Pengenalan DOS

Tag

, ,

DOS
Singkatan dari Disk Operating System. DOS dapat mengacu pada beberapa sistem operasi (FreeDOS, PC-DOS) tapi lebih populer sebagai singkatan dari MS-DOS (Microsoft Disk Operating System). Awalnya dibuat oleh Microsoft untuk IBM, dulu MS-DOS merupakan sistem operasi standar untuk seluruh komputer yang dibuat oleh IBM dan beberapa manufaktur lain yang merilis sistem yang kompatibel dengan IBM (IBM compatible personal computers).
Seperti halnya sistem operasi yang lain, DOS menyediakan beberapa fungsi dasar seperti Manajemen berkas (File Management), Operasi berkas (Working with the Files) dan konfigurasi sistem (System Configuration).

modul-praktikum-dos

Sistem Operasi Dengan Unix

Tag

Proses untuk masuk ke sistem UNIX disebut login (logging in). Tujuan dilakukannya login oleh sistem UNIX, yaitu :

  1. sistem akan melakukan pengecekan apakah pemakai berhak menggunakan sistem.
  2. sistem akan melakukan berbagai pengaturan environment yang sesuai dengan pemakai.

Proses masuk ke sistem dapat dilakukan pada saat terminal menampakkan   prompt :

login :

ini menunjukkan bahwa sistem sedang menunggu untuk sebuah login id.

Catatan : untuk mengoperasikan UNIX kita harus mempunyai sebuah identitas/login id setelah mengetikkan login id diikuti oleh ENTER, maka sistem akan meminta kita untuk memasukkan sebuah password.

Download Materi

Konsep Sistem Informasi

Tag

, , ,

DEFINISI SISTEM

LUDWIG VON BARTALANFY. ¨  Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

ANATOL RAPOROT. ¨Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

ACKOF. ¨Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

SYARAT-SYARAT SISTEM

1.Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan.

2.Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.

3.Adanya hubungan diantara elemen sistem.

4.Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.

5.Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.

Download materi

Pengenalan Bahasa Java

Tag

, , , , , ,

A. Sejarah Singkat Java.

Pada 1991, sekelompok insinyur Sun dipimpin oleh Patrick Naughton dan James Gosling ingin merancang bahasa komputer untuk perangkat konsumer seperti cable TV Box. Dikarenakan perangkat tersebut tidak memiliki banyak memori, bahasa harus berukuran kecil dan mengandung kode yang liat. Juga karena manufakturmanufaktur berbeda memilih processor yang berbeda pula, maka bahasa harus bebas dari manufaktur manapun. Proyek diberi nama kode ”Green”.

 

Kebutuhan untuk fleksibilitas, kecil, liat dan kode yang netral terhadap platform mengantar tim mempelajari implementasi Pascal yang pernah dicoba. Niklaus Wirth, pencipta bahasa Pascal telah merancang bahasa portabel yang menghasilkan intermediate code untuk mesin hipotesis. Mesin ini sering disebut dengan mesin maya (virtual machine). Kode ini kemudian dapat digunakan di sembarang mesin yang memiliki interpreter. Proyek Green menggunakan mesin maya untuk mengatasi isu utama tentang netral terhadap arsitektur mesin.

 

Karena orang–orang di proyek Green berbasis C++ dan bukan Pascal maka kebanyakan sintaks diambil dari C++, serta mengadopsi orientasi objek dan bukan prosedural. Mulanya bahasa yang diciptakan diberi nama ”Oak” oleh James Gosling yang mendapat inspirasi dari sebuah pohon yang berada pada seberang kantornya, namun dikarenakan nama Oak sendiri merupakan nama bahasa pemrograman yang telah ada sebelumnya, kemudian SUN menggantinya denganJAVA. Nama JAVA sendiri terinspirasi pada saat mereka sedang menikmati secangkir kopi di sebuah kedai kopi yang kemudian dengan tidak sengaja salah satu dari mereka menyebutkan kata JAVA yang mengandung arti asal bijih kopi. Akhirnya mereka sepakat untuk memberikan nama bahasa pemrograman tersebut dengan nama Java.

 

Produk pertama proyek Green adalah Star 7 (*7), sebuah kendali jarak jauh yang sangat cerdas. Dikarenakan pasar masih belum tertarik dengan produk konsumer cerdas maka proyek Green harus menemukan pasar lain dari teknologi yang diciptakan. Pada saat yang sama, implementasi WWW dan Internet sedang mengalami perkembangan pesat. Di lain pihak, anggota dari proyek Green juga

menyadari bahwa Java dapat digunakan pada pemrograman internet, sehingga penerapan selanjutnya mengarah menjadi teknologi yang berperan di web.

 

Java telah mengakomodasi hampir seluruh fitur penting bahasa–bahasa pemrograman yang ada semenjak perkembangan komputasi modern manusia :

  1. Dari SIMULA – bahasa pada tahun 65-an, bahasa yang paling mempengaruhi Java sekaligus C++. Dari bahasa ini diadopsi bentukan–bentukan dasar dari pemrograman berorientasi objek.
  2. Dari LISP – bahasa tahun 55-an. Diadopsi fasilitas garbage collection, serta kemampuan untuk meniru generic list processing, meski fasilitas ini jarang yang memanfaatkannya.
  3. Dari Algol – bahasa pada tahun 60-an, diambil struktur kendali yang dimilikinya.
  4. Dari C++ – diadopsi sintaks, sebagian semantiks dan exception handling
  5. Dari bahasa Ada – diambil strongly type, dan exception handling.
  6. Dari Objective C – diambil fasilitas interface.
  7. Dari bahasa SmallTalk – diambil pendekatan single-root class hiérarchie, dimana object adalah satu kesatuan hirarki pewarisan
  8. Dari bahasa Eiffel – fasilitas assertion yang mulai diterapkan di sebagian JDK 1.4

B. Apa Itu Teknologi Java.

1. Sebuah Bahasa Pemrograman.

Java adalah bahasa pemrograman yang berorientasi objek (OOP) dan dapat dijalankan pada berbagai platform sistem operasi. Perkembangan Java tidak hanya terfokus pada satu sistem operasi, tetapi dikembangkan untuk berbagai sistem operasi dan bersifat open source.

2. Sebuah Development Environment.

Sebagai sebuah peralatan pembangun, teknologi Java menyediakan banyak tools : compiler, interpreter, penyusun dokumentasi, paket kelas dan sebagainya.

3. Sebuah Aplikasi.

Aplikasi dengan teknologi Java secara umum adalah aplikasi serba guna yang dapat dijalankan pada seluruh mesin yang memiliki Java Runtime Environment (JRE).

4. Sebuah Deployment Environment.

Terdapat dua komponen utama dari Deployment Environment. Yang pertama adalah JRE, yang terdapat pada paket J2SDK, mengandung kelas–kelas untuk semua paket teknologi Java yang meliputi kelas dasar dari Java, komponen GUI dan sebagainya. Komponen yang lain terdapat pada Web Browser. Hampir seluruh Web Browser komersial menyediakan interpreter dan runtime environment dari teknologi Java.

C. Mengapa Mempelajari Java.

Berdasarkan white paper resmi dari SUN, Java memiliki karakteristik berikut :

1. Sederhana.

Bahasa pemrograman Java menggunakan sintaks mirip dengan C++ namunsintaks pada Java telah banyak diperbaiki terutama menghilangkan penggunaan pointer yang rumit dan multiple inheritance. Java juga menggunakan automatic memory allocation dan memory garbage collection.

2. Berorientasi objek (Object Oriented).

Java mengunakan pemrograman berorientasi objek yang membuat program dapat dibuat secara modular dan dapat dipergunakan kembali. Pemrograman berorientasi objek memodelkan dunia nyata kedalam objek dan melakukan interaksi antar objek-objek tersebut.

3. Dapat didistribusi dengan mudah.

Java dibuat untuk membuat aplikasi terdistribusi secara mudah dengan adanya libraries networking yang terintegrasi pada Java.

4. Interpreter.

Program Java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.

5. Robust.

Java mempuyai reliabilitas yang tinggi. Compiler pada Java mempunyai kemampuan mendeteksi error secara lebih teliti dibandingkan bahasa pemrograman lain. Java mempunyai runtime-Exception handling untuk membantu mengatasi error pada pemrograman.

6. Aman.

Sebagai bahasa pemrograman untuk aplikasi internet dan terdistribusi, Java memiliki beberapa mekanisme keamanan untuk menjaga aplikasi tidak digunakan untuk merusak sistem komputer yang menjalankan aplikasi tersebut.

7. Architecture Neutral.

Program Java merupakan platform independent. Program cukup mempunyai satu buah versi yang dapat dijalankan pada platform yang berbeda dengan Java Virtual Machine.

8. Portabel.

Source code maupun program Java dapat dengan mudah dibawa ke platform yang berbeda-beda tanpa harus dikompilasi ulang.

9. Performance.

Performance pada Java sering dikatakan kurang tinggi. Namun performance Java dapat ditingkatkan menggunakan kompilasi Java lain seperti buatan Inprise, Microsoft ataupun Symantec yang menggunakan Just In Time Compilers (JIT).

10. Multithreaded.

Java mempunyai kemampuan untuk membuat suatu program yang dapat melakukan beberapa pekerjaan secara sekaligus dan simultan.

11. Dinamis.

Java didesain untuk dapat dijalankan pada lingkungan yang dinamis. Perubahan pada suatu class dengan menambahkan properties ataupun method dapat dilakukan tanpa menggangu program yang menggunakan class tersebut.

Dasar Pemrograman Java

Tag

, , , , , ,

Untuk membuat program Java, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Langkah-langkah tersebut adalah :

a. Menulis kode program.
b. Kompilasi program.
c. Menjalankan program.

Kode program Java dapat ditulis dengan memanfaatkan text editor seperti notepad, maupun editor yang lainnya. Kode program Java pada umumnya memiliki susunan sebagai berikut :

//Daftar paket yang digunakan dalam program

Import namapaket;

 

//Membuat Kelas

public class namakelas

{

//Metode Utama

public static void main(String[] args)

{

perintah;

. . . . .

}

}

Untuk latihan pembuatan program Java, tulislah kode program sebagai berikut :

Listing Lat01.java

public class Lat01

{

public static void main(String[] args)

{

System.out.println(“Apa Kabar?”);

}

}

Bagaimana hasil outputnya?!

1. Java Identifier.

Java Identifier adalah suatu tanda yang mewakili nama-nama variabel, method, class, dsb.

Contoh dari Identifier adalah : Hello, main, System, out.

Pendeklarasian Java adalah Case-Sensitive. Hal ini berarti bahwa Identifier : Hello tidak sama dengan hello. Identifier harus dimulai dengan salah satu huruf, underscore “_”, atau tanda dollar “$”. Hurufnya dapat berupa huruf besar maupun huruf kecil. Karakter selanjutnya dapat menggunakan nomor 0 smpai 9.

Identifier tidak dapat menggunakan kata kunci dalam Java seperti class, public, void, dsb.

Selanjutnya kita akan berdiskusi lebih banyak tentang kata kunci dalam Java.

2. Keyword Dalam Java.

Kata kunci adalah identifier yang telah dipesan untuk didefinisikan sebelumnya oleh Java untuk tujuan tertentu. Anda tidak dapat menggunakan keyword sebagai nama variabel, class, method Anda, dsb. Berikut ini adalah daftar dari kata kunci dalam Java (Java Keywords).

Catatan : true, false, dan null bukan termasuk kata kunci akan tetapi mereka termasuk kata-kata khusus, jadi Anda tidak dapat menggunakan mereka sebagai nama variabel pada program Anda.

1. Tipe Data.

Data adalah sesuatu yang sangat penting. Dalam memilih tipe data harus memperhatikan fakta, penggunaan memori, rentang data juga ketelitiannya. Program biasanya menggunakan tipe integer, floating point, karakter dan string.

a. Integer.

Integer adalah tipe data numerik yang mewakili seluruh bilangan bulat. Tipe data ini tidak memiliki angka desimal. Tipe data integer yang disediakan Java adalah sebagai berikut :

Tipe Jangkauan
byte -128 s/d 127
short -32768 s/d 32767
int -2147483648 s/d 2147483647
long -9223372036854775808 s/d 9223372036854775808

a. Floating Point.

Floating-Point dikenal sebagai bilangan real, yaitu bilangan yang memiliki bagian fraksional atau pecahan. Tipe data floating-point yang disediakan Java adalah sebagai berikut :

Tipe Jangkauan
Float 3.4 x 10-38 s/d 1.7 x 1038
Double 1.7 x 10-308 s/d 3.4 x 10308

Listing Lat02.java

public class Lat02

{

public static void main(String[] args)

{

int    a=10;

String b=”Indah”;

System.out.println(a);

System.out.println(b);

}

}

Bagaimana hasil outputnya?!

a. Boolean.

Tipe data boolean diwakili oleh dua pernyataan : true dan false. Sebagai contoh adalah :

boolean result = true;

Contoh yang ditunjukkan diatas, mendeklarasikan variabel yang dinamai result sebagai tipe data boolean dan memberinya nilai true.

b. Char.

Tipe data character (char), diwakili oleh karakter single Unicode. Tipe data ini harus memiliki ciri berada dalam tanda single quotes(’ ’). Sebagai contoh :

‘a’ //Huruf a

‘\t’ //A tab

Untuk menampilkan karakter khusus seperti ‘ (single quotes) atau ” (double quotes), menggunakan karakter escape \. Sebagai contoh,

‘\” //untuk single quotes

‘\”‘ //untuk double quotes

Meskipun String bukan merupakan tipe data primitif (namun merupakan suatu Class), kita akan memperkenalkan mengenai pada bagian ini. String mewakili tipe data yang terdiri atas beberapa karakter. Mereka tidak termasuk tipe data primitif, melainkan suatu class.

Mereka memiliki literal yang terdapat diantara tanda double quotes(“”).

Sebagai contoh :

String message=“Hello world!”

c. Variabel.

Variabel adalah suatu tempat yang disediakan dalam memori untuk menampung data dan nilai data yang dimasukkan ke dalamnya dapat dirubah sewaktu-waktu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan nama variabel, yaitu :

  • Nama variabel dimulai dengan alphabet.
  • Sebaiknya bersifat unik, tidak boleh ada nama variabel yang sama dalam suatu program.
  • Perhatikan penulisan huruf besar dan kecilnya, karena Java bersifat Case-Sensitive.
  • Gunakan nama variabel sesingkatnya, meskipun penamaan variabel panjangnya boleh berapa saja.
  • Jangan gunakan tanda baca, spasi, tanda-tanda yang dipakai dalam perhitungan.
  • Bila nama variabel lebih dari satu kata, bisa menggunakan garis bawah untuk menghubungkannya.
  • Selain hal tersebut diatas, ada beberapa keyword yang dipakai oleh Java yang tidak boleh digunakan dalam penamaan variabel maupun pendeklarasian lainnya.

2. Operator.

Dalam Java, ada beberapa tipe operator. Ada operator aritmatika, operator relasi, operator logika, dan operator kondisi. Operator ini mengikuti bermacam-macam prioritas yang pasti sehingga compilernya akan tahu yang mana operator untuk dijalankan lebih dulu dalam kasus beberapa operator yang dipakai bersama-sama dalam satu pernyataan.

a. Operator Aritmatika.

Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk menyelesaikan operasi matematika. Operator aritmatika yang disediakan Java adalah sebagai berikut :

Operator Keterangan
+ Penambahan
Pengurangan
* Perkalian
/ Pembagian
% Modulus (sisa pembagian)

Listing Lat03.java

public class Lat03

{

public static void main(String[] args)

{

int i = 37;

int j = 42;

double x = 27.475;

double y = 7.22;

System.out.println(“Nilai Variabel…”);

System.out.println(” i = ” + i);

System.out.println(” j = ” + j);

System.out.println(” x = ” + x);

System.out.println(” y = ” + y);

//penjumlahan angka

System.out.println(“Penjumlahan…”);

System.out.println(” i + j = ” + (i + j));

System.out.println(” x + y = ” + (x + y));

//pengurangan angka

System.out.println(“Pengurangan…”);

System.out.println(” i – j = ” + (i – j));

System.out.println(” x – y = ” + (x – y));

//perkalian angka

System.out.println(“Perkalian…”);

System.out.println(” i * j = ” + (i * j));

System.out.println(” x * y = ” + (x * y));

//pembagian angka

System.out.println(“Pembagian…”);

System.out.println(” i / j = ” + (i / j));

System.out.println(” x / y = ” + (x / y));

//menghitung hasil modulus dari pembagian

System.out.println(“Modulus…”);

System.out.println(” i % j = ” + (i % j));

System.out.println(” x % y = ” + (x % y));

//tipe penggabungan

System.out.println(“Gabungan…”);

System.out.println(” j + y = ” + (j + y));

System.out.println(” i * x = ” + (i * x));

}

}

Bagaimana hasil outputnya?!

Catatan: Ketika integer dan floating-point number digunakan sebagai operand untuk operasi aritmatika tunggal, hasilnya berupa floating point. Integer adalah converter secara implisit ke bentuk angka floating-point sebelum operasi berperan mengambil tempat.

b. Operator Increment dan Decrement.

Dari sisi operator dasar aritmatika, Java juga terdiri atas operator unary increment (++) dan operator unary decrement (–). Operator increment dan decrement menambah dan mengurangi nilai yang tersimpan dalam bentuk variabel angka terhadap nilai 1.

Sebagai contoh, pernyataan :

count = count + 1; //increment nilai count dengan nilai 1

pernyataan tersebut sama dengan :

count++;

Operator Keterangan
++ Bertambah 1 (Increment)
Berkurang 1 (Decrement)

Operator increment dan decrement dapat ditempatkan sebelum atau sesudah operand.

Ketika digunakan sebelum operand, akan menyebabkan variabel diincrement atau didecrement dengan nilai 1, dan kemudian nilai baru digunakan dalam pernyataan dimana dia ditambahkan.

Ketika operator increment dan decrement ditempatkan setelah operand, nilai variabel yang lama akan digunakan lebih dulu dioperasikan lebih dulu terhadap pernyataan dimana dia ditambahkan.

c. Operator Relasi.

Operator Relasi membandingkan dua nilai dan menentukan keterhubungan diantara nilai-nilai tersebut. Hasil keluarannya berupa nilai boolean yaitu true ataufalse.

Operator Arti Contoh Keterangan
< Kurang dari. x < y Apakah x kurang dari y?
<= Kurang dari sama dengan. x <= y Apakah x kurang dari sama dengan y?
> Lebih dari. x > y Apakah x lebih dari y?
>= Lebih dari sama dengan. x >= y Apakah x lebih dari sama dengan y?
== Sama dengan. x == y Apakah x sama dengan y?
!= Tidak sama dengan. x != y Apakah x tidak sama dengan y?

d. Operator Logika.

Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada 5 macam, yaitu :

&&           : logika AND (dan).

||                : logika OR (atau).

!                : logika NOT (ingkaran / negasi).

^               : logika XOR (exclusive OR).

|                : logika EXOR (inclusive OR).

e. Operator Kondisi (?:).

Operator kondisi ?: adalah operator ternary. Berarti bahwa operator ini membawa tiga argumen yang membentuk suatu ekspresi bersyarat. Struktur pernyataan yang menggunakan operator kondisi adalah :

exp1?exp2:exp3

Dimana nilai exp1 adalah suatu pernyataan boolean yang memiliki hasil yang salah satunya harus berupa nilai true atau false.

Jika exp1 bernilai true, exp2 merupakan hasil operasi. Jika bernilai false, kemudian exp3 merupakan hasil operasinya.

Listing Lat04.java

public class Lat04

{

public static void main( String[] args )

{

String status =” “;

int grade = 80;

//mendapatkan status pelajar

status = (grade >= 60)?”Passed”:”Fail”;

//print status

System.out.println(status);

}

}

Bagaimana hasil outputnya?!

f. Operator Precedence.

Operator precedence didefinisikan sebagai perintah yang dilakukan compiler ketika melakukan evaluasi terhadap operator, untuk mengajukan perintah dengan hasil yang tidak ambigu/ hasil yang jelas.

Mendapatkan Input dari Keyboard

Kita telah mempelajari konsep dasar pada Java dan menulis beberapa program sederhana. Sekarang kita akan mencoba membuat program kita lebih interaktif dengan menggunakan input dari keyboard.

A. Menggunakan BufferedReader Untuk Mendapatkan Input.

Pada bagian ini, kita akan menggunakan class BufferedReader yang berada di package java.io untuk mendapatkan input dari keyboard.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan input dari keyboard:

Tambahkan di bagian paling atas code Anda:

import java.io.*;

Tambahkan statement berikut :

BufferedReader dataIn = new BufferedReader(new InputStreamReader( System.in) );

Deklarasikan variabel String temporary untuk mendapatkan input, dan gunakan fungsi readLine( ) untuk mendapatkan input dari keyboard. Anda harus mengetikkannya di dalam blok try-catch:

try

{

String temp = dataIn.readLine( );

}

catch( IOExceptione )

{

System.out.println(“Error in getting input”);

}

Listing Lat05.java

import java.io.*;

 

public class Lat05

{

public static void main( String[] args) throws IOException

{

String input;

BufferedReader br;

br=new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));

System.out.print(“Masukkan Nama Anda : “);

input=br.readLine();

System.out.println();

System.out.println(“Hello “+input+”!”);

}

}

Bagaimana hasil outputnya?!

Listing Lat06.java

import java.io.*;

 

public class Lat06

{

public static void main( String[] args) throws IOException

{

int angka1,angka2;

BufferedReader br;

br=new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));

System.out.print(“Masukkan Angka 1 : “);

angka1=(new Integer(br.readLine())).intValue();

System.out.print(“Masukkan Angka 2 : “);

angka2=Integer.parseInt(br.readLine());

System.out.println();

System.out.println(“Angka 1 Anda : “+angka1);

System.out.println(“Angka 2 Anda : “+angka2);

}

}

Bagaimana hasil outputnya?!

Untuk mengkonversi string menjadi tipe data numeric dapat digunakan metode seperti :

  1. Integer.parseInt( ) à untuk mengkonversi string ke integer.
  2. Float.parseFloat( ) à untuk mengkonversi string ke float.
  3. Double.parseDouble( ) à untuk mengkonversi string ke double.

Struktur Kontrol Pemilihan

Struktur kontrol pemilihan adalah pernyataan dari Java yang mengijinkan user untuk memilih dan mengeksekusi blok kode spesifik dan mengabaikan blok kode yang lain. Java menyediakan dua buah perintah untuk proses pemilihan, yaitu if dan switch-case. Kedua perintah ini digunakan untuk mengontrol eksekusi tergantung pada kondisi yang ditentukan sebelumnya.

A. Statement “If…”.

Pernyataan if akan menentukan sebuah pernyataan (atau blok kode) yang akan eksekusi jika dan hanya jika persyaratan bernilai benar (true).

Bentuk dari pernyataan if :

Bentuk dari pernyataan if :

if([kondisi])

statement;

atau

if([kondisi])

{

statement1;

statement2;

. . .

}

Listing Lat07.java

public class Lat07

{

public static void main(String[] args)

{

int a=1,b=10;

if (a<5)

{

System.out.println(“Nilai a lebih kecil dari 5″);

}

if (b<5)

{

System.out.println(“Nilai b lebih kecil dari 5″);

}

}

}

B. Statement “If-else …”.

Pernyataan if-else digunakan apabila kita ingin mengeksekusi beberapa pernyataan dengan kondisi true dan pernyataan yang lain dengan kondisi false.

Bentuk statement if-else :

if([kondisi])

statement;

else

statement;

atau

if([kondisi])

{

statement1;

statement2;

. . .

}

else

{

statement1;

statement2;

. . .

}

Listing Lat08.java

public class Lat08

{

public static void main(String[] args)

{

int a=1,b=10;

if (a<5)

{

System.out.println(a+” lebih kecil dari 5″);

}

else

{

System.out.println(a+” lebih besar dari 5″);

}

if (b<5)

{

System.out.println(b+” lebih kecil dari 5″);

}

else

{

System.out.println(b+” lebih besar dari 5″);

}

}

}

C. Statement “If-else-if …”.

Pernyataan pada bagian kondisi else dari blok if-else dapat menjadi struktur if-else yang lain. Kondisi struktur seperti ini mengijinkan kita untuk membuat seleksi persyaratan yang lebih kompleks.

Bentuk statement if-else-if :

if([kondisi])

statement1;

else if

statement2;

else

statement3;

atau

if([kondisi])

{

statement1;

statement2;

. . .

}

else if

{

statement1;

statement2;

. . .

}

else

{

statement1;

statement2;

. . .

}

Latihan Lat09.java

public class Lat09

{

public static void main(String[] args)

{

char nh;

double na=75.33;

if (na>=80)

{

nh=’A’;

}

else if (na>=70)

{

nh=’B’;

}

else if (na>=50)

else if (na>=50)

{

nh=’C’;

}

else if (na>=30)

{

nh=’D’;

}

else

{

nh=’E’;

}

System.out.println(“Nilai Akhir\t : “+na);

System.out.println(“Nilai Huruf\t : “+nh);

}

}

D. Statement “If-else-else if …”.

Latihan Lat010.java

public class Lat010

{

public static void main( String[] args )

{

double grade = 62.54;

if(grade >= 90)

{

System.out.println( “Excellent!” );

}

else if((grade < 90) && (grade >= 80))

{

System.out.println(“Good Job!” );

}

else if((grade < 80) && (grade >= 60))

{

System.out.println(“Study Harder!” );

}

else

{

System.out.println(“Sorry, You Failed.”);

}

}

}

F. Statement “Switch”.

Perintah switch merupakan pemilihan alternatif, yang biasanya digunakan untuk penyederhanaan perintah if yang banyak mengandung kondisi. Switchmengkonstruksikan cabang untuk beberapa kondisi dari nilai.

Bentuk statement switch :

switch ([nama_variable])

{

case [nilai1] :

perintah1;

perintah2;

. . .

break;

case [nilai2] :

perintah1;

perintah2;

. . .

break;

case [nilaiN] :

perintahN;

. . .

break;

default       :

perintahDefault;

. . .

break;

}

Dalam java, tipe data dari [nama_variabel] harus merupakan salah satu dari tipe : byteshortint, atau char.

Latihan Lat011.java

public class Lat011

{

public static void main(String[] args)

{

int grade = 82;

switch(grade)

{

case 100:

System.out.println(“Excellent!”);

break;

case 90:

System.out.println(“Good Job!” );

break;

case 80:

System.out.println(“Study Harder!” );

break;

default:

System.out.println(“Sorry, You Failed!”);

}

}

}

Struktur Kontrol Perulangan

Struktur kontrol pengulangan adalah berupa pernyataan dari Java yang mengijinkan kita untuk mengeksekusi blok code berulang-ulang sesuai dengan jumlah tertentu yang diinginkan. Ada tiga macam jenis dari struktur kontrol pengulangan yaitu whiledo-while, dan for-loops.

A. Struktur for …

Struktur ini biasanya digunakan untuk melakukan pengulangan yang banyaknya sudah pasti atau sudah diketahui sebelumnya.

Bentuk dari struktur pengulangan for :

for(inisialisasi; kondisi; iterasi)

{

perintah_perintah yang akan diulang;

. . .

}

Latihan Lat012.java

Menampilkan output atau tampilan seperti dibawah :

B. Struktur while …

Struktur perulangan while adalah jenis perulangan yang mendefinisikan kondisi di awal blok. Artinya jika kondisi tidak terpenuhi (bernilai false) maka proses perulangan tidak akan pernah dieksekusi. Inisialisasi nilai ditulis sebelum penulisan struktur while itu sendiri, sedangkan iterasi ditulis di dalam blok perulangan.

Bentuk dari struktur pengulangan while :

inisialisasi;

while(kondisi)

{

perintah_perintah yang akan diulang;

. . .

}

Latihan Lat013.java

Menampilkan output atau tampilan seperti dibawah :

C. Struktur do-while …

Struktur perintah do-while sebenarnya mirip dengan struktur while. Perbedaannya terletak pada penempatan kondisinya saja, yaitu diletakkan pada bagian akhir blok perulangan. Sehingga pada struktur jenis ini, blok perulangan akan dilakukan minimal satu kali meskipun ternyata kondisinya tidak terpenuhi.

Bentuk dari struktur pengulangan do-while :

inisialisasi;

do

{

perintah_perintah yang akan diulang;

. . .

}

while(kondisi);

Latihan Lat014.java

Menampilkan output atau tampilan seperti dibawah :

D. Statement Peloncatan.

Statement peloncatan digunakan untuk mengontrol jalannnya program. Lebih tepatnya, untuk memindahkan eksekusi program ke baris kode yang kita kehendaki. Dalam Java, terdapat 3 buah statement peloncatan, yaitu : breakcontinue dan return.

1. Menggunakan break.

Dalam Java, statement break memiliki 3 kegunaan yaitu :

  • Menghentikan runtunan pemilihan pada statement switch.
  • Menghentikan proses pengulangan (keluar dari blok pengulangan).

Dengan menggunakan statement break, kita dapat menghentikan proses pengulangan tertentu tanpa memperdulikan lagi kondisi yang didefinisikan ataupun sisa statement-statement yang terdapat pada blok pengulangan tersebut.

Latihan Lat015.java

public class Lat015

{

public static void main(String[] args)

{

for(int i=0;i<10;i++)

{

if(i==5)

{

break;

}

System.out.println(“Baris ke-“+i);

}

System.out.println(“Statement setelah blok pengulangan”);

}

}

  • Keluar dari blok label tertentu.

Latihan Lat016.java

public class Lat016

{

public static void main(String[] args)

{

int i=4;

label1:

{

label2:

{

label3:

{

System.out.println(“Statement di dalam blok label ke-3″);

if(i<5)

{

break label2; //keluar dari blok label ke-2

}

}

System.out.println(“Statement di dalam blok label ke-2″);

}

System.out.println(“Statement di dalam blok label ke-1″);

}

}

}

2. Menggunakan continue.

Statement continue berguna untuk memaksa program agar melanjutkan proses pengulangan. Secara mudahnya, statement continue dapat dikatakan sebagai kebalikan dari statement break.

Latihan Lat017.java

public class Lat017

{

public static void main(String[] args)

{

for(int i=0;i<10;i++)

{

System.out.print(i+” “);

if(i%2==0)

{

continue;

}

System.out.println();

}

}

}

Statement continue diatas berguna untuk melanjutkan proses pengulangan tanpa mengeksekusi statement-statement yang terdapat dibawahnya. Artinya, pada saat i bernilai genap, program tidak akan mengeksekusi statement System.out.println( );.

Seperti halnya statement break, yang dapat digunakan untuk keluar dari suatu blok label tertentu, statement continue juga dapat digunakan untuk memaksa program agar kembali atau melanjutkan ke suatu label tertentu.

3. Menggunakan return.

Dalam Java, statement return digunakan untuk keluar dari eksekusi kode program yang terdapat dalam sebuah method.

Latihan Lat018.java

public class Lat018

{

public static void main(String[] args)

{

int bnyk=3;

tulis(bnyk);

}

//Mendefinisikan method tulis()

private static void tulis(int n)

{

if(n<1)

{

System.out.println(“Nilai i tidak boleh lebih kecil dari 1″);

return; //keluar dari method tulis()

}

//Statement ini tidak akan dilakukan bila n < 1

for(int i=0;i<n;i++)

for(int i=0;i<n;i++)

{

System.out.println(“Baris ke-”+i);

}

}

}

Karena nilai n yang dilewatkan kedalam method tersebut lebih kecil dari 1, maka program pun akan memanggil statement return yang berarti program keluar darimethod tulis( ), dan statement-statement yang terdapat pada blok pengulangan pun tidak akan dieksekusi.

Materi

Cakupan Materi Untuk Semantara Hanya Analisa Perancangan Sistem (DFD) dan Algoritma & Struktur Data 2 (Pascal Lanjut).

Algoritma dan Struktur Data 2

Tujuan Umum

Memberikan dasar pengetahuan mengenai data dan strukturnya untuk meningkatkan pemahaman mengenai teknik pemrograman.

cakupan materi:

  1. Struktur data dan konsep jenis data
  2. struktur array, record, dan file sekuensial
  3. data rekursif
  4. pointer list (single list, circulary linked list, dubly linked list)
  5. stack
  6. queue
  7. hashing
  8. graph
  9. struktur tree

Analisa Perancangan Sistem

Tujuan Umum

Memberikan dasar pengetahuan mengenai data dan strukturnya untuk meningkatkan pemahaman mengenai rancangan sistem.

  1. DFD
  2. UML (berorientasi objek)

Rekursif

Definisi Rekursif

  • Rekursif : metode matematika yakni definisi sebuah fungsi mengandung fungsi itu sendiri.
  • Rekursif : fungsi yang memanggil dirinya sendiri dan tergolong dalam dynamic programming.
  • Rekursif: suatu kemampuan subrutin / subprogram untuk memanggil dirinya sendiri.

Proses Rekursif
Perhatikan fungsi berikut :

Function FAKT(N: Integer) : Integer;
Begin
If N = 0 then
FAKT := 1
Else
FAKT(N) := N * FAKT(N-1)
End;

Dari fungsi di atas bisa dilihat bahwa FAKT(N) bisa dihitung dari FAKT(N-1), dimana FAKT(N-1) bisa dihitung dari FAKT(N-2) dan seterusnya. Dengan demikian, fungsi di atas untuk N = 6 bisa kita lacak cara kerjanya .

Download Materi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai