideologi Langit dan Bumi

September 21, 2011


Ayah Ibu maafkan aku.

Ayah Ibu jangan pergi lagi.
Aku saja yang cari suap nasi.

Ayah ibu tetaplah saja di sini,
agar sempat kubagi satu ideologi.

Ayah ibu aku janji,
aku akan lulus tahun ini,
lalu kucari bakul-bakul nasi.

Ayah ibu tidak perlu pergi lagi.
Cukup di sini dididik satu ideologi.

Ideologi Langit dan Bumi.

h1

Mengilhami Dua Sisi

September 2, 2011

Seringkali kita dihadapkan dengan hal yang kita benci, untuk lebih mengilhami dua sisi.

Ada saatnya kita dikenalkan dengan kejahiliyahan. Hakikatnya adalah agar kita benar-benar kenal islam.

Ada saatnya kita dibenturkan dengan kebatilan. Yang paling penting adalah jangan menyembunyikan yg Haq, karena hakikat ilmu adalah terpisahnya haq dan batil.

Ada saatnya kita dibayankan dengan langkah-langkah setan, agar kita menarik diri (kaffa) dan tidak mengikutinya. Itulah kesempatan kita dididik berislam kaffah.

Read the rest of this entry »

h1

Shabar yg Cantik

September 1, 2011

Bertasbihlah dengan memuji Rabb kita ketika kita berdiri. Bertasbihlah kepadaNya di sebagian malam, dan di waktu terbenam bintang-bintang…

Bumi ini kepunyaan Allah. Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap. Sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah.

Allah pernah menolong kita di medan peperangan yang banyak, peperangan Hunain, saat kita menjadi congkak karena banyaknya jumlah kita. Jumlah banyak itu tidak memberi manfaat kepada kita sedikitpun. Bumi yang luas itu terasa sempit oleh kita. Kemudian kita lari ke belakang dengan bercerai-berai…

Read the rest of this entry »

h1

Kehebatan Rasa Takut

July 7, 2011

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang dirajam.

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menginfaqkan apa-apa rezeqi yang Kami berikan kepada mereka. (QS As Sajdah :16)

“Barangsiapa yang takut, aman!”
(Man khaafa aamana)
(Ali bin Abi Thalib)

Mereka takut kepada Rabb mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan. (QS An Nahl :50)

Efek dari rasa takut (khouf) kepada Allah begitu luar biasa. Rasa takut kepada Allah membuat seseorang menginfaqkan seluruh rezeqi dan melaksanakan apapun yang diperintahkan Allah. Namun bagaimana caranya membentuk rasa takut kepada Allah?

Read the rest of this entry »

h1

Our Intellectuality

April 28, 2011

We suppose that intelligence is very important to us. Supported by a sharp and keen intellect, we are so rational that our mind is our primary weapon in analyzing everything. We tend to approach things with logic. We use our intellectuality to win in academic competitions for our own prestige. We use our sharp intellect to create new technological tools but seldom have much to say about the possible future effects on our ecosystems and make many researches but we do not know whether the researches are giving advantage to individuals or society. We seem to be programmed to repeat our days and do a pretty job without improving our cimcumstances, without deepening our awareness, without paying attention to our realities and without seeking knowledge among the signs of nature.

We always use our superhuman brainpower but seldom try listening to our own heart – where as heart sees anything that logic could never see. Heart sees love, friendship, meanings of life, other person’s needs and other hidden messages – but logic does not. Heart will find the reason of doing something and the answer of the meaning of life.

Without awareness about what it means to be human, intellectuality is nothing!

#dibuat tahun 2007