Hi Sahabat, blog ini telah migrasi ke Domain sendiri, silahkan berkunjung ke :
Salam super hangat,
Erwin
Hi Sahabat, blog ini telah migrasi ke Domain sendiri, silahkan berkunjung ke :
Salam super hangat,
Erwin
berlayar di laut lepas,
mengembara di padang luas,
jika tenang datang, Engkau jernih terlihat.
ketika diri mengabur, Engkau susah terjangkau.
Kembali pulang adalah kepastian,
tinggal menunggu waktu,
pasti kan menjelang. Continue reading
Malam ini langit ditutupi awan kelabu, mendapati kabar dari belahan dunia selatan sedikit ke timur, bahwa purnama indah sempurna. Ingin menikmati purnama itu, namun tidak untuk malam ini.
Sore tadi masih terbayang, badai gurun itu datang lagi menyapa. Tak ada pesan tiba tiba saja datang dari arah timur. Continue reading
Mata Buntu, Sejak dulu sering mendengar nama ini di sebut-sebut keluarga dan kawan-kawan di kampung, bahkan katanya pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun TV swasta. Karena penasaran maka pada liburan di awal tahun 2011 kemarin saya sempatkan untuk berwisata dan melihat Matabuntu secara langsung, kebetulan bertepatan dengan acara pernikahan keluarga di Malili. Continue reading
Sahabat, Mungkin sebagian kita tidak menyenangi pelajaran kimia. Demikian pula saya pada awalnya. Pelajaran kimia adalah horor terbesar saya di waktu SMA dan berbanding tebalik dengan fisika yg menjadi favorit. Tetapi setelah memasuki bangku kuliah dan pikiran sedikit terbuka, disela pelajaran ilmu Bumi seolah terispirasi mendapati kenyatataan bahwa Kimia merupakan induk dari ilmu pengetahuan. Kimia bisa dikatakan juga sebagai ilmu tentang perubahan, yang mempelajari tentang semua jenis zat yang berbeda dan bagaimana zat-zat itu berinteraksi satu sama lain. Karena inginnya menyatukan kedua ilmu Kimia dan geologi menjadi geokimia, maka mengambil S2 kimia yg juga merupakan saran dari seorang super Senior adalah pilihan yang tepat pikirku.. 🙂
Mengapa Kimia begitu penting? semua cabang ilmu pengetahuan itu pasti berhubungan dengan kimia. Bahkan di dalam aktifitas keseharian, ketika kita makan, bernafas, dalam bagaimana kita hidup, dan seperti apa bentuk kita.
Nah kita kembali ke judul, apa hubungannya Kimia dan Cinta? secara abstrak sering kita dengar bahasa seperti Kimia Cinta. Yang terakhir ini nampaknya akan lebih menarik jika kita jabarkan lebih panjang.
Dua malam ngapung di Red sea di penghujung April 2011, di dalam Dream master, sempat bertemu dengan dua orang makassar, para pelaut yang tangguh. Dua orang officer Arman dan Samuel. Tak menyangka akan bertemu mereka disini. Dan kaptennya juga orang indonesia yang tinggal di Tanjung Priuk mengepalai para ABK pilipina. Total bertemu tiga orang indonesia, rasanya senang sekali, sudah setahun di pesisir Red Sea tak pernah bertemu dengan teman sekampung selain sekali bertemu dengan Super Senior akhir Juni tahun lalu di Duba. Mereka kebanyakan adalah pelaut yang menetap di kapal, tak pernah bertemu mereka di daratan, baru kali ini bisa nongkrong lama dengan mereka bercengkerama sampai ngantuk.
Ngenet sambil chit chat di lantai paling atas. Malam hari udara lumayan tak begitu dingin hanya angin yang kadang sepoi kadang kencang namun malam ini bersahabat. Angin laut bertemu dengan angin gurun di daerah transisi antara laut dan darat, membuat malam itu hangat.
Pagi menjelang siang itu mobil kuparkir dibawah pohon parkiran Al markaz. Ada dua mobil yg sedang parkir saat aku datang, dan beberapa buah motor. Semua kendaraan itu saya kenali dengan jelas. Pasti teman-teman lagi ngopi di warung daeng baji ini.
Jarak parkiran tidak begitu jauh dengan warung kopi itu. Pohon-pohon yang rindang, bunga-bunga asoka yang berjajaran di pelataran masjid. Menambah senang suasana hati.
Memasuki lorong sebelah barat masjid, ternyata sudah ada beberapa orang yang lagi asyik ngopi, bercengkerama. Mereka tersenyum dan akupun tersenyum. Tak perlu saya sebutkan satu persatu nama mereka, cukuplah saya sendiri yang tahu, dan jika sahabat-sabahat sekalian mau berkenalan, silahkan datang saja ke TKP.. hehe.
“Pesan Kopi hitamnya secangkir Dg.baji”, begitulah sapaku ke pemilik warung setibanya di tempat ini. Dan bersama mereka, ceritapun dimulai. Continue reading
Aku keliru dalam empat hal.
Aku mencoba mengingat-Nya,
memahami-Nya,
mencintai-Nya,
dan mencari-Nya.
Sesampai di tujuan,
aku melihat ternyata Ia telah mengingatku sebelum aku mengingat-Nya. Pengetahuan-Nya tentang diriku mengalahkan pengetahuan-Ku tentang-Nya.
Cinta-Nya kepadaku sudah ada sebelum cintaku pada-Nya.
Dan, Ia sudah mencariku sebelum aku mencari-Nya …
(Abu Yazid Al-Busthami)
Visualisasi puisi Abu Yazid Al Bustami ini menggambarkan betapa Tuhan sebenarnya selalu memperhatikan kita, hanya kadang kita tak mau menyadari atau bahkan tak peduli, terlalu merasa sibuk dengan urusan-urusan yang hanya menjauhkan perhatian kita pada-Nya.
Sepi yang membatu..,
dingin yang membeku..,
lidah yang kelu..,
jiwa yang letih..,
harapan yang hampir sirna..,
hujan yang tak kunjung turun.. Continue reading
mengendarai gelombang,
Pernah ku membawa diri, 
menunggangi gelombang,
pada musim timur yang kurang bersahabat,
Angin menampakkan amarahnya
guntur menggelegar,
petir menyambar-nyambar.
lumba2 bersembunyi dari hantaman hujan yang membatu,
subuh itu di Selat banda,
Berlayar mengarungi samudera
membelah lautan yang senantiasa setia dalam perannya
Kadang rindu menatap mentari ketika mulai terbenam
teringat saat menyongsong sinar pagi dilautan nan cerah Continue reading