jump to navigation

Prestasi di Jalur FIKSI Agustus 18, 2023

Posted by joesti in Catatan.
add a comment

FIKSI (Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia) adalah sebuah ajang lomba inovasi yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek. Tahun 2022 kami mengirimkan satu tim dalam bidang teknologi digital. Tim beranggota Faiza (SIJA) dan Thareq (Elektro), Alhamdulilah kami meraih medali perak nasional. Semoga berlanjut di masa mendatang

Mendulang Prestasi Jalur Pusat Prestasi Nasional tahun 2022 November 27, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment

Makarya di sekolah bertagline “Tiada Hari Tanpa Prestasi” mendorong kami berupaya mencapai prestasi-prestasi sekolah baik akademik maupun non akademik.Sekian banyak kompetesi kami ikuti, salah satunya adalah kompeteisi-kompetisi di bawah koordinasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI). Kompetisi-kompeteisi ini diwadahi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Di tahun 2022, SMK Negeri 7 Semarang mencatakan empat duta yang mengikuti kompetisi di tingkat nasional. Empat duta tersebut terdiri atas tiga duta Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan satu duta Festival Inovasi Kewirausahaan Indonesia (FIKSI).

Alhamdulillah SMK Negeri 7 Semarang telah berhasil memberikan kontribusi untuk Provinsi Jawa Tengah sehingga menjadi provinsi peraih Juara Umum melalui 2 (dua) bidang lomba, yaitu :

  1. Teknologi Keamanan Siber (Cyber Security) a.n. Muhammad Zaky Adzkiya dan Rafi Nur Ardiansyah (SIJA) dengan pembimbing Agus Setyawan, M.Kom.
  2. Teknik Pemasangan Tegel Keramik Dinding dan Lantai (Wall and Floor Tiling) a.n. Rezal Hidayat (KGSP) dengan pembimbing Drs. Nur Wachid.

Selanjutknya pada FIKSI 2022. Alhamdulillah, peserta dari SMK Negeri 7 Semarang a.n. Faiza Tanjia (XIII SIJA 2) dengan Pembimbing bapak Joestiharto, S.Pd., M.T. telah berhasil meraih Medali Perak pada Kategori Pengembangan Usaha (Kompetisi pengembangan usaha adalah kompetisi yang ditujukan kepada peserta didik jenjang SMK yang sudah menjalankan usaha pribadi minimal 6 bulan sejak diumumkan juknis FIKSI SMK Tahun 2022) pada Bidang Lomba Teknologi Digital.

Tes Potensi Berbasis Komputer ASN Jateng 2022 September 4, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment
Ilustrasi CAT : sumber shutterstock

Bismillah. Alhamdulilah, berkesempatan termasuk yang gelombang pertama yang melaksanakan penilaian potensi PNS berbasis komputer (CAT Potensi) tahun 2022. Kegiatan berlangsung di Gedung Gedung TMMK BKD Provinsi Jawa Tengah Komplek BPSDMD Prov. Jateng Jl. Setiabudi No. 201 A Srondol Semarang, dengan jadwal yang ditata oleh panitia. Aku sendiri melaksanakan pada hari Senin, 5 September 2022. Kita cukup sampai di tempat ujian, melaporkan kepada petugas. Petugas dengan ramah akan mencatat kita dan menunjukkan meja ujian kita. Pelayanan dari panitia BKD sangat baik.
Perlukah belajar khusus? Menurut pendapatku, tes ini lebh banyak kepada unsur kepegawaian dan kemanusiaan yang melekat di kita. Soal tes didomininasi opsi-opsi yang disajikan dimana kita tinggal memilih paling sesuai dengan keadaan kita sehari-hari.
Soal penilaian potensi terdiri dari 7 unit ujian. Setiap unit berupa soal pilihan ganda atau penentuan skala sesuai pendapat kita, misal sangat setuju, setuju, hingga tidak setuju. Prinsip tidak ada jawaban yang salah, tidak ada kunci jawaban, karena diri kita sendiri jawabannya. Tidak diperkenankan pula terdapat alat komunikasi dan alat tulis di meja kerja kita. Jadi full pada kemampuan kita sendiri.
Dari 7 sesi ini, sesi 1 dapat dikatakan sesi mengingat. Di sesi ini, setiap soal disajikan sebuah gambar selama beberapa saat. Kemudian gambar menghilang, diganti sajian soal dengan opsi jawaban yang kita pilih. Misal disajikan 3 pasang gambar selama 10 detik. Gambar pun menghilang, diganti pertanyaan tadi nomor mana saja yang berpasangan (1-2, 1-3 dan lain-lain). Ada juga soal mencari perbedaan dua gambar. Dua gambar serupa disajikan, kita diminta mencari titik perbedaan keduanya. Kemudian di opsi pilihan ditanyakan berapa titik perbedaan di gambar itu. Sebenarnya soal seperti ini seru sih, hanya saja waktu pengerjaan dibatasi, sehingga berbijak mengatur waktu.
Di sesi 7, dapat dikatakan ujian menentukan prioritas. Diberikan sebuah masalah dengan beberapa opsi kegiatan. Kita diminta menentukan 3 prioritas utama yang akan kita kerjakan. Keseharian kita di organsasi dan lembaga, tentu akan memberi pengalaman dan keputusan yang berbeda satu sama lain.
Di antara sesi 2 sampai 6, disajikan pertanyaan-pertanyaan berbentuk skala pendapat dari sebuah pernyataan atau memilih pernyataan paling sesuai dengan keseharian kita. Skala setuju pada saya tentu dapat berbeda dengan peserta lain. Pendapat saya terhadap sebuah persoalan pun boleh jadi berbeda dengan pendapat peserta lain. Sekali lagi keseharian kita menjadi cerminan untuk memilih.
Uji berjalan 2,5 jam (150 menit). Alhamdulilah selesai. Selamat menempuh uji selanjutnya.

Baiturrahman, Masjid Jawa Tengah September 4, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment

Masjid Baiturrahman, salah satu masjid kebanggan masyarakat Jawa Tengah khususnya Kota Semarang. Masjid besar ini satu kawasan dengan sekolah tempatku makarya, kawasan Simpang Lima Kota Semarang. Berada di sebelah barat lapangan Pancasila, masjid berdiri megah dengan menara menjulang. Tinggal tidak jauh dari sanas, Masjid Baiturrahman menjadi jujugan kala kuliah ahad pagi, jumatan, tarawih. Masjid Baiturrahman pun semakin dipercantik, kini telah tampil dengan desain yang manis sesuai masa sekarang.

Gambar diambil dari FBG Semarang Tempo Dulu

Catatan Jalan Akhir Agustus Agustus 29, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment
Caping

Bismillah. Bepergian kali ini ke Jakarta kembali. Kali ini satu pesawat dengan rombongan umroh. Auranya selalu senang kala bersua dengan tamu-tamu Allah. Berbincang sekedarnya, beliau-beliau yang rata-rata sudah sepuh berasal dari Karangawen. “Mugi saras berkah, nggih Bu. Didamel bingah, enteng ngibadah”. Pesanku pada teman bincang kali ini. “Pak, mangkeh menawi jumatan, jam sanga pun dugi masjid, nggih”, pesan pada bapak yang lain. Tak lupa menitipkan salam kepada Kanjeng Nabi. Senantiasa ada getar kala menitip salam katur Kanjeng Nabi. Ada kerinduan tersendiri, semoga suatu saat kami sowan berganti menyampaikan titipan salam dari teman dan handai taulan.
Dalam pesawatku juga terdapat sejumlah orang dari negara manca. Berseragam serupa. Ada yang anak-anak, ada pula yang dewasa, tampaknya sebuah keluarga. Sepanjang jalan anak-anak sibuk ngoceh dalam bahasa yang tidak aku mengerti, apalagi jarak duduk yang selisih tiga baris. Senyum-senyum saja dengar ucehan anak. Pokoke nyenengke. Hingga ada saat salah satu anak menangis keras, pastinya bikin hati heboh sepesawat deh. Secara bergantian anggota yang lain berusaha menenangkan. Tatkala sudah tidak menangis, semua anggota keluarga tersebut memberi applaus tepuk tangan. Tradisi ini yang bisa jadi tidak terbiasa di Indonesia, sebuah apresiasi. Menghentikan tangis dan berhenti menangis tetap sebuah prestasi, patut dihargai, patut diapresiasi. Mari belajar meng-apresiasi prestasi walau mungkin tidak seberapa. Menghidupkan lingkungan penuh menghargai pasti memberi nilai positif bagi kita.
Pesawat mendarat dengan selamat, para penumpang mulai berdiri mengambil barang di kompartemen masing-masing. Keluarga negara manca ini ternyata membawa cendera mata berupa caping. Beberapa caping diambil dan dikenakan dengan rian gembira oleh anak-anak. “Wah kuwi neng ngomah mung tak nggo lunga sawah”, komentar penumpang di belakangku. Kegembiraan dari topi bambu yang bagi kami mungkin sepele saja. Di sini aku belajar, kegembiraan orang lain bisa jadi dari yang sudah tidak kita butuhkan atau sudah jamak di kita. Semoga kita tergolong sebagai orang yang mampu menghadirkan kegembiraan, kebahagiaan untuk sesama, aamiin.. tabik..

Ke Jakarta lagi… Agustus 13, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment
antri bandara

Lama juga tidak bepergian terbang. Alhamdulilah, dapat amanah. Kembali berangkat dari bandara Semarang. Bagiku hal yang paling membedakan adalah persyaratan masuk bandara. Terakhir kali, masuk bandara harus menyertakan hasil tes antigen atau PCR. Info yang kuperoleh dari tiket.com, bagi yang sudah vaksin boster, syarat itu tidak diperlukan lagi. Masuk ke bandara, mas-masnya menyarankan membuka aplikasi pedulilindungi dan scan barcode lokasi. Dan tidak menunggu lama, sudah diizinkan masuk. Alhamdulilah, setidaknya lebih sederhana dari sebelumnya.

Dilanjutkan cekin, kali ini dapatnya cekin format digital, tidak disediakan kertas boarding. Alhasil, boarding menggunakan hape kembali (pengalaman pertama hihi). Masuk terminal keberangkatan, pemeriksaan bawaan sesuai prosedur, dan sampailah di ruang tunggu. sekitar satu jam berlalu, panggilan masuk pesawat. Bismillah, berangkat…

Karangwoelan, Terbetik Gambar Agustus 6, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment
Rokok Karangwoelan

sebuah gambar tampil di medsos. dilihat dari sumbernya, gambar diambil dari perpusnas. menampilkan gambar rokok dalam kemasan. gambar masa lalu yang membuat kagum. tentang gambar kemasannya, tentang mereknya, ejaan tulisannya, bahasa promosinya, dan paling penting bagiku mencantumkan alamat pabriknya. tertulis pabriknya di karangwoelan. Qadralullah, aku sejak lahir termasuk warga karangwoelan.

flashback berdekade lalu, karangwulan dapat disebut sebagai kawasan industri di tengah kota. di sekitar rumah terdaopat beberapa pabrik dan gudang, tepatnya pabrik rokok dan jamu. kala itu setiap pagi dan petang, kawasan kami rame, hiruk pikuk mbak-mbak dan emak-emak pekerja pabrik. datang untuk bekerja di pagi hari dan pulang kala sore hari. seingatku tidak sampai ada pekerjaan lembur. kala jam istirahat, kampung pun ramai, para pekerja istirahat makan siang, kebetulan aku menjadi salah satu penjaja makanan. siap melayani pembeli kala siang hari. suasana ini berjalan hingga pertengahan 90an atau awal 2000an. sedikit demi sedikit bisnis bergeser, tidak lagi pabrik di karangwulan didatangi para pekerja. dan kini pabrik rokok sekitar karangwulan pun tidak lagi beroperasi.

karangwulan sekarang masih ramai, sejumlah pusat perbelanjaan dan jasa menggantikan pabrik. tapi kampung kami tidak lagi seramai dulu. riuh suara mbak-mbak pekerja kala melintas kampung berganti riuh deru mesin. perubahan tidak dapat ditolah, namun kerinduan kenangan masa silam tetap kami simpan.

PayLater, Mari Bijak Juli 31, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment

Beberapa waktu belakangan muncul layanan bertajuk “Pay Later” atau bayar nanti. Pay Later merupakan fasilitas pembiayaan yang diperuntukan untuk penundaan pembayaran. Secara tidak langsung, Anda tidak perlu membayar sekarang, melainkan Anda dapat membayarnya nanti, baik secara kontan maupun cicil beserta bunga yang sudah ditentukan. Prosesnya sendiri pun tergolong cepat dan mudah. (Kamus Keuangan Tokopedia)
Layanan ini memungkinkan kita memiliki sebuah barang dengan pembayaran dapat ditunda, yang penting punya barang dulu. Beberapa layanan aplikasi antara lain di indodana, gopaylater, SPaylaterm dan Traveloka PalLater (cermati.com)
Memiliki sesuatu barang adalah keinginan setiap orang. Seringkali kita justru terjebak membeli barang yang kita inginkan, taklagi barang yang kita butuhkan. Tidak jarang pula membeli barang tanpa mempertimbangkan anggaran yang dapat kita sediakan. Akhirnya terwujudnya peribahasa “lebih besar pasak daripada tiang”. Kesenangan yang diperoleh hanya sesaat di depan, sementara di belakang hari banyak tanggungan yang harus ditanggung.
Tentang PayLater ini, MUI Jatim mengeluarkan fatwa (https://www.suara.com/bisnis/2022/07/29/203437/paylater-haram-mui-jatim-ungkap-alasannya-menurut-fiqih-agama-islam)
Kawan, mari berbijak memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan. Bismillah, InsyaAllah, Allah mencukupkan kebutuhan kita.

(Gambar diambil dari shutterstock.com)

Jembatan Legend Kota Semarang Juli 28, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment

Kota Semarang memiliki sejumlah jembatan, yang boleh dikatakan jembatan legend. Jembatan-jembatan ini tersebar di sungai Banjirkanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Jembatan-jembatan tersebut sangat penting untuk mobilitas warga dari barat ke timur maupun timur ke barat.
Jembatan legend di masa itu umumnya berupa jembatan sederhana. Dibangun dari besi atau baja dan menggunakan papan sebagai media seberang. Aspal pun dituangkan ke atas papan untuk memperkuat dan ikut mengamankan roda kendaraan.
Seiring waktu jembatan legend termakan usia. Aspal mengelupas, papan-papan lapuk atau tercabut dari badan jembatan. Jadilah jembatan tersebut berlupang dan rusak. Papan-panan yang terserak menambah penampilan ruwet di atas jembatan ini.
Di atas keruwetan itu, masyarakat masih memanfaatkan meski penuh kehati-hatian. Menghemat waktu dengan berhati-hati lebih berarti daripada menggunakan jembatan yang lebih bagus dan kokok.
Pembangunan di Kota Semarang semakin hebat. Sedikit demi sedikit jembatan kayu sang legend diperbaiki menjadi jembatan beton kokoh. Juga dipercantik dengan pelbagai pernik. Jembatan pun menjadi aman, indah dipandang, semakin cantik kota Semarang.


(gambar diambil dari fb kota semarang tempo doeloe dan tribun news)

Menikmati Kemacetan (lagi) Juli 27, 2022

Posted by joesti in Catatan.
add a comment

Kemacetan kali ini kami alami hari Sabtu, 23 juli 2022. Berniat menghadiri resepsi salah satu alumni di Rembang. Berangkat dari Semarang berbekal informasi Jelajah Kota dari Rasika, stasiun radio penyampai informasi perjalanan. kami mengambil jalur Semarang – Mranggen – Karangawen – Gubug – Dempet – Gajah – Kudus – …. – Rembang. berangkat sekitar 07.30 dari kawasan Simpang Lima, perjalananan relatif tidak banyak hambatan. kalaupun tersendat masih termaklumi. Alhamdulilah, jam13 sampai Rembang, cukup normal pada kondisi saat itu.
Balik ke Semarang sekitar jam 14. Kembali mengambil informasi dari radio, kami pun mengambil jalan yang sama, masuk ke Gubug, matahari masih relatif terang. Karangawen melambat, melambat, melambar dan berhenti total. Azan Maghrib saat kami di dekat toko jual nisan, bergerak sedikit, hingga azan Isya kami masih toko jual nisan tersebut. Waktu bergulir, kami belum bergulir. beberapa kendaraan dari arah depan melintas, dan rerasan pun muncul “jalur di sana sudah dibuka, disini kok belum ya?”
Seorang warga menawarkan jasa. Mengawal kendaraan untuk membebaskan dari jalur macet tersebut. deal, dan kami pun dipandu melewati jalan-jalan kampung, tepi sawah, mlipir jalan-jalan sempit. Alhamdulilah, terbebas macet, kami sampai depan SMK Pati Unus. perjalanan dilanjut ke arah Semarang, sambil melihat sampai dimana ujung macet, dan ditemukan ujung macet dekat SMK Garuda Nusantara.
bisa jadi kendaraan kami pun sekarang menjadi bahan rerasan lawan seberang “jalur di sana sudah dibuka, disini kok belum ya?”
Alhamdulilah sampai Semarang jam21. Terimakasih, mas pengantar. jika tidak nrabas, bisa jadi kami bermalam di jalan. sehat selalu, kawan” pelintas jalan, Bismillah, senantiasa dalam lindungan Allah SWT. (gambar adalah ilustrasi macet, diambil dari WAG Silaturahmi RT 04)