Email buat kang Luigi
| from |
|||
| to | |||
| cc | |||
| date | |||
| subject | |||
Halo kang Lui,
Met malam,
Aku ada tulisan nihh, kira2 bisa dimuat di websitenya kang Lui gak? klo bisa kayaknya bakalan jadi cerita pertama dan terakhirku buat Indonesian Peacekeepers (soalnya minggu depan udah mo cek out dari UNMIN),hehehe.
trus tolong diedit yahh, sapa tau ada salah2 kate 🙂
thanks b4,
James
———————————————————————————————
Hari itu, Kamis 24 Juli 2008, aku udah siap dengan tas-tas ku. Bawaan klo orang mo mudik kayaknya masih kalah dibanding apa yang aku bawa hari itu. 2 tas travel besar, 2 tas ransel backpack sedang, dan 1 tas ransel Eiger gede sisa perjuangan di SATGANA Unai dulu (jangan ditanya rinciannya apa aja, pliss dehh). Yup, hari itu aku diharuskan kembali ke Kathmandu untuk persiapan check out dari kerjaanku sekarang di UNMIN.
“Bro, pesawatnya jadi datang gak” tanyaku ke pegawai MOVCON-nya, “Well, di jadwalnya sih begitu. Tiba di Pokhara jam 08.00 hours. Tapi kamu harus ikut terbang dulu ke Nepalgunj dan Dhangadi, soalnya dari Dhangadi pesawatnya akan langsung terbang ke Kathmandu, gak mampir Pokhara lagi. Sekarang kamu tunggu aja di kantormu, nanti aku samperin klo udah mo berangkat ke airport” jawab MOVCON assistant-nya, seorang Nepali pekerja keras yang menjadi sahabatku juga.
“Oke deh…” balasku sambil berjalan kembali ke Klinik yang menjadi ruangan kerjaku selama 1 tahun 2 bulan ini.
Jam di sudut kanan bawah layar komputerku sudah menunjukkan angka 09.30, tapi koq blum ada tanda2 kendaraan UN menuju airport? Bergegas aku ke kantor MOVCON tadi sambil was-was jangan-jangan si Mr Ghan Shyam Pun sahabatku itu saking sibuknya ampe lupa klo ada orang yang udah ngebet balik ke Kathmandu buat ngurus check outnya, alias pulang ke tanah air, Indonesia.
“Mr Pun, any news…..?”
“James, barusan aku ditelp MOVCON Kathmandu, pesawatnya dari Kathmandu udah langsung ke Nepalgunj. Nanti dari Nepalgunj-Dhangadi baru mampir ke Pokhara dan ke Kathmandu. Jadi ETA di Pokhara sekitar jam 12.30. Sabar yahh”
Hmmm, aku mo bilang apa, di cuaca seperti ini, kadang-kadang mendung tak jelas, apalagi Pokhara adanya di seputaran lembah juga, yang notabene dikelilingi bukit-bukit (bukit??? ada saljunya kamu bilang bukit???hehehe), jadi mungkin faktor cuaca pikirku. Jadi ingat kejadian sebelumnya ketika helikopter UNMIN jatuh dan seorang Letkol asal Indonesia gugur bersama penumpang lainnya.
Dhaulagiri Range, Macchapuchere Range view from Pokhara
Akhirnya aku duduk manis kembali di ruanganku sambil sekali-sekali keluar sekedar ngilangin rasa kebas di pantat 🙂
Ngecek email (sambil curi-curi akses buat chatting) udah selesai, obat-obat dan peralatan lain udah dipak dan dikirim ke kathmandu 2 hari sebelumnya, staffnya sehat walafiat semua alias gak ada yang sakit, palingan pegel linu abis muatin barang-barang ke kontainer, jadinya aku gak ada kerjaan 🙂
12.30
“Mr Pun, pesawatnya masih di Dhangadi?” tanyaku agak kesal.
“bro, rupanya dari Kathmandu ada petinggi2 yang lagi ke Nepalgunj, trus ada rotasi di MCS-4 dan MCS-5, jadinya pesawat lebih lama di Nepalgunj, mungkin jam 3 ato paling lama jam 4 sore baru tiba di Pokhara”
Halahhh, hari geneee, udah mo tutup misi masih sempat-sempatnya petinggi-petinggi itu ngecek ke region pikirku. Klo aku telat handover barang-barang di Kathmandu ntar check-out ku juga jadi mundur dong, ujung-ujungnya tiket pulang Kathmandu-Bangkok-Jakarta harus dirubah lagi. Mana tadi pagi gak sempat sarapan karena masih jam 6.30 udah ditelp Mr Pun suruh standby di kantor.
14.** (udah gak ingat jelasnya)
Karena capek nunggunya (dan ngantuk) akhirnya aku milih nunggu di kantor MOVCON aja, sambil dengerin lagu Tum Se Hi-nya Mohit Chauhan (sempat populer juga filmnya) yang keluar dari salah satu komputer di ruangan itu. Lumayan, meredakan sesak di dada karena kelamaan nunggu, tapi menambah rasa kantuknya J.
Tiba-tiba Mr Pun mendatangi meja tempatku duduk (sambil memandang iba…..kayaknya sihhh. ato mungkin karena wajahnya yang emang udah ter-set segitu??? auhh ahh).
“Bro, pesawat sudah berangkat dari Dhangadi sejak tadi, tapi tidak akan mampir Pokhara. mereka langsung terbang ke Kathmandu”.
Busettt, udah nunggu dari pagi sampe mo sore gini tapi hasilnya gak ada. Mana jadwal UN Flight berikutnya adanya di hari Senin, tgl 28 Juli. Jadi aku harus nunggu 4 hari lagi disini? walahhh, rumah kontrakan udah aku balikin kuncinya ke Mr Bishnu, Landlord-ku yang baik hati. tapi dia rumahnya di seberang danau, gak enak manggil dia cuma buat pinjam kunci lagi (aku yakin dia pasti ngasih sih).
berarti jadwal kepulanganku ke Indonesia bisa mundur dongg? trus acaraku disana gmana ntar???
Hmmm….sabar sabar pikirku, “gmana klo naik mobil aja?”tanyaku ke Mr Pun,
“Iya, aku dengar dari MTO klo rencananya akan ada 2 mobil ke Kathmandu hari Sabtu tgl 26 Juli nanti. paling tidak itu lebih cepat 2 hari daripada harus nunggu UN Flight tgl 28 Juli itu, dan dengan kemungkinan yang sama juga, ditunda, ato tidak ada sama sekali” balasnya.
Bergegas aku hubungi si MTO dan langsung dapat jawabannya saat itu juga.
“OK, asal kamu siap nyetir mobilnya ke Kathmandu”
Sipp lah pikirku, 5-6 jam nyetir masih bolehlah, tapi drive di Kathmandu-nya itu yang bikin ngeri. Di negara dimana sapi berdiri bagai raja di tengah jalan, atau 2-3 motor berjalan beriringan di tengah jalan dengan cueknya dan tanpa rasa bersalah, bis-bis antar propinsi yang dikemudikan sopirnya bagai mainan anak-anak yang klo rusak atau nyenggol orang bisa beli baru lagi??? Hmm….gw jabanin dahhh, daripada terjebak disini.

King of the Road
15.**
Aku lagi ngobrol dengan seorang teman di ruangannya (Logistic) tentang rencanaku ke Kathmandu hari itu yang gagal ketika tiba-tiba Mr Pun mendatangi ruangan dan memotong pembicaraan kami,
“James, pesawat dari Dhangadi mendarat darurat di Nepalgunj. Ada asap tebal keluar di cabin ketika pesawat take off dari Dhangadi. Syukur kamu gak jadi naik tadi”
Diriku : Terdiam sambil berucap dalam hati, “Terima Kasih Tuhan, ternyata rancanganku bukan rancangan-Mu”.
Jamz!
Di airport Pokhara, sesaat sebelum berangkat dengan Commercial Flight (MOVCON-Ghan Syam Pun ; Logistic-Sao Sai Noi ; Nurse-James)
Akhirnya aku dikasi naik Commercial Flight ini, Jetstream-41, 29 seats

30 menit…… nyampe deh di Kathmandu. Wuihhhh………
Note:
Beberapa gambar diambil (copy) dari internet berhubung saat itu tidak sempat mengabadikannya
Hak cipta sepenuhnya ada pada pemilik gambar asli tersebut 🙂
Ternyata ini bukan tulisan terakhirku karena beberapa artikel masih dimuat di http://www.pralangga.com
Email buat Bhaju Shresta
|
|||||||||||||||||||||||||||||
Hello Babbu,
Namaskar!
I couldnt remember our last email but if i’m not mistaken i told you about my plan to go back to Indonesia, my wedding plan, and every thing,hehehe.
Yeah, i married my girlfriend in her hometown, so i brought my family to attend that ceremony. well, not all my close relatives could come because the airticket was sooo expensive. at least my father and mother, 2 brothers, my brother’s son, my grandpa and grandma, and 3 beautiful aunties that hardly believe their nephews was going to get married,hehehe.
We spent 4 days for our honeymoon in Bali and then we moved back to my hometown, which is another 2 hours by plane from my girlfriend’s place. i am so grateful that everything is going well for now. my wife is working in an Adventist Hospital now (she is a nurse too) and God give me another oppotunity to work abroad again. it’s difficult to leave my wife but since last October I have been working for American company, DynCorp International. They put me as their Medic in Afghanistan. yes, in Afghanistan. A country that Talibans and American-lead-troops have war. So i’ve been here for almost 2 months.
The situation here itself is not too bad. we live in a well-guarded security compound. travelling in an armoured vehicle, weapon usage for our self defense, and everything needed in this situation. since my position is as a Floater Medic so I have to travel from 1 camp to another camp. I would be the reliever medic if the permanent medic in 1 camp away for some occasion, like vacation or whatever. It’s not that easy to travel from one place to another place, especially in this country. i have to maintain my alertness and of course keep my pace with the american work-style. we dont have holidays here, but they will give us 52 days leave that i can use within 1 year. My plan is i’ll take my first leave hopefully around february or early march next year (the first leave can be taken only after 3 months probational period).
So far my ‘permanent’ station is in their main office, which is in Kabul, the capital city of Afghanistan, but last month i was posted at Islam Qalah, just 10 minutes drive near Iranian border. I’m writing you this email now from Kandahar, the southern province in Afghanistan, probably around 1 to 1.30 hours to Pakistan border.
I believe more to say in this email but I would like to hear your story too. Hey, we have a lot of Nepalese working here as well. most of them are the Gurkhas (ex Gurkha soldier, ex nepal army soldier,etc). They are the loyal and brave security guard in our company. They also travel with us as our escorter. Today, I met with one Nepali chef. he works for Supreme company, an American subcontractor handling our food (and of course preparing the Kari dishes for nepali/indian/local workers). And when i told them, “mero nam James ho”, they were suprised and continue to speak in nepali languange to me. I just give up and said, i’m sorry my friend. i was working in nepal for 1 year and 2 months but believe me, my nepali languange is terrible,hahahaha.
Well, hope you dont get asleep with my long story but this is my first email to you after months ago. Please keep in touch and keep praying for me. I need those prayers. I believe that God has sent me to this place and I believe that He will guide and protect me as well.
May God bless you and your family there, and of course in all the projects that you are working on it now.
Best Regards,
James Maramis
Medic on Duty – DynCorp Intl.
Kandahar RTC
mobile :![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
+93-797-6649-83![]()
Akhirnya bisa juga….
Apanya yang bisa juga?hehehe. Skype!! Skype-ku akhirnya bisa dipake telp lagi setelah ditambah lagi creditnya. Emang sih sebelumnya creditnya udah ditambah berapa kali tapi berhubung aku gak biasa (baca: gak punya) pake kartu kredit jadinya make kartu kredit teman sekamar waktu di kabul dulu, tapi berhubung dia udah pulang ke kampungnya (di Kiev sono) jadinya account-ku gak bisa di recharge lagi dan ternyata sudah nyampe batas pembelian via kartu kredit, di website skypenya bilang ada alternatif lain pake PayPal, MoneyBooker, ato transfer langsung. Bahhhh, orang kampung macam aku mana ngerti PayPal dan kawan2nya itu… 😉
Jadilah terpaksa aku nyari2 lagi diinternet cara untuk nelp ke indonesia lewat internet, yang murah meriah tentunya. lewat hp kantor yang dikasi sih sebenarnya bisa, 30 Afg/mnt ($1=52.30Afg) tapi masih mahal juga.
Coba cari2 di internet, eh kemudian ingat klo dulu waktu di nepal pernah pake yang namanya VoipStunt. softwarenya sendiri menurut aku oke lah, tapi kualitasnya kurang dan lebih mahal (dibanding skype). aku ingat klo waktu itu aku ngisi pulsanya bisa lewat reseller, seperti agen penjualan pulsa/voucher gitu lahh. kebetulan nick-nya masih aku simpan di contact list YM-ku. coba di kontak ternyata masih sambung… wah, asik juga nih. sebelumnya aku juga udah sempat dapat reseller/agen yang lain. dapat dari internet juga.
setelah aku coba beli credit skype dari 2 reseller ini ternyata ada perbedaan harga yang lumayan. dari agen yang kedua ini ternyata harganya masih lebih mahal dibanding agen yang pertama. caranya kita transfer ke rekening mereka sejumlah pulsa yang mau dibeli plus komisi buat mereka. contohnya mau beli pulsa skype $10. dengan asumsi $1=Rp12.150 (finance.yahoo.com/currency ; 19 Nov 2008 ; sekitar jam 6 malam waktu afghanistan), maka untuk dapat $10 itu aku harus transfer Rp121.500. nah, itu belum termasuk komisi mereka agen2 itu. setelah aku bandingin ternyata agen yang pertama masih lebih OK. Yahh, beda2 $1.5-$2.5 lahhh
5-7 mnt kemudian masuk email dari skype klo credit di accountku sudah bertambah $10. So, tunggu apa lagi?? telp istriku tercinta donggg 🙂
….bla bla bla…..
….bla bla bla…..
Berbicara di telp gak terasa udah 1:05 mnt (1 jam 5 mnt). wahhh, udah harus nyampe konklusi nih. klo ntar mati tiba2 karena kehabisan pulsa kan gak enak. katanya sih nge-gantung, wakakakaka.
Gak pa pa lah, besok beli credit skype lagi, trus telpon lagi 🙂 Hitung2 daripada aku nelp pake sarana lain (kecuali mereka di rumahku udah pake PC, yang bisa gratis) berarti aku tetap harus cari koneksi PC-Mobile ato PC-Landlines, dan menurutku masih Skype yang kualitasnya bagus dan harganya juga lebih murah dibanding software voip yang lain.
Namun seandainya teman2 ada saran tolong dibagi2 yahhh, lumayan kan bisa nelp ke rumah murah meriah. Jangan lupa, otreeee 🙂
…..Gud nyte…..
(buat yang pengen beli pulsa beberapa software voip yang ada di internet silahkan kasi comment ke postingan ini, ato lewat emailku langsung juga bisa. ntar aku kasi id reseller/agen itu. buat aku gak usah pake komisi lahhh, hehehe)
## thanks to Mandiri Internet Banking. Transaksi-ku mulus2 aja
Recent Comments